
Sejak pulang dari Korea, Daniella terus berusaha agar menjadi wanita yang lebih elegant lagi.
Bahkan dia sampai ikut kelas bangsawan demi bisa bersanding dengan Brian yang memang sangat luar biasa pesona nya.
" Baby, Kamu masih lama ?" Suara Brian terdengar di ponsel Lila saat sambungan telepon tersambung.
" Iya. Sebentar lagi ya kak, Ini udah mau selesai. "
" It's Oke , Nanti kabari selesai jam berapa. Aku akan menjemput kamu. See you baby. "
" See you kak. " Balas Lila mengakhiri telepon nya.
Lila benar benar berusaha untuk bisa menyesuaikan diri nya dengan Brian.
Brian masih menyelesaikan pekerjaan nya. Semenjak bertemu dengan Aliya dan meminta maaf, Rasa nya perasaan Brian ke Aliya sudah mulai menyurut dan tidak terlalu memikirkan nya lagi.
" Bos, Malam nanti ada pelelangan di Gedung XX kata nya ada barang barang baru. Ada juga Perempuan yang akan di lelang. " Jelas Jaka saat masuk ke ruang kerja Brian.
Brian hanya menghela nafas nya berat, Ini yang tidak di sukai nya dari para orang kaya kebanyakan. ..
Suka menghamburkan uang demi sesuatu yang tidak penting.
" Aku tidak berminat. "
" Oh, Yaudah. Mau ikut gak bos ? Kita makan siang di Lesehan ?"
" Kalian saja. Aku akan menjemput Lila. "
" Oke Bos. Kita duluan yee. " Pamit Dimas.
" Katakan pada Angga, Jika aku tidak kembali. Aku ingin pergi bersama Lila. "
" Iye. " Jawab Jaka.
Setelah kepergian teman teman nya, Brian mendapatkan pesan dari Lila bahwa dia sudah selesai dan minta di jemput.
Dan disini lah Lila saat ini bersama Brian. Di dalam mobil.
" Kak,. " Ucap Lila saat baru masuk mobil.
" Lelah ?" Tanya Brian sambil mencium kepala Lila.
" Sedikit, " Brian hanya tersenyum.
Dia sudah melihat beberapa perubahan Lila yang menurut nya semakin dewasa itu dan Brian menyukai nya.
" Mau kemana ?" Tanya Brian lembut ke arah Lila.
" Kakak gak sibuk ?" Brian hanya menggeleng dan tersenyum untuk Lila.
" Kita ke Mall ya. Mau ? Ada sesuatu yang ingin aku cari untuk hadiah Lea. "
" Memang Lea mau ulang tahun ya kak ?"
" Tidak, Aku hanya ingin memberi nya hadiah saja. " Jawab Brian.
" Yaudah, Kakak udah makan ? Kita makan aja dulu ya. " Ajak Lila lagi.
" No Junkfood. "
" Iya Sayang..." Jawab Lila lagi.
Mereka langsung ke Mall, Dan kali ini mereka lebih memilik makan sushi saja. Karena itu keinginan Lila dan Brian hanya menurut saja.
" Kita ke Toko perhiasan saja ya. "
" Buat apa ?" Tanya Lila.
__ADS_1
" Hadiah Lea. X" Jawab Brian. Lila hanya mengangguk dan mengikuti Brian .
Mereka sudah masuk di Toko perhiasan terkenal di Kota ini dan Brian meminta Lila untuk memilih kan Cincin untuk Lea.
" Kami pilih mana yang bagus untuk Lea. "
" Kok aku kak ? Ukuran aku apa sama dengan Lea ?"
" Sama..." Jawab Brian tersenyum.
" Kak, Ini bagus gak ? Tapi kelihatan nya berlebihan sih ya ? Kayak cincin tunangan gitu. "
" Cantik ! Kamu suka ?" Tanya Brian lagi.
" Aku sih suka kak. suka banget malah. Mewah juga. Tapi kan untuk Lea kan ? Apa dia suka ? Takut nya gak suka lagi. "
" Oke kita ambil yang ini. " Lila kaget
" Tapi ini cincin nya Couple loh kak, Memang nya Lea ada pasangan nya ?"
" Bungkus yang itu. Ambil kan juga satu set perhiasan terbaik disini. " Kata Brian lagi .
" Kamu gak mau ambil sesuatu ? Mungkin sesuatu ?" Tanya Brian lagi.
" Gak ada kak. " Jawab Lila lagi.
" Sekarang kita ke Toko Tas ya. "
" Mau apa ?" Tanya Lila.
" Untuk Lea. Sudah. Temani saja. Kamu tidak keberatan kan ?" Tanya Brian lagi.
" Lea suka nya yang Gimana ? Aku gak tau Kak. "
" Ambil saja yang kamu suka dan dia pasti akan suka. "
" Kakak Yakin ?" Tanya Lila menatap Brian.
Cup
Kembali Brian mencium kepala Lila dan mereka terus berbelanja dan semua itu untuk Lea. Dan dengan sabar dan telaten Lila memilih kan semua barang untuk Lea sesuai intruksi dari Brian.
" Sepatu nya bagaimana ? Muat ? " Tanya Brian lagi.
" Kenapa banyak banget sih kak ? Aku capek tau. Ini juga, Untuk Lea kenapa se banyak ini ? Kenapa juga harus aku yang memilih nya ? Kenapa tidak mengajak Lea langsung ?" Keluh Lila yang mulai kesal.
Sejak tadi dia di suruh memilih barang barang untuk Lea dan semua itu atas pilihan nya dan dia yang mencoba nya.
Bahkan Make Up pun Sesuai pilihan nya. Sudah seperti dia saja yang akan di berikan hadiah nya.
" Kak, Udah kenapa kak. Lila capek." Keluh Lila lagi.
Brian langsung menghampiri kekasih nya yang sedang merajuk itu .
" Maaf membuat mu lelah. Sorry. " Brian memeluk Lila dan menghadiahkan nya kecupan di kepala nya.
" Sudah ? Kamu terlalu lelah hari ini. Kita pulang sekarang, Seperti nya semua sudah selesai. " Brian melihat Puluhan Paparback yang tergeletak disana.
Semua dari Merk ternama Dunia. Tidak tanggung. Brian mengucurkan uang untuk Semua itu tidak dengan jumlah yang sedikit.
" Kita pulang sekarang ?" Tanya Brian yang kini menggandeng tangan Lila.
" Iya. Besok ada kelas pagi." Jawab Lila dan kini sudah masuk jam makan malam
" Makan dulu atau langsung pulang Baby ?" Tanya Brian lagi.
__ADS_1
" Makan dulu boleh deh. Kita makan apa kak ?" Tanya Lila.
" Karena kamu sudah membantu ku, Maka aku akan menuruti keinginan mu malam ini. "
" Beneran kak ?" Tanya Lila antusias.
" Iya. Ingin makan apa ?" Tanya Brian sambil mengelus kepala Lila yang bersandar di Lengan nya.
" Kita Makan Bakso boleh gak ? Kakak mau ?"..
" Baik, Kita akan makan. " Jawab Brian yang membuka pintu mobil untuk Lila.
" Beneran kan kak ? Gak bohong kan ?" Tanya Lila manja.
" Kiss. " Pinta Brian menunjuk Pipi nya.
Cup...
Lila mencium pipi Brian dengan penuh kasih sayang.
" Kamu menggemaskan baby. " Ucap Brian sambil mengelus pipi Lila yang mulus itu.
Kini mereka sudah sampai di tukang bakso pinggir jalan langganan nya Lila dan Ello. Jika Daniel dia setipe dan seperguruan dengan Brian.
Menjaga pola makan hidup sehat. No Junkfood.
" Cukup Baby, Jangan terlalu pedas. Tidak baik untuk lambung. " Cegah Brian saat Lila menuangkan banyak saos cabai dan sambal cabai rawit ke dalam mangkuk nya.
" Iya kak. " Jawab Lila.
Mereka makan dengan diam dan hening. Ini lah yang di sukai Brian dari Lila. Dia begitu penurut dengan nya dan terkesan manja. Membuat Brian merasa gemas dengan sepupu nya itu.
" Sudah ?" Tanya Brian saat melihat Lila sudah menyelesaikan makanan nya
" Kakak gak asik. Kata nya boleh makan bakso. Tapi kakak gak makan. " Keluh Lila menatap kesal ke arah Brian.
" Saya tidak pernah bilang akan ikut makan bukan ?"
" Is...Nyebelin ih. " Rajuk Lila.
" Sudah ayo pulang. Ini sudah larut. " Ajak Brian sambil melihat jam di tangan nya.
" Iya. " Lila sudah merasa kenyang dan mulai mengantuk karena memang sudah cukup larut.
" Tidur lah. Nanti aku bangun kan jika sudah sampai. " Lila hanya mengangguk saja karena memang dia sudah benar benar mengantuk.
Menyusuri jalanan kota di malam hari yang cukup senggang dan hanya terjebak macet saja sedikit saat menuju rumah Lila. Akhir nya mereka sampai di Rumah Lila.
Melihat Lila yang tidak terbangun dan merasa sangat nyenyak akhir nya Brian memilih menggendong Lila masuk ke rumah nya.
Saat menggendong Lila, Dia sudah di hadang Oleh Daniel dan Danello yang cukup protektif menjaga Lila.
" Aku hanya mengajak nya jalan jalan ke Mall. dan dia bilang dia mengangguk. Aku tidak tega membangunkannya maka aku menggendong nya. " Ucap Brian seakan mengerti arti tatapan kembaran Pacar nya itu.
" Aku bukan Pria bejat yang bisa melakukan hal keji seperti itu. Aku pulang. " Brian memberikan Lila ke Daniel yang langsung memeluk adik kembar bungsu nya itu.
Cup...
Dengan Berani Brian mencium kening Lila di depan Daniel dan Danello.
" Aku pulang Baby. " Brian sempat mengelus pipi Lila dan langsung pergi meninggalkan rumah besar itu .
...❤️❤️❤️...
Nah Lo, Brian udah mulai nih...kalian jangan neror aku lagi ya...🙏🙏
__ADS_1
Kan udah aku kasih Part uwu nya Brian dan Lila 😂😂
akuy, Follow ige aku @amelia_falisha1511 ❤️