Terjebak Cinta Pria Beristri Season 2

Terjebak Cinta Pria Beristri Season 2
Bertemu


__ADS_3

Brian sudah menyelesaikan pekerjaan nya. Dan kali ini dia akan benar benar berangkat ke Korea untuk meminta maaf dan mengenalkan Lila sebagai kekasih nya.


" Siap Baby ?" Tanya Brian saat melihat Lila sudah membawa koper nya.



" Sudah kak. " Lila memberikan koper nya yang di tarik Brian.


" Kita pamit, " Brian membawa Lila untuk menemui Keluarga Lila untuk pamit dan baru mereka berangkat.


Kali ini mereka sudah di bandara dengan Brian uang hanya membawa Tas Ransel nya saja.



" Kak, Kita beneran mau ke Korea ?" Tanya Lila saat Brian membawa nya masuk ke jalur VVIP ruang tunggu dimana Pesawat Pribadi milik keluarga nya parkir.


" Iya. Temani aku mencari Aliya dan meminta maaf. Setelah itu baru aku bisa bernafas lega menjalani hubungan kita. Entah lah. Rasa nya aku masih terpikir oleh nya. "


" Iya. Nanti aku mau bertemu idol ya kak, Kita ke SM Town sama Bighit ya. " Pinta Lila antusias.


" Kenapa selalu idol itu yabg di tuju para wanita ? kenapa tidak ke Lotte Word, Sungai Han atau apa "


" Sama aja kali kak, Tetap tempat Drama juga. "


" Terserah !" Mereka mulai memasuki pesawat pribadi yang sudah menunggu mereka.


Mereka sudah sampai di Bandara Internasional Incheon Korea Selatan. Negara kelahiran Seorang Wanita yang membuat Brian merasa bimbang.


Brugh...


Entah ketulan atau apa, Orang yang di cari Brian kini tengah berdiri di hadapan nya langsung !.



" Al, Aliya..." Panggil Brian saat wanita yang di tabrak nya adalah Aliya.


Lila tak kalah terkejut nya melihat Wanita yabg berdiri di hadapan nya.


Aliya melirik sekilas ke tangan Brian yang menggandeng Lila. dan dia harus menguatkan hati nya.


Memilih pergi dan mengabaikan Brian, Aliya langsung kembali berjalan dan memakai kaca mata hitam nya.


" Aliya, Kita harus bicara. " Brian menarik tangan Aliya agar berhenti.


Aliya hanya menatap nya datar, Dia tidak suka berada di posisi seperti ini. Rasa nya dia benar benar seperti terjebak cinta yang ada di drama.


" Lepas ! Kita tidak cukup dekat dan saling mengenal untuk melakukan Touching !" Sinis Aliya.

__ADS_1


" Al, Maaf kan aku. Aku bersalah telah meninggalkan mu malam itu di pesta peluncuran. Jika kau marah aku memang pantas mendapatkan nya. Tolong maaf kan aku !".


Belum sempat Aliya menjawab, Ponsel nya sudah berdering dan itu panggilan dari Orang kepercayaan Papi nya karena pesawat nya sudah siap.


" Iya Uncle, Aliya akan segera kesana. " Aliya langsung pergi dari hadapan Brian


" Aliya Tunggu...Maafkan aku Al. "


" Cukup Tuan Brian ! Maaf apa yang kau maksud ? Kau tidak bersalah sama sekali terhadap ku atau terhadap siapa pun. Jadi menyingkir lah. Kau menghalangi jalan ku. " Aliya menggeser bahu Brian dengan kasar.


Sebisa mungkin dia menekan perasaan nya terhadap Brian. Inilah alasan nya kenapa dia memakai kaca mata hitam nya.


Mata nya sudah basah, Dan telat saat dia menggeser tubuh Brian. Air mata itu luruh dengan sendiri nya.


Brian menatap nanar ke arah Aliya. Ada rasa sesak yang tertinggal di hati nya. Entah apa itu maksud nya.


" Kak, Sudah ya...Yang penting kakak udah usaha kan ?" Brian menatap ke arah Lila.


Sejenak dia tersadar, Bahwa dia membawa Lila dan Lila adalah kekasih nya saat ini.


" Kita ke hotel langsung. " Brian membawa Lila ke hotel milik Papa nya yang bekerja sama dengan Keluarga Besar nya Aliya.


" Istirahat lah. Satu jam lagi kita akan makan malam. " Lila mengangguk dan masuk ke dalam kamar nya.


Sementara Brian juga masuk ke dalam kamar nya. Lain dengan Aliya yang kini sedang menangis di dalam pesawat.


Apa Tuhan tidak sayang pada nya ? Hingga dia harus mengalami ini ? Rasa sakit ini lagi ?..


" Kau kuat Aliya. Kau kuat, Ingat kata Alina, Aku wanita kuat, ya aku harus kuat. " Dia kembali meyakin kan hati nya untuk benar benar menguatkan diri nya...


Aliya lebih memilih tidur dan memejam kan mata nya agar menghapus semua yang di lalui nya dalam waktu singkat bersama Brian.


Aliya benar benar telah memilih pergi dan memulai hidup baru nya di Jepang sana. Tempat tujuan hidup nya kali ini.


Sebuah desa dengan udara yang sejuk dan jauh dari polusi udara dan kendaraan bermotor.


Brian ? Dia masih mencerna hati nya, Kenapa saat kembali bertemu dengan Aliya hati nya kembali goyah ?


Benar kan dia hanya merasa bersalah ? atau memang ada rasa ?


Apa yang harus di lakukan nya ? Di satu sisi dia nyaman dengan Lila, Tapi hati nya tidak baik baik saja saat melihat Aliya kembali.


Ya, Sejak awal dia bertemu Aliya, Dia sudah melihat nya dengan tatapan kagum. Bagaimana Aliya berdecak kesal saat dia terlambat.


" Ada apa dengan ku ? " Gumam Brian lagi.


Alhasil dia lebih memilih membersihkan diri dan Mengajak Lila untuk makan malam.

__ADS_1


" Baby, Sudah selesai kah ?"


" Iya kak, Sebentar. " Jawab Lila dari dalam kamar nya.


Tak lama Lila keluar dari kamar nya sudah dengan pakaian tebal nya. Mereka akan makan malam dan jalan jalan seperti keinginan Lila.


" Kak, Kakak kenapa ?" Tanya Lila saat melihat perubahan sikap Brian.


" Entah lah. "


" Gara gara mikirin kak Aliya kan ?" Tebak Lila.


Brian hanya menatap ke arah Lila.


" Kak, Kak Aliya itu suka sama kakak. Aku bisa liat tatapan kecewa nya ke kakak. " Walau bagaimana pun dia harus mengatakan ini bukan ? Untuk kebaikan hati nya dan Brian.


" Sudah. Makan dulu makanan nya. Setelah itu kita jalan jalan . " Lila mengangguk dan mulai menyantap makan malam nya.


Mereka makan dengan keadaan canggung, Tapi Brian bersikap biasa saja. Yang tidak biasa adalah Lila nya.


Dia tau Aliya suka ke Brian. Tali dia gak mau kehilangan Brian. Dia cinta sama Brian.


" Aku gak boleh ngalah demi kak Aliya. Kak Brian pacar aku. Aku gak mau ngalah. " Gumam Lila dalam hati.


Entah kenapa, Dia menjadi takut sendiri jika Brian mengejar Aliya dan meninggalkan nya.


Dia tidak ingin itu semua terjadi, Tidak akan di biarkan nya. Brian hanya milik nya. Kekasih nya dan pacar nya.


Lila terus meyakin kan bahwa Brian mencintai nya dan hanya milik nya. Tidak boleh ada yang memiliki nya. Tidak akan !.


" Kak, Gendong..." Brian hanya tersenyum dan menggendong Lila di punggung nya. Saat ini mereka sedang menikmati malam bersama di sepanjang jalan sungai Han gang terkenal itu.


" Enak bangat ya kak ? Disini. Aku mau banget kalau tinggal disini mah. " Cerita Aliya.


Brian hanya tersenyum saja.


" Tidak bisa Baby. Jika menikah nanti, Kita akan dan harus menatap di Boston. Itu sudah kesepakatan akhir ku dengan Papa. "


" Is, Kenapa mesti jauh banget sih kak ? Ke Jerman aja gak selama ke Amrik tau. "


" Mau tidak mau harus Baby, Itu rumah utama Jade !".


" Tapi aku mau nya tinggal di Swiss. " Cerita Lila lagi.


Brian hanya terkekeh saja. " Nanti kita pikirkan lagi ya. Sekarang sudah cukup malam dan udara nya dingin. Ayo pulang. " Lila mengangguk dan mereka kembali ke Hotel tempat mereka menginap.


Bahkan kini Lila sudah tertidur di punggung Kekar Brian. Sungguh sangat manis pikir Brian.

__ADS_1


...❤️❤️❤️ ...


__ADS_2