
Kasino milik Felix pun banyak yang rusak. Ada juga yang jadi korban dalam penyerangan itu. Felix sangat geram dengan genk motor itu, dia akan membuat perhitungan dengan kelompok itu.
"Kamu selidiki mereka Freid, lalu nanti buat penyerangan di markasnya. Mereka tidak bisa berurusan dengan kepolisian, harus di serang dengan sadis juga." kata Felix.
"Ya tuan, pemberitaan di televisi kasino anda di serang oleh genk motor dari barat itu sudah menyebar." kata Freid.
"Biarkan saja, polisi juga tidak akan bisa menindak mereka karena di belakang ada Anderson. Nanti kita atur saja untuk menyerang balik." kata Felix.
"Baik tuan. Apa anda sudah siap untuk nanti malam?" tanya Freid.
"Apa itu nanti malam?" tanya Felix.
"Pesta pangeran Gabriel. Pasti juga di pesta itu akan banyak pembicaraan mengenai kasino anda. Tuan Anderson juga pasti datang di pesta itu." kata Freid lagi.
"Ooh, ya. Tanyakan pada kepala pelayan, apakah Marinka sudah di siapkan gaun dan juga semua perlengkapan untuk pestanya?" tanya Felix.
"Sepertinya sudah tuan. Minggu lalu kepala pelayan meminta desainer untuk datang ke mansion anda." jawab Freid.
"Baguslah, awas saja sampai Marinka di buat dandanan yang membuat aku malu." kata Felix.
Dia tidak bersungguh-sungguh untuk membanggakan Marinka di pesta nanti. Tapi dia akan mengajak Marinka lebih baik berdansa di rumahnya seperti biasanya.
Felix menyelesaikan pekerjaannya. Dia sedang mengembangkan bisnisnya di bidang pelelangan barang antik. Ya, dia membangun bisnis itu untuk usahanya kelak akan menampung berbagai barang antik yang sudah langka. Atau fosil-fosil dari manusia atau binatang purbakala.
_
Malam hari, Marinka sudah mandi dengan aroma terapi yang nyaman, spa dan juga perawatan salon yang di datangkan ke mansion Felix. Marinka sendiri heran, kenapa semuanya di lakukan padanya. Ada apa sebenarnya?
"Kepala pelayan, memang akan ada apa lagi sampai aku harus spa dan juga perawatan salon ini?" tanya Marinka pada kepala pelayan itu.
"Anda akan di ajak pergi ke pesta nona. Pesta orang penting." jawab kepala pelayan.
"Pesta orang penting?" tanya Marinka.
"Iya, di negeri ini banyak orang penting. Salah satunya kerabat kerajaan Inggris yang suka sekali mengadakan pesta penting dan megah. Hampir setiap tahun itu ada lima atau enam kali. Dan pesta itu kebanyakan orang-orang penting di sana, ada juga politikus. Pebisnis seperti tuan Felix, dari kepolisian yang berpangkat tinggi dan banyak lagi." kata kepala pelayan.
Pikiran Marinka melayang dengan pesta itu, dia memikirkan bagaimana caranya bisa lolos dan kabur dari cengkeraman Felix itu. Dia akan merencanakan kabur dari Felix di pesta tersebut. Bisa juga akan meminta bantuan pada undangan pesta, begitu pikir Marinka.
__ADS_1
"Jadi, menurutmu aku jadi teman pesta tuan Felix?" tanya Marinka dengan bersemangat dengan pesta itu.
"Iya, nona akan jadi pendamping pesta tuan Felix di acara pesta pangeran Gabriel." kata kepala pelayan lagi.
"Baiklah, aku mau juga pergi ke pesta. Ingin tahu pesta orang-orang kaya dan penting itu." kata Marinka dengan senyumnya.
Kepala pelayan merasa aneh dengan senyum Marinka itu. Tapi dia tidak mencurigai dengan rencana kabur Marinka di acara pesta tersebut.
Malam pun sudah mulai beranjak, pukul tujuh Marinka sudah bersiap untuk pergi ke pesta dengan Felix. Felix sendiri belum datang ke mansionnya karena ada pekerjaan yang belum selesai.
Marinka sudah siap di kamarnya, dia sedang berpikir akan melakukan apa nanti di pesta nanti. Tentunya memang tidak mudah untuk kabur dari pesta itu, tapi dia akan mencari celah dan pergi dari Felix.
Tok tok tok.
Pintu kamar Marinka di ketuk, lalu terbuka pintu itu. Muncul kepala pelayan membawa sepatu Marinka yang terlihat mewah. Marinka melihat sepatu itu memang sangat elegan, tidak terlalu tinggi tapi untuknya memang pantas.
"Nona, ini sepatu yang akan anda gunakan." kata kepala pelayan meletakkan sepatu itu di bawah.
"Ini terlalu mewah, kenapa semuanya harus di pakai?" tanya Marinka.
"Ya baiklah, semuanya akan berubah setelah pesta malam ini." kata Marinka tanpa sadar.
"Berubah apa nona?" tanya kepala pelayan.
"Oh, tidak ada. Hanya saja aku penasaran dengan pesta orang-orang penting itu." kata Marinka merasa pertanyaan kepala pelayan akan membuatnya ketahuan kalau dia akan kabur di pesta tersebut.
Marinka bersiap untuk pergi ke pesta, gaun yang mewah. Rambut sengaja di buat lurus sebahu, hanya di buat memilin serta perhiasan yang menambah anggun dan cantik wajah Marinka. Sepatu yang tadi di bawa kepala pelayan di pakai oleh Marinka. Dia siap mendampingi Felix pergi ke pesta penting itu.
"Ayo keluar nona, tuan Felix sudah datang dan sudah menunggu di depan." kata kepala pelayan.
"Ya."
Marinka pun melagkah pelan, dia agak gugup juga dengan penampilan tak biasanya itu. Yang dia gunakan hanya bisa di lihat di televisi dulu, para artis internasional. Sekarang dia memakainya dan akan pergi ke pesta dengan Felix.
Sampai di depan, Felix sudah bersiap dengan tuksedo hitam dan dasi kupu-kupu. Wajah tampannya tampak terlihat, dia menatap Marinka takjub. Sejenak nafasnya berhenti karena mengagumi gadis itu di depan matanya.
"Tuan Felix, anda sudah siap?" bisik Freid membuyarkan lamunan Felix.
__ADS_1
"Ck, membuatku kesal saja." kata Felix.
Dia lalu menghampiri Marinka dan mengangkat tangannya, agar Marinka memegang tangannya dan berjalan bersamanya keluar dari mansion untuk naik mobil limosinnya.
"Kamu sangat cantik malam ini." kata Felix bersuara kecil.
"Terima kasih." ucap Marinka dengan tersenyum.
Felix menoleh ke arah Marinka yang tersenyum itu. Rasanya dia sungguh terpesona pada gadis berwajah natural dan berkulit sawo matang, kulit eksotis negara kepulauan Indonesia.
Mereka masuk ke dalam mobil tersebut, mereka duduk bersebelahan. Freid duduk di depan dengan supir, dan di belakang mobil Felix ada dua mobil yang mengiringi mobil limosin itu.
Mereka pergi menuju pesta pangeran Gabriel, seorang kerabat kerajaan Inggris. Dia mengadakan pesta mewah dan menundang orang-orang penting di Inggris dan juga yang dia kenal dari negara lain.
"Apa tempat pestanya masih jauh?" tanya Marinka membuka pembicaraan di dalam mobil.
"Kenapa? Apa kamu ingin memamerkan kecantikanmu pada mereka?" tanya Felix menatap Marinka.
"Kenapa kamu bicara seperti itu? Aku hanya ingin tahu seperti apa pesta orang penting itu." kata Marinka.
"Sangat mewah dan menarik. Aku sarankan kamu jangan terlalu jauh dariku, kalau tidak ..." kata Felix.
"Kenapa? Bukankah orang bebas bergaul?" tanya Marinka.
"Bergaul? Hahah! Kamu jangan naif bergaul dengan mereka di sana." kata Felix mencibir.
"Terserah kamu."
"Memang harus terserahku. Dan kamu jangan jauh dariku, apa lagi menghilang dari pandanganku." kata Felix lagi.
Marinka diam saja, dia tidak bisa berdebat lagi karena takut akan ketahuan rencana kaburnya nanti di pesta. Atau bahkan meminta bantuan pada pengunjung pesta itu. Dia akan melakukan secara diam-diam dan sebisa mungkin akan luput dari pandangan Felix.
_
_
******************
__ADS_1