
Hari ini Brian sedang melakukan meeting dan kunjungan di salah satu proyek pembangunan Apartement baru Mereka yang berada di kawasan pusat ibu Kota.
Ya, Brian di temani Jaka hari ini, Karena Angga sedang melakukan ibadan Umroh nya bersama keluarga dan Dimas berada di kantor untuk menghandle segala nya selama Brian dan Jaka pergi keluar.
Mereka sudah tiba di tempat, Brian dan Jaka sudah turun dan masuk ke dalam lokasi proyek besar itu dengan di sambut oleh kepala mandor dan proyek.
Mereka menjalani segala kunjungan dengan sesuatu nya yang berjalan lancar.
" Kita makan siang dulu. " Ucap Brian pada Jaka.
Sebelum itu dia menghubungi Lila lebih dulu.
" Sayang, Aku lagi di luar. Kamu selesai kelas jam berapa ? Aku dan Jaka makan di luar saja. Tidak perlu ke kantor untuk mengantar makan siang ku ya. " Brian mengirim pesan nya.
Karena Menghubungi Lila yang masih ada kelas tidak akan mungkin.
Lila tidak membalas nya karena memang masih ada kelas dan Brian memaklumi nya.
" Ka, Aku ke toilet dulu. Pesan saja. Kau tau aku. "
" Sip Bos. " Jawab Jaka disana.
Brian pergi ke toilet dan saat dia kembali, Disana dia melihat wanita yang masih berada di hati nya.
" Aliya..." Lirih Brian saat melihat wanita itu.
Entah apa yang merasuki nya yabg pasti Brian ingin mengetahui keadaan wanita itu.
Pasca tertembak di pernikahan nya waktu itu bersama Lila.
" Al..." Panggil Brian.
Deg !
Jantung Aliya berdegup kencang. Suara itu, Suara yang ingin di jauhi nya.
Sumpah demi itu, Aliya tidak ingin menemui pria itu.
Aliya bersiap meninggalkan tempat itu. Karena dia memang sedang menemani Kenz yang sedang meeting di ruangan VVIP di dalam sana.
" Al, Plis. Kita harus bicara. " Air mata Aliya siap jatuh namun dia bertahan disana.
" Lepas..." Ucap Aliya lirih.
" Al, Ku mohon kita harus bicara sekarang. Plis. " Ucap Brian lagi.
" Apa yang harus di bicarakan lagi ? Apa ?" Tanya Aliya bergetar.
Brian melihat itu, Dia merasa bersalah disini.
" Al, Maaf kan aku. Maafkan aku Al. "
" Untuk apa ?" Tanya Aliya.
" Untuk semua rasa sakit mu." Jawab Brian.
" Rasa sakit yang mana ? Ini tidak benar. Ini salah. Kau sudah beristri. Tidak seharus nya kau menemui ku. Kita bukan siapa siapa. Anggap kita tidak saling mengenal. !" Brian menatap Aliya disana.
__ADS_1
" Ku, Mohon. Apapun itu, Kita tidak saling mengenal saja. Karena itu lebih baik. Jaga perasaan istri mu. Dia wanita baik dan ceria. Cinta nya lebih besar dari yang kau kira. " Jelas Aliya lagi.
" But, I Love You Al. " Aliya menegang kaku disana.
Ternyata perasaan nya selama ini bersambut, Tapi sudah terlambat bukan ?
" Ini salah ! Ini salah Brian. You Merried!! " Tegas Aliya.
" I Know it ! Maka aku ingin mengatakan pada mu. Bantu aku menyudahi semua perasaan ini. Walau aku tau mungkin kau juga memiliki perasaan yang sama. Aku ingin kau mengetahui nya bahwa aku mencintai mu. Maka aku juga ingin kau tau bahwa aku tidak bisa meninggalkan Lila. !" Ujar Brian penuh rasa sesal di hati nya.
" Pergi Brian. Pulang lah pada istri mu ! Dia lebih berhak atas diri mu. Dia wanita dengan segala rasa cinta nya pada mu. " Aliya bersiap meninggalkan Brian disana dan kembali di tahan Brian.
Grep...
Brian memeluk Aliya, Dia memeluk wanita itu dengan penuh kasih sayang. Entah mengapa hati nya merasa aneh disini.
Dia merasakan rasa itu semakin besar. Besar dan semakin besar disini.
" Aku mencintai mu Aliya ! I Love You. !" Ucap Brian lagi.
" Pergi ! Jangan pernah menampakan diri mu lagi. Aku tidak ingin mengenal mu dengan segala sesuatu nya. Aku tidak ingin Lila tersakiti disini. Dia wanita baik. Pergi dari sini. !" Tegas Aliya menahan rasa sakit di hati nya.
" Aku mencintai mu Aliya..."
" Cinta mu salah ! Kau tau kenapa aku pergi ? Aku tidak ingin menyakiti hati Lila. Dan kau dengan tega menyakiti hati nya. Aku tidak ingin jadi orang jahat, disini. Maka sudahi ini semua. Sudahi semua kegilaan mu !"
" Tapi aku selalu memikirkan mu Al..."
Brugh...
Apa yang di dengar nya tadi ? Suami adik nya mencintai wanita lain ? Apa itu ? Dia tidak buta dan tidak tuli.
Bahkan dia dengar beberapa kali pria itu mengatakan cinta pada wanita di depan nya.
" Ello ?" Jantung Brian berdegup kencang disana.
Tapi dia tidak menyesal ! Dia sudah mengungkap kan segala nya dan dia sedikit lega disana.
" Al..." Kenz memeluk Aliya yang hampir terjatuh karena dorongan Ello tadi yang menarik Brian.
Ello siap melayangkan pukulan nya lagi namun Dengan sigap Brian menahan nya .
Ello bukan lah tandingan nya. Ello tidak ada apa apa nya bagi Brian.
Jika dia mau, Dia bisa memukul dan membalas apa yang di lakukan Ello pada nya dan bisa saja Ello lebih parah dari ini.
Brian yakin itu.
" Bajingan kau Brian ! Kau menikahi adik ku dan kau mencintai wanita lain. Dan kau !" Tunjuk Ello pada Aliya disana.
Dia mengacungkan jari telunjuk nya pada Aliya.
" Kau wanita murahan !" Ucap Ello berapi api.
" Ello ! Jaga bicara mu !" Bentak Kenz disana.
" Uncle membela wanita itu ?" Aliya sudah menangis disana.
__ADS_1
" Aliya Tunangan Uncle El, Aliya calon istri Uncle. !"
Deg !
Baik Aliya mau pun Brian mereka sama sama terkejut dengan ucapan Kenz tadi.
" Uncle ?" Lirih Ello.
" Al. " Lirih Brian.
" Ayo Al, Kita pergi. " Aliya di bawa Kenz dari sana.
Sementara Ello dan Brian masih saling memaki dan lebih tepat nya Ello.
" Ya ! Aku mencintai Aliya ! Aku tidak bisa menghapus nama nya dari hati ku. Aku tau aku yang bersalah disini ! Aku telah menyakiti hati Adik mu. tapi aku juga tidak bisa menyangkal nya. !"
" Bajingan..."
" Ello !!!!" Teriak Lila disana.
Deg !
Jantung Brian seakan mau copot dari tempat nya.
" Lila, " Lirih Brian dan Ello bersamaan.
Dengan cepat Ello menarik tangan Lila dan membawa pergi. Namun di tahan Brian.
" Ayo kita pulang. " Ajak Ello.
" Kak, El..." Panggil Lila disana.
" Lila ! Kita pulang. Aku tidak ingin kau hidup dengan pria bajingan seperti nya. !" Brian Hanya diam saja.
" Aku bajingan tapi aku tidak pernah bermain dan tidur dengan wanita lain !" Balas Brian.
" Perasaan ku terhadap Lila itu tulus. Begitu juga dengan Aliya. Tapi aku tidak berniat memiliki kedua nya. Aku telah memilih Lila. !" Tegas Brian.
" Ck, Kau menjijikan !" Umpat Ello kesal.
" Lila, Baby.. "
" Baby ? Setelah semua rasa sakit yang kau berikan pada adik ku kau masih bisa memanggil nya baby ?"
" Pulang Lila...!" Tegas Ello sekali lagi.
" Kak, Aku .." Air mata Lila sudah berjatuhan disana.
" Pulang Daniella !!!" Bentak Ello.
Akhir nya Lila pasrah ikut dengan Ello, karena dia juga sakit hati dengan semua yang di dengar nya tadi.
Brian pun tidak berani mengejar nya karena hati nya masih gamang saat ini.
" Kak..." Lirih Lila lagi sebelum Ello membawa nya pergi.
...❤️❤️❤️ ...
__ADS_1