Terjerat Cinta Tuan Muda Kejam

Terjerat Cinta Tuan Muda Kejam
21 pesan dari Arthur?


__ADS_3

Carlos mengambil paksa ponsel Arthur dari saku celananya. Arthur berusaha merebut ponselnya kembali namun dihalangi oleh anak buah Carlos.


"Bawa dan sekap dia didalam kamarnya. Lakukan penjagaan yang ketat agar dia tidak kabur." Titah Carlos.


"Baik tuan besar." mereka kembali menyeret-nyeret tubuh Arthur masuk kedalam mansion.


"Arthur sayang." Samantha langsung memeluknya. "Singkirkan tangan kalian! berani sekali kalian melakukan ini terhadap putra-ku." Bentak Samantha. Dia pun memegangi kedua sisi pipi Arthur dan menatapnya lekat. "Sayang wajahmu memar, siapa yang berani melakukan ini kepadamu?"


Namun Arthur hanya diam saja.


Plaaak. Plaakkk...


Samantha menampar kedua pria yang menyeret Arthur. "Berani sekali kalian melakukan ini kepada anakku."


"Aku yang melakukannya!" Carlos yang tiba-tiba masuk langsung menghampiri istri pertamanya.


"Lagi-lagi kau berani menyakiti anak kandungmu sendiri." Samantha meneteskan air matanya.


"Ini akibatnya karena dia sudah berani menentangku!" Bentak Carlos. Dia menatap satu persatu semua orang yang ada di-sana termasuk istri dan anaknya. "Siapa pun yang berani menentangku, aku tidak akan segan-segan untuk menghukumnya. Sekalipun dia itu adalah anakku! darah dagingku! ini peringatan kecil untuk kalian semua." Ucap Carlos dengan tegas.


"Tapi aku ibunya! dan aku yang telah melahirkannya." Ucap Samantha seraya menarik kerah baju yang dikenakan Carlos. "Aku tidak terima kau menyakitinya." Lanjut Samantha dengan mata merah menyala. Ibu mana yang akan terima melihat putra kesayangannya di perlakukan seperti itu di hadapannya sendiri.


Carlos menepis tangan Samantha, lalu mengusap-usap kerah bajunya. "Jangan melewati batasan! kau tahu kalau aku paling menghormatimu diantara istriku yang lainnya. Hingga detik ini aku bahkan belum pernah melayangkan pukulan ditubuhmu."


"Aku tidak peduli! jika kau ingin memukulku, pukul saja!" Bentak Samantha. "Tapi jangan pernah sakiti anakku."


Tidak ingin meladeni Samantha. Carlos pun pergi menyusul anak buahnya yang sudah lebih dulu membawa Arthur kedalam kamarnya.


"Aku tidak tega melihat kak Arthur diperlukan seperti itu. Ayah memang sungguh kejam!" batin Rachel. Menatap tajam kepergian Carlos yang sedang menaiki anak tangga.


Carlos masuk kedalam kamar Arthur. Dia menoleh kearah kedua tangannya yang sudah di-ikat kuat oleh anak buahnya. "Kau itu anak pertama ayah! ayah sangat menyayangimu lebih dari kedua adik-adikmu. Beberapa aset kekayaan yang ayah punya, sudah ayah atas namakan dirimu tanpa sepengetahuan Chamela dan Stevani. Ibumu sendiri bahkan tidak mengetahui hal itu! jadi ayah mohon, jangan korbankan dirimu hanya untuk melindungi orang asing seperti Alea." Ucap Carlos dengan hati.


Tanpa sepengetahuan mereka, diam-diam seseorang ternyata sedang menguping pembicaraan.


Carlos menatap layar ponsel Arthur yang terkunci dengan sidik jari. Dia menarik telunjuk Arthur untuk membuka kuncinya dan akhirnya berhasil.


"Apa yang ayah lakukan? jangan macam-macam dengan ponselku." Teriak Arthur saat melihatnya keluar.

__ADS_1


Tap. Tap. Tap.


"Berhasil." Carlos tersenyum menyeringai setelah pasannya berhasil terkirim.


Alea baru saja keluar dari kamarnya. Dia heran saat melihat Calista mondar-mandir tak karuan. Saat melihat Alea, Calista langsung menghampirinya.


"Alea, Apa Arthur menghubungimu?" tanyanya.


"Gak. Memangnya kenapa?"


"Dari tadi aku telepon dia, tapi gak diangkat-angkat!"


"Mungkin tuan Arthur sedang sibuk! kenapa kau tidak telepon tuan Chris saja, dan tanyakan padanya." Ucap Alea.


"Dari tadi aku sudah mencoba menghubungi Chris, tapi nomernya tidak aktif." Ujar Calista. "Apa aku datangi apartemennya saja ya?"


Alea mengangguk. "Ya, kalau kau memang merindukannya sebaiknya memang begitu." Ucap Alea.


"Ini bukan tentang rindu saja! tapi aku mengkhawatirkannya, karena tidak biasanya Arthur seperti ini. ist'oke kalau sibuk Arthur memang jarang sekali mau mengangkat telepon dariku. Tapi setelah aku meneleponnya berkali-kali akhirnya dia pasti mau mengangkat walaupun hanya semenit dua menit." Jelas Calista panjang lebar.


Calista mengambil kunci mobil. "Alea apa kau mau ikut?" tanyanya.


"Tidak usah, aku disini saja! tidak apa-apa kan?" Ucap Alea.


"Kalau begitu aku pergi dulu ya. Kamu hati-hati dirumah! ingat jangan kemana-mana, atau Arthur akan menyalahkan-ku jika kau hilang." Ucapnya sebelum pergi.


Alea mengangguk dan tersenyum kecil. "Ya, tuan Arthur memang tidak mengijinkanku untuk berkeliaran diluar." Gumam Alea. Dia pun akhirnya kembali ke-kamarnya dan langsung meraih ponsel yang dia taruh di atas nakas.


"Ekh, ada pesan dari tuan Arthur." Gumam Alea. Dia langsung membacanya. "Tuan Arthur ngajak ketemuan di taman?" seketika Alea mengingat kembali ucapan Arthur kalau dia melarang Alea untuk keluar dari area apartemen. Dia pun mencoba untuk menelepon nomor Arthur namun tidak ada jawaban. "Nomernya aktip, tapi kenapa tuan Arthur tidak menjawab telepon dariku?" Alea berusaha berpikiran positif. Tanpa rasa curiga dia pun langsung menuruti permintaan dari si pengirim pesan untuk datang ke taman.


Chris langsung membuka pintu, ketika seseorang menekan tombol bel apartemennya.


"Chris... Wajahmu kenapa?" tanya Calista yang terkejut melihat wajah Chris memar-memar. "Arthur mana?" Dia terlihat panik dan langsung mencari keberadaan sang pujaan hati.


"Arthur dibawa pergi oleh ayahnya."


"Apa?? kok bisa?"

__ADS_1


"Tadi ayahnya datang kemari bersama beberapa anak buahnya, dan membawa paksa Arthur."


"Lalu kenapa kau tidak mencegahnya?"


"Apa kau tidak lihat? wajah tampan-ku ini sampai babak belur akibat berusaha untuk membantu Arthur agar anak buah ayahnya tidak membawanya."


"Ceritakan padaku, sebenarnya Alea itu siapa? kenapa Arthur begitu peduli padanya, hingga Arthur rela mempertaruhkan hidup hanya untuk melindunginya?"


Akhirnya Chris pun menceritakan semuanya kepada Calista. Calista tampak sangat terkejut, dia tidak menyangka kalau gadis se-cantik dan se-muda Alea ternyata istri dari tuan Carlos yang usianya jauh lebih tua. Namun Chris juga menceritakan alasan mengapa Alea mau menikah dengan tuan Carlos karena di-jebak oleh ibu angkatnya sendiri.


"Dimana Alea? apa dia tidak ikut denganmu?" tanya Chris.


"Alea aku tinggal sendirian."


"Kenapa kau meninggalkannya?"


"Itu karena nomer telepon-mu tidak bisa ku hubungi. Aku sangat mencemaskan Arthur makanya aku kemari."


"Kalau begitu kita pergi sekarang!" Chris langsung menarik tangan Calista.


"Tunggu! kita mau kemana?"


"ke apartemen-mu untuk memastikan kalau Alea baik-baik saja."


"Bagaimana dengan Arthur?"


"Kau tenang saja! sekeras-kerasnya tuan Carlos, Arthur itu anak kandungnya, jadi tuan Carlos tidak mungkin menyakitinya." Ucap Chris.


"Tapi bagaimana kalau tuan Carlos memukulnya?"


"Paling lecet dikit." Sahut Chris dengan entengnya.


"Chris..." Rengek Calista.


"Bercanda." Chris terkekeh.


"Heran sama nih anak! dalam situasi seperti ini, masih saja sempat-sempatnya becanda." Gerutu Calista.

__ADS_1


__ADS_2