Terjebak Pesona Mamah Muda

Terjebak Pesona Mamah Muda
30. Toilet


__ADS_3

Ricky membawa Maira ke sebuah mall cukup terkenal di Jakarta. Sengaja Ricky membawa Maira ke mall untuk mengambil hati Maira, dengan cara membelikan barang-barang yang diinginkan oleh Maira. Maira terlihat senang ia berjalan ke sana kemari sambil menarik tangan Ricky. Maira menujuk ke sebuah booths yang menjual mainan anak-anak.


“Om, Mala au icu,” kata Maira.


“Boleh, ayo kita ke sana,” jawab Ricky.


Ricky membawa Maira ke booths yang ditunjuk oleh Maira. Maira senang ketika masuk ke dalam booths ia melihat banyak mainan.


“Maira boleh beli mainan yang Maira mau,” kata Ricky.


“Mala au icu, Om,” Maira menunjuk ke mainan peralatan memasak.


Ricky mengambil mainan yang diinginkan Maira.


“Yang ini?” Ricky memperlihatkan mainan itu kepada Maira.


“Iya,” jawab Maira dengan mata berbinar.


“Mau apa lagi?” tanya Ricky.


“Cacu aja. Ata Mama nga oyeh anyak-anyak,” jawab Maira.


“Kalau sama Om boleh beli lebih dari satu,” kata Ricky.


Maira berpikir sejenak.


“Mala au uku cita,” ujar Maira.


“Boleh. Nanti kita beli di toko buku,” kata Ricky.

__ADS_1


“Sekarang kita bayar mainannya dulu,” Ricky membawa Maira menuju ke kasir.


Ketika Ricky sedang membayar tiba-tiba Maira mau pipis.


“Om! Mala au pipis,” kata Maira sambil memegang celananya.


“Sebentar sayang. Tahan dulu, ya!” kata Ricky.


Beruntung petugaa kasir melayani dengan cepat. Ricky langsung menggendong Maira dan membawanya ke toilet. Ketika Ricky membawa Maira ke toilet pria, banyak yang sedang pipis di peturasan. Ricky langsung keluar dari toilet pria. Ia tidak ingin Maira melihat pria yang sedang pipis sambil berdiri. Ricky berdiri di depan toilet wanita mencari cleaning service untuk meminta tolong membantu Maira pipis.


“Om, Mala au pipis,” kata Maira sambil menahan pipis.


“Sabar ya, sayang,” kata Ricky.


Tiba-tiba ada seorang perempuan muda keluar dari toilet.


“Mbak, di dalam ada cleaning service tidak?” tanya Ricky kepada perempuan itu.


“Saya perlu petugas cleaning service untuk membantu anak saya pipis,” kata Ricky.


“Oh, biar saya bantu,” kata perempuan itu.


“Maira, pipisnya sama kakak ini ya,” kata Ricky.


“Iya,” kata Maira.


Ricky menurunkan Maira, lalu Maira masuk ke dalam toilet bersama dengan perempuan itu. Ricky menunggu Maira di depan toilet. Cukup lama Maira berada di dalam toilet bersama perempuan itu. Akhirnya perempuan itu membuka pintu.


“Pak, pospack sudah kotor. Bawa lagi tidak?” tanya perempuan itu.

__ADS_1


“Ada, Mbak,” Ricky memberikan tas Maira kepada perempuan itu. Perempuan itu kembali mauk ke dalam. Tak lama kemudian perempuan itu keluar bersama Maira.


“Om, taji Mala ee,” kata Maira.


“Hah? Ee?” Ricky kaget.


“Benar anak saya pup?” tanya Ricky ke perempuan itu.


“Iya, Pak,” jawab perempuan itu sambil memberikan tas Maira ke Ricky.


Ricky merasa tidak enak kepada perempuan itu.


“Maaf, ya. Tadi anak saya bilang mau pipis,” ucap Ricky dengan tidak enak.


“Tidak apa-apa,” jawab perempuan itu.


Ricky memberikan uang lembaran merah yang ia lipat kepada perempuan itu.


“Terima kasih, Mbak. Ini untuk Mbak karena sudah membantu saya,” ucap Ricky.


“Jangan, Pak! Saya ikhlas membantu bapak,” kata perempuan itu.


“Terima saja, Mbak. Saya jadi tidak enak sama Mbak,” kata Ricky yang memaksa agar uang pemberiannya diterima oleh perempuan itu.


“Tidak usah, Pak! Saya permisi dulu,” pamit perempuan itu.


“Dadah Maira,” perempuan itu melambaikan tangan ke Maira.


“Jajah, Tata,” Maira membalas lambaian tangan perempuan itu.

__ADS_1


Perempuan itu pun pergi meninggalkan Ricky dan Maira.


“Ayo Maira, kita ke toko buku,” Ricky menuntun Maira menuju ke toko buku.


__ADS_2