
Lila dan Brian sudah kembali dari Honeymoon mereka.
Dan hari ini mereka mulai bekerja kembali, Lila, Mulai hari ini tidak di biarkan Brian membawa mobil sendiri.
Kemana pun Lila harus di antar supir, Bahkan harus melaporkan segala nya pada Brian.
" Sayang, Lila berangkat dulu ya...Love You..." Ucap Lila saat hendak masuk ke dalam mobil Bintang 3 yang baru di belikan Brian untuk nya.
" Iya, Hati hati Baby, Ingat ! Jangan lupa makan siang dan satu lagi ! No JunkFood. !" Tegas Brian pada Lila nya.
" Iya ih...udah ya kak. Lila berangkat. " Brian mengangguk dan mencium kening Lila.
Setelah kepergian Lila, Brian juga ikut masuk ke dalam mobil nya.
Mereka mulai bekerja, Dan menjalani kesibukan masing-masing.
Brian dengan segala aktivitas nya dan Lila dengan Kuliah nya hari ini.
Brugh...
Lila menabrak seseorang dan ternyata itu adik ipar nya.
Gavio.
" Hay Gav, How are you ?" Tanya Lila ramah.
" Aku tidak mengenal mu !" Gavio langsung pergi meninggalkan nya.
" Ih ? Sombong nya kebangetan, Sama juga sama gue. Bule juga kan ? Sombong banget ! rambut juga sama blonde nya !" Gerutu Lila kesal melihat Adik ipar nya itu.
Sementara Itu Gavio langsung menuju mobil nya. Dia harus kembali ke perusahaan karena memang dia harus bekerja demi kelangsungan dompet nya.
Baru satu kartu nya yang di kembalikan Brian selama dia bekerja menjadi Staff Marketing di Perusahaan.
Lila masih di kampus dan dia harus kerumah sakit, Jam praktek nya mulai pukul 13.00 setelah jam makan siang.
Maka dia menyempat kan diri untuk datang bertemu suami nya untuk makan siang.
Saat dia memesan makanan di salah satu restoran sehat, Dia melihat Uncle Kenz sedang memesan makanan nya juga, Lila segera menghampiri nya.
" Uncle..." Sapa Lila melihat Kenz disana.
" Daniella ?" Tanya Kenz cukup kaget melihat keberadaan Lila.
Dia sedikit khawatir saat melihat Lila berada disini. Apa Brian juga ada ? Tapi melihat cara Lila memesan mungkin Brian tidak ikut disini.
" Uncle, Hm, Bagaimana kabar nya Kak Aliya ?" Tanya Lila sedikit ragu.
Kenz menatap ke arah Lila yang terlihat tulus disana.
Kenz menatap Lila disana dan mulai bercerita.
" Aliya baik baik saja. Dia mulai tenang dan bisa menerima keadaan. Dia tidak membenci kalian. Dia membenci diri nya sendiri yang mudah jatuh cinta. Disini dia juga tidak salah." Jelas Kenz pada Lila.
" Aku juga tau disini kami hanya korban dari hati suami ku, Jadi aku mohon Uncle, Sampai kan salam ku untuk kak Aliya. Aku mendoakan semoga kak Aliya mendapat kan kebahagiaan nya juga. Aku akan berdoa untuk itu. " Jelas Lila pada Kenz
Kenz hanya menatap Lila dengan senyuman nya.
__ADS_1
" Aliya sudah memaafkan mu atau pun Suami mu, Dia hanya belum siap bertemu kalian dan nanti nya akan menyakiti hati mu,. Dia memilih pergi karena tidak ingin ada yang tersakiti. Jadi dia tidak begitu bersalah. " Jelas Kenz lagi.
" Aku tau Uncle. Oke Lila duluan ya Uncle. Salam buat kak Aliya. " Ucap nya dengan tulus.
" Oke. Hati hati Lila. " Balas Kenz disana.
Di saat Lila hendak masuk ke mobil nya, Dia melihat ada seorang wanita dan kelihatan nya seperti Aliya.
Karena mengingat pesan Uncle Kenz tadi, Lila memilih mengabaikan Aliya yang menunggu Kenz di mobil nya.
Lila masuk ke dalam mobil nya dan menuju kantor suami nya.
Sepanjang jalan dia masih memikirkan bagaimana cara nya bicara pada Aliya dan menyelesaikan semua nya ?
Dia ingin hidup bahagia masing masing dengan kebahagiaan yang memang seharus nya mereka dapat kan.
" Selamat Datang Nyonya..." Sapa Resepsionist yang menerima kedatangan Lila sebagai Nyonya muda dari CEO yang saat ini memimpin.
Brian lah pemimpin nya.
" Suami saya ada di dalam kan ?" Tanya Lila.
Dua wanita yang menyambut nya tersenyum ramah.
" Tuan Brian ada di tempat Nyonya. Mungkin sedang meeting besar bersama Tuan Besar. !" Lila kaget.
Semenjak menikah, Dia belum menemui Papa dan Mama Mertua nya.
Apalagi Mama Calt ada di sini juga. Tinggal dirumah besar pemberian Papa mertua nya sebagai Kompensasi atas perceraian mereka.
" Oh benar kah ? Yasudah saya ke atas dulu ya. " Kedua wanita itu mengangguk dan melepas kepergian sang Nyonya Muda.
Dulu mereka berpikir Brian akan menikah dengan Nona Aliya yang sangat Luar biasa itu. Walau terkenal cuek dan terkesan arrogant, Tapi Nona Aliya selalu memikirkan keadaan mereka para karyawan yang menjalani lembur di sore hari.
" Eh ? Nyonya Dokter..." Lila mencebik kesal.
Dia selalu kesal dengan Dimas yang selalu memanggil nya Nyonya dokter setelah dia menikah dengan Brian.
" Awas ih kak. Aku mau keruangan suami aku." Lila menggeser tubuh besar Dimas.
" Santai ngapa Nyonya Dokter. " Cibir Dimas kembali.
Lila masuk ke ruangan suami nya dan melihat jam di tangan nya masih jam 12 kurang.
Dia memilih menunggu disana. Dan tepat saat jam 12 siang, Dia mendengar suara Suami nya yang menuju ruangan ini tapi tidak sendirian.
Melainkan bersama Papa Mertua nya dan juga adik ipar bule nya yang menyebalkan itu.
" Sayang, Kamu disini ? " Tanya Brian saat melihat Lila disana.
Gale juga melihat ternyata ada menantu bule nya disana...
" Sudah lama kah ? " Brian datang memeluk Lila dan mencium kening nya.
" Baru 10 menitan lah kak. " Lila menyambut pelukan Brian dan Datang mendekat ke arah Papa Mertua nya.
" Pa, Apa kabar ?" Lila mencium tangan Papa Mertua nya.
__ADS_1
Gale hanya menyunggingkan senyuman nya saja.
" Baik. Ya sudah. Papa Makan siang di luar bersama Gav saja Bri. Istri mu sudah datang membawa makan siang. " Jelas Gale.
" Maaf Pa. Lila gak tau Papa disini. Jadi hanya beli dua saja untuk Lila dan Kak Bri. " Sesal Lila.
" It's oke. Next time datang kerumah bersama Brian. Kita akan makan malam. " Lila mengangguk.
" Papa pergi. " Pamit Gale.
" Iya Pa. Hati hati. " Balas Lila. Gav hanya melihat nya sekilas dan kembali mengikuti langkah Daddy nya untuk makan siang. Sedikit demi sedikit dia bisa melupakan Kebencian nya pada Brian dan mulai bekerja dengan serius.
Dia ingin menjadi Laki laki yang hebat seperti Brian dan Gale. Itu keinginan nya saat ini.
Bahkan kini dia tidak lagi memikirkan wanita dalam hidup nya.
" Ayo makan kak, Aku ada praktek jam 1 nanti. " Jelas Lila membuka Box makan siang mereka.
Brian melihat itu adalah menu makanan sehat dan Brian tau itu dari restoran mana. Karena Dia beberapa kali makan disana bersama Aliya dulu.
" Kak, Kenapa ? Makanan nya gak enak ya ?" Tanya Lila.
Brian melihat istri nya dan tersenyum.
" Ini enak, Makanan sehat. Aku menyukai nya. " Lila tersenyum disana.
" Besok aku libur praktek kak. Jadi besok aku masak ya. " Balas Lila.
" Lakukan sesuka mu Sayang, Dengan catatan jangan sampai terluka. "
" Iya kak. Oh iya kak, Tadi aku ketemu Uncle Kenz di restoran. Dia kayak nya sama kak Aliya deh..."
Tak...
Brian meletakan sendok yang di gunakan nya untuk makan dan menatap Lila.
Lila melihat sorot mata Brian yang berbeda disana.
" Belum hilang ya ? It's oke " Balas Lila walau hati nya sedikit kecewa disana.
" Bersabar lah sebentar lagi baby. Kamu yang bisa menghapus nya . " Lila tersenyum disana.
" Oke. Aku pamit ya kak. Udah hampir jam satu kan ? Nanti jemput ya." Brian mengangguk
" Oke. Hati hati sayang. Kabari aku jika terjadi sesuatu. " Lila tersenyum saat Brian mencium kening nya.
" Aku pergi kak. " Brian melepas kepergian Kila dengan perasaan Bersalah nya.
Apa ini ? Kenapa setiap kali dia mendengar nama itu hati nya masih bergetar walau sedikit ?
...❤️❤️❤️...
Brian lagi galau lagi.
Jangan Lupa follow ige aku @amelia_falisha1511 ❤️
__ADS_1