Terjebak Pesona Mamah Muda

Terjebak Pesona Mamah Muda
60. Nasehat Ibu Poppy


__ADS_3

Dua minggu setelah Aida diperiksa dokter, Ibu Poppy datang ke kantor Firas.


“Assalamualaikum,” ucap Ibu Poppy ketika masuk ke dalam ruangan Firas.


“Waalalikumsalam.,” jawab Firas.


Firas kaget ketika melihat Ibu Poppy masuk ke ruangannya.


“Mamah? Ada apa Mamah ke sini?” tanya Firas.


Firas menghampiri Ibu Poppy dan mencium punggung tangan mamahnya.


“Kenapa? Mamah tidak boleh datang ke kantor kamu?” Ibu Poppy balik bertanya.


“Boleh, Mah. Cuma tumben saja Mamah datang ke kantor Aa,” jawab Firas.


“Mamah tidak di suruh duduk, nih?” tanya Ibu Poppy.


“Silahkan duduk, Mamahku tersayang,” ujar Firas.


Ibu Poppy duduk di sofa. Firas juga duduk di sofa.


“A, katanya kalian ke dokter kandungan?” tanya Ibu Poppy.


“Iya, Mah. Aida mau periksa keadaan rahimnya. Karena sampai saat ini dia belum hamil,” jawab Firas.


Ibu Poppy menghela nafas.


“Kasihan Aida, dia pasti merasa tertekan karena belum bisa hamil. Padahal Mamah tidak pernah memaksa Aida untuk hamil. Melihat statusnya sebagai anak tunggal, Mamah sudah memiliki firasat kalau Aida akan susah untuk hamil,” kata Ibu Poppy.


“Apa kamu yang terus memaksa Aida untuk hamil?” tanya Ibu Poppy.


“Bukan, Mah. Aa tidak pernah memaksa Aida untuk hamil. Kalau Aida datang bulan, Aa hibur Aida supaya dia tidak kecewa,” jawab Firas.


“Kamu harus bersabar, Aa. Istrimu itu masih muda. Dia takut kamu meninggalkannya karena tidak bisa hamil,” kata Ibu Poppy.


“Astagfirullahaladzim. Aa tidak punya niat untuk meninggalkannya, Mah,” ucap Firas.


“Mamah tau, Aa. Mamah harap perhatiamu kepada Aida jangan sampai berkurang. Saat ini dia sangat membutuhkan perhatianmu,” kata Ibu Poppy.


“Iya, Mah,” jawab Firas.


“Dan satu lagi, kamu jangan terlalu sering meminta jatah kepada Aida! Kasihan dia kalau harus terus menerus melayanimu,” kata Ibu Poppy.


“Yah, Mamah. Masa jatah Aa harus dikurangi,” kata Firas dengan kecewa.


“Papahmu dan Ayahmu tidak pernah meminta jatah terus menerus kepada Mamah. Mereka selalu memberi jarak beberapa hari agar Mamah tidak kecapean. Coba deh kamu kasih jarak beberapa hari waktu berhubungan kalian, mungkin dengan cara itu Aida bisa hamil,” kata Ibu Poppy.


“Mamah tidak tau, sih. Kalau Aa dekat dengan Aida bawaannya on terus. Aida kan masih muda, lagi ranum ranumnya,” kata Firas.


“Dasar laki-laki! Pokoknya Mamah harap kamu bisa memberi jarak untuk aktiivitas berhubungan kalian! Agar dia tidak kecapean,” kata Ibu Poppy.


“Siap, Mah,” jawab Firas.


Tiba-tiba pintu ruangan Firas terbuka. Seorang office girl masuk ke ruangan Firas, ia membawa minuman untuk Ibu Poppy.


“Kenapa lama sekali mengantarkan minumannya? Mestinya begitu ibu saya datang, kamu langsung buatkan minumannya,” kata Firas sambil marah-marah.


“Mamah yang menyuruh. Tadi Mamah bilang ke Deni, mengantarkan minuman setelah lima belas menit,” kata Ibu Poppy. Mendengar perkataan mamahnya, Firas langsung menghela nafas.


Office girl itu menaruh minuman di atas meja.

__ADS_1


“Terima kasih, ya,” ucap Ibu Poppy.


Office girl itu hanya mengangguk dan keluar dari ruangan Firas. Ibu Poppy meminum minuman itu.


“Dia sama dengan Aida, pintar membuat minuman,” kata Ibu Poppy.


“Siapa yang Mamah maksud?” tanya Firas.


“Office girl yang tadi,” jawab Ibu Poppy.


“Iya dong, Mah. Harus itu! Kalau tidak nanti tamu Aa di sajikan minuman rasanya seperti air kobokan,” kata Firas.


“Kamu itu bisa saja. Memangnya kamu sudah pernah minum air kobokan?” tanya Ibu Poppy.


“Belum pernah,” jawab Firas.


“Maksud Aa, yang rasanya hambar manisnya tidak terasa, tapi tawar juga tidak,” kata Firas.


“Kamu ada-ada saja. Minuman kok rasanya seperti air kobokan,” ujar Ibu Poppy.


“Sudah. Mamah pulang dulu. Jangan lupa pesan Mamah harus kamu ikuti!” kata Poppy.


“Baik, Mamahku tersayang,” jawab Firas.


Firas mencium punggung tangan Mamahnya.


“Assalamualaikum,” ucap Ibu Poppy.


“Waalaikumsalam,” jawab Firas.


Ibu Poppy keluar dari ruangan Firas.


***


“Assalamualaikum,” ucap Firas ketika masuk ke dalam rumah.


“Walaicumcalam,” jawab Maira.


“Papa uyang,” Maira langsung lari mendekati Firas.


Firas menggendong Maira dan mencium pipi Maira.


“Haduh anak Papah sudah besar. Tambah berat saja,” kata Firas.


“Mamah mana?” tanya Firas.


“Ajih bibim cucu,” jawab Maira.


Tiba-tiba Aida keluat dari dapur sambil membawa segelas susu untuk Maira.


“Maira, ini susunya,” kata Aida.


Melihat mamahnya datang membawa segelas susu, Maira langsung minta diturunkan dari gendongan papahnya.


“Tuyun,” kata Maira.


Firas menurunkan Maira, lalu Maira mengambil gelas susu dari tangan Aida.


“Loh, sekarang tidak pakai dot?” tanya Firas melihat Maira minum susu menggunakan gelas tidak menggunakan dot lagi.


“Belajar minum susu pakai gelas,” jawab Aida.

__ADS_1


Aida mencium punggung tangan suaminya dan mengambil tas dan jas dari tangan suaminya. Merekapun berjalan menuju ke kamar tidur mereka.


“Tadi Mamah ke kantor,” kata Firas ketika sudah berada di dalam kamar.


“Ada apa Mamah ke kantor Akang?” tanya Aida.


“Biasa, kasih nasehat,” jawab Firas.


“Nasehat apa?” tanya Aida.


Firas menceritakan apa yang dikatakan mamahnya. Aida tertawa mendengarkan cerita Firas.


“Eh, malah tertawa. Senang ya, suaminya menderita,” protes Firas.


“Terkadang aku berpikir, sebetulnya anak mamah siapa? kamu atau aku?” tanya Firas.


“Mamah selalu berpihak sama kamu,” kata Firas.


“Mungkin karena kami sama-sama wanita, jadi Mamah bersikap seperti itu,” jawab Aida sambil tersenyum.


“Tapi kalau aku pikir, tidak ada salahnya kita ikuti apa yang Mamah katakan,” kata Firas.


“Yakin Akang sanggup?” tanya Aida.


Karena setahu Aida, Firas kalau sudah memiliki keinginan harus segera dilayani. Jika Aida sedang berhalangan harus pakai cara yang lain.


“Sangguplah. Demi istriku tersayang, aku rela untuk menahan,” jawab Firas.


“Kalau Akang sanggup, tdak ada salahnya kita coba,” kata Aida.


“Mudah-mudahan Allah meridoi usaha kita,” ujar Firas.


“Aamiin,” jawab Aida.


***


Hari terus berlalu, Firas dan Aida mengikuti saran Ibu Poppy. Dan sekarang tak terasa sudah tiga bulan setengah mereka menikah.


“Aida,” panggil Firas.


“Ya, Kang,” jawab Aida sambil memasak di dapur.


“Kamu ingat tidak, kapan terakhir kali aku mengganti oli motor?” tanya Firas.


“Akang tidak catat?” Aida balik bertanya.


“Aku catat, biasanya aku tempel dibalik jok motor. Tadi aku cari di dalam jok motor, tidak ada. Adanya catatan beberapa bulan yang lalu,” jawab Firas.


“Coba cari di kalender di ruang kerja Akang atau kalender di kamar. Barang kali Akang mencatatnya di kalender,” jawab Aida.


“Iya, aku lihat dulu,” kata Firas.


Firas masuk ke dalam kamarnya. Ia membuka kalender bulan yang sudah lewat. Benar saja dia menulis jadwal mengisi oli motor di kalendernya. Namun ada yang menarik di kalender itu ada bulatan pulpen merah bertuliskan haid. Tapi di bulan kemarin dan bulan ini belum ada lingkaran merah haid. Firas berpikir sejenak. Bulan kemarin ia belum pernah libur berhubungan. Firas langsung tersenyum mengingat hal itu. Ia mengambil kalender itu dan membawa kalender itu keluar kamar.


“Aidaaaaa,” panggil Firas.


.


.


Sebetulnya itu cara Deche. Deche pernah mengalami hal yang sama seperti Aida. Kebetulan adik ipar Deche adalah seorang dokter. Ia menyarankan untuk memberi jarak dalam berhubungan dan hasilnya berhasil bisa hamil. Kita lihat apakah Aida akan berhasil?

__ADS_1


__ADS_2