
Semua sibuk untuk mempersiapkan pemakaman Wanita berhati malaikat.
Viona Aluna Queensha.
" Kak, Bagaimana dengan Papa ? Aku gak kuat liat Papa kayak gitu ? Papa Hancur kak...Hiks...Hiks...Hiks..." Brian hanya bisa meredakan tangisan sang istri yang begitu memilukan untuk nya juga.
Kenapa ini harus terjadi pada mereka ? Kenapa ? Tidak bisa kah mereka menawar untuk sebuah takdir ?
Nyata mereka tidak bisa dan tidak akan pernah bisa menawar untuk berurusan dengan yang nama nya takdir !
Karena kembali lagi itu semua sudah garis takdir.
" Sayang, Sudah...Jangan seperti ini. Kasihan Bayi kita. Dia akan sedih jika Mommy nya sedih dan menangis. " Lila menatap suami nya.
" Sudah tidur. Besok kita akan benar benar kehilangan Mommy. " Lila mengangguk.
Di saat begini tidak mungkin dia meminta main kuda kudaan dengan Brian kan ?
Walau sulit tapi Lila bisa tidur walau tidak se nyenyak setelah mereka bercinta.
Dan itu harus Lila biasa kan.
...***...
Malam telah berganti, Dan kini mereka benar benar akan kehilangan sosok itu, Lila terus berusaha mendampingi suami nya.
Keluarga nya juga semua hadir di rumah Utama keluarga Jade ini.
Rumah yang baru di lihat Jery sekeluarga bagaimana asli nya.
Selama ini mereka hanya tau siapa pemilik lahan terlarang itu dan inilah bentuk nya.
Seperti Kastil Rapunzel dan itu lah kebenaran nya.
Danau buatan, Dan beberapa buah tropis tertanam disana dengan sempurna.
" Jangan Kuno Jack, Kau seperti tidak pernah melihat buah buahan saja. " Oma Bule tau apa yang di pikirkan suami bule nya itu.
" Dasar kau Claire Anastasia !"Jawab Opa bule dengan kesal.
Terlihat disana seorang pria gagah nan tampan di usia Senja nya, Sedang meratapi dan menangis dalam diam melihat setengah jiwa nya pergi untuk selama nya.
Gale masih mengingat, Bagaimana janji seorang Viona dulu pada nya. Dan kini, Dia ingin menagih janji itu.
Bisa kah janji itu di balik ? Dia tidak sanggup hidup sendirian tanpa hadir nya sosok wanita berhati malaikat itu.
__ADS_1
" Dad, Sudah saat nya..." Lea berucap di dekat Daddy nya dengan di temani Pria gagah nan berotot kekar, Siapa lagi jika bukan Komjen.
" Dad, Kami mohon..." Pinta Gav dengan sangat pada Daddy nya.
Gale tidak menjawab, Tapi dia bangkit untuk menyaksikan dan menghadiri pemakaman istri tercinta nya .
Pemakaman di lanjutkan dan Selesai, Tapi Seorang Gale tidak beranjak dari sana. Bahkan saat langit hendak menangis pun Gale tidak beranjak.
Mereka meninggalkan Gale seorang diri disana yang masih meratapi kepergian istri nya itu...
" Kak, Gimana keadaan Papa ? Bagaimana kalau kita tinggal disini ? Mama pernah bilang untuk kita tinggal disini untuk menemani Papa. Begitu juga dengan Lea dan Gav nanti. Mama ingin rumah ini ramai setelah kepergian nya. Mama ingin Kita semua menemani Papa. Mama tidak ingin Papa terlalu sedih setelah kepergian nya. " Kini Lila dan Brian masih di kamar mereka setelah pemakaman dan hujan deras mengguyur tanah pemakaman Mama Viona.
" Jika kamu yakin, Maka kita akan tinggal disini. Walau kamu Adalah Istri ku, Tetap jaga batasan kamu sayang. Daddy tidak ingin milik Mama di sentuh siapa pun. Jangan mendekat saat seperti ini. Jangan mengungkit apa pun dengan Semua itu. "
" Tapi, Mama pernah berpesan untuk mengambil surat di Laci meja Rias nya di Ruang ganti. " Cerita Lila.
" Biar nanti kakak yang masuk dan mengambil nya. " Lila mengangguk.
" Sekarang ayo kita turun untuk makan malam. " Lila kembali mengangguk disana.
Kimi mereka sudah sampai di meja makan.
Meja makan sudah di isi dengan Seluruh keluarga mereka. Keluarga istri nya sudah pulang. Dan kini tinggal lah mereka semua.
Lila melirik sekilas ke arah Lea dan Brian. Brian memberi kode pada mereka berdua untuk melayani Papa nya.
" Pa, Mau makan pakai apa ? Lila bantu boleh ?" Gale hanya melirik nya sekilas dan enggan menjawab.
" Papa suka ini gak ? Kata Mama Vio --" Gale menatap nya tajam dan Lila mulai menetralkan nafas nya karena gugup.
" Papa pasti tau kalau Mama mencinta Papa kan ? Maka terus lah sehat untuk kami semua. Itu pesan yang di tinggalkan Mama sama Lila. " Gale tidak menjawab nya dia langsung pergi meninggalkan Meja makan.
Meja makan ini mengingatkan nya tentang semua perhatian Viona pada nya.
Cara lembut nya melayani seluruh keperluan nya semua terekam jelas di ingatan nya.
" Maafkan Papa sayang..." Brian tidak enak hati dengan istri nya itu.
Lila mengangguk dan mengerti. Bahwa kini Papa mertua nya sedang dalam keadaan tidak baik baik saja.
Semua butuh proses bukan ?
" Maafkan Daddy juga ya kak, Daddy gak bermaksud begitu. " Lea juga ikut tidak enak hati pada kakak ipar nya itu.
" Iya, Aku gak papa kok. Aku ngerti. " Mereka mulai makan malam mereka.
__ADS_1
Walau berat untuk menelan semua ini. Meja makan ini adalah aturan mutlak dari Viona.
Tidak ada siapa pun yang bisa telat di meja makan. Tinggal kan semua pekerjaan di saat jam makan malam.
Itu lah hal resmi dari Viona.
" Setelah ini, Segera lah Menikah Lea, Ini pesan dari Mama pada ku waktu itu. " Lea menatap ke arah Brian dan Lila.
Lalu kini beralih pada Aries di samping nya.
" Aku akan segera menikahi Lea. Setelah semua keadaan membaik. " Jawab Aries dengan jelas saat Lea menatap nya.
Dia sudah meyakinkan diri nya atas itu semua dan dia juga memilih Lea sebagai mempelai nya.
" Kami sudah selesai. Selamat malam. " Lila dan Brian masuk ke kamar mereka.
Kini mereka berpelukan di tempat tidur dengan saling menghangatkan diri.
Di luar hujan masih turun dengan deras nya . Seakan Langit juga ikut bersedih atas sebuah rasa kehilangan yang mereka rasakan saat ini.
" Kak, Sebegitu cinta nya Papa ke Mama ya. Cinta mati banget. " Lila memeluk suami nya .
Kegiatan yang menjadi rutinitas mereka setiap malam.
Dan kini mereka baru saja melakukan olah raga malam mereka. karena Lila memang tidak bisa tidur jika tanpa itu.
Tubuh mereka masih sama sama Naked dan polos. Saling memeluk dengan penuh kasih sayang.
" Papa itu sangat mencintai Mama. Bisa di bilang Mama lah satu satu nya wanita yang di cintai Papa. Mama juga lah yang berubah dsn memberi warna dalam hidup Papa. Sejak usia 19 tahun Papa sudah kehilangan kedua orang tua nya karena pembantaian di Mansion Boston, Dan Papa juga di culik dan di siksa selama sebulan lebih atau lebih aku tidak tau pasti nya. Tapi menurut cerita Mama, Papa berhasil kabur dan membalaskan semua nya. Dan kembali mengambil hak nya. Dan GTJ COMPANY sudah kembali pada Papa dan berkembang pesat seperti sata ini. " Lila menyimak disana.
" Aku mau berenti kerja kak. Aku mau ngurus anak dan suami aku. " Brian kaget atas keputusan Lila.
Dia tau Lila sangat mencintai Profesi nya itu. Maka dari itu. Brian tidak pernah meminta lebih dari apa yang di inginkan nya.
" Aku tidak pernah memaksa kamu. Lakukan apa pun senyaman kamu sayang. "
" Aku nyaman kak. Dan aku mau jadi istri dan ibu yang baik kayak Mama Vio. Walau aku tau itu tidak akan mungkin bisa terjadi dan Mama Vio tidak akan tergantikan. " Brian mencium kening istri nya dengan penuh kasih sayang.
" Terus lah membuat ku jatuh Cinta pada mu sayang. Karena aku benar benar mencintai mu dengan segala yabg ada di dalam diri kamu. "
" Cintai aku terus kak. "
" Aku mencintai kamu Daniella Wilton Grey, Nyonya Brian Dominique Thominshon Jade " Ungkap Brian dengan lugas.
...❤️❤️❤️ ...
__ADS_1