Terjerat Cinta Tuan Muda Kejam

Terjerat Cinta Tuan Muda Kejam
58 bertunangan


__ADS_3

Setelah suasana hatinya membaik, Carlos meminta semua keluarga besarnya berkumpul diruang keluarga untuk membahas perihal pertunangan Arthur dan Calista yang akan digelar besok.


"Setelah kau terikat dengan Calista, ibu harap mulai sekarang kau bisa lebih menjaga pandanganmu dari wanita lain." Ucap Samantha seraya menggenggam tangan kanan Arthur dan menelungkupnya.


"Ibu tenang saja! aku bukan tipe laki-laki yang mudah tergoda oleh wanita. Karena jika aku telah mencintai seseorang, sudah pasti aku akan memperjuangkannya." Ucap Arthur seraya menoleh kepada Alea.


"Ternyata benar! kalau tuan Arthur tidak benar-benar mencintaiku. Seperti apa yang barusan dia katakan, kalau dia tidak akan mudah tergoda oleh wanita lain, termasuk aku. Lalu kenapa selama ini dia terus mati-matian meyakinkan hatiku agar mau percaya kepadanya? padahal aku tahu betul kalau orang yang pertama dicintainya itu adalah Calista, bukan aku." Batin Alea, menatap nanar wajah Arthur yang kebetulan juga sedang menatapnya.


"Sial! sepertinya aku harus secepatnya menyingkirkan Arthur, sebelum dia mengubur semua impianku untuk menguasai semua kekayaan Bratajaya." Batin Chamela. Dia tidak tahu kalau Arthur sudah mengetahui semua kejahatannya, hanya saja Arthur tidak memiliki cukup bukti untuk menjebloskannya ke sel tahanan.


"Sebenarnya aku malas sekali jika mendengar ayah yang lagi-lagi meminta semuanya berkumpul hanya untuk membahas perihal pertunangan kak Arthur dengan wanita tidak penting itu. Andai saja aku bukan adik kak Arthur, sudah pasti aku akan menikung Calista." Batin Rachel, raut wajahnya pun kini tampak muram.


"Alea, jadi kapan kau akan pindah?" tanya Samantha.


"Alea akan pindah setelah Arthur selesai melangsungkan pertunangan dengan kekasihnya." Sahut Carlos menanggapi pertanyaan istri pertamanya.


"Tapi ayah, ayah tidak akan memberikan mansion itu kepada Alea kan?" tanya Rachel.


"Ayah memang berniat untuk memberikannya kepada Alea. Bukan tanpa alasan! karena ayah juga telah memberikan beberapa mansion kepada semua istri-istri ayah. Ayah harus berlaku adil juga terhadap Alea." Ucap Carlos tersenyum menoleh kepada Alea. Alea diam saja tak menjawab ataupun membalas senyumannya.


Carlos memang telah memberikan tempat tinggal terpisah untuk semua istri-istrinya. Namun Chamela dan Stevani lebih memilih untuk tinggal bersama Carlos di mansion utama yang jelas lebih besar dan megah bersama Samantha, yang tak lain adalah istri pertamanya. Itulah sebabnya mengapa Arthur begitu sangat membenci kedua wanita itu.


"Tuan Carlos, jika kau ingin menjadikan Alea sebagai sekretaris mu. Sebaiknya kau tidak memperkenalkan Alea kepada semua staf sebagai istrimu." Saran Samantha kepada suaminya.

__ADS_1


"Kau tidak perlu khawatir! aku tahu betul apa yang harus ku lakukan." Sahut Carlos mengakhiri perbincangan.


*


Antonio sedang bermain bola di-halaman belakang bersama Laura dan Leon. Leon bertugas menjadi kiper sementara Laura yang akan memberikan bola kepada Antonio ketika bola out. Tak lama kemudian Alea datang dan ikut bermain bersama mereka.


"Ayo Nio, lempar bolanya kesini..." Seru Alea yang antusias. Meskipun statusnya di-mansion Bratajaya sebagai nyonya, namun Alea tidak pernah membeda-bedakan derajatnya dengan Laura dan Leon, bahkan dengan para pelayan yang lainnya.


"Ibu cantik, tangkap bolanya..." Teriak Antonio seraya menendang bola itu cukup keras sehingga mengenai kepala Arthur yang kebetulan sedang melewati koridor mansion.


Laura dan Leon terkejut ketika melihat tendangan yang begitu keras dari kaki kecil seorang anak yang masih berusia tiga tahun itu. Bagaimana bisa Antonio melakukannya? terlebih lagi saat melihat bola itu mendarat tepat di kepala tuan mudanya itu.


"Bagaimana ini?" tanya Leon yang sudah mulai punya feeling kalau Arthur pasti akan menghampiri mereka.


Namun Laura menanggapi pertanyaan Leon dengan mengangkat kedua bahunya seraya menggelengkan kepala.


"Tuan tidak sepatutnya memarahi Antonio seperti itu! tadi Nio sudah meminta maaf. Lagi pula ini salahku, karena tidak mampu menangkap bolanya sehingga mengenai kepala tuan Arthur." Jelas Alea.


Arthur tidak menanggapi ucapan Alea karena dia masih kecewa dengan keputusannya yang akan pindah dari mansion utama. Terlebih saat semalam Alea meminta Arthur untuk menjauhinya. Arthur mengambil bola yang tadi mengenai kepalanya lalu melemparnya cukup jauh hingga keluar dari mansion.


Melihat bolanya jauh terhempas melewati pagar besi dan keluar dari mansion, Antonio pun menangis merengek seraya mengucek-ucek kedua matanya. "Bola Nio..."


"Tuan muda kecil tunggu disini ya? biar ku ambilkan bolanya." Ujar Leon seraya bergegas pergi.

__ADS_1


Sementara Alea tampak mengepalkan kedua tangannya mencoba menahan amarahnya. Sikap Arthur terhadap Antonio menurutnya sedikit keterlaluan. Padahal Antonio hanya seorang anak kecil yang tidak tahu apa-apa, dia juga bahkan sudah meminta maaf kepada kakaknya itu.


Arthur tahu betul akan tatapan Alea yang terlihat begitu kesal dengan apa yang dilakukannya terhadap Antonio. Namun apa perdulinya! karena Alea juga telah mengecewakannya.


"Ibu cantik, bola Nio..." Rengek Antonio kepada ibu mudanya.


"Nio tenang ya sayang? Karena Leon sedang mengambilkan bola itu untukmu." Sahut Alea kemudian mendekapnya.


Sementara Arthur lebih memilih pergi meninggalkan keduanya. Arthur benci ketika melihat Antonio yang semakin hari malah semakin lengket dengan Alea.


Pernah gak sikh kalian merasakan putus? padahal kalian belum merasa jadian? itu yang saat ini sedang dirasakan Alea sekarang.


Keesokan harinya. Sebelum acaranya dimulai tampak beberapa tamu undangan yang sudah pada hadir. Prosesi pertunangannya dilakukan di-halaman mansion Bratajaya yang begitu luas, mengingat akan keinginan Calista yang ingin acaranya dilakukan ditempat terbuka. Calista bahkan membuat syarat, khusus wanita harus mengenakan gaun putih polos tidak ada warna lain sedikitpun.


Terlihat beberapa orang penting yang datang ke acara tersebut seperti para pejabat dan para pemimpin perusahaan ternama yang bekerja sama dengan Bratajaya Corp.


"Sebentar lagi acara tukar cincinnya akan dimulai. Tapi dimana Alea? dari tadi aku tidak melihatnya." Gumam Arthur menelisik kehadirannya diantara banyaknya para tamu yang undangan.


*


"Nona Alea kenapa kau belum turun juga? istri-istri tuan Carlos yang lainnya sudah ada ditempat acara." Tanya Laura setelah memasuki kamarnya.


"Ada atau tidak adanya kehadiranku juga mungkin tidak akan berpengaruh! lagi pula tidak ada yang tahu kalau aku istri baru tuan Carlos." Sahut Alea dengan entengnya. "Jujur saja, aku juga tidak nyaman memakai pakaian dengan belahan belakang yang begitu terbuka! mengapa tuan besarmu itu selalu menyuruhku untuk mengenakan pakaian seperti ini." Gerutunya.

__ADS_1


Mendengar ucapan Alea membuat Laura harus menahan tawanya, sehingga membuatnya kini mengulum senyumannya. "Nona Alea harus percaya diri. Nona terlihat sangat begitu cantik ketika memakai pakaian yang elegan seperti ini." Laura memujinya.


Alea tersenyum. "Baiklah, kalau begitu aku akan segera turun."


__ADS_2