Terjebak Gairah Dua Mafia

Terjebak Gairah Dua Mafia
43. Alex Berkunjung ke Kantor Felix


__ADS_3

Alex memperhatikan apa yang di lakukan oleh Marinka di dalam kamarnya. Dia melihat Marinka sedang membuka-buka buku di meja, sambil memegangi gelas di tangannya. Sesekali di teguknya wyne di dalam gelas tersebut.


Senyumnya mengembang ketika dia melihat di cctv di laptopnya, Marinka berjalan menuju kamar mandi. Dia masuk ke dalam kamar mandi, rasanya dia akan mandi sejenak.


"Aah, aku dapat melihat dengan leluasa tubuhmu Marinka. Rasanya tubuhmu itu sangat menggairahkan. Bagaimana bisa tubuhmu mau di cumbu oleh laki-laki pecundang itu, sedangkan aku tidak bisa mencicipinya?" ucap Alex dengan menenggak minumannya lagi.


Tok tok tok.


Suara pintu di ketuk dari luar, Jhon masuk dengan membawa beberapa berkas dan juga laptop di tangannya.


"Apa yang kamu bawa?" tanya Alex meletakkan gelasnya di meja.


"Tuan, nyonya itu ingin melihat anaknya. Bagaimana menurut anda?" tanya Jhon, sang asisten Alex itu.


"Hemm, apa lagi yang dia minta?" tanya Alex.


"Lihat saja tuan, dia sepertinya menyadari ada cctv yang mengintainya." kata Jhon lagi.


Alex mengambil laptop di tangan Jhon, melihat mamanya Marinka sedang bicara di depan kamera cctv. Memohon sesuatu agar di bebaskan. Alex tersenyum sinis, dia menenggak lagi minumannya di gelasnya.


"Abaikan saja dulu, aku ingin melihat perkembangan pencarian Felix pada Marinka. Bagaimana dia bergerak?" tanya Alex.


"Sepertinya mereka mencari ke seluruh penjuru Eropa tuan. Dan anak buahnya semua di kerahkan untuk mencari nona Marinka." kata Jhon.


"Apa dia tidak mengawasi mansionku?" tanya Alex.


"Mereka mengawasinya juga. Tapi sepertinya tidak terlalu ketat." jawab Jhon.


"Hemm, aku akan memberitahu Felix. Kalau kekasihnya ada di mansionku, begitu juga dengan ibunya." kata Alex tersenyum smirik.


"Kenapa anda mau memberitahu tuan Felix? Bukankah akan terjadi pengeboman di mansion anda tuan?" kata Jhon heran.


"Bodoh! Tidak mungkin dia akan menghancurkan mansionku, dan kamu kenapa jadi lambat berpikir?! Cari cara agar mansionku aman dan baik-baik saja. Jaga semua dari orang-orang yang mau merusak mansionku! Begitu saja kamu bertanya!" ucap Alex.

__ADS_1


Jhon diam, memang sepertinya Alex sudah tidak peduli lagi dengan perusahaannya yang di incar oleh Felix. Dia ingin melaporkan itu, bahwa perusahaan senjatanya sedang di intai oleh mata-mata Felix.


"Sekarang kamu siapkan mobil. Aku akan ke kantor laki-laki pecundang itu!" kata Alex.


"Baik tuan."


Jhon akhirnya menurut, dia mengirim pesan pada anak buahnya untuk selalu berjaga pada posisinya masing-masing. Pengiriman senjata ke daerah konflik tetap di lakukan, sedangkan pabrik senjata milik Felix tidak mengirim lagi senjatanya ke para pemberontak di daerah konflik itu sejak bertemu dengan Marinka.


Bahkan mengurangi pabrik oembuatan senjata, hanya di jual pada pihak pemerintah dan agen rahasia serta pemakaian sendiri oleh anak buahnya.


_


Felix sedang duduk memejamkan matanya di kursi kerjanya di kantor. Dia memikirkan Marinka, nasib gadis yang sangat dia cintai itu membuatnya semakin khawatir. Dia sudah membayangkan apa yang akan di lakukan oleh Alex pada Marinka.


Menurut anak buahnya juga, mamanya di culik sebelum Marinka di culik. Dia sangat menyesal kenapa tidak juga menjenguk kekasihnya ketika masih di rumahnya. Apa lagi dia menarik Erick untuk pulang ke Inggris.


Tok tok tok.


Pintu ruangan Felix di ketuk dari luar. Pintu terbuka dan masuk Freid, Felix menghela nafas panjang kemudian dia memejamkan kembali matanya. Dia tahu pasti Freid akan memberikan laporan padanya mengenai keberadaan Marinka di mana.


"Semuanya sudah di selidiki tuan. Tapi besar kemungkinan nona Marinka ada di mansion tuan Alex." kata Freid.


"Kamu sudah menyelidikinya? Bagaimana dengan mamanya? Aku ingin keduanya selamat." kata Felix.


"Mungkin juga di mansion yang sama. Tapi berbeda ruangan." kata Freid lagi.


"Pastikan keduanya bisa kita selamatkan. Aku tidak peduli jika mansion laki-laki brengsek itu harus hancur berkeping-keping." kata Felix lagi.


"Iya tuan, saya sedang menyelidiki setiap ruangan mansion tuan Alex." kata Freid.


"Kamu tidak perlu menyelidikinya Freid. Karena memang Marinka dan ibunya ada di mansionku. Hahah!" ucap laki-laki yang masuk tanpa permisi ke ruangan Felix itu.


Felix dan Freid menoleh lalu menatap tajam pada laki-laki yang tak lain adalah Alex. Dia datang ke kantor Felix dengan asistennya, Jhon. Senyum ledekannya mengembang di bibirnya. Menatap pada Felix yang merasa geram padanya.

__ADS_1


"Bajingan kamu! Lepaskan Marinka!" teriak Felix menatap tajam pada Alex.


"Hahah! Aku sengaja memberitahumu di mana Marinka berada. Dia ada di mansionku? Seperti apa kata asistenmu itu, keduanya ada di mansionku. Kamu boleh datang untuk membawanya, tapi sebelumnya akan aku pastikan dia yang akan menyerahkan dirinya padaku." kata Alex dengan wajah berubah dingin dan tatapan tajam.


Tangan Felix mengepal kuat, dia maju ke depan dan siap meninjukan kepalan tangannya ke wajah Alex. Namun, di tahan oleh Freid.


"Sabar tuan, anda jangan emosi." kata Freid.


"Aku tahu apa yang akan dia lakukan pada wanitaku, Freid!" teriak Felix dengan mata melebar.


"Ya, tuan. Anda tetap sabar, saya yakin nona Marinka akan menjaga dirinya dengan baik." kata Freid.


"Hahah! Tentu saja gadis itu masih menjaga dirinya dengan baik. Dia menungguku untuk memaksanya mau melayaniku. Hahah!"


Bug! Bug! Bug!


Tanpa di duga dan tidak bisa di cegah, Felix menyerang Alex dan memukul wajahnya beberapa kali. Hingga Alex pun terhuyung dan memegangi pipinya yang kesakitan karena du pukul oleh Felix secara mendadak.


"Cuih! Akan aku pastikan wanitamu akan melayaniku lebih dulu. Ingat itu Felix, dan kamu pasti kalah! Kalah olehku, hahah!!" ucap Alex dengan tawa kerasnya.


Felix kembali menyerang Alex yang tertawa keras itu, tapi di halangi oleh Freid dan Jhon menarik bosnya untuk segera keluar dari ruangan Felix tersebut.


Berbagai rencana akan dia lakukan untuk mengamankan mansion Alex agar tidak beresiko di ledakkan oleh anak buah Felix. Tapi kemungkinan Felix tidak akan gegabah dan bertindak begitu saja untuk meledakkan mansion Alex, karena ada Marinka dan ibunya.


"Kirim paket pada laki-laki pecundang itu agar dia mau datang ke mansionku." kata Alex memerintahkan pada asistennya.


"Untuk apa tuan?" tanya Jhon.


"Biar dia menyaksikan kekasihnya menyerahkan diri padaku bodoh! Apa kamu masih belum mengerti juga dengan rencanaku?!" teriak Alex pada Jhon.


Jhon diam, dia mencerna ucapan Alex itu yang dalam keadaan marah karena dia masih saja bertanya dengan rencana Alex. Tapi akhirnya Jhon pun mengangguk, dia akan menuruti apa yang di katakan Alex mengirim paket pada Felix di kantornya.


_

__ADS_1


_


*********************


__ADS_2