
Ruangan Keluarga Rumah besar keluarga Grey terlihat sangat dingin dan tegang.
Apalagi kini, Datang nya Daniel menambah suhu ruangan itu semakin dingin. Dimana disini dia sedang menatap penuh kebencian pada adik ipar nya.
Siapa lagi jika bukan Brian.
" Atas nama putra ku, ,aku kesini untuk meminta maaf. "
Deg !
Betapa bersalah nya Brian karena telah membuat seorang Gale meminta maaf kepada orang lain.
" Pa ! Ini kesalahan Brian. Bukan Papa. " Gale hanya menatap nya sekilas.
" Dimana menantu ku ?" Tanya Gale saat tidak melihat Lila disana.
" Untuk apa anda mencari adik ku ? Anak anda sudah membuat nya terluka, jadi anda tidak perlu meminta dan mencari nya !"
" Danello !!!" Bentak Jery disana.
Dia begitu tersakiti disini, Anak yang sangat di cintai nya terluka oleh seorang pria yang membuat nya menangis.
" Oh, Dad, Dia bersalah dan--"
" Diam El, Biar kan Daddy bicara Nak. " Walau sakit Senja bersikap remah dan dewasa di depan besan nya itu.
Viona menatap iba pada Senja. Dia tau bagaimana rasa nya di khianati, Sakit sekali. Terlebih suami kita mencintai wanita lain.
" Brian, Apa yang ingin kau jelaskan ! Kami siap mendengarkan walau kami sudah tau yang sebenar nya. " Brian menatap Jery dengan berani.
Mengambil nafas dan menatap sekeliling nya dsn dia mulai bicara.
" Pertama maaf atas apa yang telah ku perbuat hingga menyakiti Lila. Tapi aku hanya manusia biasa. Awal nya aku hanya memiliki perasaan biasa saja pada Aliya. Tapi, Semakin kesini aku semakin tau Bahwa perasaan yang ku miliki pada nya adalah Cinta. Benar aku mengatakan Cinta ku pada nya. Aku memeluk nya. Dan Lila sudah mengetahui aku mencintai nya. Dia menerima ku dan mau menunggu ku. Tapi sumpah demi Tuhan, Aku tidak pernah berniat meninggalkan Lila atau pun memilih Aliya. Aku mengatakan cinta pada nya agar tidak lagi memiliki rasa pada nya. Aku melakukan itu berharap agar perasaan ini hilang. ,!"..
Kembali di tatap nya keluarga dari istri nya itu...
" Aku mencintai Lila walau tidak sebesar aku mencintai Aliya ! Dan aku mengakui itu ! Nama Aliya masih bertahta di hati ku. Tapi dia berkata ini salah dan dia tidak ingin ada nya hubungan di antara kami. Aliya tidak ingin membalas perasaan ku walau dia juga memiliki rasa yang sama pada ku . Karena dia tidak ingin menyakiti Lila walau aku tau disini Lila juga sudah pasti tersakiti. Aliya lebih memilih pergi dari ku dan merela kan perasaan nya demi Aku dan Lila. Dan lagi, Dia sudah bertunangan dengan Kenz Nakamura !"
Deg !
Kali ini jantung Opa bule yang bergemuruh hebat.
Nakamura ? Benteng Takeshi itu ? Onsen Jepang ?
Semua mata menatap ke arah Brian dengan pandangan sulit di artikan.
Cukup hebat untuk seorang laki laki yang mengakui kesalahan nya dan berani bicara jujur di hadapan keluarga nya tanpa ada yang ingin di tutupi nya.
__ADS_1
" Satu lagi ! ." Semua kembali menatap ke arah nya.
" Aku tidak akan menceraikan Lila dan tidak akan juga memilih Aliya. !"
" Lalu kau anggap apa adik ku hah ?" Kali ini Daniel yang emosi.
Amarah nya sudah sampai di ubun ubun.
Ingin sekali rasa nya dia mencekik dan mencabik cabik wajah Brian di hadapan nya saat ini.
" Dia istri ku dan kau harus tau itu. !" Jawaban Brian menyulut emosi Ello.
Bugh...
Wajah Brian di pukul oleh Ello.
Dia membiarkan nya saja. Tidak memberi perlawanan sedikit pun pada nya.
Saat Ello hendak memukul nya kembali dia melihat Lila yang baru keluar dari pintu penghubung ruangan disana.
Entah dari mana dia berasal hingga terlihat berantakan seperti itu.
" Lila, " Panggil Brian.
Airmata Lila langsung jatuh membasahi kedua pipi nya.
" Izin kan aku untuk menemui Lila. Aku ingin bicara pada nya. "
" Lakukan ! Tapi jika Cucu ku menolak, Jangan pernah memaksa nya. !" Walau menahan rasa geram di hati nya, Opa Bule mencoba bersikap baik disini karena dia yang tertua.
" Baik permisi. " Brian langsung berlari menaiki tangga dan saat Lila hendak menutup pintu, Brian menahan nya.
" Pergi kak. Aku gak mau bicara. "
" Kita harus bicara ! suka atau tidak suka kita harus bicara. "
" Kak, Aku mohon...Kita tidak ingin bicara. !"
" Tapi kita harus melakukan nya. !" Ucap Brian tegas. Brian mendorong pintu kamar nya Lila dan dia langsung masuk ke dalam nya dan mengunci nya.
" Kak, Ak-- Hmphh...." Brian langsung mencium bibir Lila menyesap dan melummat nya walau tidak ada balasan dari Lila.
Terus melummat nya bahkan Lidah nya sudah masuk ke dalam mulut Lila dan ciuman itu semakin turun turun dan turun hingga keleher nya.
Brian menjilati batang leher Lila hingga membuat tubuh Lila bergetar hebat menahan agar ******* nya tidak keluar.
" Kak...." Suara Lila bergetar menahan desahaan nya agar tidak keluar.
__ADS_1
Brian tidak perduli hingga Brian menuntun nya ke tempat tidur dsn kini Lila sudah terlentang disana.
Misi nya kali ini adalah bercinta dengan Lila dan membuat wanita itu hamil agar mereka tidak berpisah.
" Aaahhh....." Suara pertama Lila keluar dan Brian menerus kan pekerjaan nya.
Dia juga menghisap dan menjilati Bagian Dada istri nya.
Mengusap perut rata itu dan membelai milik Lila di bawah sana.
Sebenar nya jika juga tidak ingin menyakiti Lila. Tapi dia memang harus melakukan ini.
" Kak, Ahhh...."
" Kau milik ku Lila..."
" Aaahhh......" Kembali Lila mendesah dan permainan Brian berlanjut.
Brian terus menghujam Lila, di bawah sana membawa Lila ke awan dan merasakan nikmat yang memang sangat nikmat di rasakan mereka.
Kali ini Brian bermain cukup liar. Dia benar benar menginginkan Lila mendesah dengan hebat dan merasakan kenikmatan yang luar biasa siang ini.
" Aahahh...." Tubuh Lila melengkung hebat saat dia merasakan puncak nya yang kedua.
Brian masih terus menghujam Lila dan sungguh milik Lila sangat menjepit nya.
" Kak...Aaahhhh...Aaaakuuuu...." Brian tidak menjawab nya.
Tapi dia terus menghujam dsn semakin kuat hujaman nya dan semakin liar di bawah sana gerakan nya.
Sampai dia merasa milik nya akan meledak dia melebarkan kedua kaki Lila dan dan menghujam nya dengan dua kali hentakan nya dan Brian sampai.
" Aaarrggggg....." Erang nya panjang saat dia mencapai puncak nya.
Lila melengkung hebat di bawah kungkungan Kungkungan Brian dan merasakan kepuasan nya juga karena permainan Brian siang ini benar benar sangat luar biasa.
Penuh Nafsu dan gairah yang menggebu membuat Lila terbang melayang disana.
" Aahhh..." Desah Lila saat Brian mencabut milik nya dan dia mengambil selimut untuk menutupi kedua tubuh naked mereka yang masih basah oleh peluh dan keringat.
" Kak..." Lirih Lila saat tangan Brian melingkar di pinggang nya dsn mengusap perut rata nya.
" Tidur lah. Aku tau kamu tidak tidur tadi malam. Aku disini akan menemani mu disini bersama mum !" Lila tidak bisa mengatakan apa apa lagi...
Dia hanya menikmati usapan lembut Brian dan kecupan dan kecupan yang di berikan Brian di bahu polos itu.
Lila yang memang tidak bisa tidur dan merasakan lelah nya karena habis bercinta dengan Brian pun akhir nya tertidur juga siang ini dalam pelukan Brian.
__ADS_1
...❤️❤️❤️ ...