
" Kak, Ih kenapa pake acara tutup mata segala sih ? Kita mau kemana ?" Tanya Lila yang berada di dalam gendongan Brian dengan mata tertutup kain.
" This is for you baby..." Hati Lila menghangat disana.
" I Love You ..." Ucap Lila dalam gendongan Brian.
" Me Too..."
Cup
Brian mencium bibir Lila sekilas dan membuat nya tersenyum.
" Ih, Nakal banget ihh..." Lila pun malu.
Jika dia yang bersikap agresif pada Brian, Dia biasa saja. Tapi jika Brian yang memulai nya dia malu sendiri.
" Kak ? Pesawat ? Kita mau kemana ?" Tanya Lila saat sudah didudukan Brian di kursi penumpang pesawat pribadi milik Papa BerUang.
" Kok di buka ?" Tanya Brian saat Lila membuka penutup mata nya.
" Kesel ih, Cuma mau pergi honeymoon aja pake tutup mata segala. Gimana nanti kalau aku Naked ? Awas loh kak, Jangan pingsan pas malem pertama kita. "
Blush...
Wajah Brian merah padam. Dia merasa malu sendiri saat Lila berkata begitu Vulgar nya.
Apa Lila siap ? Jika siap ayo kita lakukan pikir nya.
" Jangan ngayal kamu ! Mau apa ? Mikir pake bikini di Pantai ? No !" Jawab Brian dengan tegas.
" Naked di depan kakak boleh dong ya ? Boleh kan ?" Lila kembali menggoda Brian dengan menaik turun alis nya disana.
" Lihat, Pemanasan aja udah ganas gini. Gimana kalau udah tempur nanti ?" Lila sengaja membuka kancing kemeja yang di pakai nya dan memperlihatkan Bagian dada nya yang di hisap oleh Brian menjadi bekas merah keunguan di kulit putih mulus nya.
" Lila,. " Brian malu sendiri melihat dan mengingat kelakuan nya.
Bahkan tadi malam setelah mandi, Saat mau tidur, Untuk pertama kali nya Brian merasakan kenyal nya Dada Wanita dan sensasi yang menggelora di dalam diri nya saat bibir nya dengan berani dan nakal menghisap dada perawan milik Lila.
Rasa nya brrrrr.....
" Tenang kak, Nanti aku pegang deh dia ya...Kemarin gede juga kok, Pengen lihat dehh..."
" Lila...Sudah..." Bahkan kini kuping nya juga ikut memerah karena Ulah Lila.
" Oke Oke, Aku diem. " Lila menggelayuti Brian dengan manja.
Bahkan kini dengan tak tau malu nya dia naik dan duduk di pangkuan Brian...
" Aku ngantuk kak, Aku tidur ya..."
" Tidur lah. " Brian mengelus punggung istri nya yang berbalut kemeja putih kesukaan nya itu.
__ADS_1
Lila adalah wanita sederhana, Dia bahkan tidak tau barang mewah itu seperti apa.
Memakai Tas puluhan juta ? Dia tidak pernah. Tas kerja yang di bawa nya sehari hari hanya berkisar 200 ribuan, Merk Miniso.
Brian bersyukur Lila adalah orang yang di nikahi nya.
Lama mereka terbang, Akhir nya mereka sampai di Negara tujuan mereka Paris.
Swiss adalah Negara Tujuan Lila.
Lama di Jerman dia bahkan tidak pernah sekali pun menginjakan kaki nya di Swiss yang bahkan dekat dengan Jerman yang hanya memakan waktu paling lama 1 jam di pesawat.
" Kak, Kita ke Swiss ? Mana ada Pantai di Swiss kak, Jauh loh. Kita mau kemana ?" Tanya Lila lagi.
" Kita ke Guarda ! Disana indah. Sejuk dan jauh dari polusi. " Jelas Brian.
" Cantik gak kak ? Kalau gak aku gak mau ya. " Ucap Lila cemberut
" Kamu pasti suka. "
Cukup lama dari Kota ke Desa yang di kelilingi 72 air terjun akhir nya mereka sampai di Kota Indah itu.
Lauterbuernen Kota Indah sejuta pesona.
" Kak, Ini indah banget. Aku suka..." Ucap Lila penuh dengan kebahagiaan.
" Kita makan dulu ya. " Brian mengajak Lila menikmati makanan di sebuah Restoran dengan View menyejukan mata dan pikiran.
" Dingin kak, Aku gak bawa mantel. " Keluh Lila.
" Sini, " Brian membawa Lila ke dalam pelukan nya dan memberi kehangatan.
Selesai makan dan menikmati indah nya Desa itu, Mereka kembali menuju Villa yang akan mereka tempati selama seminggu disini.
" Kak, Capek..."
" Iya, Mandi dulu. Baru kita istirahat. Kamu lelah. " Lila mengangguk dan mandi berendam dengan air hangat .
Disana dia begitu menikmati hari nya bersama Brian.
" Kak, Sini mandi bareng. " Teriak Lila dari kamar mandi.
" Iya. Sebentar..." Jawab Brian setelah memberi kabar kepada orang tua mereka berdua.
Mama Calt,Mama Vio, Dan Mommy Sunset.
" Kenapa ?" Tanya Brian yang terkejut melihat Lila Naked di dalam Bathup.
Bahkan sebagian dada atas nya tidak tertutup busa.
__ADS_1
" Sini kak, Kayak nya muat sih, Walau gak segede Di Rumah Tinggi kita. " Entah mengapa setiap ingat Apartement Lila sedikit kesal.
Pasal Nya Brian belum mengajak nya pindah kerumah Biasa.
" Iya, Nanti pulang dari sini kita pindah. " Brian ikut masuk ke dalam Bathup.
Lila berbalik arah kini menatap Brian.
" Kak, Aku mau tanya sesuatu. " Tanya Lila ingin memastikan.
Brian menatap aneh disana. Tapi dia harus siap bukan ?
" Kakak masih cinta sama kak Aliya ?" Pertanyaan Lila menghantam Brian.
Apa yang harus di jawab nya ? Dia bingung harus jawab apa.
Di tatap nya Lila di depan nya.
" Apa jika aku berkata aku masih menyimpan nama nya, Walau tidak sebesar dulu apa kamu bisa mengerti ?"
Lila menatap suami nya.
" Gak masalah ! Aku bisa nunggu, Mommy ku dan Mama Vio aja kuat, Masak aku gak sih ?" Jawaban Lila menghantam Brian semakin kuat.
Hati nya perih melihat ketegaran Lila. Sejahat itu kah dia ?
" Kak, Aku gak maksud--"
" Aku mengerti, Maaf kan aku yang tidak bisa mencegah nya masuk ke dalam hati ku. Maafkan aku yang telah menyakiti mu dan dia. Maafkan aku..." Brian memeluk Lila.
Dia merasa menyesal dengan semua yang terjadi. Dia tidak bisa mencegah semua ini terjadi di antara mereka bertiga.
" Kak, Aku akan lebih sakit jika kakak gak jujur sama aku. Aku seneng kakak bisa jujur sama aku, walau aku tau semua itu sakit. "
" Bohong jika bilang aku gak sakit hati kak, Nyata nya aku sakit, Sakit banget kak, Tapi aku meyakinkan diri aku untuk bertahan Aku yakin sama cinta aku buat kakak. Aku yakin rasa cinta aku ke kakak lebih besar jadi rasa cinta kak Aliya ke kakak. "
" Kenapa aku mutuskan untuk bertahan ? Karena orang tua kita kak. Lagian status kita udah nikah, Lain hal jika tadi kita masih pacaran atau belum menjalin hubungan resmi, Mungkin aku bisa melepas kakak, Itu pun jika aku sanggup. Kakak tau ? Bisa di bilang kakak cinta pertama aku dalam berhubungan Tentang komitmen. Maaf karena waktu itu Kak Axel udah Ci--"
" Sttt...Jangan katakan itu, Aku kesal mengingat nya. " Brian menghentikan ucapan Lila.
" Mulai sekarang, Hanya aku yang boleh memiliki mu, Mencintai mu, Menyentuh mu dan berhak atas diri mu. Mengerti ?" Tegas Brian .
" Kalau begitu, Bisa aku mendapatkan apa yang kakak ingin kan dari aku ? Aku juga ingin mendapatkan semua itu, Semua seperti yang kakak ingin kan dari aku. " Balas Lila.
Brian hanya mengangguk disana.
" Masuk lah ke jati ku yang paling dalam. Cari nama itu, Dan keluarkan dari sana. Aku mengijinkan mu melakukan nya. Bawa nama itu keluar dari hati ku dan isi hati ku sepenuh nya dengan nama mu. "
" Daniella Thominshon Jade. " Ucap Brian dengan tegas.
" Aku akan bawa nama itu keluar dari hati kakak. Aku janji. " Jawab Lila sambil menunjuk Dada Brian.
__ADS_1
...❤️❤️❤️...
Jangan lupa Follow ige @amelia_falisha1511 ❤️