
Lila dan Brian sudah kembali ke mobil dan siap menuju Apartment mereka.
" Baby..." Panggil Brian pada istri nya.
Sejak keluar dari rumah sakit, Lila tampak berubah, Ada ketenangan dan ketegangan yang di rasakan nya, Brian tau itu.
" Ya," Lila melihat ke arah Brian.
Brian menatap mata indah milik Lila. Mata yang penuh cinta dan keteguhan nya.
" Maaf kan aku..." Lirih Brian.
" Aku sakit kak, Bukan hanya aku, Kak Aliya juga sakit, Disini yang salah itu kakak ! Kakak yang telah menyeret kami ke dalam lingkaran penuh rasa sakit ini. Kakak lihat bukan ? Bagaimana kak Aliya mengatakan semua nya ? Semua nya penuh rasa sakit kak. Bukan hanya hati nya, Raga nya juga sakit kak. Mungkin jika aku yang berada di posisi kak Aliya aku tidak sanggup bertahan. Hati ku lemah kak, Tapi kakak lihat bukan ? Bagaimana kuat nya hati kak Aliya ? Dia kuat kak. Kuat menyangkal cinta nya demi apa ? Demi tidak menyakiti hati ku, Tapi hati ku tetap sakit kak. Kak Aliya menyangkal nya dengan segala kesakitan yang di rasakan nya. Tapi aku juga bahagia, Kak Aliya bisa kuat bertahan !"
" Baby, Maaf kan aku...Aku --"
" Jadi ku mohon kak, Bersikap nya sebagaimana Seorang suami. Aku menjaga hati ku, Begitu juga dengan hati kakak. Aku tidak ingin keluarga kita mengetahui semua nya . Cukup kak Aliya saja yang merasakan sakit nya. Jangan ada lagi wanita lain nya !"
" Baby, Aku tidak--"
" Aku lelah kak. " Lila merebahkan diri nya di Kursi mobil dan memejam kan mata nya.
Bahkan dia juga merasakan bagaimana rasa sakit hati nya. Hati nya sakit mendengar pengakuan cinta Brian untuk Aliya.
Bagaimana Cinta Aliya untuk Brian. Tapi dia juga mencintai suami nya.
" Maafkan aku kak Aliya. " Ucap Lila dalam hati.
Dia juga menangis dan merasakan sakit nya yang sama seperti Aliya. Beda nya Cinta nya sampai pada Brian walau hanya setengah, Dan Aliya ?
Aliya juga sampai, Tapi tidak bisa memiliki nya.
Dan untuk itu dia akan berusaha untuk bisa mendapatkan seluruh hati suami nya. Agar pengorbanan Aliya tidak sia sia.
" Ingin makan dulu ? Kamu belum makan. "
" Dirumah saja. Aku mulai kelas masak hari ini. "
" Baik lah. Tapi bahan makanan tidak ada di kulkas, Mau belanja dulu ?" Tanya Brian lagi.
" Terserah kakak. " Jawab Lila seada nya.
Mereka benar benar pergi ke supermarket untuk belanja. disana Brian mendorong troli dan Membiarkan Lila memilih apa yang di inginkan nya.
" Kakak suka apa ?" Tanya Lila lagi.
" Apa saja. Jangan Berbau kacang !" Jawab Brian.
" Daging ? " Tanya Lila lagi.
" Daging,Ikan dan Ayam. Terserah. Apa saja Baby. "
" Baik. " Lila mengambil semua nya. Ikan ikanan, Daging dan ayam.
Ini adalah moment awal untuk nya memulai dengan Brian. Mungkin ini akan menjadi kegiatan rutin nya nanti bersama Brian.
__ADS_1
" Shampo nya kak ?"
" Samakan saja dengan kamu..."
Mereka sudah selesai belanja. Baik Lila maupun Brian mereka cukup menikmati kegiatan mereka. Pendekatan mereka cukup membuat nyaman.
Di Rumah Utama keluarga Grey, Daniel sedang gelisah, Entah mengapa sejak hari pernikahan Lila dan Brian dia merasa ada yang janggal disana.
Bagaimana panik nya Brian saat mengetahui seorang wanita yang bersama Uncle Kenz tertembak. Dia melihat tatapan berbeda dari Brian pada wanita itu.
Yang baru di ketahui nya adalah Aliya Arrasha Wook.
Anak dan Cucu dari penguasa Korea disana.
Bahkan pasar saham Asia di Korea mereka pemegang nya.
Keynan Min Young Dan Menantu nya Alvian Arrasha Wook.
" What are you doing Dane ?" Tanya Ello yang selalu bersikap Friendly pada Daniel kakak nya.
" Hati ku memikirkan Lila. Ayo kita berkunjung. Aku merasa ada yang tidak beres disini. " Elli menatap Daniel, Sejujur nya dia juga merasakan nya.
" Oke. Kita ke Apartement nya adik Ipar kaya raya itu. " Masih mencoba mencairkan suasana walau hati nya juga sedang gelisah memikirkan Lila nya mereka.
Akhir nya Daniel dan Danello pergi ke Apartement Lila dan Brian.
Di Apartement nya, Lila dan Brian baru sampai Unit mereka, Brian membawakan belanjaan mereka dan Lila mulai menata nya di kitchen set yang akan menjadi tempat nya berperang untuk Brian nanti nya.
Karena Brian sangat membenci JunkFood Atau makanan cepat saji, Lila harus benar benar belajar mengerti suami nya.
Bukan menginginkan pembantu , Tapi dia ingin selalu makan dari hasil tangan istri nya.
Itu lah salah satu cara belajar memahami satu sama lain menurut nya.
" Baby, Biar aku bantu. " Brian membantu Lila.
" Tidak usah kak, Kakak mandi Saja. Biar aku yang membereskan nya. Aku bisa. " Brian hanya bisa menghela nafas nya berat.
Lila nya benar benar berubah. Dia menjadi Pribadi yang lebih dewasa, Brian suka itu, Tapi rasa nya ada yang hilang saja.
" Baik !" Brian yang malas berdebat pun memilih pergi sesuai keinginan Lila.
Setelah kepergian Brian, Lila mulai menetes kan air mata nya. Sesulit inikah Dia harus belajar mengerti suami nya ? Lila masih jelas melihat Cinta itu di mata Brian untuk Aliya.
" Kak, Bantu aku memiliki kak Brian...aku mencintai nya..." Lirih Lila di Kitchen set itu.
Dia terduduk di lantai sambil memegangi Bahan bahan makanan yang akan di susun nya di lemari lemari itu dan di dalam kulkas.
Bel Apartement berbunyi, Lila melihat Monitor di dekat dapur itu dan ternyata disana ada kedua kakak nya.
Daniel dan Ello, Dia merindukan mereka. Lalu dia menghapus air mata nya dan segera membuka pintu nya untuk menyambut mereka.
" Kak..." Lirih Lila menahan air mata nya.
Hati Daniel dan Ello mencelos disana, Firasat mereka benar, Lila mereka tidak baik baik saja.
__ADS_1
Lila mereka menangis.
" Hey ! Kau kenapa ? Jangan memeluk ku, Ingus mu keluar his...Kau ini..." Sebenar nya hati nya sakit saat melihat Lila menangis. Ello menutupi nya dengan tingkah konyol nya.
Sementara Daniel tetap diam saat di peluk Lila dan merasakan apa yang di rasakan Adik nya itu.
" Are U Okey ? " Tanya Daniel datar.
Sroottt...
" Hii...Kau jorok Lila !!! Kau itu dokter tapi iyuhhh..." Ello bergidik ngeri melihat nya.
Lila sengaja melakukan itu agar mereka tidak terlalu curiga, tapi tidak dengan Daniel.
" Aku merindukan kalian, Kalian pasti senang bukan aku pergi dari rumah ? Ya kan ? Kak Ello senang bukan ? Tidak ada yang mencuri camilan mu di kamar, Kak Dane tidak ada lagi yang merepotkan mu dengan tugas kuliah ku kan ? kalian senang kan ?"
Tok...
" Aaahhh...sakit..."
" Rasakan kau !!!" Cibir Ello yang menjitak kepala Lila.
" Baby, " Brian melihat Lila kesakitan dan menatap Ello dengan tatapan datar nya .
" Apa ? Dia mengelap Ingus nya di kemeja ku ! Lihat ini. !" Walau gugup Ello bersikap biasa saja melihat Brian menatap nya.
" Baby ada apa ?" Tanya Brian yang baru selesai mandi.
" Kak Ello menjitak kepala ku, " Adu nya manja.
" Kau jorok ! Selalu saja menangis dan mengelap ingus mu di baju ku sejak kecil. Kenapa tidak kau elap saja di baju Dane ? Menyebalkan sekali kau !"
" Jangan begitu Baby, Kan ada tissu, Ayo Masuk !" Brian membawa Lila dan kedua ipar nya masuk ke Rumah mereka saat ini.
Memang hanya Unit Apartemen, ,tapi Dane menyukai tempat ini, Elegant dan berkelas.
" Bagaimana jika kita meminta Tinggal di Apartement berdua ? Seperti nya menyenangkan kan ? " Ucap Ello pada Daniel.
Plak !
" Jangan mimpi bisa membawa wanita wanita mu ke sana jika memang kita tinggal di Apartement !" Ucap Daniel tegas setelah memukul kepala Ello.
" Memang nya apa ?" Tanya Elli sok polos.
Daniel hanya menatap Ello dari atas sampai bawah.
" Bahkan Senjata mu sudah sering muntah!"
Deg !
Ello kaget saat Daniel tau Tabiat buruk nya di luar sana.
...❤️❤️❤️...
Ngehujat lagi kalian sungguh luar biasaaaahhhh.
__ADS_1