Terjebak Gairah Dua Mafia

Terjebak Gairah Dua Mafia
42. Felix Kembali Marah


__ADS_3

Rumah Marinka di bom setelah Marinka di bawa oleh laki-laki yang tak lain adalah Alex. Dia di bawa lagi ke Inggris, dan para penjaga rumah Marinka pun di tarik kembali setelah Felix tahu Marinka di culik lagi oleh Alex.


Erick, bodyguard Marinka waktu kedatangan Alex ke rumah Marinka memang sedang di tugaskan di negara lain. Dan dia akan datang lagi setelah semua beres, tapi ternyata Alex lebih tahu semua keadaan di sekitar Marinka.


Brak!!


"Brengsek! Dia ternyata menculik Marinka lagi. Dia dendam padaku!" ucap Felix menggebrak meja di depannya.


Semua barang yang ada di atas hampir berjatuhan. Freid melihat bosnya itu benar-benar marah sekali dengan kejadian itu. Dia diam saja, saat ini memang harus lebih cerdik lagi dari Alex.


Buddy sendiri langsung di tugaskan melacak kemana Marinka di bawa oleh Alex pergi.


"Tuan Alex membawa serta ibu nona Marinka, tuan." kata Freid.


"Apa maksudnya dia membawa mamanya juga?!" tanya Felix dengan keras.


"Aku tidak tahu tuan, tapi Buddy sedang menyelidikinya juga." kata Freid lagi.


"Kerahkan anak buah Troy untuk mengancam semua perusahaan si brengsek itu!" kata Felix.


Dia benar-benar marah, kenapa semua anak buahnya lengah menjaga Marinka dan ibunya. Pikiran Felix kacau, dia tidak tahu harus bagaimana. Dua kali ini Alex menculik wanitanya, bahkan sekarang mungkin Alex akan lebih ganas lagi untuk memaksa Marinka meladeninya.


"Kenapa mamanya juga ikut dia bawa?" ucap Felix masih berpikir mengenai calon mertuanya juga ikut di bawa.


"Mungkin untuk memaksa nona Marinka tuan." jawab Freid.


"Memaksa apa?!"


"Kali ini bukan hanya nona Marinka yang dia incar tuan. Tapi anda juga, anda yang akan di buat hancur olehnya karena ...." ucapan Freid terputus.

__ADS_1


Felix menatap tajam pada asistennya itu, dia mendengus kasar. Sudah pasti Alex akan memaksa Marinka untuk melayaninya dengan ancaman ibunya. Mungkin juga dia sendiri yang akan menyaksikan penyerahan diri Marinka pada Alex.


Brak!


Kembali Felix menggebrak meja, dia benar-benar geram dengan Alex yang secara langsung sebenarnya kalah. Tidak bisa mendapatkan hati Marinka, tetapi itulah Alex. Dia akan menggunakan berbagai cara untuk mendapatkan apa pun dan selalu ingin mengalahkannya.


_


Sementara itu, di mansion Alex. Marinka kembali berada di kamarnya. Dia tidak di ikat atau di sumpal mulutnya, tetapi seperti dulu hanya di sekap di dalam kamarnya.


Marinka menangis ketika dia harus kembali ke mansion Alex. Dia merasa menyesal dulu kenapa harus kabur dari Felix, yang ternyata lebih menghargainya dari pada Alex.


"Mama di mana." ucap Marinka.


Dia juga khawatir dengan mamanya, Alex benar-benar ingin dia hancur dengan orang tuanya.


Pintu kamar terbuka, nampak Alex berjalan mendekat pada Marinka dengan senyum kemenangan. Dia menatap wajah Marinka dengan sinis kemudian dia duduk di tepi ranjang itu. Marinka mundur beberapa jengkal.


"Hahah! Jangan berteriak cantik. Mamamu baik-baik saja, jangan khawatir." kata Alex tersenyum smirik.


"Apa yang kamu inginkan hah?!" tanya Marinka.


"Tubuhmu dan kehancuran hati kekasihmu itu. Aaah, sudah lama sekali aku tidak mengalahkan dia." kata Alex dengan mimik wajah yang mengerut.


"Dasar pecundang! Jika berani, bersaing dengan benar! Jangan seperti ini!" kata Marinka lagi.


Meski dia tidak tahu persaingan apa antara Alex dan Felix, tapi mengatakan seperti itu memang harus di lakukan. Laki-laki seperti Alex adalah laki-laki yang tidak pernah mau mengalah dan tidak mau di kalahkan. Apa lagi dia selalu iri dengan apa yang di dapatkan oleh Felix.


Tetapi Felix lebih banyak diam dan tidak meladeni sepenuhnya Alex yang seperti itu. Meski keluarga mereka selalu berseteru dan menjadi musuh bebuyutan di masa dahulu.

__ADS_1


"Kamu tahu, Felix yang laki-laki pecundang. Dia bodoh! Selalu saja lengah dan tidak bisa memaksamu untuk melayaninya. Aku? Aku selalu mendapatkan apa pun dari apa yang dia miliki!" kata Alex berubah jadi dingin menatap Marinka.


Marinka diam, menatap Alex meski takut. Tetapi dia tetap menatap wajah Alex yang sebenarnya dia tampan, ucapannya juga manis. Tetapi hatinya menyimpan rasa dendam dan iri dengki.


"Kamu tidak bisa memaksaku brengsek! Lebih baik aku mati bunuh diri kalau harus melayanimu!" ucap Marinka memberanikan diri mengumpat Alex.


"Hahah! Tenang saja cantik. Kamu akan melakukannya sendiri dengan suka rela, meski terpaksa. Dan kekasihmu itu, akan menyaksikannya dan mendengarkan apa yang kamu ucapkan nantinya. Menyerahkan diri padaku. Hahah!" ucap Alex.


"Aku tidak akan melayanimu, brengsek!"


"Tentu saja akan mau, dengan memaksamu. Lalu setelah itu, kamu boleh bunuh diri di hadapan kekasihmu itu. Itu tidak masalah. Hahah!" ucap Alex lagi dengan tawa kerasnya.


Marinka diam, dia menatap tajam pada laki-laki itu. Dia mendengus kasar, menunduk dalam. Rasanya dia ingij keluar dari tempat itu.


Alex pun mendekat, meraih wajah Marinka. Tapi Marinka menepis kasar tangan Alex dan menatap tajam padanya.


"Bersabarlah, kekasihmu sedang mencarimu. Aku akan menunjukkan jalannya dia sampai di mansionku. Jika sampai dia tidak bisa menemukan mansionku, dia benar-benar laki-laki bodoh dan dungu! Hahahah!!" ucap Alex dengan tertawa keras.


Dia lalu berbalik dan melangkah keluar dari kamar Marinka masih dengan tawanya. Sedangkan Marinka menatap kepergian Alex, lalu berteriak kencang ketika laki-laki itu sudah menutup kembali pintu kamarnya.


"Aaaargh! Felix, tolong selamatkan aku. Hik hik hik." ucap Marinka.


Dia benar-benar kacau sekali, kenapa juga harus di culik lagi oleh Alex. Yang menurutnya adalah laki-laki psikopat.


"Felix, tolong aku. Kemana kamu, Felix? Hik hik hik." ucap Marinka sambil menangis menyebut kekasihnya itu.


Dia menundukkan wajahnya, masih dengan suara tangisannya yang terisak. Meratapi nasibnya kembali di dalam mansion penculik yang sebenarnya tidak tahu apa urusan mereka pada Marinka. Tapi dengan dirinya sekarang jadi kekasih Felix, maka dia terlibat dalam perseteruan kedua klan mafia besar di Inggris.


_

__ADS_1


_


**********************


__ADS_2