Terjebak Cinta Pria Beristri Season 2

Terjebak Cinta Pria Beristri Season 2
Benar Ada Nya


__ADS_3

" Sedang apa sayang ?" Tanya Brian saat melihat istri nya terus menatap ke pantai pasir putih disana.


Sejenak Lila melihat ke arah suami nya.


" Gak ada kak. Cuma lagi lihat pantai aja. bayangin disana nanti ada anak kita lari lari, Terus main air, Main istana pasir. Pasti seru ya kak ?" Lila masuk dan menerima pelukan dari suami nya.


Brian memberikan kecupan kecupan manis di puncak kepala Lila penuh kasih.


Di usap nya lengan istri nya dengan hangat penuh cinta.


" Sebegitu jauh nya berpikir heum ?" Tanya Brian.


Lila mendongak dan menatap wajah suami nya.


" Kita harus mikirkan masa depan kak, Karena Masa depan itu harus di rancang. "


" Kamu salah Sayang, Papa pernah bilang bahwa Jangan pernah menyesali masa lalu, Tapi jadikan masa lalu sebagai pedoman agar tidak lagi terjebak masa lalu. Mungkin itu dari Mama Vio. " Lila semakin dalam memeluk suami nya.


Kini mereka duduk di kursi santai yang menghadap ke pantai langsung.


" Kak, Mama Vio itu wanita yang baik ya ? Kayak nya Papa sayang banget ya. " Brian tersenyum kala mendapatkan pertanyaan dari istrinya .


" Mama itu orang baik sayang. Papa memang sangat mencintai Mama. Bahkan dulu saat kakak terpuruk, Mama Vio hadir dengan sejuta kasih sayang nya. Dalam garis besar nya Mama Vio lah yang mengisi kekosongan itu. Walau dia tau dan sadar, Bahwa dia tidak bisa menghapus semua tentang Mama Calt. " Lila pun menyimak.


Dia benar benar merasakan itu semua walau hanya sesaat.


" Iya sih. Tulus banget. "


" Eh, Mantai yukk..." Ajak Lila.


Kini dia sudah bangkit dari pangkuan suami nya dan kini berlari ke pantai.


" Sayang, Jangan berlari...Kamu hamil Lila,. " Brian juga ikut berlari mengejar istri nya.


Lila tampak sangat bahagia, Berlari dengan tanpa alas kaki.


Brugh...


" Auuhhh..."


" Daniella...." Brian menjerit saat Lila jatuh di pasir.


" Sayang, Daniella ? Are you okey ?" Tanya Brian panik saat melihat istri nya terjatuh di tepian pasir pantai .


Lila hanya mendongak melihat Brian, Selanjut nya dia tertawa bahagia.


" Hihihi...Gak luka kok. Seneng deh bisa main gini. "


" Aaahhh...Kakak...sakit..." Rengek manja Lila saat hidung mancung nya di cubit Brian dengan gemas.


" Aku khawatir setengah mati dan kamu tertawa ? Plis Lila, It's not April mop. "


" Sorry..." Cengir nya tanpa dosa.


Brian hanya bisa menghela nafas nya saja saat melihat jawaban serta reaksi sang istri.


Tapi dia bisa bernafas dengan tenang saat tidak melihat luka atau cidera apapun di tubuh istri nakal nya.

__ADS_1


" Tolong, Lain kali lebih hati hati lagi. Jika sampai kalian terluka...."


" Huh ! sudah lah. Jangan di lanjutkan. " Sambung Brian dengan nafas yang mulai di atur nya.



" Iya suami Ku...Oppa Oppa Korea. " Jawab Lila antusias.


Deg !


Jantung Brian seakan di remmas dengan kuat kala Lila mengatakan Dia Oppa.


Dia kembali teringat seseorang yang memanggil nya demikian.


Tapi bukan sebuah rasa kagum dan cinta lagi.


Melainkan sebuah rasa penyesalan yang amat terlalu dalam karena telah menyakiti hati istri nya yang selembut sutra itu.


Di tatap nya dalam dalam wajah sang istri nya dengan tatapan sulit di artikan.


" Kak, Kenapa ?" Tanya Lila saat melihat reaksi suami nya yang tiba tiba saja diam.


" Nothing..." Jawab Brian tersenyum disana.


Lalu di peluk nya tubuh sang istri dan di bawa nya ke dalam dekapan hangat seorang Brian Dominique Jade.


" Do you thing ? Dulu sekali aku juga pernah ke pantai bersama Mama Vio dan Papa. "


" Tidak seseru saat ini. Karena, Disini aku bersama wanita yang kini mengandung buah hati ku, Calon anak kita. " Mengusap perut yang mulai terlihat bentuk nya disana.


" Kau tau sayang ? Suatu saat nanti, aku ingin membawa anak ku traveling keliling Dunia bersama kita, Aku kamu dan dia. " Lila menikmati setiap usapan dan sentuhan yang di lalukan suami nya di atas permukaan perut nya yang mulai membuncit


Menikmati semilir angin pantai di sore hari, Mereka sedang menikmati kebersamaan mereka berdua.


Tanpa pengawal dan orang orang terdekat mereka.


Kali ini benar benar Real Me time nya mereka berdua.


" Terima kasih telah hadir untuk ku Daniella. " Ucap Brian dengan tenang.


Mata nya terpejam menikmati semilir angin serta hangat yang menerpa kulit wajah mulus nya yang sehalus dan semulus kulit bayi.


Bahkan kulit Lila pun kalah dengan kulit Putih salju Brian.


Lila mengusap rahang tegas nan mulus itu dengan rasa sayang nya.


Brian menikmati itu, Sentuhan tangan lembut yang membelai wajah nya, Bahkan bahu wanita cantik yang berstatus sebagai istri nya itu sangat nyaman untuk nya.


Lila adalah istri yang sangat ideal dan proporsional menurut nya.


The Real standart kecantikan untuk seorang istri Brian.


Tubuh tinggi, langsing dan lekukan indah yang pas menonjol pada tempat nya.


Tubuh Lila adalah Tubuh seorang model model dengan tinggi 178 cm bersanding baik dengan Brian yang memiliki tinggi 180 cm.


Mereka benar benar sangat serasi. Pasangan Yang jika anak jaman sekarang menyebut nya adalah Couple Goals !.

__ADS_1


" Kakak bahagia ?" Pertanyaan apa itu ?


Kenapa dari pertanyaan nya seakan Lila tidak merasakan apapun yang di rasakan nya ,?


" Apa tidak bisa merasakan nya ? Cintaku ? Dan setiap getaran di dada ku ?" Brian membalikan tubuh Lila dan membawa tangan halus itu ke dada nya.


" Bisa merasakan nya ?" Tanya Brian lagi saat tangan lentik itu sudah menempel sempurna di dada bidang nya.


" Aku tidak akan menjawab nya, Tapi tolong pejam kan mata mu dan rasakan dengan sendiri nya. " Lila mengikuti apa yang di katakan suami nya.


Dia benar benar melakukan nya.


Brian masih mengamati wajah sang istri yang kini masih mencoba menyelami isi hati dan getaran di dada nya.


Tanpa di sadari nya, sudut mata Lila mengalir air kesakitan bahagia disana.


Lila menangis saat benar benar merasakan hati dan jantung Brian benar benar untuk nya.


Di usap Brian ujung mata yang mengeluarkan air Cristal bening yang membuat hati nya juga ikut merasakan sakit nya.


" Daniella, Kau merasakan nya sayang ?" Lila mengangguk dengan mata yang masih terpejam.


Bisakah dia terus merasakan hal ini ? Rasa nya bahagia sekali bisa dan benar benar merasakan hak ini ? Hingga untuk membuka mata nya lun dia takut bahwa ini hanya mimpi saja.


Dan Lila tidak ingin bahwa apa yang di rasakan nya saat ini adalah mimpi.


" Sayang, Buka mata mu dan lihat aku..." Lila menggeleng karena dia benar benar takut jika ini memang mimpi.


" Percaya pada ku dan buka mata kamu. " Lila perlahan lahan membuka mata nya saat di rasakan nya tangan Brian juga menimpa tangan nya yang masih berada di dada bidang penuh kehangatan disana.


" Aku tidak akan bertanya apa pun lagi. Karena kamu sendiri sudah mendapatkan jawaban nya bukan ?" Lila mengangguk menatap mata bening milik suami nya.


" Maka mulai saat ini terus lah percaya pads ku Berdiri di sisi ku, Berjalan bersama ku, maka tugas ku hanya satu. "


" Aku akan membahagia kan mu di setiap waktu !"


" Kak..."


" Sssttt....Plis jangan menangis...." Brian meletakan jari telunjuk nya di bibir indah milik Lila dan berlalu menghapus air mata nya.


" Mulai saat ini, Terus lah percaya pada ku. Karena aku benar benar mencintai mu, Daniella, . "


" This is real ! Not Fake Lila. My Heart, My Life and My Breath, Semua berjalan karena mu !"


" Yes Lila, because I Love you, I Love your eyes, your Lips, your hair, And your heart ! Always Lila. " Lila semakin menangis kala mendapatkan kata kata yang begitu membuat nya merasa kagum serta tidak salah memilih jalan untuk bertahan di samping laki laki yang banyak menorehkan luka di hati nya.


Tanpa menunggu lagi, Lila menarik Tengkuk Brian dan mencium bibir suami nya.


Mereka berciuman di bawah sinar Sunset yang menemani Senja nya mereka di pantai indah ini.


" I Love You..." Bisik kedua nya bersamaan setelah menyelesaikan durasi ciuman penuh cinta mereka sore itu.



Selanjut nya mereka tertawa bersama saat tanpa sengaja mengatakan hak yang sama.


...❤️❤️❤️...

__ADS_1


__ADS_2