Terjebak Gairah Dua Mafia

Terjebak Gairah Dua Mafia
36. Kepulangan Felix


__ADS_3

Malam hari, Buddy memaksa Felix untuk segera pulang ke Inggris. Kerana dia mendapat kabar kalau tuan Anderson kembali membuat ulah pada gang motor yang dia bentuk sengaja untuk mengganggu usaha Felix kasinonya.


Tujuannya yaitu agar kilang minyak di negara timur tengah di jual sahamnya padanya. Setelah dia membawa raja minyak untuk mempengaruhi Felix, ternyata tidak berhasil. Justru Felix sendiri yang bisa menggaet raja minyak tersebut untuk kerja sama dengannya tanpa melalui Anderson lagi.


"Jadi dia masih mencoba untuk merusak semua milikku?" tanya Felix.


"Ya tuan, dan kali ini sepertinya bukan di wilayah London bagian barat. Tapi sepertinya di negara tetangga juga, kasino anda di serang." kata Buddy.


"Ternyata dia cari mati berurusan denganku. Baiklah, kita tanggapi semua permainan dia dengan serius. Cari tahu semua perusahaan dia, kita buat hancur dan anjlok harga sahamnya. Aku ingin tahu, seberapa nekat dia melawanku." kata Felix dengan tegas dan wajah dingin.


Jika sudah seperti itu, semua anak buah Felix sudah muali serius. Wajah dan ucapan Felix meski biasa saja, tapi itu menunjukkan dia akan berperang dengan sesungguhnya. Siapa pun lawannya.


"Mengenai tuan Alex, sementara ini dia sedang berada di Amerika tuan. Tuan Freid sudah melacak keberadaan tuan Alex dari Troy." kata Buddy.


"Bagus. Pantau dia, jangan sampai dia bergerak di bawah pengawasan kita. Aku tidak mau dalam dua bulan ini dia bergerak tanpa sepengetahuan kita. Aku ingin membawa Marinka ke Inggris lagi, bila perlu dengan mamanya." kata Felix lagi.


"Baik tuan. Semua terpantau dengan baik, hanya saja ada kelompok yang tidak di ketahui siapa mereka. Sepertinya mereka kelompok baru yang mau mengacau kita lagi." kata Buddy lagi.


"Kelompok siapa lagi mereka?" tanya Felix.


"Belum di selidiki secara rinci tuan, tapi sepertinya tuan Alex di belakang mereka. Nanti akan aku selidiki lagi kelompok itu." kata Buddy.


"Selidiki langsung, jangan sampai lengah masalah Alex. Aku yakin dia akan balas dendam padaku setelah pengeboman di villanya itu. Dan jaga ketat rumah Marinka selama aku ada di Inggris." kata Felix lagi.


Dia tidak mau kecolongan lagi, sekarang ini Alex tahu kelemahannya ada pada Marinka. Jadi, jangan sampai mereka mengetahui keberadaan Marinka. Bulan depan akan dia bawa semuanya. Hubungannya dengan Alex sudah bukan main-main lagi, bukan karena dia kalah dalam merebut hati seorang Marinka.


_


Sampai di Inggris, dia di sambut oleh Freid. Banyak sekali laporan yang akan dia terima dari asistennya itu. Berbagai masalah perusahaan, dan yang tidak bisa di sepelekan adalah Anderson.


"Kita harus segera pulang ke mansion, tuan." kata Freid di dalam mobil.

__ADS_1


"Kenapa?" tanya Felix membuka berkas yang di bawa Freid tadi.


"Tadi sebelum aku kemari, ada mata-mata yang mengikutiku. Aku biarkan dia mengikutiku sampai sini, kemungkinan mereka melapor kalau anda pulang tuan." kata Freid.


"Hemm, biarkan saja. Siapkan semuanya jika mereka menyerang lebih dulu." kata Felix.


"Iya tuan, semua memang sudah siap. Di setiap sudut jalan ada penembak jitu kita." kata Freid.


"Bagus."


Mobil melaju kencang membelah jalanan kota London. Tiga mobil sedan hitam berjalan beruntun, beberapa motor dari jauh mengikuti mereka. Ada dua mobil hitam juga yang mengikuti kemana mobil Felix melaju.


Dengan jarak tiga meter dari mobil Felix itu, satu tembakan mengarah pada mobilnya. Tentu saja mobil itu oleng dan jalan tidak beraturan. Baru juga mereka menghindar, dari arah berlawanan satu mobil memberondong mobil Felix.


Terjadilah tembak menembak di jalanan itu, mobil Felix melaju kencang. Mobil di belakang membalas tembakan mobil tidak di kenal itu. Mereka saling mengejar, dan satu pemotor maju dengan kencang. Mereka mendekat pada mobil tidak di kenal itu dan menembakkan supirnya.


Dor! Dor!


"Tinggalkan mereka, aku tidak mau meladeni mereka itu." kata Felix.


Dia menyuruh Freid segera pulang ke mansionnya. Dia ingin menelepon Marinka secepatnya, karena sudah berjanji sampai di Inggris akan meneleponnya secepatnya.


_


Berbagai masalah Felix hadapi, dia meninggalkan negara Inggris selama sepuluh hari. Tapi sudah banyak yang harus dia hadapi. Dia juga selalu memantau penjagaan di rumah Marinka selama dia bekerja di perusahaannya.


Freid melihat wajah Felix begitu berbeda dari biasanya. Sekarang lebih ceria di banding sebelum dia pergi ke negara Marinka. Akhirnya, dia pun bertanya pada bosnya itu.


"Tuan, sepertinya anda berbeda kali ini. Apa ada informasi yang terlewatkan olehku?" tanya Freid.


"Memang kenapa?" tanya Felix.

__ADS_1


"Emm, sepertinya anda sedang senang." kata Freid lagi.


"Ya, Marinka sudah jadi kekasihku. Dan bulan depan aku akan menikahinya. Siapkan semuanya." kata Felix dengan tersenyum bahagia.


"Menikah?"


"Ya, kamu siapkan semuanya dengan sempurna. Bulan depan aku akan jemput dia dan membawanya kemarin bersama dengan ibunya." kata Felix lagi.


"Hemm, jadi anda sudah mendapatkan hati nona Marinka?" tanya Freid.


"Ya, dia menyukaiku. Dan aku tidak akan membiarkan dia di ambil oleh orang lain." kata Felix.


"Apa karena anda memaksa nona Marinka, tuan?" tanya Fred menggoda bosnya.


"Freid. Apa aku sejahat itu memaksa seseorang untuk menyukaiku?" tanya Felix dengan tatapan tajam pada asistennya.


"Maaf tuan, aku hanya bercanda." kata Freid.


"Candaanmu itu tidak lucu Freid. Aku memang menyukai dia, tapi aku tidak bisa memaksanya untuk menyukaiku juga." kata Felix.


Freid diam, niatnya hanya bercanda. Tapi memang Felix tidak main-main masalah cinta, jika gadis yang dia sukai tidak menyukainya lagi. Lebih baik dia yang mengalah pergi, begitulah yang di pikirkan Felix.


Semua berkas sudah di periksa, dari berbagai cabang perusahaan yang dia miliki. Freid sangat membantu untuk menjalankan semua perusahaan miliknya, terutama di bagian yang menyangkut pabrik senjata di pulau terpencil.


Pemasokan senjata api ke berbagai wilayah yang berkonflik masih dia tangani, tetapi sudah jarang sekali mengirim senjata kesana. Hanya kasino yang sekarang sedang berkembang pesat di negaranya itu.


_


_


*******************

__ADS_1


__ADS_2