Terjebak Gairah Dua Mafia

Terjebak Gairah Dua Mafia
25. Penyerangan Di Villa


__ADS_3

Marinka berusaha menghindar, dia terus mendorong wajah Alex yang sudah berniat sekali untuk menyentuhnya.


"Toloong!"


Alex tidak peduli dengan teriakan Marinka. Marinka mencoba memohon pada Alex untuk tidak menyentuhnya.


"Alex, kumohon jangan seperti ini. Lepaskan aku." ucap Marinka dengan linangan air mata.


"Hahah! Aku sudah menunggumu beberapa minggu untuk menyentuhmu, tapi rasanya aku sudah tidak sabar lagi. Kamu akan benar-benar jadi budakku!" kata Alex dengan penuh gairah.


Marinka memejamkan matanya, dia benar-benar terjebak oleh laki-laki playboy dan haus akan sebuah sentuhan. Marinka tidak mau seperti itu, tapi siapa yang akan menolongnya?


Di tempat villa tersembunyi, jauh dari keramaian. Tapi Marinka terus memberontak agar Alex tidak menyentuhnya. Hingga Marinka menendang bagian vital Alex dan laki-laki itu terkejut.


Wajahnya memerah menahan marah. Matanya menatap tajam pada Marinka, di pegangnya alat vitalnya yang di tendang Marinka itu. Matanya nyalang menatap Marinka, amarahnya benar-benar memuncak.


"Dasar ******! Kamu berani melawanku hah?!"


Plak!


"Aargh!"


Alex menampar pipi Marinka hingga gadis itu sampai terjatuh. Dia kemudian menarik rambut Marinka dan membaringkannya di ranjang. Dia lalu menjatuhkan dirinya di atas tubuh Marinka. Menarik tangannya yang menutupi bagian dada dan intimnya dengan kasar.


Alex benar-benar di kuasai gairah dan amarah yang begitu besar. Hingga dia tidak sadar telah menyiksa Marinka. Saat itu dia sedang melepas baju piamanya dan sudah terlihat tubuh kekarnya.


Tiba-tiba suara tembakan di beberapa tempat di luar membuat Alex dan Marinka terkejut. Marinka mendorong kuat tubuh Alex yang terdiam dan menatap ke luar jendela.


Duaarr!


Suara ledakan di bagian dalam villanya mmebuat Alex terkejut. Dia lalu segera mengenakan baju piamanya dan segera berlari keluar. Melihat siapa yang berani menerang villa tersembunyinya.


"Bangsat! Siapa yang berani menyerang villaku?!" teriak Alex.


Dia mengambil senjatanya dan segera menuju ke arah sumber suara ledakan. Marinka tidak membuang kesempatan, dia mengambil baju di lemari dan segera mengenakannya. Dia tidak tahu siapa yang menyerang dan meledakkan villa Alex yang tersembunyi itu.

__ADS_1


Setelah selesai, dia pun bersembunyi. Masih terdengar suara tembakan saling bersahutan. Ingatannya kembali beralih pada negara yang selalu berkonflik. Di mana dia menjadi relawan untuk menyelamatkan korban yang tidak bersalah jadi sasaran tembakan.


"Aku terjebak kembali seperti ini." gumam Marinka dalam persembunyiannya.


Sesungguhnya dia ketakutan, tapi pikirannya terus mendorongnya untuk kabur dari tempat itu. Akhirnya dia pun keluar dari balik lemari, meski masih terdengar suara tembakan. Tapi Marinka nekat untuk keluar dan kabur dari tempat itu.


Pikirannya akan kabur ke pantai, dia berharap ada kapal nelayan atau pengunjung pulau itu melintas di perairan pantai tersebut. Marinka mengendap, dia melihat banyak anak buah Alex sedang menembaki beberapa orang di luar.


Dia mengendap ke bagian pintu samping, menoleh ke kanan dan ke kiri agar tidak ada yang melihatnya keluar dari villa itu. Setelah merasa aman, dia pu menuju halaman. Mencoba mencari pintu keluar, tapi ternyata halaman samping memang tidak ada pintu keluar. Ada di bagian depan saja.


"Duh, bagaimana aku bisa keluar dari tempat ini? Pintunya ada di depan, sedang di sana ada orang sedang baku tembak." ucap Marinka.


Dia lalu masuk kembali lalu kembali mengendap ke arah pintu keluar. Dia terus berjalan hati-hati dan hampir sampai di pintu depan. Tapi ketika dia hendak berlari, tangan kekar menariknya kuat lalu membawanya kembali masuk.


Marinka terkejut, laki-laki itu menembaki seseorang yang melihatnya masuk membawa Marinka masuk. Marinka berusaha berontak ingin segera kabur, tapi laki-laki itu terus menarik Marinka dengan kasar..


"Alex! Lepaskan aku!" teriak Marinka dengan keras.


"Kamu tidak boleh kabur, manis. Aku belum menyentuhmu, akan aku bawa kabur lagi jauh dari laki-laku bedebah di depan sana!" teriak Alex.


Dor! Dor! Dor!


Dor! Dor! Dor!


"Kurang ajar! Dia memperlakukan wanitaku dengan kasar. Tembaki dia Freid! Buat akan membuat kewalahan. Dan jangan sampai anak buahnya membantunya!" teriak Felix pada asistennya.


"Baik tuan."


Freid menyuruh anak buahnya terus berjaga, dia lalu berkeliling tempat itu yang memang anak buah Alex sudah sedikit. Felix maju ke depan, dia terus menembaki Alex terus menerus. Langkahnya pasti untuk merebut Marinka dari cengkeraman laki-laki itu.


Hingga bom meledak di ruangan tersebut, Marinka terpental. Felix segera menghampiri Marinka dan menariknya lalu melindunginya. Tapu sebuah senjata menodongkan ke bagian belakang kepalanya.


Tubuh Marinka di bawah Felix, dan Alex menodongkan senjata tepat di kepala Felix.


"Heh! Jadi kamu benar-benar mencari gadis itu? Apa istinewanya bagimu melindunginya hah?!" teriak Alex.

__ADS_1


"Tentu saja, karena dia wanitaku brengsek!" teriak Felix dengan gahar.


"Hahah! Bahkan dia sudah aku sentuh. Bagian bibirnya, tubuhnya dan aaah.... Rasanya seperti ...."


Buk! Buk! Buk!


Tiga kali Felix memukul Alex secara tiba-tiba. Dia memukul Alex membabi buta. Hingga keduanya pun terlibat perkelahian sengit. Marinka melihat itu jadi ketakutan, dia pun mundur beberapa langkah.


Tangannya d8 tarik oleh Freid. Dia lalu di amankan kemudian menyuruh Buddy untuk melindungi Felix.


"Buddy, lindungi tuan Felix. Aku akan menyelamatkan nona Marinka!" ucap Freid pada Buddy.


"Baik tuan!"


"Nona, ikut aku cepat!" kata Freid pada Marinka.


"Tapi, aku mau di bawa kemana tuan Freid?" tanya Marinka dengan bibir bergetar karena masih ketakutan.


"Jangan takut, tuan Felix datang untuk menyemalatkan anda. Ayo kita pergi dari sini, sebelum anak buah tuan Alex datang lagi." kata Freid lagi.


Marinka pun menurut, dia mengikuti kemana Freid pergi. Freid mengendap dengan senjata di tangannya penuh siaga. Di depan dia di sambut oleh anak buahnya, mereka pun segera pergi menuju helikopter yang sudah siap untuk menyelamatkan Marinka.


Sementara itu, perkelahian Felix dan Alex masih berlangsung. Keduanya sangat sengit dalam berkelahi. Felix marah karena Alez sudah menyentuh tubuh Marinka meski itu mencium bibirnya saja.


Keduanya sangat sengit dalam berkelahi, hingga kembali suara ledakan terjadi di villa itu. Tanpa membuang waktu, Alex segera pergi dari sana di lindungi oleh anak buahnya untuk menyelamatkan diri.


"Lekas ledakkan villa ini. Aku tidak mau Felix selamat sampai dia bertemu lagi dengan gadis sialan itu!" kata Alex.


"Baik tuan!"


Alex segera berlari dari villa. Anak buahnya sudah menyiapkan kapal veri untuk menyelamatkan diri. Sedangkan Felix pun sama halnya menyelamatkan diri sebelum villa itu hancur di ledakkan oleh anak buah Alex.


Duarr! Duarr! Duarr!


_

__ADS_1


_


*********************


__ADS_2