
Setelah pesta pernikahan selesai, kini Marinka kembali ke kamarnya. Felix sedang menemani para tamu undangan, apa lagi pangeran Gabriel datang ke pesta Felix. Dan mau tidak mau dia harus menemani pangeran kerabat kerajaan itu.
Marinka pun merebahkan tubuhnya, dia benar-benar lelah karena dari pagi sebelum matahari terbit dia sudah bangun untuk mempersiapkan pernikahan. Setelah pernikahan dj gereja, justru masuk ke kamar hotel dia di eksekusi langsung oleh Felix suaminya.
Belum istirahat dengan cukup, harus menghadiri pesta pernikahannya di ball room. Marinka bahagia sebenarnya, hanya saja dia memikirkan dia menikah tidak mengundang teman-teman kantor dan juga dari yayasan.
Tapi tidak mengapa, yang terpenting mamanya selalu ada untuknya di saat dia merasakan kebahagiaan dalam pernikahan. Hanya sedihnya, adiknya Rian tidak ikut menyaksikan pernikahannya dengan Felix karena sedang menempuh pendidikan kemiliteran.
Tok tok tok.
Pintu kamar di ketuk dari luar, Marinka bangkit dari ranjangnya. Sudah berganti pakaian dan membersihkan diri, dia memakai piama sutra berbahan lembut dan nyaman. Melangkah menuju pintu lalu membukanya.
"Mama." ucap Marinka dengan senangnya.
Mamanya ikut tersenyum dengan senang, di belakang bodyguard Marinka yang berjaga di depan kamar serta pengawal yang membawa mamanya ke kamarnya menunggu di luar.
"Mama ingin pamit pulang, Marinka." kata mamanya.
"Lho, kok pulang?" tanya Marinka.
"Ya, mama sudah bilang sama suamimu. Malam ini mama langsung pulang ke Indonesia, mama kurang suka di sini. Terlalu dingin untuk mama, sayang. Mama ini sudah tua, tidak bisa menyesuaikan cuaca di sini jika musim dingin. Nanti jika musim panas, mama akan berkunjung lagi." kata mamanya lagi.
Marinka memeluk mamanya dan menangis sedih. Mamanya menepuk pundak anaknya itu, dia juga sedih harus berpisah jauh dengan Marinka. Tapi anaknya mendapatkan laki-laki baik dan bertanggung jawab. Apa lagi dia kaya raya, tamu undangannya saja tidak sembarangan.
Dia menyaksikan sendiri, ada pangeran dari kerabat kerajaan Inggris, pangeran dari negeri Timur Tengah. Juga artis terkenal internasional hadir di acara pernikahan Felix dan Marinka.
"Aku pasti akan merindukan mama." kata Marinka melepas pelukannya dan menghapus air matanya.
"Kamu telepon saja mama jika merasa kangen sama mama." kata mamanya.
"Iya ma, tapi kalau di sini dan di Indonesia itu perbedaan waktu jauh. Jadi harus sesuaikan saja, biar nanti aku ngga ganggu mama istirahat. " kata Marinka.
Mamanya tersenyum, kini keduanya mengobrol santai tentang apa saja. Mamanya lebih banyak bertanya tentang Felix itu siapa, karena dia masih belum tahu benar siapa Felix itu. Hingga satu jam lebih mereka masih mengobrol dan Felix pun masuk ke dalam kamar.
Marinka melihat suaminya masuk, mamanya juga menatapnya dan tersenyum.
__ADS_1
"Mama pergi dulu ya, jangan lupa makan teratur." kata mamanya.
Marinka kembali memeluk mamanya, hatinya sedih harus berpisah lama dengan mamanya nanti. Lama dia memeluk mamanya.
"Nanti aku antar mama ke bandara." kata Marinka.
"Tidak sayang, kamu masih capek. Kamu istirahat saja, mama juga mau istirahat sampai keberangkatan ke bandara nanti malam." kata mamanya lagi.
"Tapi mama nanti sendirian di bandara, mama belum tahu di bandara London itu sangat sibuk. Nanti bingung lagi di sana." kata Marinka.
"Hahah, kamu tidak tahu saja. Kan ada anak buah suamimu yang akan menjaga mama, bahkan memastikan mama sampai di Indonesia. Mama di antar sampai Indonesia sayang, jadi jangan khawatir." kata mamanya lagi mennangkan anaknya yang sedih karena harus berpisah dengannya.
Marinka mengangguk, mamanya menghapus ari mata Marinka. Di sini dia harus tegar meninggalkan anaknya dengan laki-laki yang dia cintai. Dia juga senang pada akhirnya Marinka menikah juga meski tidak sesuai keinginannya menikah dengan orang Indonesia juga.
"Mama pergi dulu." katanya.
"Iya ma, maaf aku tidak bisa mengantar mama." kata Marinka.
"Ya, mama mengerti. Suamimu lebih penting sayang, jadilah istri yang baik ya. Jangan membuat suamimu kesal, apa lagi sampai berkata tidak pantas." kata mamanya memberi nasehat.
Marinka mengantar mamanya keluar dari kamarnya. Tak lupa juga Felix yang sejak tadi diam saja melihat Marinka dan ibunya bicara. Dia hanya diam saja ketika istrinya menangis sedih harus berpisah lagi dengan mamanya.
Felix memeluk istrinya karena Marinka menangis keras setelah mamanya sudah pergi. Dia tahu bagaimana berpisah dengan mamanya.
"Hik! Hik! Hik! Aku tidak lagi bertemu mama." kata Marinka dalam pelukan Felix.
"Sabar sayang, mamamu meminta langsung pulang setelah acara pesta. Katanya tidak betah, aku sudah menahannya tapi mama tidak mau." kata Felix menenangkan istrinya.
Rencananya dia ingin mengeksekusi istrinya lagi, tapi Marinka sedang bersedih. Jadi dia harus sabar, lagi pula nanti malam mau melakukan perjalanan keliling dunia selama setengah bulan untuk bulan madunya dengan Marinka.
Semua sudah di handle oleh Freid pekerjaannya. Dia juga menyuruh anak buahnya untuk mengawasi Alex yang kini dia mengasingkan diri. Dan Anderson, laki-laki itu selalu mencari celah untuk menarik investor raja minyak agar mau bekerja sama dengannya menghancurkan Felix.
Setelah pulang dari keliling dunia itu, Felix akan menghadapi sendiri Anderson. Jadi dia meminta pada Freid agar selalu mengawasi laki-laki tersebut. Dan pengawal yang akan dia bawa yaitu Erick dan juga Troy. Buddy dan Freid yang mengurus semua bisnisnya dan menjaga mereka yang ingin menghancurkannya.
"Tebak nanti malam kita mau apa sayang?" tanya Felix.
__ADS_1
"Mau apa?" tanya Marinka setelah dia merasa puas dengan rasa sedihnya karena mamanya kembali ke Indonesia.
"Kita akan berbulan madu." kata Felix.
"Kemana?" tanya Marinka tidak semangat mendengarnya.
"Keliling dunia. Kamu mau pergi kemana? Akan kita kunjungi." kata Felix.
Mata Marinka melebar, dia kaget dan tidak menyangka akan keliling dunia. Dulu mungkin hanya mimpi dia menginginkan keliling dunia, tapi sekarang akan terwujud dengan suaminya yang kaya raya itu.
"Benarkah?!"
"Iya. Kamu tinggal pilih mau kemana saja, nanti aku sampaikan pada pengawalku yang akan ikut dengan kita." kata Felix.
"Ooh Felix, itu awalnya hanya mimpiku saja ingin keliling dunia. Apakah benar kamu akan mewujudkannya?" tanya Marinka tidak percaya.
"Ya, kamu tahu siapa diriku kan?" tanya Felix tangannya mulai bergerilya di tubuh Marinka.
"Ya, aku tahu itu. Tapi aku tetap tidak percaya dengan semuanya." kata Marinka.
"Kamu akan percaya jika sudah berangkat nanti." kata Felix mulai mencium bibir istrinya.
"Eummm, apakah kita akan ke negara Swiss?" tanya Marinka menyambut ciuman suaminya.
Kini Felix menggiring Marinka ke ranjangnya, mereka sudah mulai terbuai dengan sentuhan masing-masing. Marinka di buat pasrah saja dengan perlakuan suaminya itu, hingga akhirnya semua pakaian yang melekat di tubuhnya itu terlepas.
"Aku ingin kita bercinta sebelum keberangkatan keliling dunia sayang." kata Felix kembali mencumbu Marinka.
"Lakukanlah apa maumu, Felix." ucap Marinka.
Kini keduanya pun kembali saling menyentuh satu sama lain. Untuk mendapatkan kebahagiaan dan kenikmatan yang tiada duanya karena cinta.
_
_
__ADS_1
*******************