Terjebak Gairah Dua Mafia

Terjebak Gairah Dua Mafia
21. Di Bawa Ke Villa


__ADS_3

Di vila, di sebuah negara. Alex membawa Marinka pergi dari negaranya, Inggris. Dia sengaja menyembunyikan Marinkad dari pengintaian anak buah Felix. Yang tentu saja mencarinya.


Dia bukan hanya ingin mengalahkan Felix, tapi dia juga ingin memiliki gadis itu. Alex memperhatikan dan mengobrol singkat dengan Marinka, rasa tertariknya pada gadis itu semakin kuat.


Jadi, sebelum Felix menemukannya. Dia harus bisa membuat Marinka suka padanya, dan tidak bisa lepas darinya.


Saat ini Marinka berada di pesawat pribadi milik Alex, dia di temani dua pelayan perempuan yang akan menemaninya di villa nanti. Dia bingung kenapa dirinya di bawa naik pesawat oleh Alex.


"Emm, pelayan. Kenapa kita naik pesawat?" tanya Marinka.


"Kita mau ke villa nona." jawab pelayan berwajah tirus berambut pirang.


"Ke villa? Mau apa?" tanya Marinka heran.


"Untuk sementara ini nona di sana lebih dulu. Baru nanti kembali lagi ke Inggris." jawab pelayan sesuai arahan Alex menjawab seperti itu.


"Tapi kan, aku minta di antarkan ke negaraku saja. Atau ke kamp pengungsian di negara itu. Kenapa harus ke villa?" tanya Marinka semakin bingung.


"Ada ancaman pembunuhan nona." kata pelayan lagi.


"Siapa yang akan di bunuh? Aku?"


"Mungkin saja nona."


"Tapi kenapa? Aku salah apa sampai ada yang mengancamku akan di bunuh?"


"Saya tidak tahu nona, kata tuan Alex seperti itu." ucap pelayan lagi.


Marinka semakin bingung, siapa yang akan mengancamnya membunuhnya? Bukankah dia orang asing di negara itu, kenapa dia sampai ada yang mengancam. Dia bahkan warga yang hilang dari kamp pengungsian. Tidak membawa apa-apa, bahkan nyawanya saja tidak berharga. Lalu kenapa sampai ada yang mengancam di bunuh segala, pikir Marinka.


Tiba-tiba dia ingat Felix, laki-laki itu meski dingin. Tapi perlakuannya sangat manis, setiap malam selalu makan malam romantis. Alex? Dia pikir akan lebih baik dari Felix, tapi ternyata dia di bawa kabur.


Marinka semakin tidak mengerti dengan kehidupan orang-orang kaya di luar negeri. Sering sekali membuat dia terkejut dengan prilaku mereka.

__ADS_1


Dia pernah melihat Alex selalu membawa perempuan ke mansionnya dan masuk ke dalam kamarnya. Entah sedang apa mereka, tapi dia hanya diam saja.


Pesawat mendarat di landasan pribadi dekat dengan villa. Marinka diam saja, rasanya dia merasa menyesal kenapa harus kabur di pesta malam itu.


Tidak semuanya baik orang-orang seperti mereka, tapi orang bersikap dingin juga tidak selalu dingin. Dia ingat kembali Felix ketika akan menciumnya di pesta dansa. Namun, dia menolaknya.


Wajah merah padam Felix sangat jelas dia lihat, tapi tidak memaksanya untuk mencium lagi. Itu dia alami dua kali, di cium oleh Felix dan menolaknya. Tetapi Felix tidak pernah memaksanya, bahkan sikap dingin itu berubah ketika bicara dengannya.


"Felix." gumam Marinka.


Pelayan mengajak Marinka turun dari pesawat, dia ingin kabur lagi dari tempat itu. Tapi tidak tahu sekarang berada di mana. Akhirnya dia pun turun juga dari pesawat itu, melihat sekeliling tempat. Sepi dan hanya ada bangunan tidak mewah, tapi asri.


Ya, itu villa yang akan di tempati Marinka dengan kedua pelayan dan penjagaan ketat. Villa yang jauh dari keramaian itu, sangat sepi dan tenang. Ada pantai yang tak jauh dari bangunan villa.


Sejenak Marinka senang dengan suasana seperti itu. Laki-laki keluar dari pagar villa, dia tersenyum senang ketika Marinka datang dengan dua pelayan.


"Hahah! Kamu datang baby." kata laki-laki yang tak lain adalah Alex.


Dia sudah menunggu satu hari setelah kunjungannya ke tempat lain. Marinka menatap datar pada Alex, rasanya memang perlakuan Alex dan Felix berbeda.


"Pelayan, bawa semuanya ke kamar nona Marinka. Aku akan membawa nona Marinka jalan-jalan sebentar." kata Alex.


"Baik tuan." kata pelayan.


"Aku di bawa kemana tuan Alex? Bukankah anda berjanji akan membawaku pulang ke negaraku?" tanya Marinka.


"Sementara nona di sini dulu, akan ada penyerangan di mansionku. Jadi aku menyelamatkan nona Marinka." kata Alex.


Wajahnya tampak seperti meyakinkan Marinka. Marinka sendiri heran, peperangan apa? Bukankah negara Inggris negara yang aman?


"Apa anda punya musuh? Sehingga ada yang mau menyerang mansion anda." tanya Marinka.


"Emm, iya. Dia musuh bebuyutanku, dia juga tidak segan akan menyerangku jika berselisih paham." kata Alex lagi.

__ADS_1


Marinka diam, dia menatap Alex seperti ada kebenaran di raut wajah itu. Alex mendengus pelan, dia berjalan sambil memberi isyarat pada Marinka untuk jalan bersamanya.


"Kita ke pantai nona Marinka, di sini pantainya sangat indah dan pasirnya juga bersih." kata Alex.


"Apa villa ini punyamu tuan Alex?" tanya Marinka berjalan beriringan dengan laki-laki itu.


"Ya, aku punya banyak villa. Tapi di sini lebih menyenangkan, jauh dari kota dan tenang. Tidak ada yang bisa datang kemari." jawab Alex menatap ke depan.


Marinka mengerutkan dahinya, tidak ada yang bisa masuk ke akses jalan menuju villa? Jadi dia tidak bisa kabur, dan di mana dia berada?


"Tuan Alex, villa ini di mana?" tanya Marinka.


"Di tempat yang jauh, nona Marinka akan aman dari siapa pun." jawab Alex.


"Tapi, kenapa saya di bawa ke villa dan di amankan? Bukankah saya ini orang yang tidak berarti? Saya ini siapa tuan, sejak anda membawaku dari pesta malam itu kenapa saya seperti harus di sembunyikan. Bukankah saya hanya wanita biasa." kata Marinka.


"Tidak. Nona Marinka itu istimewa, makanya saya harus mengamankan nona dari kejaran musuh yang mau menculik nona lagi." kata Alex dengan senyum mengembang.


Senyum Alex begitu manis, sedikit terpesona Marinka dengan senyuman Alex itu. Dia menunduk, membuang rasa pesonanya pada laki-laki yang selalu berkata lembut.


Mereka kini sampai di pantai dengan laut biru dan hamparan ombak yang bening. Marinka jarang menemukan pantai yang bersih dan airnya jernih.


Dia berlari ke arah ombak yang bergulung, sejujurnya dia baru merasakan ombak yang bergulung indah dan seperti mengejarnya. Meski dia setiap harinya bekerja, dan juga pernah berlibur ke sebuah pantai. Tapi tidak seperti pantai yang dia kunjungi saat ini.


Sejenak dia melupakan bagaimana bisa dia harus bersembunyi di villa terpencil itu. Semua alam sekitar villa juga sangat alami. Dia suka sekali.


Alex memperhatikan apa yang di lakukan oleh Marinka itu, dia tersenyum senang. Saatnya dia akan beraksi untuk menaklukkan hati Marinka, sebelum Felix menemukan keberadaan Marinka yang jauh dari negaranya, Inggris.


"Akan aku buat kamu menyukaiku, Marinka. Aku benar-benar sangat menginginkanmu." gumam Alex menatap Marinka dari jauh.


_


_

__ADS_1


********************


__ADS_2