
" Ahh...Sayang...Lila..." Brian menggeram nikmat saat Lila menggoda nya.
Mulai meliuk liukan tubuh nya membuat lekukan indah itu terasa nikmat bagi Brian.
" Apa begini ?" Tanya Lila menggoda
" Ahh ..Lila...." Brian menggenggam erat kedua bokong Lila dengan gemas .
" Ahh...Kakak...Sakit ..Jangan di gigit. ." Lila memekik sakit dan nikmat bersamaan saat Brian mengigit coklat cip milik nya.
" Kau seksi sayang ku..."
" Ahhh...Terus Lila..." Brian kembali menggeram disana.
" Ouhhh...Move Lila, Move..." Racau Brian Lagi.
Kini Lila berpindah dan mulai memposisikan diri nya .
Brian masih mengagumi kecantikan dan keseksian tubuh istri nya dari belakang, Bagaimana Bokong indah itu membelah dengan sempurna dan kehangatan itu, ouhh...Brian kalah dengan itu semua.
Di usap nya dengan lembut bokong Lila dan kemudian di remmas nya.
" Kak...Sshhh....." Desis Lila saat merasakan Pisang Ambon kualitas super milik suami nya mulai masuk dan menusuk...
" Kau suka sayang ???" Tanya Brian menggoda Lila dengan usapan usapan kecil dan hentakan menggantung yang membuat Lila menggila di bawah kendali Brian.
" Kak...Uhhh...Jangan gantung...Aaahhhh...."
" Apa begini ???" Tanya Brian sambil membenam kan penuh milik nya.
Lila sampai mendongak menatap langit langit kamar mereka hingga gerakan Brian semakin Gila dan semakin gila .
" Kak...Ahhh...Cepetin...Shhh...."
" As You Wish Lila..." Brian semakin menghantam dengan keras namun tidak penuh, Takut terjadi apa apa dengan anak mereka di dalam kandungan Lila.
" Kak...Aaahhh...." Brian memegang kedua sisi pinggang Lila untuk menahan guncangan hebat disana hingga gelombang cinta itu pun datang dan meledak.
" Aaahhh...Lila....." Erang Brian meremmas Bokong Lila...
Brugh...
Lila langsung meringkuk menarik selimut dan mulai memejam kan mata nya yang memang sudah terasa berat.
Brian hanya tersenyum melihat bagaimana ganas nya Lila bermain di atas nya.
Bagaimana Lila menjerit nikmat saat dia menjilati Dada nya dan membuat nya juga hilang kendali disana.
Cup...
" Aku mencintai mu Lila...Maafkan aku sayang..." Rasa penyesalan itu masih terus ada untuk Lila.
Brian telah jahat dan tega menyakiti Lila nya. Mencintai orang lain, Yang tak lain adalah Aliya.
Walau masih mengingat nama itu, Tapi Brian yakin, Bahwa cinta nya hanya Lila.
Lila lah cinta nya yang membuat nya lupa akan Aliya.
Lila lah yang bertahan pada nya dan menghapus nama Aliya dari dalam hati nya.
Setiap malam nya, Brian selalu mengatakan cinta dan maaf untuk Lila saat istri nya itu telah tertidur.
__ADS_1
Jika Lila sadar dan Brian mengatakan maaf, Lila akan marah pada nya.
Akhir nya Brian kalah, dan dia sudah jatuh dalam pesona dokter anak itu dan mencintai nya segenap hati nya.
Malam semakin larut dan Brian juga ikut tertidur bersama istri nya dengan keadaan polos.
...🌞🌞🌞...
Matahari sudah keluar, Dan pagi ini Lila keluar rumah untuk belanja di tukang sayur yang memang masuk naik Mobil PickUp setiap hari nya.
" Eh, Sih Bule. Mau belanja juga neng ? " Tanya Emak nya Jaka.
" Iya Mak, Bingung mau bikin sayur apa buat sarapan pagi. Suami Lila makan nya sayur. Gak mau banyak minyak dan lemak. " Jelas Lila.
Disana Genk Nya Viona, Emak nya Jaka,Bunda nya Angga dan ibu nya Dimas juga ikut belanja.
" Sayur asem aja neng, " Saran emak nya Jaka.
" Ikan Gurame Bakar " Usul Bunda nya Angga.
" Gak masuk sayur asem sama Ikan bakar. Yang masuk tuh, Sayur asem, Ikan Goreng sambal terasi. Itu baru bener. " Lila mengangguk atas saran Ibu nya Dimas.
" Makasih ya ibu ibu, Udah bantu Lila. Lila duluan ya. Suami masih tidur. Habis tempur tadi malam. " Lila berucap malu.
" Kasih Nak Brian jamu Neng, Nanti Emak buatin terus kasih telor bebek 2 biji, Biar tahan lama gencrotan nya. "
Plak...
" Mulut napa Mak. " Sela Bunda nya Angga.
" Apa sih Bun. Neng bule sama Nak brian itu manten baru. Biar tambah hot. "
" Lila pamit semua..." Lila sudah masuk ke dalam rumah.
Dia mulai mengeksekusi makanan apa yang akan di olah nya pagi ini.
Hampir selesai Brian sudah turun dengan setelan Jas nya.
" Maaf ya kak, Gak bantu siap siap. " Brian kaget disana.
" Sayang, Kenapa masak ? "
" Jangan lebay ! Aku mau masak !" Jawab Lila membawa satu persatu makanan nya ke meja makan dan tak lama pembantu Harian datang.
Nama nya mbok Lastri teman nya emak Jaka.
" Sarapan Mbok..."
" Makasih Neng. Sih Mbok sudah tadi. " Lila dan Brian tersenyum.
" Kak, Bisa gak Ipad nya di tarok dulu ?" Lila melirik malas...
" Maaf sayang, Cuma liat pasar saham. " Jawab Brian.
" Ganteng nya suami Aku..." Puji Lila melihat Brian memakai kaca mata kerja nya dengan rambut Indah milik Brian.
" Kalau aku gak ganteng mana mau kamu nya ? Kan kamu yang ngajakin jadian duluan. "
" Kalau aku gak duluan kakak mah gak peka. " Brian tersenyum dan mereka melanjutkan sarapan pagi mereka.
__ADS_1
" Kak, Nanti aku kerumah sakit ya. Ada berkas yang mau aku ambil. " Brian menghentikan langkah kaki nya saat hendak keluar dari rumah.
" Iya cepat pulang atau susul aku ek kantor. "
" Oke. " Jawab Lila Tersenyum mencium bibir suami nya.
Cup...
" Aku menikahi dokter anak atau anak dokter ?" Tanya Brian mencubit gemas pipi Lila.
" Sakit tau..." Lila cemberut.
" Sini biar gak sakit lagi. "
Cup...Cup...Cup...Cup...
Brian menghujani seluruh wajah Lila dengan ciuman basah.
" Sudah, Aku berangkat dulu ya. Hati hati di jalan. Jangan berani berani nya membawa mobil. Akan aku cabut semua fasilitas mu dan memecat mu dari rumah sakit." Ancam Brian.
" Is...Iya . Ih...Direktur Rumah Sakit. " Jawab Lila dengan malas.
Brian tersenyum dan memilih pergi ke kantor. Dia hanya bisa membawa dua mobil, Mungkin dia akan membeli lahan di samping nya lagi untuk membuat garasi mobil milik nya.
" Sayang, Gimana kalau kita beli lahan di samping. Buat Garasi mobil kita. "
" Nanti kita bicarain lagi ya. " Brian mengangguk.
Akhir nya Brian pergi ke kantor dan Lila langsung bergegas ke rumah sakit untuk mengecek dan langsung melihat hasil Lab darah Mama Viona.
Dan setelah menunggu selama kurang lebih 3 jam, Hasil Lab nya keluar.
Betapa terkejut nya Lila membaca hasil Lab itu. Disana di nyatakan Bahwa itu benar.
" Sejak kapan ini dok ?" Tanya Lila.
" Sudah sejak lama. Tapi Nyonya Viona enggan memberitahukan ini semua. Bahkan dia enggan melakukan cuci darah. " Betapa terkejut nya Lila dengan semua ini.
Dia harus segera kerumah Utama keluarga suami dan membujuk Mama Viona.
Bagaimana pun cara nya Dia harus bisa membujuk Mama Viona bukan ? Demi kelangsungan hidup mereka semua. Papa Mertua nya, Brian,Lea dan Gavio.
Mereka semua sangat mencintai wanita berhati malaikat itu. Tutur kata serata merta bahasa tubuh nya mengungkapkan segala ketulusan dan sesucian cinta nya pada mereka.
" Kak, Aku kerumah Mama Vio ya, Aku mau jambu air disana. " Tulis Lila dalam pesan nya untuk Brian.
Brian tidak membalas nya karena masih meeting.
Akhir nya Lila memutuskan untuk kerumah mertua nya dan dengan hati dan jantung yang berdebar Lila masuk ke dalam rumah besar itu.
" Dimana Mama Vio Aunty Silva ?" Tanya Lila pada pelayan mama Mertua nya.
" Lagi Golf bersama Tuan Nona. "
" Oke. Thanks Tiva .." Silva hanya tersenyum disana melihat tingkah lucu dan ceria nya istri Brian.
...❤️❤️❤️...
__ADS_1