Terjebak Cinta Pria Beristri Season 2

Terjebak Cinta Pria Beristri Season 2
Kedua Mama


__ADS_3

Entah mengapa hari ini Brian merindukan kedua mama nya, Dan setelah Lila pergi ke Rumah sakit, Dia menyelesaikan segala pekerjaan nya dan menuju Rumah Besar Milik Mama Calt nya.


Ganti rugi pasca perceraian Mama Calt nya dan Papa Gale.


" Mau mana nih ?" Goda Dimas saat melihat Brian hendak memasuki Lift.


" Kangen Mama Calt. Tolong Handle dulu pekerjaan. Tinggal di print aja. Udah di periksa semua nya. "


" Beres Bos ! Tisam sama Mama Seksoy !" Brian melotot disana.


Ya, Di usia mama nya yang terbilang memasuki usia di atas angka 4 Mama nya selalu seksi yang terlihat mengcantik setiap saat.


Brian mengakui itu semua.


" Iye kali bos ! Canda doang !" Balas Dimas lagi.


Brian tak lagi menanggapi nya dan dia langsung bergegas ke luar dan menuju mobil nya.


Sepanjang perjalanan dia terus memikirkan Apa yang saat ini dia rasakan.


Dia tidak pernah lagi mengingat Aliya, Tapi entah mengapa saat Lila menyinggung nama itu, Getaran itu masih ada di hati nya.


Dia tidak ingin menyakiti salah satu di antara mereka, Namun entah mengapa sangat sulit menghapus nama yang membekas di hati nya itu.


Aliya meninggalkan kesan rasa kagum yang mendalam bagi Brian.


Kelebihan Aliya sangat di ingat nya, Bagaimana kaki wanita itu berada di leher Copet sewaktu di pasar dulu !.


Lalu ingatan nya terlintas saat senyuman tulus penuh Cinta milik Lila membuat hati nya melemah dan jatuh dalam pesona nya.


Brian benar benar bingung saat ini. Kenapa mesti Lila mengungkit nya lagi.


Jika saja tidak di ungkit mungkin Brian tidak mengingat nya lagi.


Tapi apa ? Apa ini miskahhhhh ???


Brian sudah sampai dirumah Besar tempat dimana dia tumbuh dengan penuh drama.


Drama di tinggalkan sang Mama bekerja sebagai salah satu Entertainer yang sangat terkenal di masa nya.


Lalu Papa nya yang selalu sibuk dan berpikir bahwa Uang bisa membahagiakan segala nya.


Namun hal itu salah ! Salah besar !.


Mencoba menetral kan diri nya, Brian menghela nafas berat dan membuang nya secara teratur disana...


" Selamat datang Tuan...Brian..." Sapa salah satu pelayan di depan


" Mama ada ?"


" Ada Tuan. Nyonya Calt berada di Taman belakang. "

__ADS_1


" Oke ! Terima kasih. " Brian pergi ke taman dimana sang Mama berada kini.


" Ma..." Panggil nya kemudian duduk di samping Mama nya.


Kini mereka sedang duduk di ayunan goyang.


" Oh, Hy !" Sapa Mama Calt melihat Putra nya.


Ada rasa bangga dan bahagia disana. Di hati seorang wanita yang telah melahir kan anak setampan Brian.


Cukup lama mereka terdiam akhir nya Calista membuka suara.


" Aku sudah putus kan untuk kembali ke L.A "


Brian kaget dan menatap sang Mama dengan tatapan ingin penjelasan.


" Tempat ku bukan disini ! Jika aku disini aku akan mengingat bagaimana buruk nya aku sebagai seorang ibu. Meninggalkan putra nya demi karir ku dan pria yang bisa memuaskan hasrat ku !."


Deg !


Jantung Brian berdetak semakin cepat. Dia tidak ingin Mama nya kembali pada lembah hina dan penuh kenistaan itu.


" Jangan khawatir ! Aku tidak akan kembali melakukan hal buruk. Aku hanya akan mengelola Bisnis club malam ku saja. Aku akan menghabiskan masa tua ku sendirian. " Semakin sakit hati Brian disana.


" Aku tidak pantas --"


" Ma ! Stop it !. " Ucap Brian tegas.


" Brian. ! this is not my place !"


" Ya. Aku tau itu. "


" Apa yang mama tau ? Katakan . Apa yang mama tau tentang ku ? Tidak bisa kah bertahan dengan ku disini ? Aku membutuhkan mama. Your my mom !" Balas Brian lagi.


Calista hanya tersenyum saja. dia sama sekali tidak melihat Brian.


" Im Your Mom. that's the truth !.But Your Love ? you love Viona. !" Tegas Calista juga.


" Ma. You and Mama Vio it's my love. I love you and i love Mama Viona. Itu benar ada nya. But You, You My First my love in my life. It's the true. " Tegas Brian lagi.


Hati Calista menghangat disana. Sebegitu nya kah Brian mencintai nya ??


" Ma, I Love you ma. I Love You So Much. So, Stay with me. " Brian menggenggam kedua tangan wanita cantik itu.


Dia tatap nya mata Coklat terang seperti milik nya itu dengan tatapan sayang.


" Im so sorry Brian. Is so sorry son. " Calista memeluk putra nya...


Brian juga membalas pelukan hangat sang mama dengan sayang nya.


" Oke. Mari sudahi semua ini. Apa yang membuat mu datang kesini ?" Calista membuka suara kembali.

__ADS_1


Brian menghela nafas nya berat. Dia mulai menceritakan semua nya pada Mama Calt nya. Tentang bagaimana pernikahan nya, Siapa Lila dan Aliya dan semua di ceritakan nya.


Disini Calista mengerti. Kegelisahan putra nya itu. Untuk pertama kali nya dia ingin menjadi ibu yang baik dan membenahi segala kesalahan nya di masa lalu.


" Bri. aku bukan ibu yang baik. Tapi, aku tetap seorang wanita yang lemah jika hati ku di serang. Sekuat apa pun wanita itu, jika hati nya yang di serang, Dia juga akan merasakan sakit. Sakit hati kami sebagai kaum hawa tidak bisa di beli dan di obati dengan nominal dan jumlah aset. Jika hati kamu yang di serang, Kami akan terus mengingat nya seumur hidup. Sakit dan luka itu akan selalu membekas. kami para wanita berusaha mengobati diri dan sakit hati iami sendiri. Karena sejati nya kami memang akan sembuh, Tapi, Luka itu akan tetap membekas dan terkenang. " Jelas Calista.


Brian mencoba memahami disana. kesakitan Mama Calt nya.


" You know ? Aku sakit saat kau lebih memilih pergi bersama Your Dad, terlepas aku salah atau tidak, Tapi hati ku sakit saat melihat kau lebih bahagia bersama A New Mom ! Hati ku sakit Brian. Aku bersalah disini. Tapi saat melihat putra ku, Putra yang ku kandung lebih memilih wanita lain dari pada aku, My Heart Bri, dia hancur. Hancur tak bersisa. Sejak saat itu aku memilih pergi tanpa ingin menginjakan kaki ku lagi disini. Disini bukan tempat ku. Tidak ada satu orang pun yang menginginkan kehadiran ku. Itu nyata. No Fake. " Brian tertegun disana.


Ucapan Mama Calt nya menampar jiwa dan raga nya. Hati nya juga di serang sang Mama.


" Ma, Im So Sorry. " Ucap Brian tulus.


" It's Okey. Im Fine. " Balas Calista Tersenyum.


Akhir nya mereka menceritakan segala sesuatu sampai Brian pamit dan kembali kerumah Hutan milik Papa nya.


Dia telah menghubungi istri nya bahwa nanti meminta nya menyusul kerumah Hutan itu.


Lila pun mengiyakan nya.


" Brian ? " Viona datang mendekat ke arah Putra sulung nya dan langsung memeluk nya.


" Ma...Apa kabar ?"


" Baik, kamu ?" Brian mengangguk mengabarkan bahwa dia baik baik saja.


" Ayo ikut. " Viona tau perasaan anak nya itu.


Maka dari itu dia membawa Brian ke kolam renang dan mencelupkan kedua kaki mereka di kolam renang itu.


Viona menatap wajah Brian disana dan dia merasakan nya.


" Ayo cerita. Mama akan mendengarkan nya. Anggap saat ini kita sedang melakukan hubungan Friendship. " Brian menatap Viona dan dia kembali menceritakan segala nya.


Dia juga menceritakan pertemuan nya dengan Mama Calt tadi dirumah besar.


" Brian. wanita mana pun tidak ada yang ingin merasakan sakit. Tidak hanya wanita. Pria pun begitu. Jadi apa alasan kamu masih memiliki rasa pada anak teman Mama itu. " Brian kembali menatap Viona.


" Ma. Brian bukan bermaksud membuat Mama malu. Tapi Brian mencintai Lila. Begitu juga Lila. Tapi disini hati Brian masih menyimpan nama itu Ma. Hati Brian akan bergetar kembali kala mendengar nama itu. "


" Maka hapus lah nama itu dengan yakin jika kamu yakin pada Lila. Jika tidak, Itu keputusan mu. Mama hanya memberikan nasihat saja. Karena kami para wanita adalah wanita paling rapuh dimana pun. Hati kami ibaratkan Sebuah kaca tipis Bri. Mudah hancur dan rusak. Jika sudah hancur dan rusak maka tidak akan bisa lagi di perbaiki. Bahkan Lem termahal sekali pun tidak bisa kembali menyakitkan pecahan nya dan kembali seperti semula. Disini paham ?" Brian menatap Mama Viona dan mengangguk.


" Aliya memang wanita berkelas. Mama akui itu. Tapi Lila ? Dia memiliki sesuatu yang tidak di miliki banyak wanita. Cinta dan kesabaran nya itu adalah hal terbesar yang di miliki nya. Maka segera hapus nama itu dan jalani rumah tangga kamu bersama Lila dengan baik dan benar. Sesuai alur dan jalan nya. Jika keluar dari jalan cepat kembali ke jalan yang mana memang jalan itu yang harus kamu jalani dengan benar. !" Brian mengangguk lagi.


" Sudah ayo. Sebentar lagi makan malam akan siap. Bersihkan diri dulu dan segera turun untuk makan malam. "


" Mama, Terima kasih. " Ucap Brian tulus


Viona hanya tersenyum saja dan meninggalkan Brian.

__ADS_1


...❤️❤️❤️...


Kena Tausiah genks 🙏


__ADS_2