
Brian benar benar menjalani hubungan nya dengan Lila.
Lila yang selalu memberi nya perhatian kecil tingkah manja dan lucu nya membuat hari hari Brian semakin berwarna.
Seperti saat ini, Mereka sedang berada dalam perjalanan ke Mansion Utara yang menjadi tempat tinggal Keluarga nya di balik hutan hutan itu.
" Kak, Kita mau kemana ?" Tanya Lila saat mereka mulai memasuki jalan pribadi menuju gerbang Pertama .
Brian hanya memberikan senyuman nya saja. Dia hanya mengelus kepala Lila dengan sayang nya.
Bahkan kini sudah turun ke pipi mulus nya lalu kembali Fokus pada kemudi nya.
Karena memang sepanjang jalan pribadi yang berjajar puluhan CCTV itu Gerbang langsung berbuka saat menyorot Plat nomor mobil tersebut dengan di sambut para pengawal disana.
Lila kaget dan takut saat mulai memasuki hutan ,apa ini maksud nya ? Hutan ?
" Kak..." Panggil Lila sedikit takut.
" Jangan takut, Kita hanya berkunjung saja kerumah orang tua ku. Mama ku selalu bertanya siapa wanita yang dekat dengan ku. Dan kerena itu kamu, Maka aku membawa mu datang. "
" Kakak, Aku malu. Mana gak bawa apa apa. Malu ih entar di kira gak peka. " Jawab Lila cemberut.
" Sudah. Mama hanya meminta Kami menemani nya memasak saja. "
" Hah ?" Lila langsung kaget.
Memang benar dia sudah belajar masak, Tapi masih dalam tahan kacau !
Bahkan dia sulit membedakan mana Garam mana gula halus.
Bahkan bumbu dapur yang pada dasar nya saja dia tidak hafal. Tapi heran nya kemana dia bisa hafal puluhan macam jenis obat ? entah lah.
" Selamat datang Tuan..." Sapa penjaga yang kini berada di gerbang utama.
Lila sangat terpukau saat melihat banyak nya Tanaman hias dan begitu banyak buah buahan disana..
" Kak, Ini beneran rumah kakak ? Gila besar banget. " Brian hanya tersenyum saja.
" Kamu juga bukan orang susah Lila. Jadi biasa saja. Bahkan Rumah kamu lebih bagus. "
" Memang, rumah aku itu modern, Tapi ini Kayak castil tau gak. Keren ih.."
Mereka sudah sampai di Halaman dan langsung turun dari mobil menuju rumah besar itu.
Rumah yang di sebut Lila seperti Castil.
" Selamat datang Tuan Muda..."
" Brian !" Tegas nya lagi.
Dia paling anti di panggil Tuan Muda, terasa sangat muak.
" Maaf Tuan..."
" Sudah lah " Brian pergi begitu saja menarik tangan Lila menuju ruang tamu dimana disana sudah ada Papa BerUang nya yang selalu lupa diri dan usia jika sudah bersama Mama nya.
" Ma, Pa..." Sapa Brian membawa Lila.
Viona melihat ke arah putra sulung nya yang datang dengan membawa wanita cantik dan imut, oh jangan lupakan wajah bule nya yang sama seperti Gavio dan Lea.
Gav turun dari kamar nya dengan tampilan casual nya disana dan bergabung dengan Mommy dan Daddy nya.
Dia melirik sekilas ke arah Brian yang membawa wanita cantik.
__ADS_1
Brian membalas tatapan Gavio dan mengatakan bahwa Lila adalah milik nya.
Itu lah arti dari tatapan Brian yang menatap Lila.
" Siapa yang kau bawa Bri ?" Tanya Viona menyambut Lila.
Lila merasa takut dan malu, Wanita ini cantik sekali. Hanya beda sedikit saja dengan Mommy nya dirumah yang berwajah Asia.
" Darl, Disini saja. Kenapa pergi ?" Brian semakin melengos melihat Papa nya yang semakin tidak sadar usia nya itu.
Walau begitu tetap tampan.
" Maaf Nyonya..."
" Nyonya ?" Tanya Viona heran saat Wanita nya Brian memanggil nya Nyonya.
" Panggil saja Mama sama seperti Brian..."
Blush...
Wajah Lila langsung bersemu saat Mama nya Brian menyuruh nya memanggil Mama ?
Apakah ???
Aahhh...Rasa nya Lila ingin menjerit sekuat kuat nya disana. Bahkan dia ingin berjungkir balik untuk merayakan hari bahagia nya ini.
" Ma-ma..." Ulang Lila.
Viona tersenyum disana dia menyukai gadis imut ini.
Siapa lagi jika bukan kakak perempuan nya.
" Loh ? Dokter Lila ?" Tanya Lea kaget.
Lila hanya tersenyum saja disana. Dia malu, Lea adalah salah satu dokter bedah terbaik dirumah sakit tempat mereka bekerja. Bahkan di usia muda nya dia adalah direktur rumah sakit Internasional itu dengan Brian lah pimpinan tertinggi nya.
Lila kaget, Bahkan Dokter Lea itu sangat elegant, Lalu apa kabar dia saat ini.
Dia melirik ke arah pakaian yang di kenakan nya hati ini. Mungkin jika Brian bicara dulu dia akan sedikit berdandan untuk datang kesini.
" Kamu cantik. " Bisik Brian di telinga Lila.
Blush...
Semakin merah saja pipi Lila saat Brian memuji diri nya.
" Ayo, Bantu Mama masak. "
Duarrr....
Lila kaget, Demi Tuhan dia belum siap untuk masuk ke dapur.
Bahkan hanya untuk menggoreng telur ceplok saja dia gagal dsn menghabiskan 10 butir telur baru bisa terlihat cukup memuaskan.
" Ma-masak ?" Tanya Lila gugup.
__ADS_1
" Pergi lah. Belajar bersama Mama..." Titah Brian.
Mau tidak mau akhir nya Lila ikut ke Dapur untuk belajar di dapur bersama Mama nya Brian.
Walau sedikit bahkan banyak kesalahan Lila, Tapi Viona dengan sangat sabar mengajari Lila.
Lea hanya tertawa melihat wajah Takut Lila. Bukan Lea Jahat, Tapi dia merasa lucu dengan semua ini.
Menurut nya wajar jika orang kaya tidak bisa apa apa. Karena sedari mereka hadir di dalam perut ibu mereka,
" Maaf, " Ucap Lila merasa malu karena menghancur kan dapur milik Mama dari kekasih nya itu.
" Sudah, Tidak apa. Mommy ku baik. Dia tidak akan pernah marah. Bahkan aku pernah membuat tas kulit buaya putih milik nya tersiram coklat ku tidak papa. "
" What ??? Apa tadi kata nya ? Tas kulit buaya ? Buaya putih ? Jika itu Oma pasti aku di kuliti nya hidup hidup. Walau itu tidak akan mungkin. " Ucap Lila dalam hati.
" Ingat, Ini apa ? Lila. " Jahe.
Viona menggeleng, Itu bukan jahe, Itu lengkuas.
" Itu lengkuas sayang " Ucap Viona lembut.
Acara masak memasak pun berakhir dengan sempurna berkat tangan Viona dan Lea tentu nya.
Sementara Lila ? Dia hanya bisa menghancurkan seisi dapur nya saja.
" Selamat makan..." Ucap mereka semua.
Mereka mulai makan, Setelah selesai mereka semua bercengkrama di meja makan itu setelah meja di bersihkan oleh para pelayan.
" Bagaimana Perusahaan ?" Tanya Gale penasaran.
" Baik. " Jawab Brian dingin
" Rekan mu ?" Tanya Gale menyulut Dada Brian.
Siapa yang di maksud Papa nya itu ? Lagi lagi Brian memikirkan Aliya.
Entah lah !
" Papa dengar dia kembali ke Korea. Apa benar ?" Tanya Gale lagi.
" Entah ? Bri tidak tau. Tapi kata Alina begitu. " Entah mengapa Brian kembali teringat Aliya.
Ting...
Ponsel Brian berbunyi dan itu notif dari media sosial yang baru di buat nya, Bahkan Lila tidak tau.
@aliya_arrasha15 : 🍃
Senyum Brian terbit disana kala melihat Aliya, Tapi langsung berubah saat melihat Aliya kembali berpakaian seksi bagian bawah nya itu.
" Kenapa kak ?" Tanya Lila panasaran .
" Tidak ada !" Jawab Brian biasa.
" Hati ku ? Aliya ???" Tanya Brian dalam hati mengingat wajah cantik Aliya.
...🍓🍓🍓...
Follow akun ige @amelia_falisha1511 🍓
__ADS_1