Terjebak Gairah Dua Mafia

Terjebak Gairah Dua Mafia
11. Alexander Laurance


__ADS_3

Dia laki-laki playboy, kebalikan dari Felix yang dingin pada wanita. Dia justru sering menyewa wanita-wanita untuk bersenang-senang. Namun begitu, dia juga belum menemukan cinta sejati pada seorang wanita.


Tapi dia menikmati dari sikapnya yang sering gonta ganti wanita sebagai hiburannya. Dia akan selalu mengawasi dan menyelidiki Felix, sang musuh bebuyutan jika dia mendapatkan seorang model untuk di sewa. Maka dia akan dengan cepat untuk menyabotase wanita yang di sewa oleh Felix.


Satu laki-laki mengetuk pintu kamar Alex yabg sedang bersenang-senang dengan seorang wanita sewaan.


Tok tok tok


"Bukakan pintu." perintah Alex pada wanita sewaannya.


Wanita itu tersenyum dan melangkah menuju pintu, dia membukanya. Tampak asisten Alex, Jhon melangkah masuk membawa berkas di tangannya.


Alex yang bertelanjang dada, memegang gelas berisi anggur merah dan menenggaknya. Dia melirik Jhon mendekat padanya.


"Ada apa Jhon?" tanya Alex pada asistennya itu.


"Pelelangan pabrik di Amerika segera rampung tuan. Tiga hari lagi di lakukan, semua sudah di umumkan." kata Jhon.


"Hemm, bagus. Kamu bekerja dengan baik." kata Alex.


"Tapi, kenapa anda ingin melelangnya tuan?" tanya Jhon lagi.


"Aku bosan dengan pabrik itu, selalu saja rugi. Kalah saing dengan perusahaan dari China itu, mereka memasok baja dan besi ke negara berkembang. Jadi kita hanya mengekspor ke negara miskin, apa untungnya." kata Alex lagi.


"Apa kita harus mencari investor lain saja tuan? Jangan di lelang lagi." kata Jhon memberi saran.


"Tidak, aku tetap akan melelangnya. Kurasa untungnya lebih besar di lelang di banding mencari investor." kata Alex menenggak lagi anggurnya.


Wanita sewaan menempel di tubuh Alex, dia memijat-mijat bagian dada Alex. Membuat laki-laki itu bergairah.


"Keluarlah Jhon, aku ingin menikmati wanitaku ini." kata Alex.


Jhon menunduk tanda hormat. Dia lalu berbalik dan pergi meninggalkan Alex yang sedang terbuai oleh sentuhan wanita sewaannya itu. Jhon menghela nafas panjang, dia tidak setuju dengan lelang pabrik baja di Amerika itu. Tapi bosnya tetap saja mau melelangnya.


Jhon duduk di kursi memperhatikan laptopnya, melihat emai yang masuk dan membacanya. Ada juga laporan dari anak buahnya kalau senjata yang dia kirim itu salah sasaran di tempat gerilyawan.

__ADS_1


Satu anak buah yang dia utus di markas gerilyawan di wilayah konflik mendapat kabar kalau ada seorang relawan kamp pengungsian ada yang hilang. Dan ada yang melihat relawan itu di bawa pergi oleh Felix yang saat itu sedang berada di sana.


Dahi Jhon mengerut, apakah penting berita itu? Tapi dia pun membaca terus email laporan, tapi tunggu. Itu mengenai Felix?


"Tuan Felix membawa seorang relawan di kamp pengungsian? Untuk apa?" gumam Jhon.


Pikirannya berputar, lalu tersenyum. Dia menggeleng kepala karena menurutnya sangat Lucu seorang Felix membawa relawan dari kamp pengungsian.


"Mungkin budak dari sana, dia jadikan budak juga. Hahah, rendah sekali selera tuan Felix itu." ucap Jhon.


Asisten dan bos sama saja selalu meremehkan Felix. Dan asisten dengan asisten berseterunya, Jhon pernah berseteru dengan Freid asisten Felix masalah persenjataan. Namun, kemudian Freidlah yang memenangkan masalah senjata itu.


_


Alex mendengar kabar dari Jhon kalau Felix membawa seorang relawan dari kamp pengungsian. Dan dia pun tertawa terbahak, karena selera Felix berubah. Biasanya dia bersaing mencari model cantik dan terkenal, dan selalu di menangkan oleh Alex.


"Hahah! Dia terlalu rendah seleranya ya." kata Alex.


"Ya, mungkin hanya di jadikan budak saja tuan." ucap Jhon.


"Hemm, meski cuma budak. Dia terlalu naif memilih budak dari kamp pengungsian. Setidaknya wanitanya itu seorang pramugari yang cantik-cantik, tapi kenapa dia mengambil dari kamp pengungsian? Hahah! Lucu sekali." kata Alex lagi.


"Kamu sudah siapkan pasanganku?" tanya Alex.


"Ya, saya sudah memesan model dari Spanyol untuk menemani anda. Model ini terkenal di saja, dan sangat cantik. Dia mendaftar ajang miss universe dan sebagai kandidat pesertanya tuan." kata Jhon lagi.


"Bagus, tapi dia juga bisa aku gunakan kan?" tanya Alex.


"Tentu saja, saya membayar dia mahal sekali tuan Alex." kata Jhon.


"Baguslah, siapkan semua fasilitas untuknya ketika dia sudah berada di sini." kata Alex lagi.


"Sudah saya siapkan tuan." kata Jhon lagi.


"Oh ya Jhon, mengenai Felix. Apa dia ikut pelelalngan pabrik itu? Kamu harus mencatat siapa saja yang ikut pelelangan pabrik itu." kata Alex.

__ADS_1


"Ya tuan, dan tuan Felix sepertinya mengikuti pelalangan pabrik tersebut." kata Jhon.


"Bagus, aku ingin tahu dia mau menawar berapa juta dollar dalam pelelangan itu." kata Alex tersenyum miring.


"Saya rasa tuan Felix akan menawar lebih besar tuan. Karena dia tidak akan kalah dari kita." kata Jhon lagi.


"Keruk saja kekayaannya itu, naikkan harga lelang ketika dia menawarnya." ucap Alex.


"Baik tuan." ucap Jhon.


Alex menatap ke depan, baginya Felix adalah musuh bebuyutan yang harus di jatuhkan di depan semua orang. Memang dia mengakui jika masalah bisnis, Felix sangat handal. Tapi dia tidak bisa mengalahkan bisnis bawah tanahnya.


Kali ini dia akan melelang pabrik baja di Amerika, dan akan membuat sebuah markas besar di Meksiko untuk bisnis perdagangan manuisa yang sangat menguntungkan. Dia akan menyalurkan wanita-wanita yang dia beli dari para mafia lain dan akan di jadikan pelacur di kasino-kasino.


Felix hanya memilik kasino di Makau dan Italia serta di negara bagian timur tengah. Dan di timur tengah sepertinya tersembunyi, karena di sana ilegal.


"Aku akan selalu berniat mengalahkanmu Felix, apa pun itu. Dan kulihat kamu tidak pernah mempunyai wanita yang membuatmu jatuh cinta. Jika itu ada, maka aku akan merebutnya juga. Hahah!" kata Alex dengan tawanya.


Jhon hanya ikut tersenyum, dia menggeleng kepala saja dengan tingkah bosnya. Dia juga tidak terlalu tertarik jika masalah wanita yang selalu di perebutkan Alex dan Felix. Jhon hanya membantunya saja, jika memang Alex memintanya.


"Jhon, cari tahu siapa relawan yang di jadikan budak oleh Felix. Sepertinya dia tidak sembarangan membawa budak dari kamp pengungsian itu." kata Alex seperti penasaran kenapa Felix mau membawa budak dari sana.


"Apakah itu penting tuan?" tanya Jhon.


"Memang tidak penting, tapi sepertinya akan menarik jika bertemu dengannya dan mengolok-oloknya kalau seleranya rendah. Hahah!" kata Alex lagi.


"Baiklah, tapi itu sangat susah sekali tuan. Dan pasti membutuhkan waktu banyak, jadi anda harus bersabar." kata Jhon.


"Tidak masalah, dan aku ingin tahu siapa yang akan dia bawa nanti di acara pesta pangeran Gabriel itu." kata Alex lagi.


"Ya baik tuan." ucap Jhon.


Mereka kembali bekerja, menunggu laporan tentang proyek bawah tanahnya yang akan dia bangun di Meksiko tersebut.


_

__ADS_1


_


********************


__ADS_2