
Deche open Grup Chating. Untuk bisa masuk ke Grup Chating Deche, jawab pertanyaan ini. Siapakah nama ibu kandung Aida?
Tulis jawabannya di kolom masuk GC, bukan di kolom komentar. Jawaban yang benar diperbolehkan untuk masuk. Selamat mencoba.
***
Hari terus berlalu, tak terasa hasil test DNA Maira sudah keluar. Firas membaca hasilnya. Hasil test DNA Maira menyatakan kalau Ricky adalah ayah biologis Maira. Firas menghela nafas. Berat rasanya memperlihatkan hasil test kepada Aida. Ketika ia sedang berpikir, tiba-tiba ponselnya berdering. Di layar ponsel tertulis nama Ricky. Firas menjawab panggilan Ricky.
“Assalamualaikum, Pak Firas,” ucap Ricky.
“Waalaikumsalam, Pak Ricky,” jawab Firas.
“Ada apa, Pak Ricky?” tanya Firas.
“Bisa saya bertemu dengan Pak Firas? Ada yang saya katakan mengenai ibunya Maira,” tanya Ricky.
“Ibu Maira yang mana? Aida maksud Pak Ricky?” tanya Firas.
“Bukan! Ibu kandung Maira,” jawab Ricky.
“Oke, baiklah. Kapan kita ketemu?” tanya Firas.
“Kalau bisa sekarang, Pak,” jawab Ricky.
“Oke, saya tunggu di café More jam dua siang,” kata Firas.
“Baik, Pak. Assalamualaikum,” ucap Ricky.
“Waalaikumsalam,” jawab Firas.
Firas langsung keluar dari ruangannya, lalu menghampiri meja asistennya.
“Deni, saya ke café More dulu. Saya ada janji dengan Pak Ricky,” kata Firas.
“Baik, Pak,” jawab Dito.
Firaspun pergi meninggalkan kantornya.
Firas memasuki café More, ia langsung menghampiri Ricky. Melihat Firas datang Ricky berdiri dan menyalami Firas.
“Apakabar, Pak Firas?” sapa Ricky.
“Alhamdullilah, baik,” jawab Firas.
“Silahkan duduk, Pak Firas,” ujar Ricky.
__ADS_1
Firas pun duduk di hadapan Ricky.
“Mau minum apa, Pak?” tanya Ricky.
“Ice lemon tea,” jawab Firas.
Ricky melambaikan tangannya, seorang pelayan cafe menghampiri mereka.
“Pesan ice lemon tea satu,” kata Ricky kepada pelayan café.
“Baik, Pak,” pelayan café pun meninggalkan meja mereka.
“Bagaimana, Pak Ricky? Siapa ibu kandung Maira?” tanya Firas langsung.
Ricky menghela nafas.
“Ibu kandung Maira adalah Vivin,” jawab Ricky.
“Vivin? Salfa baru mengenal Vivin tiga tahun yang lalu. Kata Salfa, Vivin sempat keluar negeri dua tahun yang lalu,” kata Firas.
“Iya betul. Vivin pergi ke luar negeri ketika mengandung Maira dan kembali ke Indonesia setelan Maira berusia tiga bulan,” ujar Ricky.
Ricky menghela nafas dan mulai bercerita.
“Semenjak kejadian itu saya mencoba untuk bertanggung jawab namun Vivin tidak menginginkan saya. Ia bilang ia mencintai orang lain. Saya sedih dan kecewa mendengarnya lalu saya putuskan untuk keluar dari pekerjaan saya. Kebetulan pada saat itu saya mendapatkan tawaran pekerjaan sebagai general manager di sebuah perusahaan dengan gaji yang cukup besar. Saya pun menerima tawaran itu. Semenjak itu saya tidak pernah bertemu dengan Vivin ataupun keluarganya. Kami benar-benar tidak ada komunikasi sama sekali. Pada suatu hari saya bertemu dengan salah satu karyawan Pak Hadi. Ia mengatakan kalau Vivin hamil dan Pak Hadi membawa Vivin keluar negeri.”
“Sebenarnya saya ragu Vivin hamil anak saya atau bukan. Karena sewaktu kejadian itu Vivin sudah tidak gadis lagi. Tapi untuk menebus rasa bersalah saya, saya tunggu kepulangan Vivin. Saya minta bantuan Bi Sur pembantu kepercayaan Keluarga Hadi, mengambil sedikit rambut anak Vivin untuk test DNA. Hasilnya menunjukkan bayi yang dilahirkan oleh Vivin adalah anak saya. Semenjak saat itu saya titipkan Maira kepada Bi Sur.”
“Namun Vivin dan keluarganya tidak menginginkan Maira. Mereka menyuruh Bi Sur membuang Maira. Bi Sur tidak tega jika Maira dibuang begitu saja. Bi Sur menghubungi saya agar mengambil Maira di tempat Bi Sur membuang Maira. Namun keburu Mbak Aida datang dan mengambil Maira,” kata Ricky.
“Tega sekali Vivin,” kata Firas.
“Saya menceritakan ini semua kepada Pak Firas karena Pak Firas dekat dengan Vivin. Vivin tidak mau dinikahi saya karena Vivin sedang jatuh cinta pada Pak Firas,” ujar Ricky.
“Saya tidak memiliki hubungan apa-apa dengan Vivin. Vivin itu cuma teman kuliah Salfa. Tidak lebih,” terang Firas.
“Saya tau, Pak. Saya sering melihat Bapak menghindar dari Vivin,” jawab Ricky.
“Kamu memata-matai saya?” tanya Firas.
“Tidak, Pak. Saya hanya penasaran, siapa yang sedang di dekati oleh Vivin,” jawab Ricky.
“Sekarang Pak Ricky mau kembali ke Vivin?” tanya Firas.
“Tidak, Pak. Saya tidak bisa memaafkan perempuan yang sudah membuang anak saya,” jawab Ricky.
__ADS_1
“Lalu kamu mau menikahi Aida, bagitu?” tanya Firas.
Ricky tersenyum mendengar pertanyaan Firas.
“Saya tidak mau mengganggu kebahagiaan orang lain,” jawab Ricky.
Mendengar jawaban Ricky, Firas langsung bernafas lega.
“Tapi saya harap kamu jangan mengambil Maira secara tiba-tiba. Kasihan Aida, ia akan merasa kehilangan Maira,” kata Firas.
“Tentu saja tidak. Saya sibuk bekerja. Saya juga belum mempunyai istri. Nanti siapa yang akan mengurus Maira? Kasihan Maira nanti akan terlantar. Biarlah Maira dibawah pengasuhan Mbak Aida. Saya hanya minta diperbolehkan bertemu dengan Maira. Serta diperbolehkan membawa Maira main, jalan-jalan atau berlibur,” ujar Ricky.
“Tentu saja boleh. Nanti saya bicarakan dengan Aida,” kata Firas.
“Terima kasih, Pak,” ucap Ricky.
“Sama-sama, Pak Ricky,” jawab Firas.
Setelah pertemuan dengan Ricky, Firas mencoba untuk membujuk Aida agar mengijinkan Maira pergi dengan Ricky.
“Saya belum pernah membiarkan Maira pergi dengan orang lain, kecuali dengan Ibu Ida,” kata Aida.
“Ricky adalah ayah Maira, dia punya hak untuk mengasuh Maira,” ujar Firas.
“Nanti Pak Ricky membawa Maira pergi,” kata Aida dengan sedih.
“Tidak akan, Aida! Kalau nanti Pak Ricky membawa kabur Maira, saya yang akan mengejarnya sampai dapat. Dan saya akan tuntut Pak Ricky dan perempuan itu karena telah menelantarkan anak mereka,” kata Firas.
Aida menoleh ke Firas.
“Bapak tau siapa ibu kandung Maira?” tanya Aida.
“Saya tau. Pak Ricky yang memberitahu saya,” jawab Firas.
“Siapa, Pak?” tanya Aida.
“Namanya R-a-h-a-s-i-a,” bisik Firas.
“Bapak, pelit! Kenapa Bapak boleh tau, sedangkan saya tidak boleh?” kata Aida kesal.
Firas tertawa melihat Aida kesal.
“Sudahlah, itu masa lalu orang lain. Yang penting sekarang Maira tetap dibawah pengasuhanmu,” ujar Firas.
Pak Firas benar, yang penting Ricky tidak mengambil Maira. Ia hanya ingin diijinkan mengajak Maira main, jalan jalan dan berlibur, kata Aida di dalam hati.
__ADS_1