Terjebak Cinta Pria Beristri Season 2

Terjebak Cinta Pria Beristri Season 2
Galau


__ADS_3

Baik Lila mau Pin Brian, Mereka sama sama saling memberikan waktu untuk berpikir kerena Brian tidak ingin bertanya lebih lanjut dan Lila juga tidak bercerita apapun pada nya.


Dan Brian melakukan itu agar tidak membuat Lila banyak berpikir.


Karena saat ini, Lila sedang mengandung, Dan beban pikiran adalah hal yang perlu di jauhi pada saat menjalani kehamilan bukan ?


Dan Brian melakukan itu.


Tapi Brian terus memberikan kabar dan bertanya seperti biasa nya.


Seperti saat ini, Mereka tengah melakukan panggilan Vidio melalui Zoom.


Brian bekerja dan Lila ?


Lila sibuk berbalas pesan dengan Justin.


Jika Brian saat ini tengah bekerja di jam 9 pagi waktu Boston, Maka Lila sedang menikmati malam hari nya di ibu Kota.


" Makan dengan apa tadi sayang ?" Tanya Brian sambil fokus pada dokumen nya.


Sesekali dia melihat apa yang masuk ke dalam ponsel nya.


Semua chat Record Lila dan Justin tertera jelas di ponsel mahal nya.


" Makan pake apa tadi ya ? pake sayur biasa sih kak, Sama ayam goreng doang. " Jawab Lila seada nya.


Brian melihat Lila dan mengangguk.


Memberi kan senyuman nya layak nya tidak terjadi apa apa saat ini.


Padahal saat ini dia juga tengah melihat apa balasan dari pesan yang di terima Lila.


Brian sangat hebat bukan ?


Bekerja dengan hati kacau, Masih bisa fokus dan berlagak seolah tidak terjadi apa apa.


Dia sadar, Mungkin ini karma yang sedang di terima nya atas apa yang telah di perbuat nya dulu pada Lila.


Saat dia dengan lancang nya memiliki hati pada Aliya, Dan juga mencintai nya.


Tapi salah kah jika hati memilih ? Tidak bukan ?


Dan itu lah yang di lakukan Brian saat ini pada Lila.


Dia tidak ingin menyakiti hati Lila, Dan membiarkan ini dulu.


Sampai sejauh mana Lila bersikap untuk diri nya.


" Kak, Besok aku mau ke kampus, Boleh bawa mobil sendiri gak sih ?" Tanya Lila dengan sedikit takut.


" No, Sayang. Kamu sedang mengandung. Tidak baik membawa mobil sendiri. Biar supir yang mengantar oke. "


" Tapi kak, " Rengek Lila manja.


" Sayang, Tolong. Mengerti keadaan saat ini. Aku tidak bersama mu, Jadi bisa menurut ?"


" Kak, Gimana nanti kalau aku mau kemana gitu ? Kan ngerepotin supir. " Brian tersenyum disana.


Sangat tulus bukan ?


Tapi hati nya ?


Dia sedang berusaha seolah dia baik baik saja.


Kamu ingin bertemu dengan nya lagi Lila, Kamu akan menemui nya lagi.


Batin Brian sambil menatap Lila, Untuk menghindari rasa yang membuat Lila tertekan.

__ADS_1


Brian mengambil air mineral dan meneguk nya sambil terus menatap ke layar Laptop dan tersenyum melihat sang istri nya.



" Istirahat sayang, Ini sudah hampir larut, "


" Ya, Kak. boleh bawa mobil ya..." Masih berusaha membujuk Brian.


" Kamu tenang saja sayang, Apapun yang akan kamu lakukan, Mereka tidak akan melapor pada ku. Karena aku percaya pada mu sayang. "


Deg !


Jantung Lila seperti tertusuk benda tajam saat mendengar ucapan Brian.


" Maaf kan aku sayang, Karena pernah menyakiti kamu. Maka berbahagia lah saat ini sayang. Aku mencintai mu. "


Sakit sekali rasa nya saat mendengar untaian kata dari Brian.


Brian yang mengerti pun langsung mengalihkan perhatian nya.


" Minum vitamin nya sayang, Dan istirahat. Ini sudah malam. Istirahat lah. " Lila mengangguk.


" Kakak jaga kesehatan ya. Cepat pulang..." Brian tersenyum.


" Iya. Selamat tidur sayang, Jaga kesehatan dan Baby B oke." Lila mengangguk juga.


" Dahh, Kak..."


" Dahh...sayang..."


Panggilan telepon terputus, Brian menghela nafas nya berat.


Sungguh ini sangat berat untuk nya.


Di saat Lila tengah mengandung, Dia malah jauh dari istri nya . Tidak mudah bagi nya untuk menjalani ini semua.


Biarlah dia yang merasakan perasaan ini menyesakan ini.


Bekerja dengan setumpuk masalah, Brian termasuk pria hebat.


Bisa bekerja dengan baik walau semua nya sedang tidak baik baik saja


" Gila ya lo Bri, Kuat bener hati lo. " Sungut Dimas yang merasa tak terima.


" Udah lah, Gue baik baik aja. Mungkin ini karma karena gue udah nyakitin hati Lila. " Dimas hanya bisa menghela nafas nya berat.


" Gila aja, Masak iya dia ngebales gitu ? Lo gak pernah main fisik ya ke Aliya. Terakhir kali lo cuma peluk dia yang bilang cinta ke dia supaya semua nya berakhir karena elo udah mengungkapkan segala nya ya Bri. Biar kalian hidup masing masing. That sit !"


" Tapi gue udah nyakitin hati Lila Dim. " Ucap Brian lagi.


" Dan dia harus ngebales lo dengan ini semua Bri. Lo diem aja lagi saat binik lo di cium orang lain. " Kesal Dimas lagi.


" Gila ya Bri ! Kalau gue jadi lo, Gue patahin leher tu cowok ! Bodoh amat dia adik nya siapa. !" Kesal Dimas lagi.


" Kerja Dim, Selesaikan ini semua dan kita akan segera pulang." ..


" Terserah lo deh !" Dimas pun meninggalkan Brian di ruangan nya.


Setelah kepergian Dimas, Brian menghela nafas nya berat.


Dia memejamkan mata nya, Untuk menetralisir rasa sesak di dada nya.


Benar yang di katakan Dimas bukan ? Dia tidak pernah main fisik pada Aliya, Tapi tetap dia bersalah karena telah mendua hati dari Lila.


Dan Brian sadar itu.


Brian benar benar mengerjakan pekerjaan nya hari ini hingga dia ingin makan siang di luar bersama Dimas dan ingin mengunjungi Papa nya dirumah besar keluarga Jade di Boston ini.

__ADS_1


" Dim, Kita makan di luar. " Brian menekan interkom dan mengintruksikan Dimas untuk keruangan nya.


Dimas datang dan mereka langsung menuju tempat makan siang di pusat kota saja lah.


Yang terdekat dari kantor.


" Lo yang bayar ! Gue mau nabung !" Ucap Dimas saat keluar dari mobil dengan kemeja putih dan dasi nya.



" Iya..." Jawab Brian disana.


Mereka berdua masuk ke dalam restoran tersebut.


Dan entah kenapa Perasaan tak nyaman tiba tiba datang saat pertama kali Brian menginjakan kaki nya di restoran ini.


Deg!..


Brian terpaku dengan apa yang di lihat nya saat ini.



Sosok yang sangat di kenal nya dulu hingga kini. Namun semua itu sudah berlalu bukan ?


Dia masih diam berdiri sampai Dimas menyadarkan nya.


" Woi, Brian ! Gila lo ya, Gue cariin ternyata lo di sini. Lagi liat apa sih lo ?" Dimas mengedarkan pandangan nya keseluruh penjuru restoran dan dia mendapatkan itu.


Sosok yang di lihat Brian lun kini juga menatap ke arah nya.


Sosok cantik itu melihat siapa raga pemilik nama yang di dengar nya tadi.



" Oppa, " Ucap Aliya dalam hati.


Dia bertemu lagi setelah kejadian dimana saat pengungkapan rasa cinta itu ?


Dan kenapa seakan Tuhan mempertemukan mereka lagi ?


Aliya ingin menjauh, Dan memang sudah menjauh bukan ?


Kenapa bisa bertemu lagi disini ?


Kenapa ???


Tak !


Aliya meletakan gelas yang di pegang nya dan meletakan selembar uang disana dan pergi meninggalkan restoran itu.


Dia memakai kacamata hitam nya dan berjalan angkuh melewati Brian dan Dimas begitu saja.


Seakan mereka tidak saling mengenal dan bertemu.


Dia sudah pernah berkata dan berjanji pada Lila bukan ? Jika suatu hari mereka bertemu, Anggap mereka tidak saling mengenal.


Sementara Dimas hanya bisa melongo melihat wanita cantik itu melewati mereka begitu saja seakan tidak saling mengenal.


" Al..." Ucap Brian dengan lirih.


Rasa bersalah nya timbul kembali saat melihat wanita itu seolah tidak mengenal nya.


Aliya tidak menghiraukan nya dan berlalu begitu saja.


Bahkan dia langsung menghubungi asisten nya untuk menjemput nya di Depan restoran itu.


Galau, Ya Brian Galau !

__ADS_1


...❤️❤️❤️ ...


__ADS_2