
Hari sabtu pagi Aida sudah mendandani Maira dengan cantik dan lucu. Hari ini Ricky akan datang ke rumah orang tua Firas untuk menjemput Maira. Firas menyuruh Ricky menjemput Maira di rumah orang tuanya, agar Aida menunggu Maira di rumah orang tuanya. Firas merasa kasihan jika Aida harus sendirian di rumah, ia pasti merasa kesepian.
Firas datang pagi-pagi sekali untuk menjemput Aida dan Maira. Seperti biasa Ibu Poppy menyuruh Aida dan Maira sarapan di rumahnya. Sesampainya mereka di rumah orang tua Firas, mereka disambut oleh Ibu Poppy dengan tangan terbuka. Ibu Poppy langsung menggendong Maira.
“Aduh, cucu Enin cantik sekali. Mau kemana, sih?” tanya Ibu Poppy sambil mencium pipi Maira dengan gemas.
“Au alan-alan cama Mama,” jawab Maira.
“Enin tidak diajak?” tanya Ibu Poppy dengan wajah pura-pura sedih.
“Nga. Nin di yumah cama Aki,” jawab Maira.
“Enin mau ikut,” kata Ibu Poppy dengan wajah melemas.
“Nga, oyeh!” jawab Maira.
“Ya sudah kalau tidak boleh. Enin mau membuat kue aja,” kata Ibu Poppy.
“Mala, nga diacih?” tanya Maira dengan wajah sedih.
“Dikasih, dong. Cucu Enin yang paling cantik pasti dikasih,” jawab Ibu Poppy.
“Sekarang kita sarapan dulu, ya,” Ibu Poppy membawa Maira ke ruang makan.
Pukul setengah sepuluh Ricky datang menjemput Maira.
"Om Ricky mau mengajak jalan - jalan ke mall. Maira mau ikut, tidak?" tanya Aida.
__ADS_1
“Cama Mama?” tanya Maira.
“Mamah tidak ikut, Mamah mau bantu Enin membuat kue,” jawab Aida.
“Om Pias icut?” tanya Maira.
“Om Firas tidak ikut. Om Firas mau kerja,” jawab Aida berbohong.
“Mala nga au icut. Mala au cama Mama,” kata Maira sambil memeluk Aida.
“Om Ricky mau ajak Maira beli kue dan beli mainan,” bujuk Aida.
“Beyi uku cita? Mala au uku cita,” kata Maira.
“Iya, beli buku cerita juga,” kata Ricky.
“Acik. Mala beyi uku cita,” sorak Maira.
Maira ragu untuk digendong Ricky. Maira menoleh ke Aida seolah minta persetujuan mamahnya. Aida mengangguk mengijinkan Maira untuk digendong oleh Ricky. Akhirnya Maira mau digendong Ricky.
“Alhamdullilah,” ucap Ricky ketika Maira dalam gendongannya.
“Ayo kita pergi,” ajak Ricky.
Ricky membawa tas Maira.
“Dadah dulu sama Mamah dan Om Firas,” kata Ricky.
__ADS_1
Maira melambaikan tangannya ke Aida dan Firas.
“Jajah Mama, jajah Om. Calamualaicum,” ucap Maira.
“Waalaikumsalam,” jawab Aida dan Firas.
“Dadah, Maira,” Aida melambaikan tangannya dengan sedih.
Aida menangis melepas Maira. Baru kali ini ia membiarkan Maira pergi dengan orang lain selain dengan Ibu Ida. Tapi Ricky ayah Maira. Aida tidak punya hak untuk melarang Ricky membawa Maira. Secara hukum Ricky berhak atas Maira dibandingkan dengan dirinya.
“Sudahlah jangan menangis. Nanti kamu juga akan terbiasa dengan hal seperti ini,” kata Firas.
Firas memapah Aida dan membawanya ke ruang keluarga. Ibu Poppy melihat Firas memapah Aida, ia menghampiri mereka.
“Maira sudah pergi?” tanya Ibu Poppy.
“Sudah,” jawab Firas.
Ibu Poppy sengaja tidak keluar dari dalam rumah ketika Maira hendak pergi. Ia sedih melihat Maira pergi dengan ayahnya. Firas mendudukkan Aida di sofa. Ibu Poppy duduk di sebelah Aida, ia mengusap-usap punggung Aida.
“Sudah jangan bersedih. Doakan semoga Maira diberikan yang terbaik,” ucap Ibu Poppy.
Aida mengangguk.
“Sekarang kita buat kue. Nanti kalau Maira pulang, ia pasti menagih kue,” kata Ibu Poppy.
Aida mengusap air matanya.
__ADS_1
“Iya, Tante,” jawab Aida.
Ibu Poppy mengajak Aida ke dapur untuk membuat kue.