
Bergegas masuk Lila langsung mencari Mama Viona.
Ini sudah Urgent dan tidak bisa di tunda lagi. Mama Viona harus menjalani pengobatan nya. Harus !
Bagaimana pun cara nya Lila harus bisa meyakinkan Mama Viona.
" Darl, Kau pucat sekali ? Kita sudahi saja ya. Sudah semakin panas. " Gale yang melihat itu langsung membawa Viona istirahat.
Viona tersenyum disana. Betapa Gale sangat mencintai nya bukan ?
" Aku tidak Papa Dad, Hanya kelelahan saja. Cuaca nya panas sekali. " Jawab Viona.
" Tapi Darl, Wajah Mu--"
" Ma..." Lila memanggil Viona dengan nafas yang tersengal.
Gale dan Viona melihat itu semua. Bagaimana Menantu mereka dengan nafas yang tersengal.
" Ada apa ? Apa terjadi sesuatu ?" Tanya Gale meneliti.
Lila menggeleng dsn merasa iba melihat wajah cantik Viona yang kini memucat. Penyakit Itu sudah menggerogoti Tubuh Mama mertua nya itu.
" Tidak ada Pa. Aku hanya ingin bercerita pada Mama. Tentang ngidam nya kak Brian. Bagaimana cara menyikapi nya. " Lila tidak berbohong.
Dia juga bingung dengan ngidam ala Brian.
" Benar kah ? Kau tidak berbohong ?" Tanya Gale lagi.
" Dad, " Viona mencegah suami nya agar tidak berkata kasar pada menantu mereka.
" Yasudah. Aku masuk dulu ya. Segera susul aku. Aku mencintai mu. "
Cup
Gale mencium bibir Viona tanpa rasa malu sedikit pun di hadapan menantu nya.
Betapa sedih nya hati Viona melihat itu semua. Dan Lila ? Dia melihat gurat kesedihan disana.
" Aku juga mencintai mu Gale. " Gale tersenyum dan pergi meninggalkan Viona dan menantu nya disana.
" Ma..." Panggil Lila lagi.
Viona melihat itu langsung panik seketika.
" Ada apa Lila ? Kenapa kamu panik ?" Tanya Viona memperhatikan tingkah menantu nya.
__ADS_1
" Apa ini Ma ? Apa maksud nya ini ?" Tanya Lila membawa keluar Amplop putih berlogo rumah sakit keluarga suami nya.
Viona sudah panik, tapi berusaha tetap biasa saja.
Dengan tangan bergetar Viona membuka nya.
Tes...
Air mata itu jatuh seketika menantu nya mengetahui ini ? Kenapa bisa ? Padahal Dia sudah meminta pihak rumah sakit untuk menyembunyikan ini semua dari keluarga nya.
Terutama Gale suami nya. Tapi kenapa harus menantu nya tau ? Kenapa ?
" Ma, Kita berobat ya. Di Jerman banyak rumah sakit bagus Ma. Jika mamak tidak yakin disini. Ayo kita berobat. Kita usahakan untuk kesembuhan Mama. Papa sangat mencintai Mama. Lihat ? Betapa khawatir nya Papa melihat mama pucat begini. " Lila berusaha membujuk.
Viona terus meneteskan air mata nya sampai terasa hidung nya menghangat.
Tes.
" Mama...." Lila panik saat melihat hidung Viona berdarah lagi.
Lila tau separah apa sudah penyakit Mama nya. Buru buru Viona menyeka hidung nya dan Lila membantu membersihkan darah nya dengan sapu tangan milik nya.
" Ma, Kita berobat ya Ma, Kita cuci darah sampek Mama sehat, Kita berobat keluar Negeri atau obat herbal, Banyak obat Herbal alami di Negara kita Ma, Itu bisa kita lakukan. "
" Kamu tau Lila ? Mama sudah merasakan ini sejak 4 tahun belakangan ini. Mama juga udah sering Cuci darah. Saat Papa Mu keluar Negeri. Dia mengurus Gavio dan Lea Serta Brian dulu. "
" Tapi bagaimana bisa Ma ?" Tanya Lila penasaran.
" Ibu Mama Punya penyakit Ginjal juga. Tapi meninggal kerena Syok tertabrak mobil. "
" Mama sering melakukan cuci darah saat beralasan keluar bersama Orang Tua teman teman Brian. Kami mengurus dan memberikan santunan untuk anak kurang Mampu. Dan disana lah Mama curi curi waktu untuk bisa melakukan nya. "
" Jadi Emak tau ?" Viona mengangguk.
" Berjanjilah Lila. Sayangi Brian terus. Sejak kecil dia tidak pernah merasakan kasih sayang. Bertemu dengan ku dia mulai hidup kembali. Lalu setelah kami menikah dia memutuskan untuk sekolah Asrama. Dan tidak pernah kembali. Hanya kami yang mengunjungi nya. "
" Lalu bagaimana dengan Papa Ma ? Papa sangat mencintai Mama. " Viona menghapus sisa air mata nya di sudut mata indah nya.
" Inilah yang di namakan takdir Lila. Siapa pun orang nya, Bahkan sekuat apa pun cinta kami, Kami tidak akan bisa melawan takdir. Bila Takdir sudah berkata, Kami mau apa ? Setiap makhluk yang bernyawa pasti akan kembali pada nya. " Ucap Viona dengan sendu.
Dia tersenyum melihat Lila di samping nya. Setidak nya dia ada teman untuk bercerita.
" Mau kah membantu ku untuk menjaga mereka semua ? Brian, Lea,Gav dan Papa mu ? Mereka adalah sumber kebahagiaan ku, Mereka orang orang yang ku cintai. Hidup ku yang bahagia ini berawal dari Papa mu, Dia menjadikan ku ratu nya dengan penuh cinta, Nanti jika saat itu tiba, Tolong buka laci di samping meja rias Ku di Ruang ganti. Aku banyak menyimpan surat disana, Sebelum 40 hari kepergian ku nanti, Tolong Jangan pergi dari rumah ini, Atau tolong tinggal disini saja ya. Rumah ini akan di penuhi canda tawa cucu cucu nanti. " Viona mengelus dengan lembut perut Lila.
" Ma, Jangan pesimis begitu, Ayo kita berobat. Aku akan mengajak Mama keluar dari sini. Kita berobat, Alasan Me time bersama tanpa ingin di ikuti Papa atau penjaga. Kita rencanakan semua nya ya..." Viona menggeleng.
__ADS_1
" Tidak semudah itu sayang, Papa mu itu sangat posesif, Jika aku keluar dari sini, Sudah bisa di pastikan 4 mobil akan mengikuti kita. Aku jamin itu. "
" Tapi Ma..."
" Lila tolong, Tinggal lah disini, Aku ingin rumah ini selalu ramai. Aku ingin kalian semua tinggal disini menemani Suami ku, Dia akan kesepian kalau rumah ini sunyi. Kalian tau ? Setiap kali kami selesai bercinta, Dia selalu mengatakan cinta nya pada ku. Hidup ku adalah sumber kebahagiaan nya. Aku ingin jika nanti aku tidak ada, Tolong beri semangat untuk suami ku...Tolong Lila...Kau dan Lea, Aku sudah yakin dengan Aries pacar nya Lea, Tapi tolong, Bantu Gav mendapat kan wanita baik baik seperti mu. Agar doa tau bagaimana cara nya hidup. Aku mohon bantu aku untuk bisa terus melihat suami ku tersenyum. " Terang Viona disana.
Air mata Lila tak tertahan kan lagi, Dia menangis sendu disana. Betapa besar cinta dan pengorbanan Mama mertua nya ini. Dia harus Apa ? Baru saja mereka memulai hidup baru dengan tinggal dirumah Mereka, Tapi ini ?
Dia tidak bisa mengabaikan begitu saja kesehatan Mama mertua nya.
" Baik, Lila akan bawakan obat Mama kesini. Tolong jangan menolak, Ini semua demi Mama. " Viona mengangguk disana.
" Lila pulang dulu Ma. Mau masak untuk Kakak nanti. Tolong Ma, Tetap semangat untuk kami semua. Kami menyayangi Mama. "
" Mama tau itu Lila. Bahagia selalu dengan kehamilan kamu. Oh iya, Tolong bujuk Lea untuk segera menikah dengan Aries. Mama ingin melihat dan menjadi pengiring pengantin untuk nya nanti. Tolong...Dan jika suatu saat Mama tidak bisa melihat Gav di Altar, Tolong kau dan Lea dampingi Dia. Gav anak yang baik. Hanya saja dia salah jalan dan sekarang dia sudah berubah. Bantu Dia mencari pasangan nya Lila..."
" Mama percaya pada mu..." Air Mata Lila tak terelakan lagi.
Dia semakin menangis disana.
" Darl, Kenapa lama sekali ?" Mereka panik saat melihat Pria yang masih gagah dan tampan di usia Tua nya.
" Hey, Kenapa menangis Darl ? Apa ada yang sakit ? Kau pucat, Kita kerumah sakit ya ?" Gale sudah panik disana melihat keadaan istri nya.
" Aku hanya Lelah Dad, Lila bercerita tentang Kehamilan nya, Dan dia bilang ingin tinggal disini bersama kita agar kita bisa melihat cucu cucu kita berlarian disini benarkan Lila ?" Tanya Viona ingin mencari pembelaan.
" Benar Pa. "
" Kau tidak bohong ?" Tanya Gale menyelidik
" Apa aku terlihat seperti berbohong ? Apa aku pernah berbohong ?" Tanya Viona lagi.
Entah lah, Gale merasa ads yang aneh disini. Akhir akhir ini istri nya sering pucat, dan lemas. Bahkan setelah bercinta dengan nya Viona langsung tidur. Bahkan tidak terusik sedikit pun sampai pagi dan itu hal tidak biasa bagi nya.
" Dad, Gendong. Aku lelah, Kaki ku lemas terlalu lama main Golf, Dan kau menggempur ku tadi malam. " Viona berusaha mengalihkan perhatian suami nya.
" Ah...iya ayo. "
" Lila, Kami pamit ya nak. Salam untuk Brian. Jaga kesehatan kamu dan Baby. " Lila tersenyum hari disana.
Betapa besar nya cinta Papa mertua nya itu untuk Mama Viona mereka.
Sejenak hati Lila merasakan kesakitan itu, Belum di tinggal Viona saja dia sudah sesedih ini, Lalu apa kabar mereka semua nanti ?
...ðŸ˜ðŸ˜ðŸ˜...
__ADS_1