
Acara berlangsung dengan lancar, Tapi ada yang aneh disini, Aneh benar bener aneh menurut pemandangan mata tajam seorang Gale Thominshon Jade
Gale menghampiri Fed dan Stev disana. Sementara Dave sudah menetap di Paris dan tidak bisa hadir saat ini karena cuaca buruk !
Tapi dia berjanji akan datang jika cuaca sudah membaik.
" Arah jam satu ! Dia mencurigakan !" Fed mengambil ponsel nya dan melihat bayangan orang yang di sebut Gale tadi dari layar ponsel nya.
" Damn ! Dia di samping istri Ku !" Umpat Steff kesal.
Dengan langkah tegas nya dia menuju Angel dan memberi kode untuk Istri nya.
" Orang baik sayang !" Stev sedikit meremmas bahu istri nya.
" Oh, Oke. " Angel mengerti kode sari Steff dan ikut bersama suami nya.
Steff membawa Istri nya k tempat yang aman.
" Dia memang sedikit mencurigakan ! " Steff langsung menghubungi Dimas anak didik nya.
" Orang baik di jam 3 !" Kini berpindah posisi sudah.
Dimas mengerti, Kini dia sedang memantau semua nya di dalam dan Jaka di Luar gedung.
Jaka di luar terlihat baik baik saja...
Tit...Tit...
Jam yang di pakai Orang baik itu sudah menjadi kode untuk nya menjalan kan aksi nya.
Tapi bukan dia yang beraksi kerena dia mulai di curigai dan Dia tau itu.
Dia langsung menyiapkan Rencana kedua nya memberi kode pada teman nya yang lain.
Dia sudah mengunci target nya, Laser sudah di nyalakan laser nya berwarna senada dengan dekorasi serta Jas Brian.
Tapi di Senja nya berwarna merah. Itu lah senjata terbaru pesanan mereka dari Jordan Bart. Mafia Jerman.
Penghasil senjata Berkelas nya Para Mafia.
Sementara di Pelaminan, Kini Brian kedatangan tamu yang membuat nya terkejut.
" Aliya..." Ucap nya dalam hati saat melihat wanita itu berjalan mendekat bersama seorang Pria yang menolong nya malam itu .
Berarti penglihatan nya tidak salah. Itu benar Aliya yang di lihat nya malam itu.
Pandangan semua orang teralih kan saat sepasang anak manusia berjalan bergandengan tangan menuju singasana pengantin baru itu.
Lila menatap kaget disana , Uncle Kenz nya kenapa bisa datang bersama dengan kak Aliya ?
Wanita yang menjadi idola nya dalam trend seter ?
Lalu Brian ? Hati nya seperti di remmas saat mata nya melihat sendiri bagaimana wanita itu dengan anggun nya berjalan bersama dengan seorang Pria.
Sementara Aliya, Dia meremmas tangan Kenz dengan cukup kuat untuk menyalurkan kekuatan dan kegugupan nya.
Kenz paham ! Brian adalah bagian dari masalalu nya sebelum wanita itu sampai di Jepang !
" Bertahan lah, Setelah ini kita akan langsung pulang !" Bisik Kenz di telinga Aliya.
Aliya mengangguk dan membalas nya dengan sedikit senyuman saja. Tingkah dan gerak gerik kedua nya terlihat sangat serasi dimata para pemburu Berita dan tamu yang hadir.
Bisik bisik mulai terdengar disana.
Jantung Aliya semakin berdegup kencang saat kaki nya melangkah semakin dekat ke arah pelaminan.
Kenz membantu nya menaiki beberapa anak tangga disana untuk bisa sampai di depan Kedua mempelai.
__ADS_1
Senyum selalu menghiasi wajah tampan Kenz kala melihat Brian menatap nya dengan tatapan tak biasa nya.
" Hati hati Schtazi, Awas gaun mu. " Aliya melotot tak percaya, Akting Duda kaya raya itu sangat meyakin kan dengan semua perlakuan manis nya di depan publik.
" Iya, Oppa. " Rasa nya Dada Brian semakin berdenyut Nyeri, Dulu dia yang di panggil Oppa. Tapi sekarang tidak lagi.
Walau Oppa itu hanya panggilan untuk seorang kakak, Tapi rasa nya entah lah.
" Hay kak, " Sapa Lila saat melihat Aliya di depan nya.
" Hay, Selamat...Semoga bahagia..." Aliya mengulurkan tangan nya mengucapkan selamat untuk Lila dengan tulus.
" Makasih udah sempetin dateng kak, Kemaren aku Pesen gaun di butik kak Alina, Aku suka banget sama gaun Mutiara kakak, Cantik banget..." Puji Lila disana.
" Terima kasih, Itu gaun buatan Alina, Kata nya aku harus memakai nya kelak jika aku menikah, Dia selalu mengajak ku bertaruh, Siapa yang akan menikah lebih dulu, Dia yang harus membayar semua acara bulan madu pasangan nya. "
" Oh ya ? Keren banget ???"
" Hem, Sekali lagi, Happy Wedding, " Ucap Aliya dengan tulus disana.
Lalu Aliya menghela nafas nya berat, Ini yang paling sulit untuk nya, Menghadapi Brian secara langsung.
Tapi dia harus bisa bukan ?
Beralih ke Brian dan Lila ke Kenz .
" Se-selamat..." Aliya mengulurkan tangan nya dengan gemetar tanpa mau menatap nya.
" Ya ! Terima kasih. !"
Deg !
Jantung Aliya mau copot saat Brian menyambut uluran tangan nya.
Pandangan mereka bertemu, Brian mau pun Aliya sibuk dengan pikiran nya masing masing.
Apalagi bagian punggung nya terekspose dengan sangat jelas , Bahkan tadi Kenz memegang pinggang ramping nya Aliya.
Dulu dia yang merangkul Aliya untuk peresmian di salah satu acara mereka, Lalu sekarang ???
" Lepas !" Ucap Aliya dengan gerak bibir nya.
Aliya tidak mau mereka menjadi pusat perhatian terutama Jika Lila melihat nya.
Aliya tidak ingin di cap buruk di mata Dunia sebagai pelakor atau sejenis nya.
" Uncle, I Miss You..." Lila sibuk bersama Kenz disana.
Dia memang selalu manja pada Kenz sejak kecil. Apalagi Kenz yang dulu nya sering ke Indo bersama Opa Takeshi dan juga adik laki laki nya.
Ya, Lila mengenal nya.
" Dimana Kak Austin ?"
Deg !
Jantung Aliya semakin berdetak dengan kencang, Austin ? Fernan ? Apa itu yang di maksud Lila ?
Cinta pertama Nya ?
" Austin sudah meninggal. !" Jawab Kenz sedikit berat, Dia tidak berani menatap Aliya.
" Oh, Sorry Uncle..." Sesal Lila,
" It's Oke, Btw Selamat..." Ucap Kenz dengan tulus.
Grep....
__ADS_1
Aliya jatuh di pelukan Brian, Lila dan Kenz kaget saat tiba tiba Aliya memeluk Brian, Lebih tepat nya jatuh di pelukan Brian.
" Aliyaaa......!!!" Teriak Kenz saat melihat punggung Aliya bolong dan berdarah tembus oleh Peluru.
" Al...Aliya..." Brian gemetar saat merasakan tubuh Aliya mulai jatuh di pelukan nya dan darah membasahi tangan Brian...
Rahang nya mengeras, Dada nya sesak saat melihat mata itu perlahan tertutup.
" Tutup Seluruh pintu keluar ! Jangan sampai ada yang bisa keluar !!!" Teriak Gale disana.
Dugaan nya benar, Ada penyusup disini.
Penyusup di acara Brian dan Lila, Brian lah Target utama nya.
Tapi mereka salah sasaran kerena Aliya menghalangi nya saat Sang Sniper mendapat kan Kode tidak sengaja.
" Sial !" Umpat nya bergegas keluar dari sana.
" Minggir..." Kenz langsung mengambil Alih Aliya dari Brian dan menggendong nya keluar.
Jantung Kenz semakin tak karuan saat melihat Aliya semakin tak berdaya, Bahkan Darah nya berceceran di lantai Ballroom hotel itu.
" Kawal korban sampai kerumah sakit ! Hubungi Lea untuk bersiap dan ikut bersama wanita itu !" Titah Gale pada Fed dan Steff.
Dimas Dan Jaka langsung sigap menutup semua akses keluar masuk dan mereka hanya membuka jalan khusus untuk Aliya dan Kenz serta Lea yang ikut disana.
" Nona Aliya..." Gumam Jaka dan Dimas bersamaan saat membuka pintu Rahasia.
" Damn !!! " Umpat Kenz saat menyadari mobil nya jauh.
" Sebelah sini Tuan , " Angga membawa ke Arah Mobil nya dsn berlaku sebagai Driver nya kali ini.
Kenz kaget saat melihat Lea juga ikut masuk ke dalam mobil yang sama.
" Tenang, Tuan. Aku Lea, Adik Brian. Aku dokter ahli bedah di rumah sakit, Dan saat ini kita harus mencegah agar Darah nya tidak keluar semakin banyak. !" Angga sudah melajukan mobil nya dengan kecepatan cukup tinggi.
Bahkan Fed sudah menghubungi Polisi lalu lintas untuk mengawal dan membuka jalan untuk mobil yang di kendarai Angga.
" Kak, A-aku takut, Kak Aliya..." Lirih Lila dalam dekapan Brian .
" Sudah baby, Istirahat lah, Masuk ke kamar mu bersama Mommy dan Daddy. Akan ada orang yang menjaga mu ! Aku harus ikut kerumah sakit untuk melihat Aliya. " Panik jelas terlihat di wajah Brian dan Lila
" Aku ikut kak. "
" Baik ! Ayo. Berganti. " Brian mengajak Lila istri nya untuk berganti dan segera menuju rumah sakit.
Semua orang panik disana. Terlebih Viona.
Dia merasa Firasat buruk nya tentang Brian benar terjadi, Gale langsung memeluk istri nya disana. Dia mendekap tubuh Viona.
" Darl, Hey ! Kau aman sayang. Kau Aman. !" Ucap Gale menenang kan.
Sementara Calista yang baru saja selesai dari toilet kaget saat melihat seorang Pria membawa senjata Api dengan wajah panik nya membuang Senjata api itu lalu dia mendapat kan kabar buruk.
" Target salah sasaran ! Seorang wanita menjadi korban nya bukan Brian !"
Deg !
Jantung Calista berdetak kencang.
Dengan tangan gemetar dia menghubungi Brian.
" Tersangka nya di toilet dekat Mama..." Tulis Calista dengan tangan gemetar.
Brian yang mendapat kan pesan itu langsung terhubung juga dengan Jaka dan Dimas, Karena kali ini Ponsel yang di pakai Brian sudah di Setting oleh Dimas sendiri.
Mereka langsung menuju TKP yang di berikan Calista.
...❤️❤️❤️...
__ADS_1
Aku deg degan juga 😂😂