
Kini Felix berada di markas genk motor. Tanpa menunggu lagi, dia langsung menembaki markas itu. Sontak saja membuat mereka yang sedang asyik pesta minuman keras pun kaget dan berlarian. Felix dan Freid terus memborbardir tempat itu.
Yang di dalam markas pun terkejut, Lanox ketua genk motor pun terkejut. Dia sedang bersama beberapa gadis panggilan untuk bersenang-senang jadi terganggu.
"Sialan! Siapa mereka?!" teriak Lanox marah matanya melotot menatap anak buahnya yang mengganggu kegiatannya.
Satu anak buah menghampirinya, dua gadis panggilan itu segera merapikan diri dan menyingkir dari hadapan Lanox itu.
"Ketua, markas kita di serang secara mendadak." lapor anak buah Lanox.
"Siapa yang berani menyerang markasku?!" tanya Lanox dengan mata melotot.
Dia pun bangkit dari tempat tidurnya, lalu mengambil senjatanya di laci. Kemudian dia melangkah menuju depan, di belakangnya anak buahnya siap dengan senjatanya pula.
"Mereka sepertinya kelompok tuan Felix, kasino yang kita rusak itu. Ketua." kata anak buah Lanox itu menjelaskan.
"Brengsek! Jadi dia balas dendam padaku? Kamu hubungi tuan Anderson, minta bantuan anak buah untuk menyerang mereka juga." kata Lanox lagi.
Dia segera pergi ke depan dan mengarahkan senjatanya ke arah beberapa orang anak buah Felix yang menyerang dengan tembakan juga.
Sementara itu, Felix benar-benar membabi buta mrnembaki beberapa titik dengan senjata revolvernya. Secara bertubi-tubi dia menembak ke arah markas itu. Dia melihat ketua genk motor yang masih memakai celana panjang saja.
Senjata Felix arahkan pada ketua genk motor, Lanox. Tembakan itu sengaja di plesetkan, tapi nyaris mengenai telinga Lanox.
Felix menatap tajam, begitu juga dengan Lanox. Keduanya diam. Tangan mereka bersiap saling menembak, tapi kemudian Felix lebih cepat tembakannya dari Lanox. Dan mengenai lengan kanannya hingga tembakan Lanox jatuh.
Felix mendekat, meski suara tembakan terus bergema di sekitar itu. Ada satu anak buah Lanox berusaha menembak Felix, tapi lansgung di serang oleh Freid.
"Jadi kamu ketua genk motor itu?!" tanya Felix dengan menendang senjata api yang akan di ambil oleh Lanox.
"Huh! Kamu menyerang secara tiba-tiba. Bedebah! Cuih!" ucap Lanox geram.
"Kamu sendiri yang memulainya bangsat!" ucap Felix.
__ADS_1
Dia menembakkan senjatanya pada kaki Lanox.
"Aaargh!"
"Masih untung markasmu tidak aku ledakan, tapi mungkin akan aku ledakan markasmu. Biar kalian semua jangan mengganggu kasini milikku!" ucap Felix lagi.
Anak buah Lanox sudah tidak berkutik, merela sudah di kepung. Satu anak buah Lanox yang di tugaskan untuk menghubungi Anderson tidak ada di tempat.
"Periksa tempat ini, jangan ada yang tersisa di dalam atau kabur!" teriak Freid.
Beberapa anak buah Felix pun masuk ke dalan markas. Ada dua gadis penghibur itu lari ketakutan. Mereka di giring keluar dan yang lainnya memang tidak ada di tempat.
"Bawa dia ke kepolisian! Aku tidak mau berusuran dengan mereka lagi. Pastikan jangan sampai dia berulah lagi, tapi pantau terus pergerakan mereka." kata Felix dengan tegas.
"Baik tuan!"
Mereka meringkus anak buah Lanox dan membawanya ke dalam mobil terbuka. Tangan mereka di ikat, lalu di masukkan ke dalam mobil bak terbuka itu.
"Aaaargh! Brengsek!"
Felix mengambil pistolnya yang tadi terlempar karena di tendang perutnya. Dia mengacungkan senjatanya ke arah Lanox yang berlari untuk kabur. Felix menembak kaki Lanox tiga kali, satu kali terkena bagian betis dan dua kali itu mengenai arah yang kosong.
Anak buah Lanox membantu ketuanya untuk menembaki Felix, dan Felix membalasnya. Mereka berhasil lolos. Freid menarik tubuh Felix agar menjauh dari tempat itu, dan segera pergi karena sepertinya anak buah Anderson siap meledakkan markas genk motor yang di ketua Lanox.
Duuuuuaaaaarrrr!
Suara ledakan besar benar-benar terjadi tepat Felix masuk ke dalam mobilnya. Mereka segera pergi dari tempat itu sebelum ledakan kembali terjadi dan hujaman peluru mengenai mobil-mobil mereka yang menyerangnya.
"Bangsat! Ternyata sekarang Anderson sudah terang-terangan ingin berperang denganku!" ucap Felix duduk di samping Freid.
"Ya tuan, sepertinya musuh kita bertambah." kata Freid.
"Baiklah, kita punya dua musuh. Kumpulkan semua ketua angkatan di markas. Biarkan orang-orang yang mengurus gudang senjata dan pabirknya di awasi. Kita tidak boleh meremehkan Anderson. Dan aku tidak tahu maksudnya menyerangku. Apa dia mau menunjukkan kekuatan barunya?" tanya Felix.
__ADS_1
"Kurasa tuan Anderson mengincar pabrik minyak mentah yang kita miliki di wilayah tengah lautan wilayah Timur Tengah tuan." kata Freid.
"Kenapa dia mengincar pabrik minyak mentah itu?" tanya Felix.
"Entahlah tuan, itu dugaanku saja. Seingatku ketika pesta pangeran Gabriel itu tuan Anderson bicara dengan tuan Marino dari Italia itu. Aku tidak tahu apa yang mereka bicarakan, tapi anda pasti tahu kalau tuan Marino itu pengusaha minyak mentah. Banyak pabrik dan kilang minyak yang dia kuasai." kata Freid.
"Kenapa tidak langsung bicara padaku?" tanya Felix heran.
"Mungkin tuan Anderson ingin melebarkan sayapnya dengan cara yang licik. Dia memanfaatkan genk motor untuk merusak kasino anda. Dan kemungkinan juga dia ingin berebut kilang minyak di wilayah timur negara Timur Tengah." kata Freid lagi.
Felix diam, belum juga menemukan keberadaan Marinka yang di sembunyikan oleh Alex. Kini justru musuh baru sedang gencar menyerangnya.
"Apa Buddy sudah ada kabar dari pelacakannya itu?" tanya Felix.
"Belum tuan, sepertinya memang sangat susah. Tuan Alex itu sangat cerdik, semua akses menuju villanya itu di tutup. Dan radar satelit dia pantau agar tidak ada drone pengintai ke villanya itu." kata Freid.
"Brengsek Alex! Akan aku bunuh dia jika sampai Marinka dia apa-apakan." umpat Felix lagi.
"Sabar tuan, Buddy sudah mengetahui di mana villa itu. Dia sedang menyelidiki apakah benar di sana ada nona Marinka. Dan juga di villa lainnyq sudah di pantau, tapi tidak di temukan nona Marinka. Kemungkinan di villa itu nona Marinka di sembunyikan, jadi anda tinggal tunggu kabar dari Buddy." kata Freid.
"Aku sudah tidak sabar Freid. Ini sudah hampir satu bulan Marinka dengan si brengsek Alex. Jika sampai Marinka aku dapatkan, tidak akan aku biarkan dia pergi lagi." kata Felix.
Freid diam saja, dia melajukan mobilnya dengan kencang menuju mansion Felix. Karena Markas sedang di tutup, semua anak buah sedang di sebar untuk mencari keberadaan Marinka dan juga menjaga setiap kasino milik Felix.
Sampai di mansion, Felix segera masuk. Freid mendapat telepon dari Buddy.
"Halo Buddy?"
_
_
*****************
__ADS_1