Terjebak Gairah Dua Mafia

Terjebak Gairah Dua Mafia
20. Felix Yang Kacau


__ADS_3

Felix benar-benar gusar, dia tidak menyangka kalau Alex yang menemukan atau menculik Marinka. Hatinya kacau sekali, entah karena dia sudah mencintai gadis itu atau justru dia ingin sekali menyentuhnya.


"Kurang ajar Alex! Dia selalu saja menjadi pesaingku dalam hal apa pun. Aku malas jika harus bersaing dengannya masalah wanita, tapi kali ini tidak akan aku biarkan dia menyentuh Marinka dan memilikinya. Akan aku rebut kembali wanitaku itu!" ucap Felix.


Dia menenggak minuman anggurnya beberapa kali. Di mansion, kepala pelayan sendiri merasa sedih karena gadis yang selama ini dia layani harus hilang ketika di acara pesta pangeran Gabriel.


Dia merasa senang dengan Marinka, karena gadis itu tidak rewel atau pun mengadu pada Felix jika melakukan kesalahan.


"Lordes, kemana nona Marinka?" tanya pelayan lain.


"Kata tuan Freid dia di bawa dan di sembunyikan oleh tuan Alex. Aku tidak percaya akan semua ini, nona Marinka harus berada di tangan musuh bebuyutan tuan Felix." ucap Lordes, kepala pelayan mansion Felix.


"Jadi, akan terjadi peperangan kan?" tanya pelayan lain.


"Bukan peperangan lagi, kemungkinan tuan Felix merencanakan akan melakukan serangan di mansion tuan Alex. Tapi sepertinya belum di laksanakan, karena mungkin sedang mencari keberadaan nona Marinka." kata Lordes lagi.


"Memang di sembunyikan?"


"Tentu saja, tuan Alex itu pesaing tuan Felix di dunia bawah tanah. Kemungkinan mereka sedang menyusun strategi untuk saling serang." ucap Lordes lagi.


"Sangat mengerikan sekali, karena wanita mereka sering bermusuhan."


"Tuan Felix tidak pernah menggubris jika masalah wanita lain. Tapi kali ini berbeda, sepertinya tuan Felix mencintai nona Marinka." kata Lordes.


"Jadi, akan ada serangan ya?"


"Iya. Tapi tidak tahu kapan itu. Mungkin setelah tahu di mana nona Marinka berada." ucap Lordes lagi.


"Sangat menakutkan sekali ya, dua orang dari sejak kakeknya selalu berseteru. Apa mereka tidak lelah seperti itu? Selalu bersaing dan tidak mau kalah." kata pelayan.


"Saya rasa, tuan Felix sudah banyak mengalah pada tuan Alex. Mulai dari wanita pendamping acara pesta pangeran Gabriel, tuan Felix selalu mengalah dan dia mencari penggantinya lagi. Tapi sepertinya tuan Felix tidak akan membiarkan nona Marinka jatuh pada tuan Alex, musuhnya."


"Mungkinkah tuan Felix sudah jatuh cinta sama nona Marinka?"


"Mungkin, karena biasanya jika wanita yang di bawa ke mansion. Jika sudah di sukai dan di sentuh oleh tuan Felix, maka dia akan di suruh pergi. Meskipun jarang dia membawa wanita. Tapi anehnya, nona Marinka di biarkan tetap nyaman dan tuan Felix belum mau menyentuhnya. Itu aneh menurutku." kata Lordes lagi.


"Hemm, bisa jadi memang tuan Felix sudah jatuh cinta sama nona Marinka."

__ADS_1


"Ya, itu jelas terlihat jika tuan Felix menatap nona Marinka. Hanya saja sikap dinginnya itu membuat nona Marinka tidak menyadarinya, bahkan dia harus kabur."


"Kabur? Bukankah dia di culik."


"Tidak, menurutku, nona Marinka memang merencanakan untuk kabur dari tuan Felix. Dan kebetulan dia bertemu dengan tuan Alex di pesta. Entah ini takdir atau bukan. Sesuatu akan terkadi di negeri ini oleh dua klan berbeda." ucap Lordes menatap ke depan.


Kedua pelayan dan kepala pelayan itu diam, mereka membayangkan akan ada pertarungan sengit nantinya memperebutkan seorang wanita yang entah dari mana asal usulnya.


_


Freid begitu sibuk dengan anak buahnya untuk mencari keberadaan Marinka yang di sembunyikan oleh Alex. Felix begitu kacau ketika tahu Marinka ada bersama Alex.


Dia sering minum-minuman hingga mabuk. Yang pusing anak buahnya. Belum lagi menghadapi genk motor di wilayah barat itu terus gencar menyerang kasino milik Felix.


"Tuan, bagaimana dengan tuan Felix?" tanya Troy ketika dia bersama Freid.


"Dia kacau, sebelumnya dia belum pernah seperti itu. Entah dia sudah jatuh cinta pada gadis itu atau dia belum menaklukkannya. Tapi yang jelas, dia benar-benar kacau setelah tahu nona Marinka ada bersama tuan Alex." kata Freid.


"Lalu, bagaimana kita harus mencari tahu di mana keberadaan nona Marinka? Semua sudah di sebar. Dan belum ada kabar dari mereka." kata Troy.


"Ini sangat berbahaya sekali. Tuan Alex mengetahui kalau gadis itu adalah yang di sukai oleh tuan Felix. Kita harus bekerja ekstra, karena sekarang tuan Felix tidak bisa di ajak berpikir." kata Freid lagi.


"Halo tuan Felix?"


"Kamu di mana Freid?" tanya Felix.


"Di markas tuan. Dengan Troy. Ada apa?" tanya Freid.


"Apa sudah ada kabar dari Buddy?" tanya Felix.


"Belum tuan. Tapi nanti aku huhungi dia, menanyakan perkembangan dia di sana." kata Freid lagi.


"Aaargh! Kalian tidak becus! Cepat temukan Marinka, lalu kita serang markas Alex itu. Aku tidak peduli dia mati terbunuh atau tidak!" kata Felix lagi.


"Iya tuan, setelah mendapatkan informasi keberadaan nona Marinka. Aku akan memerintahkan anak buah untuk menyerang markas tuan Alex, sesuai permintaan anda." kata Freid lagi.


"Bangsat dia! Berani-beraninya dia membuat aku seperti ini!" umpat Felix.

__ADS_1


Klik!


Freid diam saja, dia tahu Felix sangat kacau sekali. Apa lagi sudah empat hari setelah Alex datang ke kantornya dan meledek Felix, belum ada kabar apa pun tentang keberadaan Marinka.


Troy memperhatikan apa yang di katakan Felix pada Freid. Dia juga geram sekali dengan Alex, semua nampak tegang.


"Tuan Felix?"


"Ya. Dia marah, karena belum ada kabar apa pun mengenai nona Marinka."


Tuuuut.


Ponsel Freid berbunyi lagi, Buddy. Dengan cepat Freid menjawab telepon dari Buddy.


"Halo Buddy, bagaimana?" tanya Freid tidak sabar.


"Sepertinya nona Marinka tidak ada di mansion tuan Alex, tuan Freid." kata Buddy.


"Lalu, kamu tahu mereka membawa kemana?"


"Ada dua kemungkinan, satunya ke villa di Yunani, tempat di mana sering untuk liburan tuan Alex. Dan satunya di bagian negara Sisilia di Italia. Dia membawa nona Marinka kesana untuk di amankan, dan pastinya di sana tempat sarang mafia. Agar nona Marinka tidak bisa di temukan." kata Buddy lagi.


"Kamu mengikuti kemana mereka pergi? Kamu menyuruh yang lain mengikutinya?" tanya Freid.


"Ya, tuan Freid. Dua orang ikut ke negara bagian Sisilia di Italia dan dua orang lagi ke Yunani."


"Bagus, kamu sering-sering menghubungi mereka. Dan harus terus memantau kegiatan mereka itu."


"Ya tuan, tapi tuan Alex masih berada di mansionnya. Kemungkinan dia juga akan pergi ke salah satu negara tersebut untuk menemui nona Marinka."


"Hemm, terus awasi dia. Dia memang licik, ketika memastikan di mana nona Marinka berada. Kita akan langsung menyerangnya dan menyelamatkan nona Marinka." kata Freid lagi.


"Iya tuan Freid."


Klik!


_

__ADS_1


_


********************


__ADS_2