Terjerat Cinta Tuan Muda Kejam

Terjerat Cinta Tuan Muda Kejam
55 kiss first love


__ADS_3

Arthur tak menjawab pertanyaan dari Alea. Dia mendekati Alea sehingga Alea mundur dan punggungnya kini telah menempel di-dinding. Arthur meletakkan tangan kirinya di-dinding dan mengunci pandangan Alea. "Aku mencintaimu." Bisik Arthur ditelinganya. Dia pun membelai pipi Alea dan mengusap-usap bibirnya dengan sangat lembut.


"Tuan Arthur..." Alea belum selesai bicara Arthur keburu meletakkan jari telunjuknya dibibir Alea.


"Percayalah padaku, bahwa aku akan memperjuangkan cinta kita." Ucap lembut Arthur. Dia pun mendekatkan wajahnya lalu kemudian mencium lembut ranum bibir Alea.


Alea memejamkan kedua matanya menikmati ciuman itu. Rasanya terasa sangat berbeda ketika Alea menggunakan hatinya saat merelakan Arthur mencium dan membelainya.


Ceklek...


Arthur membuka pintu kamar Alea dan menggiringnya masuk kedalam, namun sedikitpun dia tak melepaskan ciumannya. Arthur menggigit ujung bibir Alea agar dia membuka mulut, dan saat mulutnya mulai terbuka dengan cepat lidah itu masuk menerobos menyusuri rongga mulut Alea hingga kedua lidah mereka kini saling bertautan.


Merasa Alea sudah kehabisan nafas Arthur pun melepaskan ciumannya. Dia menatap lekat wajah Alea yang sedikit memerah karena menahan malu. Arthur tersenyum melihat Alea yang tampak salah tingkah seperti itu dihadapannya, dia pun menarik pinggangnya lalu memeluknya. "Aku akan membuktikan kepadamu bahwa cintaku benar-benar tulus, bukan sekedar naf*su belaka." Ucap Arthur memeluk mesra tubuh Alea dengan hangatnya. Perlahan Alea menggerakkan tangannya lalu melingkarkan kedua tangan itu dipinggang Arthur.


Setelah cukup lama perlahan Alea melepaskan pelukannya. "Sebenarnya ada sesuatu yang ingin aku katakan pada tuan." Ucap Alea dengan nada bicaranya yang lembut.


Arthur mengulum senyumannya karena dia pikir kalau Alea akan mengatakan (Aku mencintaimu). "Apa? katakanlah aku sudah sangat siap mendengarnya." Ucap Arthur melebarkan daun telinganya.


"Nyonya Chamela. Dia lah dalang dibalik kasus penembakan yang terjadi kepadamu waktu itu." Ujarnya. Namun Arthur tidak tampak terkejut sehingga membuat Alea berpikir kalau Arthur tidak mempercayai ucapannya seperti yang lain.


"Aku tahu itu." Ujar Arthur dia pun duduk di tepi ranjang dengan menautkan kedua tangannya seraya menundukkan kepala.


Alea terperangah. "Tuan sudah tahu, tapi tuan diam saja? seharusnya tuan mengatakan itu kepada tuan Carlos." Ujar Alea lalu ikut duduk disampingnya.


"Tapi dari mana kau tahu kalau Chamela dalang dibalik semuanya?" tanya Arthur heran.

__ADS_1


"Malam itu aku tidak sengaja mendengar percakapan nyonya Chamela dengan seorang pria yang aku yakin kalau dia itu anak buah tuan Carlos."


"Siapa?"


Alea menggelengkan kepalanya. "Aku tidak tahu, karena sebelum aku melihat wajah pria itu aku melakukan kesalahan sehingga mereka sadar ada yang menguping pembicaraan mereka, untung saja aku bisa melarikan diri."


"Baguslah! anak pintar." Ucap Arthur seraya mengacak-acak rambutnya. Alea dibuat terpaku olehnya karena ini pertama kalinya sikap Arthur terlihat begitu hangat kepadanya.


"Maafkan aku Calista. Aku tidak bisa mengontrol perasaanku terhadap tuan Arthur, karena semakin aku menepisnya perasaan itu malah semakin dalam dan bergejolak." Batin Alea yang merasa sangat bersalah.


"Aku akan meminta ayah untuk membatalkan acara pertunanganku dengan Calista." Ucap Arthur seraya berdiri dari duduknya.


"Tidak! jangan tuan." Refleks Alea langsung memegang tangan Arthur, sehingga Arthur menurunkan pandangannya ke-tangan Alea. Sadar akan hal itu, dengan cepat Alea melepas pegangannya. "Ma-maaf tuan, Aku tidak bermaksud untuk memegang tanganmu." Alea sedikit gelagapan.


Arthur tersenyum melihat tingkah Alea. "Kenapa kau masih terlihat kaku seperti itu? jangankan hanya memegang tanganku, begini saja..." Ucap Arthur sekilas mengecup bibir Alea. "Kau juga boleh melakukannya, justru aku akan merasa sangat senang." Lanjutnya.


"Kenapa kau tidak mau aku membatalkan acara pertunangannya?" tanya Arthur menatap dalam sosok bidadari yang ada dihadapannya.


"Aku tidak menyangka kalau tuan Arthur bisa bersikap selembut ini." Batin Alea yang gerogi saat ditatap seperti itu olehnya. "Aku ingin tuan Arthur tetap melanjutkan pertunangan itu, karena Calista pasti akan kecewa jika tuan membatalkannya."


Arthur tertegun mendengar ucapan Alea yang ada benarnya juga. Suatu saat dia pasti akan mengakhiri hubungannya dengan Calista, tetapi tidak sekarang. Dia harus menemukan moment yang pas untuk berterus terang kepada Calista kalau sebenarnya dia tidak bersungguh-sungguh mencintainya.


***


Tok Tok Tok.

__ADS_1


Laura mengetuk pintu yang kebetulan memang sudah terbuka lebar. "Nona Alea, dibawah ada tamu yang ingin bertemu dengan nona."


"Iya Laura, sebentar lagi aku akan turun." Sahut Alea. Dia pun berdiri lalu berjalan mengekori Laura menghampiri Chris.


"Tuan Chris ada apa? emm, pasti kau ingin bertemu dengan tuan Arthur ya? tapi sayang sekali tuan Arthur sedang keluar." Ujar Alea.


"Tidak, aku kesini untuk bertemu denganmu."


"Bertemu denganku?'


"Ya. Apa kita bisa bicara diluar?" tanyanya.


Alea berpikir sejenak. "Akhir-akhir ini tuan Carlos tidak membatasiku, mungkin tidak ada salahnya jika aku mengikuti kemauan tuan Chris." Batinnya. Alea pun menyanggupi keinginan Chris.


"Sebenarnya ada hubungan apa antara kau dan Arthur?" tanya Chris to the point.


Alea tersenyum getir mendengar pertanyaannya. "Kenapa tuan Chris bertanya seperti itu? bukankah kau juga tahu kalau aku itu istri dari ayahnya." Ucap Alea sedikit berbohong, karena dia sendiri juga tidak tahu dengan status hubungannya dengan Arthur itu apa.


"Apa kau tahu kalau Arthur itu mencintaimu?" tanya Chris. Melihat Alea yang hanya diam saja membuat Chris dapat menyimpulkan kalau Alea memang sudah mengetahui perasaan Arthur terhadapnya. "Kau wanita dan Calista pun juga seorang wanita, aku harap kau bisa mengerti perasaannya. Beberapa hari lagi mereka akan bertunangan, aku minta sebisa mungkin tolong jauhi Arthur." Pinta Chris.


Lagi-lagi Alea hanya diam saja, tak mengiyakan ataupun menolak permintaan Chris untuk menjauhi sahabatnya. Melihat itu Chris menghela nafas panjang lalu kemudian membuangnya secara kasar. "Aku yakin kalau Alea dan Arthur diam-diam sedang menjalin hubungan terlarang." Batin Chris.


"Sebenarnya aku juga ingin menjauhi tuan Arthur, tapi bagaimana caranya? karena perasaan ini sudah tumbuh terlalu dalam." Batin Alea. "Jika tidak ada yang ingin dibicarakan lagi, maaf. Aku harus pergi." Ucapnya berdiri dari duduknya..


"Alea tolong pikirkan baik-baik ucapanku. Karena kau juga sama-sama wanita seharusnya kau mau mengerti perasaan Calista. Dia itu sangat mencintai Arthur lebih dari siapapun." Ujar Chris.

__ADS_1


*


Alea bergelut dengan hati dan pikirannya. Dia berjalan mondar-mandir didalam kamar memikirkan kembali ucapan Chris kepadanya tadi siang. Di-satu sisi dia juga mencintai Arthur tapi Di-sisi lain Calista memang lebih berhak atas Arthur, karena Calista yang telah lebih dulu menjalin hubungan dengannya.


__ADS_2