
Hari hari mereka di bumbui dengan rengekan rengekan manja dari Lila.
Yang kini semakin hari semakin manja saja.
" Sayang, Kakak harus ke kantor dulu. Sebentar saja ya..." Lila menggeleng.
" Sebentar saja. Atau mau ikut ?" Brian menangkup kedua sisi wajah cemberut istri nya.
Lila tetap menggeleng.
" Mau ice tidak ? Tau seblak ? Pecel lele ? Ayam lamongan ? Atau bakso kawah beranak ?" Brian mengabsen satu persatu makanan yang biasa di makan istri nya selama hamil ini.
Dan Brian hanya bisa memaklumi nya saja.
" Satang, Ayo lah...Hanya sebentar saja. Janji minggu ini kita akan kerumah nenek dan kakek kamu oke ?" Lila berbinar disana.
" Oke, Janji ?" Lila menautkan jari kelingking nya pada Brian.
Brian tersenyum.
Cup...
" Janji..." Lila tersenyum malu saat Brian mengecup bibir nya singkat.
" Gendong boleh ?" Tanpa kata Brian mengangkat istri nya dan kini Lila memegang kedua bahu kekar suami nya.
Wajah mereka saling tatap dan Brian kembali mencium bibir manis istri nya.
" Aku mencintai mu Daniella, Nyonya Brian Dominique Jade..." Ucap Brian dengan penuh cinta.
Lila juga merasakan bahagia nya kini. Suami nya benar benar sudah mencintai nya saat ini.
Sikap dan segala nya berubah, Brian lebih mencintai Lila dari sebelum nya. Cinta Yang penuh kesabaran milik Lila berbuah manis dengan apa yang di dapatkan nya kini.
Suami nya, Brian Dominique Thominshon Jade sangat mencintai nya.
" Terus lah tersenyum untuk ku sayang...Aku mencintai mu..." Lila mengangguk.
" Sudah, Ayo turun..." Lila mengajak Brian untuk turun ke bawah dan sarapan.
Seperti nya mereka akan benar benar tinggal dirumah besar itu.
Semoga saja ipar ipar nya nanti bisa sejalan dan sepaham dengan nya.
Lila berharap banyak dengan itu semua.
" Selamat Pagi Tuan dan Nona..." Sapa Oliv disana.
Dia sudah berdiri tegak di dekat meja makan bersama Silva juga.
" Pagi Tyliv...Tyva..." Ya, Brian masih memanggil mereka dengan singkatan itu.
Itu singkatan yang di berikan Viona untuk Kedua asisten nya.
" Dimana Papa ?" Seperti biasa nya.
Gale akan menyendiri di depan makan istri tercinta nya.
" Biarkan saja Papa. Nanti aku yang akan membujuk nya kak. " Brian menghela nafas nya.
Sangat sakit melihat dan mendapati papa nya seperti itu terus.
Kapan papa nya akan kembali tersenyum ? Kapan mereka akan dekat lagi ?
" Makan lah sayang. Aku harus ke kantor. Gav sedang meninjau pabrik textile milik Papa. Dan Lea harus menghadiri rapat pemegang saham di rumah sakit. "
__ADS_1
" Kakak mau sarapan apa ?" Tanya Lila mengambil piring suami nya.
" Dengan sambal saja sayang. Tolong bayam nya. "
Setelah selesai sarapan, Lila mengantarkan suami nya ke depan pintu utama dan sampai masuk ke dalam mobil nya.
" Jangan banyak bertingkah sayang. Kamu membuat kakak takut. Untuk apa manjat pohon jambu ? Kamu ini..." Brian mencubit hidung mancung Lila.
" Mana ada manjat kak. Cuma naik di tangga dikit aja kok. "
" Itu sama saja anak nya Jeremy. Jika menginginkan sesuatu minta pada pelayan atau penjaga disini. Atau gunakan galah. Jangan seperti orang hutan yang melihat buah banyak langsung..."
Plak !
" Kakak...Ih .." Lila kesal saat suami nya terus saja menggoda nya.
Dia juga heran, Dimana pria dingin yang selama ini bersama nya ? Brian kini semakin terbuka dan berani menjahili nya.
" Sudah, Jangan cemberut Mommy Baby B..."
" Baby B ?" Brian hanya tersenyum menanggapi nya.
" Sudah. Jangan di pikirkan. Kamu nanti akan tau. Aku pergi sayang..."
Cup...
" Love You..." Brian beralih mengelus perut istri nya.
" Ah...Malas ! Daddy nya Baby B menyebalkan. " Brian tidak menanggapi nya.
Dia tersenyum dan masuk ke dalam mobil nya.
Setelah Brian berangkat ke kantor, Lila memulai aksi nya. Dia mengumpulkan para penjaga untuk memanen buah jambu air,Jambu Biji dan mangga yang ada.
Dia ingin membuat rujak hari ini.
Gale hanya melihat nya saja tanpa menjawab.
" Pa, Lila boleh ya minta jambu sama mangga nya. Lila pengen rujak. Boleh ?" Lila harap harap cemas disana.
Melihat itu, Gale jadi teringat saat Viona hamil Lea dan dia mengidam rujak yang di ulek langsung oleh Fedrix.
" Hm..." Gale hanya mengangguk dan kembali fokus pada makan istri nya.
" Lila boleh peluk Papa ?" Gale kembali menatap nya.
Mengingat sikap manja Viona kembali, Gale pun mengangguk.
" Makasih Pa...Lila janji, Lila akan terus menyayangi Papa. Lila sayang Papa, Seperti apa yang di katakan Mama. "
Gale kembali melihat menantu nya itu. Kali ini tatapan nya berbeda.
" Siapa pun kau, Tidak akan ada yang bisa menggantikan posisi istri ku dirumah ini. Karena ini adalah rumah nya. " Lila tersenyum.
" Lila tau Pa. Mama Vio adalah yang terbaik. Lila juga tidak ingin menggantikan posisi Mama. Lila hanya ingin bisa menjadi seperti Mama yang menyayangi keluarga nya. "
" Pergi lah. Aku tidak ingin di ganggu. "
" Lila pamit Pa. " Gale tidak menanggapi saat menantu nya pergi.
Setelah berpamitan pada Papa mertua nya. Kini Lila sangat antusias untuk membuat rujak buah ala tanaman milik Mama mertua nya.
" Paman, Tolong itu, Mangga nya yang disana, Tidak...Bukan yang itu, aahh...Bukan, Itu salah...Yang kiri, Yang kuning itu, Iya ..iya.. itu..."
Penjaga tadi langsung sigap mengambilkan apa yang di inginkan menantu dirumah besar ini.
__ADS_1
Wanita yang mengandung calon penerus keluarga Jade.
" Jambu nya, Ambil yang merah merah saja. Jambu biji nya yang setengah matang saja. " Lila terus memberi instruksi untuk para pengawal...dia benar benar menginginkan Rujak buah ala rumah besar ini.
" His...Ada apa sih Opa ? Lila lagi sibuk ini. Mah buat rujak. " Opa bule hanya mencebik saja disana.
" Sombong sekali kau cucu bule. Mentang mentang memiliki suami kaya raya. " Lila menatap pongah pada Opa nya itu.
" Memang suami Lila kaya. Ohh...Sorry, Lila tidak tertarik lagi dengan harta warisan Opa. Suami Lila kaya. "
" Sombong kau !" Dengus Opa nya disana.
" Dimana suami kaya mu itu ?"
" Ya kerja lah, Cari uang buat anak istri nya. Black card aja sama aku. Kaya kan aku ??"
" Heh ! Dasar cucu nya Claire Anastasia Wilton kau. "
" Dia juga cucu Mu Jackson Grey !"
" Sudah lah. Bye...Lila mau rujakan dulu ya Oma...Opa..." Pamit nya manja.
" Iya. Be Happy Lila..."
" Tengkiu Oma Bule..." Cengir Lila dan mengakhiri panggilan telpon nya.
Kini pelayan sedang membuat bumbu kacang khas rujak itu.
Hm...Aroma terasi nya saja sudah menggugah selera nya.
" Ah...Tolong siapkan di box ya. Aku mau ke kantor... "
" Siap Nona..." Oliv langsung sigap mengawasi pergerakan pelayan nya...
Karena Oliv lah kepala Genks pelayan itu.
" Berbahagialah selalu Nyonya Viona. Menantu mu sangat ceria. "
" Oliv, Onty Oliv maksud nya..." Lila cengengesan di balik punggung Oliv.
" Lila seneng deh bisa tinggal disini. Banyak buah soal nya hihihi...."
" Oh iya ? Bagus lah kalau begitu Nona..."
" Tunggu ya Oliv,...Daddy nya Baby B menelpon..." Oliv hanya tersenyum saja disana.
Lila memang sangat ceria...
" Ya Daddy nya Baby B..." Sapa Lila saat mengangkat ponsel nya.
" Datang ke kantor ya sayang...Temani aku makan siang. "
" Otw suami kuuuwww,..istri mu ini akan bawa rujak buah lokal. Kalau kata Oliv dulu Papa mertua ngidam nya rujak buah Import ya ??? Pantesan Lea begitu bentukan nya. Import..." Lila terkikik geli menatap Brian di ponsel nya ..B
Brian ikut bahagia kala melihat tawa bahagia istri nya itu.
Tidak sadar kah dia ? Bahwa dia dan Lea satu jenis ? Wanita bule berambut Blonde ?
" Coba berkaca sayang ..".
" Aku kenapa ?" Tanya Lila panik.
" Lihat di kaca, Jangan mencibir Lea, Karena kamu dan Lea itu satu jalur !"
" Kakak ih.. nyebelin..." Lila cemberut dan Brian tersenyum melihat nya.
__ADS_1
...❤️❤️❤️...