
Kini Felix berada di kantornya, dia memasang cctv di depan kamar yang dia khususkan untuk Marinka. Jadi dia memantau segala gerak-gerik Marinka di dalam kamar. Terkecuali di bagian tempat tidur dan di kamar mandi serta walk in kloset.
Dia melihat kegiatan Marinka dengan para pelayan di rumahnya, sangat menarik perhatian. Senyumnya mengembang ketika melihat Marinka sedang merayu pelayan untuk meminta di bebaskan.
Freid masuk ke dalam ruangan kantor Felix, dia melihat sang bos tersenyum. Sangat jarang dia melihat Felix tersenyum seperti itu.
"Tuan, anda sedang apa?" tanya Freid.
"Hemm, aku melihat gadis itu selalu memohon untuk di lepaskan pada pelayan." kata Felix.
"Lalu, apa anda mau membebaskan dia?" tanya Freid.
"Tentu saja tidak. Aku menyukainya." kata Felix dengan wajah datar saja.
"Apa?! Tapi, anda bilang dia akan jadi budak anda. Tapi anda tidak pernah masuk ke dalam kamarnya dan bermain-main dengannya." kata Freid.
"Nanti, aku ingin menikmati tingkahnya." kata Felix lagi.
"Aku sudah menemukan identitas dan alamat rumahnya tuan. Dia juga punya sosial media aktif, dan terakhir kali dia membuat status di sosial medianya ketika berada di wilayah konflik tersebut." kata Freid.
"Hemm, kamu sudah menyelidiki semua status, keluarganya dan juga seseorang spesialnya barangkali?" tanya Felix.
"Aku jelaskan tuan. Nona Marinka itu anak dari seorang tentara yang gugur di medan perang sewaktu di tugaskan di wilayah konflik juga. Dia mempunyai adik laki-laki yang juga sedang menempuh pendidikan di kepolisian. Ibunya seorang janda pensiunan tentara, dia hidup sendirian ketika nona Marinka pergi jadi relawan tenaga medis." kata Freid menjelaskan tentang Marinka.
"Teruskan." kata Felix mendengarkan dengan serius tentang Marinka.
"Dia bekerja di perusahaan jasa, sebagai staf. Dia izin pada perusahaan jasa itu untuk ikut jadi relawan selama dua bulan, dan beruntungnya perusahaan itu mengizinkannya pergi menjadi relawan medis di sebuah organisasi yang memang selalu mengirim relawan itu ke negara konflik untuk membantu para korban peperangan. Dia memang berjiwa peduli, sering sekali mengikuti kegiatan sosial di negaranya juga. Membantu korban bencana di sana, jiwa sosialnya tinggi tuan. Dan nona Marinka itu ..." kata Freid berhenti.
"Kenapa?" tanya Felix.
"Ada seseorang yang setia menunggunya di sana." kata Freid ragu.
"Apa? Siapa yang menunggu Marinka?! Apa dia sudah punya kekasih?" tanya Felix mulai dingin wajahnya.
__ADS_1
"Bukan, nona Marinka itu belum punya kekasih. Tapi ada seorang laki-laki yang menyukainya, dan setia menunggu jawaban nona Marinka. Dia itu komandan adiknya." kata Freid lagi.
"Hemm, jadi dia belum punya kekasih? Baguslah." kata Felix tersenyum senang.
"Tuan, apakah anda berniat untuk menjadi kekasih nona Marinka?" tanya Freid lagi.
"Tidak. Dia akan jadi budakku." jawab Felix.
"Kalau jadi budak, nona Marinka itu bebas untuk di sentuh setelah anda tuan." kata Freid lagi.
"Jangan sentuh dia! Dia milikku!" kata Felix menatap tajam pada asistennya itu.
"Itu setelah anda menyentuhnya tuan, dan kulihat sampai saat ini anda belum menyentuhnya. Nanti setelah anda menyentuhnya, saya bolehkan ju ..."
"Tidak! Sekalipun tidak tetap tidak! Tidak boleh ada yang menyentuhnya selain aku." kata Felix lagi.
Freid diam, dia menghela nafas panjang. Kini dia tahu jika bosnya menyukai gadis itu dari sisi lain. Bukan karena tertarik dia sebagai seorang budak yang hanya di jadikan pelampiasan. Entah apa namanya, tapi sekarang sepertinya ada perasaan dari hati yang di tunjukkan Felix pada gadis itu.
Namun aneh, kenapa dia masih acuh saja pada gadis itu. Bukankah jika menyukai harus sering bertemu dan bicara? Tapi kenapa Felix tidak begitu?
"Oh, klan Laurance akan mengadakan lelang pabrik terbesarnya di Amerika tuan. Apa anda berminat ikut dalam lelang tersebut?" tanya Freid.
"Pabrik yang mana?" tanya Felix.
"Pabrik di Amerika, pabrik baja dan besi." jawab Freid.
"Kenapa dia mau melelangnya?" tanya Felix.
"Saya kurang tahu tuan, anak buahku belum menyelidiki secara lengkap." kata Freid.
"Selidiki, aku ingin tahu kenapa dia mau melalang pabrik besar itu. Aku yakin dia punya tujuan lain." kata Felix lagi.
"Baik tuan. Oh ya, kerabat dari kerajaan Inggris mau mengadakan pesta lagi. Tuan Felix di undang, mereka meminta semua undangan membawa pasangan." kata Freid.
__ADS_1
"Hemm, begitu lagi. Kenapa pangeran Gabriel suka sekali pesta? Tanya Felix.
"Anda tidak tahu? Pangeran Gabriel itu pecinta wanita, dia senang di kelilingi wanita cantik. Dan setiap pasangan yang di bawa oleh tamu undangannya selalu dia ajak kencan setelahnya." kata Freid lagi.
"Ooh, jadi begitu. Baiklah, kapan pestanya itu di gelar?" tanya Felix.
"Tiga minggu lagi dari sekarang. Mereka mengadakan pesta mewah dan semua yang di undang harus bawa pasangan. Apa anda mau menyewa model lagi untuk pasangan anda tuan?" tanya Freid.
"Nanti aku pikirkan masalah itu, masih lama kan pestanya?" tanya Felix.
"Ya, tentu. Atau anda bisa juga bawa nona Marinka untuk pasangan anda." kata Freid memberi ide.
Felix mempertimbangkan usulan asistennya itu, dia hanya diam saja. Freid pun keluar setelah dia selesai melaporkan semuanya pada Felix.
"Hemm, bisa juga. Baiklah, siapkan nanti malam makan malam mewah di rumah. Aku ingin makan malam dengan gadis itu." kata Felix.
"Baik tuan." jawab Freid.
"Oh ya, kamu pantau orang tua gadis itu di negaranya. Apakah ibunya tahu kalau anaknya itu hilang dari negara konflik itu."
"Sejauh ini belum tuan. Pihak organisasi di kamp relawan belum memberitahukan pada keluarganya. Mereka masih mencari keberadaan nona Marinka. Tapi mungkin akan memberitahu dan melapor pada pihak kedubes di sana." kata Freid lagi.
"Biarkan saja, sembunyikan identitas dia di sini. Aku ingin menahannya lebih dulu, biarkan mereka kebingungan karena ceroboh dengan pekerjaan mereka itu. Membantu korban lain tapi mengabaikan keselamatan anggotanya sendiri." ucap Felix.
"Iya tuan. Kalau begitu, saya keluar dulu. Mau mengecek anak buah yang sedang menyelidiki pabrik tuan Alex itu." kata Freid membungkuk hormat.
"Hemm."
Felix kembali melihat laptop yang menampilkan Marinka di sana. Dia melihat Marinka sedang merajut sesuatu, senyumnya mengembang. Sangat menyenangkan melihat gadis yang dia culik dari kamp rahasia milik gerilyawan di negara konflik tersebut.
_
_
__ADS_1
******************