Terjebak Cinta Pria Beristri Season 2

Terjebak Cinta Pria Beristri Season 2
Trouble Second


__ADS_3

Lila sudah menyelesaikan Urusan nya di kantor polisi dan saat di depan kantor polisi Brian menjemput nya karena merasa panik.


" Lila, Kamu baik baik saja ? Kenapa bisa disini ?" Tanya Brian panik melihat Lila.


" Kemaren aku di tilang kak. Lupa bawa dompet. Iseng aja sih keluar buat beli boba. !" Lila berkilah dia sengaja berbohong agar Brian tidak bertanya lebih banyak lagi.


" Tapi sudah selesai bukan ?" Lila mengangguk.


" Yasudah. Ayo aku antar pulang atau mau kemana ?" Tanya Brian menatap istri nya.



" Ini udah beli milkshake di situ tadi.!" Tunjuk nya ke arah Penjual minuman Food truck.


" Yasudah. Ayo pulang. !"


" Aku bawa mobil sendiri aja kak. Kakak balik lagi gih ke kantor. " Ucap Lila menunjukan kunci mobil Ferarri milik suami nya itu.


" Biar supir yang ambil. " Brian masih bersikeras.


" Kak, Plis..." Brian akhir nya mengalah. Demi kelangsungan rumah tangga mereka.


" Oke. Aku pergi. " Brian hendak mencium kening Lila tapi Lila sedikit menjauh.


" Maaf kak. Aku risih. Ini kantor polisi. " Brian pun memaklumi nya dan melepas Lila pergi dengan mobil nya.


Sementara dari dalam ruangan nya Komjen itu melihat interaksi dari Bocil yang membuat nya kesal di pagi hari itu.


Bagaimana bisa Bocil seperti Lila berani mendebat nya. Apa itu tadi ?


Lulusan Universitas terbaik di Jerman ? Dokter Anak ?


Ah, Sudah lah.


Bukan urusan nya bukan !.


...🌞🌞🌞...


Hari sudah berganti, Dan siang ini Lila memiliki jadwal Praktek dirumah sakit.


Dia kesiangan, Karena jam di kelas nya molor dan dia harus segera kerumah sakit karena asisten nya suster Linda sudah menghubungi nya sejak tadi karena jam Praktek Dokter Firman sudah selesai. Beruntung dokter Tua itu mau memaklumi Lila yang Seorang Mahasiswi juga dan menganggap nya seperti anak sendiri.


Ya, Karena keceriaan nya itu dalam menanggapi pasien.


Tin.....


" Woi !" Teriak pengendara sepeda motor Classic itu berteriak.



Lila turun dari mobil dan keluar, Apa dia menabrak lagi ? atau gimana ?


Kali ini dia membawa BMW milik nya yang berwarna merah menyala itu.


Saat Lila sampai di dekat pendarahan motor itu Lila kaget saat melihat Itu adalah Komjen menyebalkan itu.


Sih Om Komjen Tiang Listrik muka datar.


" Hey !!! Jangan kabur kamu !!!" Teriak Komjen Aries dan Lila langsung masuk ke mobil nya dan segera kabur.


Saat Dia hendak mengejar mobil itu, Dia seperti mengenal wanita mungil berambut pirang itu.


Seperti ?

__ADS_1


Apa mungkin ? Pikir nya.


Dan saat dia benar benar ingin mengejar nya ponsel di saku jaket nya berbunyi dan itu telpon dari kakak perempuan nya.


" Hm ?"


" Heh ! Komjen ! Sopan sedikit kamu sama Buk Menteri Sosial. !"


" Lalu ?" Tanya Komjen Aries jengah.


" Tolong antar kan Stefia ke dokter anak di rumah sakit internasional. Aku ada rapat Paripurna. Dan Kakak ipar kamu lagi Kunjungan di Daerah X. "


" Kenapa mesti aku ? Anak kalian kan ? Lagian kenapa yang satu Menteri mau nikah sama Gubernur ?"


" Ris ! Plis. Kamu tau kan gimana Stefia, Dia hanya mau sama Daddy nya jika tidak ada Mami dan Papi nya ?" Aries memutar bola mata nya malas.


Stefia keponakan nya itu selalu saja manja kepada nya. Dan dia tidak mau memanggil Uncle. Dia mau manggil nya Daddy.


" Oke ! aku jemput Fia dulu. Bye ! "


Tut !


Aries hanya bisa menghela nafas nya berat. Hari ini dia sedikit santai saat jam makan siang dan ingin menikmati makan lesehan di kawasan XX dengan olahan ikan segar nya.


Sesampai nya dirumah keluarga nya Aries langsung di sambut teriakan anak usia 5 tahun itu.


" Daddy..." Teriak Stefia saat melihat Aries datang.


" Ayo bersiap. Kita ke dokter. Mami kamu nyuruh kita ke dokter. "


" Dokter ? Kita ke dokter Cantik ya Dad, Dokter Lila. " Aries mengeryit heran.


Fia sudah mengenal dokter nya ?


Dan sepanjang perjalanan mereka Aries hanya mendengar kan segala cerita Fia tentang dokter cantik yang di bangga bangga kan nya itu.


Sampai nya dirumah sakit, Aries dan Fia harus kembali menunggu.


Dan yang membuat Aries heran adalah, Setiap anak yang keluar dari ruangan itu keluar dengan wajah bahagia dan sumringah. Bahkan mereka membawa Coklat dan Lolipop.


" Stefia Aurora Wiharja ?" Panggil Asisten nya Dokter anak itu.


"Encus LinLin. " Stefia berjalan dan mendekat ke arah Suster Linda dan memeluk nya.


" Fia sehat ? Udah yuk periksa dulu. dokter Lila udah nungguin. Kata nya Mami kamu rapat. " Stefia mengangguk.


Sementara Aries, Dia masih menerima telepon disana dan membiarkan Fia masuk bersama pengasuh nya masuk ke dalam ruangan Lila.


Setelah cukup lama melakukan pemeriksaan, Aries masuk ke dalam ruangan itu dan dia kaget.


" Kau ?" Tunjuk nya pada Lila dengan kesal.


" Huh ! Dasar. " Cibir Lila.


" Fia udah belum ? Daddy mau balik kantor lagi ini. "


" Fia masih mau disini Dad, "


" Fia, Ngapain lama lama disini ? Disini gak sehat. "


" Heh ! Itu mulut biasa aja kenapa ! Mata juga biasa aja. Gak usah melotot gitu. " Ucap Lila dengan kesal.


" Loh ? Dokter cantik kenal Daddy ?"

__ADS_1


" Gak !" Jawab kedua nya kompak.


" Ciee...kompak..."


" Fia..." Ucap mereka kompak lagi


" Kan ? Nah lohh..."


" Fia, Kamu kok makan coklat ? Nanti gigi kamu sakit, "


" Kamu !" Tunjuk Aries pada Lila.


" Aaaakkkk...." Aries memekik sakit saat jari telunjuk nya di gigit Lila karena kesal.


Aries menatap Lila dengan tatapan kesal nya menahan denyut di jari nya karena bekas gigitan gigi tajam Lila.


" Apa ? Hah ? Mau lagi ?" Kesal Lila pada Aries.


" Kau ! " Aries menggeram kesal pada Lila dan dia semakin maju mendekat dan.


Tuk !


" Auhhh..." Teriak Lila saat kening nya di jitak oleh Aries tadi.


" Impas ! "


" Ayo Fia. Kita pulang. Daddy ada kerjaan di kantor. !"


" Huh ! Dasar Tiang Listrik ! Muka datar ! Badan Kingkong !" Umpat Lila dengan kesal pada Aries yang berlalu begitu saja dari ruangan nya.


" Ck, Dasar bocil !"


" Gue bukan Bocil !!!!!" Teriak Lila semakin kesal saat Aries mengatakan nya Bocil lagi.


" Tingkah menunjukan segala nya. "


Brak !


Aries keluar dari ruangan Lila dan membanting pintu ruangan itu dengan kesal.


" Hi...Sebel sebel sebel !!! Dasar kingkong !" Umpat nya lagi meluapkan rasa kesal di dada nya.


Nafas nya naik turun menandakan bahwa dia masih emosi.


Sementara Suter Linda hanya tertawa saja. Inilah sikap Lila yang sebelum menikah. Dia jadi merindukan saat saat mereka berburu kuliner pinggir jalan bersama.


Makan Bakso kojek,Makan bakso penuh dengan micin, Nasi goreng setan dan mie balap liar yang sangat terkenal di daerah XX saat malam hari.


" Pasien selanjut nya Sus "


" Sudah selesai dok. " Lila melihat ke arah suster Linda dan tersenyum disana.


" Lets go sus ! Kota cari bakso beranak pinak !" Ucap Lila penuh dengan semangat.


Dia sudah lama sekali tidak memakan makanan penuh dengan cita rasa menggelegar itu.


Apalagi di tambah saus cabai dan juga sambal cabe nya, Huh !


Luar biasa hot nya.


Bahkan cabe cabean aja kalah pedes nya 😂😂😂


...🍃🍃🍃...

__ADS_1


Nah, Kena sih Ilham ini 😂


__ADS_2