
Freid terus berkordinasi dengan Buddy, dia harus cepat untuk menyelamatkan mamanya Marinka lebih dulu. Seperti apa yang dia pikirkan dengan tebakannya, sudah pasti Alex akan memanfaatkan ibunya Marinka untuk memaksa Marinka melayaninya.
Dia harus bergerak cepat, Felix juga tampak masih frustasi dengan foto-foto yang di kirim Alex padanya. Meski pikirannya sedang tidak bisa di ajak berpikir, namun terkadang dia berpikir nekad untuk datang ke mansion Alex.
Menyerahkan dirinya dan meminta Alex melepaskan Marinka. Dan memang itu yang di inginkan Alex, Felix datang memohon padanya dan dia akan memaksa Marinka dengan mengancam mamanya.
Itu sekenario Alex yang sudah di baca oleh Freid. Maka dari itu, rencana pertama yaitu menyelamatkan mamanya lebih dulu. Karena dia yakin, Alex kalah dalam berkelahi dengan Felix.
Sejak remaja Felix selalu menjuarai pertandingan bela diri seperti karate, taekwondo dan juga tinju. Memang dia menyukai olah raga bela diri itu, makanya Alex selalu ingin merebut dengan urusan wanita dari pada bertanding atau berkelahi.
"Frreid, aku harus ke mansion laki-laki brengsek itu." kata Felix.
"Sabar tuan, aku sedang memikirkan untuk menyelamatkan ibunya nona Marinka lebih dulu." kata Freid.
"Hei, kenapa harus mamanya dulu? Kenapa bukan Marinka lebih dulu?!" tanya Felix kesal.
"Aku punya rencana tuan, dan aku menebak kenapa mamanya nona Marinka juga ikut di culik. Itu sebagai ancaman pada nona Marinka tuan, anda pasti tahu kalau tuan Alex tidak akan berani melawan anda secara langsung. Berduel dengan anda tidak akan berani." kata Freid.
Felix diam, dia menatap asistennya itu. Belum mengerti apa rencana Freid tersebut.
"Apa yang kamu rencanakan?" tanya Felix.
"Aku menyuruh Buddy untuk menyelamatkan mamanya nona Marinka lebih dulu, nanti anda bisa datang ke mansion tuan Alex jika ingin mengancamnya." kata Freid.
Felix diam, dia tampak berpikir dengan ucapan Freid itu. Terkadang insting Freid itu kuat dan benar adanya, dia terlatih untuk terus mencurigai dan menebak apa yang terjadi dan apa yang di rencanakan musuh-musuh Felix itu.
"Baiklah, lakukan malam ini juga. Aku yakin laki-laki brengsek itu pasti memang merencanakan sesuatu. Dan jangan lupa Marinka serega selamatkan." kata Felix.
"Ya tuan."
_
Malam ini Buddy dan anak buahnya terus mengintai di mansion Alex. Alex tampak bersiap untuk pergi entah kemana, dan itu akan di manfaatkan juga menyelamatkan Marinka.
Perkiraan Freid, mungkin memang Alex sengaja pergi untuk memancing Felix datang menyelamatkan malam ini. Dia sengaja pergi dan nantinya di pantau olehnya dari jauh.
Tentu saja fokus penyelamatannya adalah mamanya Marinka lebih dulu dan tanpa di ketahui anak buah Alex.
__ADS_1
"Bagaimana dengan ibunya nona Marinka? Di mana dia di sembunyikan?" tanya Freid pada Buddy.
"Ada di belakang mansion ternyata tuan. Kupikir lebih baik ibunya kita ganti saja dengan pelayan di sana. Di dandani seperti itu, bagaimana menrut tuan?" tanya Buddy.
Freid tampak berpikir, apakah memang harus di ganti untuk mengelabui Alex?
"Boleh begitu, coba kamu cari pelayan di sana. Dandani sesuai dengan nyonya." kata Freid.
"Baik tuan."
Buddy pun menghubungi orang yang bertugas masuk ke dalam mansion lewat belakang. Dia sudah membuka sistem keamanan yang terpasang di bagian belakang lebih dulu. Dan hanya mempunyai waktu satu jam, jadi anak buah Buddy harus bergerat cepat agar tidak di ketahui oleh penjaga Alex.
Setelah menghubungi anak buahnya, Buddy segera bergerak menuju belakang mansion Alex. Beruntung sekali di belakang mansion Alex ada gedung kosong yang sudah terbengkalai. Beberapa anak buah menunggu di sana.
Freid hanya memantau saja ketika anak buah Buddy bergerak segera di belakang mansion. Setengah jam mereka berusaha menyelamatkan ibunya Marinka. Dan hampir saja sistem keamanan tertutup otomatis lalu mereka tidak bisa keluar dari mansion itu.
"Berhasil tuan!" ucap Buddy menghubungi Freid.
"Bagus. Cepat pergi dari sana, aku dan tuan Felix akan masuk ke mansion melalui pintu depan. Kurasa memborbardir mansion itu cukup untuk peringatan tuan Alex." kata Freid.
"Tuan Alex tidak mungkin membiarkan nona Marinka di selamatkan dengan mudah begitu saja. Jadi aku melihat banyak sekali terpasang ranjau di depan pintu kamar nona Marinka dan di setiap jendelanya. Mereka memasang sistem keamanan khusus di kamar nona Marinka." kata Buddy.
"Jadi begitu? Lalu, tuan Felix akan datang kesana. Bukankah tuan Felix akan terkena ranjau juga jika masuk ke dalam kamar nona Marinka?" tanya anak buahnya lagi.
"Makanya kita bergerak setelah tuan Felix datang. Bawa nyonya pergi dari sini secepatnya, aku akan mengawasi setiap pergerakan para penjaga di sana."
"Baik tuan."
Anak buah Buddy itu segera membawa ibunya Marinka pergi dan di bawa ke dalam mobil dalam keadaan pingsan karena di bius lebih dulu agar tidak banyak bersuara.
Setelah mobil sudah pergi, Buddy segera menghubungi Freid. Dan Freid serta Felix akan langsung ke mansion Alex dengan persenjataan lengkap.
Freid menyiapkan semuanya, ketika semua perkiraannya benar. Maka persiapan menyerang mansion Alex itu tidak akan sia-sia dan penyelamatan Marinka pun berhasil dengan sukses.
Mobil Felix sampai di depan mansion Alex, dia keluar dan mengeluarkan senjata bazokanya dan menembakkannya ke atah pintu pagar.
Duaaarrr!
__ADS_1
Suara ledakan di depan pintu pagar mansion terdengar sangat dahsyat. Pintu pun ambruk sebelah, Felix berjalan maju ke depan sambil menembaki beberapa penjaga di sana. Di belakang Freid tampak memantu Felix menembaki beberapa penjaga.
Mereka masuk ke dalam, dan sampai di depan halaman mansion Alex yang luas. Baik Felix dan Freid ternyata sudah di sambut oleh Alex. Ternyata laki-laki itu tidak pergi dari mansionnya, dia menunggu Felix datang.
Senyum sinis mengembang di bibir Alex. Tangannya memegang senjata dan melangkah mendekat pada Felix kemudian mengacungkan senjatanya.
"Selamat datang di mansionku Felix, aku sudah menunggumu. Wanitamu ada di depan, dia sudah siap untuk kulucuti pakaiannya di depanmu. Hahah!" ucap Alex.
"Bajingan kamu! Lawan aku jika kamu memang laki-laki jantan! Jangan hanya menyandera seorang wanita tidak berdaya!" ucap Felix lantang.
Freid merubah rencananya ke rencana kedua. Anak buah Buddy yang ada di belakang mansion di gedung kosong segera bergerak dari belakang.
Alex memerintahkan anak buahnya untuk mengeluarkan Marinka yang di ikat dengan memakai baju transparan saja. Semua mata pasti melihat bagaimana lekuk tubuh Marinka.
Felix mengepalkan tangannya, matanya tajam menatap Alex dan beralih pada Marinka yang di ikat dengan berpakaian layaknya seorang pelacur.
"Lepaskan dia!" ucap Felix.
"Hahah! Kamu mau melepaskan wanita itu, tidak!" ucap Alex.
Felix maju dengan tidak sabar, dia berjalan cepat akan menarik Marinka. Tapi Alex menembaki lengan kanan Felix, hingga senjatanya terjatuh.
"Kamu datang menyerahkan nyawamu Felix, aku merubah rencanaku. Lebih baik aku bunuh kamu dan ku bawa wanitamu itu. Hahah!" kata Alex dengan tawa senang.
Tiba-tiba Felix berlari kencang menerjang Alex, dia menabrakan tubuhnya yang berlumuran darah di lengannya. Tidak peduli dengan sakitnya, dan lagi-lagi Alex menembakkan senjatanya pada Felix di bagian perutnya.
"Aaargh!"
"Felix!"
Door! Door!
_
_
*********************
__ADS_1