
Alex gencar sekali mendekati Marinka dengan caranya merayu bahkan dia mengobrol santai dengan gadis itu. Sejenak Marinka lupa akan Felix yang sama juga dengan Akex menculik lalu mengurungnya. Hanya bedanya, perlakuan Al3x sangat lembut dan di buat nyaman Marinka berada.
Marinka tidak tahu kalau dia sedang bersama mafia kelas kakap seperti Alex dan juga playboy ulung. Awalnya dia memang sangat mengagumi Alex, dalam satu minggu bersama dia menpasatkan perlakuan begitu manis dari Alex.
Tapi satu yang membuat Marinka tidak bisa bertanya kapan dia pulang ke negaranya.
"Marinka, kamu sepertinya gadis yang peduli akan lingkungan sekitar. Dari semua ceritamu, nampak sekali kamu sangat peka dengan sesama." kata Alex.
"Ya, aku merasa sangat kasihan pada mereka. Mereka juga manusia, dan butuh uluran tangan kita. Aku tidak punga harta banyak, tapi tenaga yang aku punya. Jadi aku gunakan tenagaku untuk membantu mereka yang membutuhkan." kata Marinka.
"Emm, sangat menarik sekali. Tapi kamu tahu, ada beberapa orang yang tidak akan peduli dengan lingkungan dan sesama manusia." kata Alex menanggapi cerita Marinka.
"Ya memang, aku tidak terlalu respek sama orang kaya tapi sombong. Apa lagi dia selalu membanggakan kekuatan uang, tapi untuk menyumbang saja enggan." kata Marinka.
Alex diam, dia tidak mengerti apa yang di katakan Marinka. Tetapi tatapan matanya pada Marinka itu berbeda, dia seperti ingin melakukan lebih lagi Marinka. Tidak hanya sekedar dekat dan mengobrol biasa seperti sekarang.
"Marinka, apa kamu punya kekasih di negaramu?" tanya Alex.
"Tidak. Aku tidak sempat untuk berkencan dengan seorang kekasih." jawam Marinka.
"Tapi, saat ini kamu ada di villaku. Dengan bebas dan banyak waktu kamu bisa mengobrol denganku. Atau melakukan sesuatu yang lebih misalnya." kata Alex.
"Sesuatu yang lebih?"
"Ya, kita bisa melakukan itu." kata Alex ragu.
Pikiran Marinka masih mencerna ucapan Alex. Tapi kemudian dia pun tertawa kecil.
"Tidak. Aku tidak mau melakukan lebih sebelum ada ikatan resmi. Siapa pun itu, bahkan jika nanti dengan kekasihku." kata Marinka dengan tegas.
Membuat wajah Alex tegang. Dia merasa menaklukkan Marinka sulit, tapi dia akhirnya tersenyum menyeringai. Dia akan mencobanya nanti, jika bisa dia akan memaksanya.
"Emm, di negara bebas ini. Siapa pun bisa melakukan itu dengan kekasihnya. Apa kamu tahu?" tanya Alex.
"Aku tahu, tapi prinsipku melebihi batas itu tidak baik. Jadi dengan ikatan suci, akan lebih tenang dan menenangkan bagiku." kata Marinka.
__ADS_1
"Hahah! Sangat menakjubkan pemikiranmu Marinka. Aku salut padamu, tapi baiklah. Aku menghargai prinsipmu itu, tapi jika suatu saat akan ada masanya. Aku tidak tahu." kata Alex menyeringai.
Marinka diam saja, menatap Alex yang berbeda. Tidak seperti hari-hari biasanya yang lembut dan hangat. Firasatnya kini berbeda dengan sebelumnya.
"Alex, kamu janji akan mengembalikan aku ke negaraku. Kapan kamu akan mengembalikan aku ke negaraku, atau ke kam pengungsian itu." kata Marinka.
"Hahah! Tunggu aku menikmati sesuatu yang membuatku penasaran. Jangan terburu-buru sayang." kata Alex lagi.
Marinka menarik nafas panjang, dia merasa merinding mendengar tawa Alex. Entah kenapa kedekatannya dengan Alex kali ini berbeda.
_
Sementara di lain tempat, Felix benar-benar murka ketika tahu Marinka di sembunyikan oleh Alex di villa tersembunyi. Entah di mana, karena villa milik Alex itu sangat banyak.
"Freid, coba kamu lacak di mana villa-villa Alex berada." kata Felix memerintahkan asistennya itu.
"Semua sudah di lacak tuan, tapi sepertinya ada satu tempat yang tidak bisa terlacak dengan radar satelit. Villa itu tersembunyi." kata Freid.
"Di mana pun itu, kamu harus menemukannya Freid! Aku tidak mau Alex melakukan sesuatu yang membuat Marinka menjadi trauma!" ucap Felix.
Felix mendengus kasar, entah kenapa dia merasa takut Marinka di apa-apakan oleh Alex. Karena laki-laki itu tidak akan merasa puas dengan apa yang sudah dia dapatkan. Baginya, Marinka harus di lindungi dalam segi apa pun. Karena dia yang menemukannya, dan dia yang akan melindunginya. Begitu kira-kira pikiran Felix.
"Dia harus jadi milikku, Freid. Tidak boleh ada yang memilikinya selain aku." kata Felix.
"Anda mencintainya?" tanya Freid lagi.
Feliz diam, wajahnya tegang. Tapi itu memberi jawaban kalau sang bos memang jatuh cinta pada Marinka.
"Baiklah tuan, dengan segenap tenaga dan pikiranku. Aku akan mencari di mana tuan Alex menyembunyikannya. Aku juga sudah mengantisipasi kalau nona Marinka di sembunyikan oleh tuan Alex." kata Freid.
"Bagus. Aku tidak mau terlalu lama mendapatkan informasi tentang keberadaan Marinka." kata Felix.
Kali ini memang mereka sedang berada di markas, Felix tidak pergi ke kantornya. Dia dan Freid sibuk dengan rencana penyerangan ke bagian barat, untuk menyerang markas genk motor yang merusak kasinonya.
Troy juga sudah menyiapkan anak buah dan juga senjata yang akan di gunakan. Kali ini Felix ikut dalam penyerangan itu, dia ingin juga melihat bagaimana gentarnya kelompok genk motor berhadapan dengannya.
__ADS_1
"Tuan Felix, Troy sudah siap untuk menyerang markas mereka. Apa kita sekarang mau kesana?" tanya Freid.
"Iya, lebih cepat lebih baik. Aku ingin segera tuntas masalah ini. Dan kamu sudah mengantisipasi keamanan kepolisian?" tanga Felix.
"Sudah tuan, semuanya sudah di antisipasi. Kepolisian jika malam hari di wilayah itu tidak bisa beroperasi sendirian. Kami mengatasi mereka sebelumnya, dan kepala polisi di wilayah itu sudah tahu jika kita akan menyerang mereka. Dan katanya akan ada penutupan jalan di sana." kata Freid lagi.
"Bagus, ternyata mereka juga mendukung kita. Kalau begitu, ayo kita kerjakan. Jangan tunggu lama lagi." kata Felix.
Felix segera masuk ke dalam mobil lamborgininya, mengendarai sendiri. Freid pun masuk juga ke mobilnya, melaju di belakang mobil Felix. Tiga mobil di belakang Freid milik anak buahnya ikut mengiringi dan dua lainnya berjalan di samping kanan kiri mobil Felix.
Freid melajukan mobilnya dengan cepat, mengimbangi laju mobil Felix. Terdengar ponselnya berdering, dia melihat nama Buddy yang tertera di layar ponselnya.
"Halo?"
"Tuan Freid, saya menemukan keberadaan villa tuan Alex yang tersembunyi itu." kata Buddy.
"Di mana?" tanya Freid.
"Di Yunani tuan, itu juga aksesnya sangat susah. Dan di pulau tersembunyi. Butuh drone untuk pengintaian lebih dekat, tapi itu agak susah tuan. Karena drone bisa terlacak di sana, karena tuan Akex memasang pelacak di sepanjang garis pantai di sana. Dan radarnya bisa melacak drone yang melintas di atasnya." kata Buddy.
"Hemm, lacak lebih dulu bagian mana untuk bisa melacak villa itu tanpa di ketahui. Kamu bisa cari orang untuk memantau secara dekat. Apakah memang benar nona Marinka di sembunyikan di villa itu." kata Freid lagi.
"Baik tuan, nanti aku mau minga penduduk sana untuk mengintai villa itu." kata Buddy.
"Oke. Kamu atur saja semuanya, kalau sudah terlacak dan di ketahui nona Marinka ada di sana. Secepatnya kamu beritahu aku."
"Baik tuan Freid."
Klik!
_
_
***********************
__ADS_1