
Setengah bulan bulan madu keliling dunia memanjakan Marinka, Felix sangat bahagia. Apa lagi Marinka, dia sangat bahagia bisa terwujud impiannya berkat suaminya itu. Dia selalu merasa di cintai oleh Felix dan anak buahnya sangat patuh padanya.
Kini mereka akan makan malam di mansion, Marinka mencoba membuat masakan Indonesia. Karena dia sendiri kangen dengan masakan negaranya. Kini Marinka berada di dapur sebelum makan malam tiba, di bantu oleh dua pelayan bagian dapur.
Marinka sangat sibuk sekali, membuat Felix merasa kehilangan istrinya di kamarnya. Dia mencari ke dapur, dan memang Marinka berada di dapur. Felix tersenyum, dia menghampiri istrinya yang sedang memasak. Memeluk dari belakang dan mencium pipinya.
"Kamu memasak sayang?" tanya Felix.
"Ya. Aku merasa kangen masakan Indonesia, hanya masakan sederhana yang sering aku buat waktu di rumah." jawab Marinka.
"Emm, tapi nanti tanganmu jadi kasar sayang kalau di dapur terlalu lama. Aku tidak mau kamu sakit nantinya." kata Felix lagi.
"Hanya sesekali saja, lagi pula kan wajar aku masak di dapur untuk makan suamiku. Mamaku bilang harus jadi istri yang baik, dan sekarang aku mencoba menjadi istri yang baik. Memasak di dapur." kata Marinka.
Dia menuangkan masakan di mangkuk khusus sayur. Felix memperhatikan apa yang di lakukan oleh istrinya, menatap wajah Marinka yang begitu serius dalam memasak.
Freid menghampiri Felix di dapur, dia berhenti di belakang Marinka. Felix menoleh ke arah asistennya itu.
"Ada apa Freid?" tanya Felix.
"Bagaimana rencana tentang tuan Anderson tuan?" tanya Freid.
"Kita bicarakan di ruang kerja sana. Kamu kesana lebih dulu, aku menyusul nanti." kata Felix.
"Baik tuan." kata Felix sedikit membungkuk pada bosnya lalu berlalu dari hadapan Felix.
Felix kembali memeluk Marinka dari belakang, membuat gadis itu merasa risih karena Felix memeluknya erat sekali sambil menciumi pipinya terus.
"Ih, sudah dong. Kan aku jadi susah bergerak, tadi di tunggu sama Freid kan?" kata Marinka berusaha melepas pelukan Felix.
"Sebentar, aku ingin memelukmu terus. Kamu semakin cantik sayang, aku tambah cinta sama kamu." kata Felix.
__ADS_1
Marinka hanya tersenyum saja, dia lalu membawa semua masakannya ke meja makan. Di bantu pelayan lainnya, dan Felix pun pergi setelah dia mencium istrinya untuk menemui Freid di ruang kerjanya.
_
Markas Felix kini sudah banyak anak buahnya, bersiap untuk melakukan penyerangan pada kelompok genk motor yang di gagas lagi oleh Anderson. Rupanya kemarin-kemarin ketika Felix bulan madu keliling dunia selama setengah bulan, para genk motor itu kembali membuat ulah pada kasino milik Felix.
Mereka merusak dan membakar gedungnya ketika orang-orang berkunjung di sana. Ada tiga tempat yang di rusak itu, dan salah satunya di tengah kota Mancaster. Kasino terbesar milik Felix yang pendapatan dari kasino tersebut sangat besar.
Kini Felix merasa geram sekali dengan tingkah Anderson yang menyerangnya ketika sedang tidak ada. Felix menjaga ketat mansionnya agar istrinya aman di sana.
Felix dan Freidi kini sudah berhadapan langsung dengan anak buahnya yang siap untuk di perintah. Mereka semua bekerja pada Felix ketika tidak ada tugas untuk menyerang kelompok orang.
"Kalian semua sudah berkumpul?" tanya Felix.
"Sudah tuan, hanya Buddy saja yang tidak bergabung dengan kita." kata Troy yang memang dia di tugaskan untuk memimpin anak buahnya.
"Buddy memang sedang meretas data perusahaan milik Anderson. Aku ingin menghancurkan semua apa yang jadi milik Anderson itu. Juga Erick sudah aku tugaskan menjaga mansionku." kata Felix.
"Kita langsung saja ke markas genk motor yang merusak tiga kasinoku. Aku ingin mereka di berantas habis tanpa sisa. Aku juga ingin lihat bagaimana mereka hancur di hadapanku tanpa sisa apa pun." kata Felix dengan tatapan dingin.
"Ya tuan. Saya bagi mereka ke beberapa tempat untuk merusak markas mereka. Dan mereka juga sudah siap untuk menyerang, tinggal menunggu perintah anda tuan." kata Troy.
"Bagus. Kita bergerak secepatnya malam ini." kata Felix lagi.
Setelah berunding dengan anak buahnya, kini Felix segera bersiap untuk menghampiri di mana markas Anderson itu berada. Dia yang akan menghancurkan sendiri markas Anderson. Kini semua bergerak, sesuai rencana yang sudah di sepakati.
Freid dan Felix akan menuju markas Anderson, setelah itu dia akan pergi di mana Anderson berada. Dia akan menghancurkan laki-laki itu juga karena seharusnya laki-laki yang begitu berani melawan Felix secepatnya di musnahkan. Begitu yang ada di pikiran Felix.
Mobil melaju kencang menuju pinggiran kota London, karena di sanalah markas Anderson berada. Buddy sudah melacaknya dan sekarang markas itu sepi, tanpa penjagaan yang ketat.
Kesempatan Felix untuk menghancurkan markas tersebut. Mobil terus melaju kencang, dan tanpa hambatan di jalanan akhirnya mobil pun sampai di markas. Mereka ada beberapa mobil mengiringi, dan kini mobil itu pun berhenti. Dua anak buah turun lebih dulu, mereka menyebar bom granat di setiap sisi gedung kosong tersebut.
__ADS_1
Mungkin hanya ada beberapa orang di dalam dan sedang berpesta minuman hingga mabuk. Setelah menyebar bom granat, anak buah Felix kembali lagi.
"Semua sudah di leyakkan di tempat tersembunyi tuan, mungkin sebentar lagi meledak." kata anak buah yang tadi meletakkan bom granat.
"Bagus. Kita lihat saja dari jauh markas itu meledak hancur berkeping-keping." kata Felix.
Mereka mengangguk, lalu kini semuanya menatap dari jauh detik-detik meledaknya markas Anderson. Dan suara dentuman beberapa kali langsung menggetarkan tempat sekitar.
Boom! Duaarrr!
Boom! Duaarr!
Boom! Duaarr!
Tiga kali ledakan di markas tersebut, membuat panik penduduk sekitar markas yang jaraknya memang agak jauh. Tapi ledakannya memang terdengar sangat keras dan memekikkan telinga.
Felix menyuruh semua anak buahnya segera pergi dari tempat itu, sebelum polisi datang dan mengetahui kalau markas itu mereka yang meledakkan.
Kini mobil melaju kencang menuju mansion Anderson. Felix meminta pergi kesana, dia akan membuat perhitungan dengan laki-laki yang sok jago dan angkuh tersebut.
"Apa yang akan kita lakukan pada tuan Anderson, tuan?" tanya Freid.
"Hancurkan dia. Aku ingin dia cacat seumur hidup, agar tahu kalau aku tidak main-main jika sudah mengancam. Dia pikir dengan kekuatannya yang kecil bisa mengalahkanku dan menghancurkanku? Alex laki-laki yang tidak mau terkalahkan saja aku buat dia cacat." kata Felix dengan dingin dan penuh ancaman.
Freid diam, dia paham tentang bosnya itu. Sabar dalam menghadapi lawan, tapi dia akan menghancurkan secara diam-diam jika sudah mengganggunya terlalu jauh.
Apa pun jika Felix sudah marah, dalam hal berbisnis. Maka akan dia hancurkan semuanta sampai tidak bisa berkutik lagi. Itulah Felix, awalnya diam dan menunggu apa yang akan di lakukan lawan. Tapi semakin dia menantang, maka semakin pasti untuk menghancurkan lawan tersebut.
_
_
__ADS_1
*****************