Terjebak Gairah Dua Mafia

Terjebak Gairah Dua Mafia
38. Sambutan Di Kantor Marinka


__ADS_3

Marinka berangkat kerja seperti biasanya, dia berangkat di antar oleh bodyguard yang khusus untuk mengantarnya kemana pun dia pergi. Awalnya dia risih, tapi demi keamanannya sendiri agar tidak terjadi di luar kendali.


Karena sudah pasti Alex akan mengincar Marinka, lambat atau pun cepat. Seperti hari ini, Marinka akan pergi ke kantornya. Satu minggu setelah kepulangannya dari Inggris, dia belum bisa masuk kerja lagi. Padahal teman-teman dan bosnya sudah berkunjung ke rumahnya.


Mereka tidak tahu kalau rumah Marinka ada penjagaan ketat. Setiap orang yang masuk ke dalam rumah Marinka hanya di pantau dari jauh. Dan memang dari teman-teman Marinka tidak ada yang berbahaya, jadi tidak terlalu khawatir.


Kemudian sekarang pergi ke kantor pun di antar oleh bodyguard khusus untuknya. Biasanya dia hanya menaiki motornya saja, atau naik angkot. Tapi sekarang justru di antar oleh bodyguard khusus.


"Nona nanti saya jemput jam berapa?" tanya bodyguard Marinka yang mengantarnya.


"Mungkin sore. Karena saya akan ada pertemuan juga dengan pimpinan dan staf yang lain." kata Marinka.


"Baiklah, tapi saya tetap di sekitar anda nona. Jadi, anda jangan khawatir. Semuanya di awasi dari jauh." katanya.


"Iya." ucap Marinka.


Marinka pun turun dari mobil yang berhenti di depan pintu gerbang kantornya. Rasa deg-degan meski kemarin teman-temannya datang berkunjung ke rumahnya. Tapi masuk ke kantor lagi setelah beberapa bulan absen karena hilang di kamp pengungsian itu.


Dia melangkah masuk ke dalam, mobil yang membawa Marinka pun pergi. Mobil itu hanya parkir agak jauh saja dari kantor Marinka hingga gadia yang di tugaskan olehnya itu kembali pulang.


Sedangkan Marinka masuk ke dalam kantor, ternyata di sana di sambut oleh beberapa karyawan dan rekan kerjanya. Marinka terharu, mereka menyiapkan sambutan itu untuknya.


"Selamat datang Marinka!"


Semua tampak memberi sambutan dan tepuk tangan, Marinka terdiam lalu tersenyum. Dia menutup mulutnya karena terkejut dengan sambutan mereka.


"Selamat datang kembali ke kantor Marinka." kata bos Marinka memberikan buket bunga.


"Ooh, terima kasih bu. Ini terlalu berlebihan sekali menyambutku semuanya." kata Marinka menerima buket bunga dari bosnya.


"Tidak Marinka. Kamu seperti seorang pahlawan yang kembali lagi setelah hilang beberapa bulan." kata bosnya lagi.


"Ini tidak sesuai di beritakan kok, saya baik-baik saja." kata Marinka.


"Berita hilangnya kamu di kamp pengungsian itu sudah menyebar kemana-mana lho. Bahkan ada wartawan yang mau mewawancarai kantor kami. Ya, kami tidak tahu apa-apa. Jadi kami menolak, karena kamu di utus oleh yayasan kemanusiaan bukan dari kantor kami, Marinka." kata perempuan bos Marinka itu.

__ADS_1


"Iya bu. Maaf ya kalau bikin susah orang-orang kantor." kata Marinka.


"Tidak masalah, yang penting kamu pulang dengan selamat. Dan sepertinya kamu berbeda sekali deh, Marinka setelah pulang dari penculikan itu." katanya lagi memeprhatikan penampilan Marinka.


"Ah, yang benar bu? Saya biasa saja kok. Apanya yang beda?"


"Emm, tidak masalah sih. Tapi aku penasaran, kok bisa sih kamu pulang di antar oleh sesorang yang entah siapa itu. Tapi dari Inggris pulangnya?" tanyanya lagi.


"Ya, dia yang mengantar saya orang baik bu. Dan ...." ucapan Marinka terputus.


Dia tidak mungkin menceritakan siapa itu Felix pada orang lain, yang sekarang adalah kekasihnya. Marinka menunduk, lalu tersenyum.


"Kenapa Marinka?" tanyanya.


"Ngga apa-apa bu. Oh ya, apa saya masih di tempat yang sama?" tanya Marinka mengalihkan pembicaraan.


Marinka pun pergi ke ruangannya, di sana dia juga di sambut oleh teman-teman satu kantornya. Sangat senang bisa kembali lagi ke kantor, tapi sayangnya mungkin hanya satu bulan saja. Karena bulan depan dia harus menikah dengan Felix di Inggris.


Tapi Marinka memanfaatkan waktu yang ada untuk bertemu dengan orang-orang biasa dia jumpai setiap hari di kantor. Serta setelah dari kantor, mungkin dia akan pergi ke yayasan kemanusiaan. Memberikan keterangan setelah kejadian penculikan dirinya.


Semua memang tidak menyangka kalau dirinya akan selamat dan bisa berkumpul dengan ibunya. Tinggal nanti, dia akan berkunjung ke barak adiknya.


_


"Iya mbak, tidak masalah. Memang saya juga tidak menyangka akan di culik dan bisa kembali lagi." kata Marinka.


"Kok bisa kamu di culik? Bagaimana ceritanya Marinka?" tanyanya.


Marinka bercerita sedikit bagaimana dari awal dia sampai di kamp pengungsian dan sampai di culik. Dia tidak menceritakan siapa penculiknya itu, tetapi dia menceritakan tentang dia di bawa oleh Alex dan terjadi penyerangan di villa. Sampai dia trauma kemudian di sembuhkan oleh dokter yang di sewa oleh Felix.


"Jadi, ada laki-laki yang menolongmu itu?"


"Ya, dia baik dan juga mengantarkanku pulang ke Indonesia." kata Marinka.


"Hemm, ada juga ya yang baik. Tapi yang penting kamu selamat Marinka." katanya lagi.

__ADS_1


"Iya mbak."


"Oh ya, apa kamu tidak kapok untuk mengikuti kegiatan kemanusiaan lagi sewaktu-waktu?" tanyanya.


"Emm, saya pikir-pikir mbak. Karena kan nanti setelah saya men ...."


"Apa Marinka?"


"Oh tidak mbak. Heheh."


"Kamu itu."


"Saya pulang dulu mbak, takut mama khawatir kalau saya ngga pulang cepat. Heheh." kata Marinka.


"Oh ya, salam untuk mama kamu ya. Dan terima kasih atas dedikasimu membantu yayasan kami di sini." kata pengurus tersebut.


"Iya mbak. Kalau begitu, saya permisi."


"Ya."


Marinka pun berpamitan juga dengan yang lain. Banyak yang penasaran dengan cerita Marinka bisa hilang dan di culik. Kemudian dia kembali lagi dengan selamat, tetapi pengurus yayasan itu tidak bisa memberikan penjelasan secara rinci. Karena mereka takut akan menjadi trauma bagi anggotanya untuk tidak lagi ikut misi kemanusiaan di daerah konflik.


Marinka masuk ke mobil, dia sangat lega bisa mengunjungi yayasan kemanusiaan yang telah mengutusnya menjadi relawan dulu. Dia sebenarnya senang melalukan itu, tetapi setelah menjadi istri Felix dia akan mempunyai rencana besar untuk mewujudkannya dalam misi kemanusiaan di negara konflik nanti.


"Kita mau kemana lagi nona?" tanya bodyguard Marinka.


"Pulang saja, besok antarkan saya ke barak adikku di pangkalan TNI AD." kata Marinka.


"Baiklah. Saya siap mengantar anda kemanapun nona." jawabnya.


Marinka hanya diam saja, dia menyenderkan punggungnya di jok mobil. Rasa lelahnya kalah dengan rasa bahagianya bisa bertemu dengan orang-orang yang dia kenal kembali. Senyumnya mengembang ketika ponselnya berbunyi.


"Halo?"


_

__ADS_1


_


********************


__ADS_2