Terjerat Cinta Tuan Muda Kejam

Terjerat Cinta Tuan Muda Kejam
52 pertemuan antara dua keluarga


__ADS_3

Arthur tak mau mendengar ucapan Alea. Dia malah menyandarkan kepalanya menyelusup keleher Alea, sehingga membuat aliran darahnya berdesir. Alea memejamkan kedua bola matanya ketika tangan Arthur naik keatas dan berhenti tepat di-kedua gunung kembarnya. Perlahan Arthur menggesek-gesekan hidungnya dileher Alea lalu kemudian mencium dan menjilatinya dengan sangat lembut. Alea semakin tak berdaya dibuatnya, tubuhnya kini mulai meremang.


Arthur memutar balik badan Alea hingga menghadapnya. "Katakan jika kau juga mencintaiku?!" Arthur mendekap kedua daun telinga Alea dan menatap dalam wajahnya.


"Aku..." Ucapan Alea menggantung di-tenggorokannya.


"Katakan? apa yang membuatmu begitu sulit untuk mengakuinya?" tanya Arthur dengan nada suara yang terdengar begitu sangat lembut seraya membelai mesra pucuk kepalanya.


"Tuan Arthur tidak tulus mencintaiku!" Ucapan Alea membuat Arthur menohok, dan kini menurunkan tangan yang sedari tadi membelainya. "Kurasa tuan Arthur hanya bernaf*su saja, dan ingin menguasai tubuhku seperti apa yang sudah pernah tuan lakukan sebelumnya."


Deg. Jantung Samantha seakan berhenti berdetak ketika mendengar pernyataan dari mulut Alea. Seketika dia teringat kembali akan pengakuan Arthur yang mengatakan bahwa dirinya lah yang telah memper*kosa Alea dan menodai kesuciannya.


Arthur terperangah mendengar ungkapan hati Alea. "Jadi karena itu kau tidak mau mengatakan perasaanmu yang sesungguhnya? kau takut kalau aku hanya akan mempermainkan perasaanmu?"


"Buang jauh-jauh perasaan tuan terhadapku! karena kalau tidak. Tuan hanya akan menyakiti hati banyak orang, termasuk aku!" Ujar Alea, yang terakhir dia ucapkan dengan pelan seraya menundukkan kepalanya.


"Mengapa begitu sulit meyakinkanmu kalau aku benar-benar mencintaimu bukan hanya karena sekedar naf*su saja." Batin Arthur menatap lekat wajah Alea. Dia pun merengkuh tubuh Alea dan memeluknya dengan erat. "Aku akan berusaha untuk meyakinkanmu kalau orang sepertiku juga pantas untuk kau cintai." Ucapan Arthur terdengar begitu sangat tulus, sehingga meluluhkan hati Alea. Tanpa sadar diapun kini membalas pelukannya.


***


Carlos mengajak Samantha dan Arthur untuk makan bersama disebuah restoran dengan alasan ingin memperkenalkan anak dan istrinya kepada klien. Se-tibanya disana mereka bercengkrama satu sama lain. Kecuali Arthur yang malah tampak sibuk dengan terus memainkan ponsel ditangannya.


"Calista mana? kenapa belum datang juga?" bisik Giovano kepada sang istri yang duduk disebelahnya.


"Calista bilang dia masih dalam perjalanan menuju kemari." Balas Vanya kepada suaminya.


Tap. Tap. Tap.


Suara langkah kaki berhenti tepat dibelakang Arthur. Namun Arthur masih fokus dengan ponselnya.


"Tuan Carlos..." Gumam Calista. Dia pun menghampiri kedua orangtuanya. Arthur tampak terkejut saat melihat wajah wanita yang ada dihadapannya, sebaliknya dengan Calista yang sumringah melihat keakraban antara ibu dan ayahnya dengan kedua orangtua Arthur.


"Apa kau suka dengan kejutan ayah?" tanya Giovano kepada putrinya.

__ADS_1


"Jadi ini kejutan yang ayah bicarakan?" wajah Calista berseri-seri.


"Ya. Ayah dan tuan Carlos ingin membahas perihal kelanjutan hubungan kalian." Tuturnya.


"Ternyata ayah sudah merencanakan semua ini! ayah bahkan tidak memberitahuku kalau mereka adalah orangtuanya Calista." Batin Arthur, dia terlihat tidak senang dengan apa yang dilakukan ayahnya itu.


"Jadi kapan kita akan melangsungkan pertunangan putra-putri kita?" tanya Giovano kepada Carlos.


"Lebih cepat akan lebih baik." Sahut Carlos.


"Pertunangan? ayah bahkan tidak membicarakan ini terlebih dahulu denganku, apakah aku siap melanjutkan hubunganku dengan Calista kejenjang yang lebih serius atau tidak?" Arthur mulai angkat bicara.


Seketika raut wajah yang tadinya berseri kini tampak muram, ketika Calista mendengar ucapan Arthur.


"Kenapa kau bicara seperti itu? apa selama ini kau hanya mempermainkan perasaan putriku?" Giovano berdiri dari duduknya menatap tajam kepada Arthur.


"Tenangkan dirimu." Vanya meminta suaminya untuk duduk kembali.


"Bagaimana aku bisa tenang, kalau tanggapan putra dari tuan Carlos seperti itu." Ujar Giovano berusaha menahan amarahnya.


"Arthur, ayah mengajakmu kemari bukan untuk mempermalukan ayah! sekarang ayah minta kau harus meminta maaf kepada mereka." Tegur Carlos menatap tajam kepadanya.


Bukan karena permintaan ayahnya Arthur meminta maaf. Tapi karena dia tahu kalau ucapannya tadi telah melukai perasaan Calista sehingga membuatnya meneteskan air mata. Bagaimana tidak! menjadi istri Arthur adalah impiannya sedari dulu, jauh sebelum Arthur mengenal Alea.


"Aku minta maaf." Ucap Arthur. Diapun menoleh kepada Calista. "Terutama kau! aku tidak bermaksud untuk menyakitimu. Aku hanya terkejut karena ayah tidak mengonfirmasikan terlebih dahulu kepadaku tentang rencana pertunangan kita." Lirih Arthur yang terlihat serba salah. Arthur memang menyayangi Calista, walaupun hatinya sebenarnya untuk Alea.


"Tidak apa-apa Arthur, aku bisa mengerti." Ucap Calista seraya meraih tangan Arthur dan menggenggamnya.


"Calista sepertinya sangat mencintai Arthur. Aku jadi tidak tega untuk mengatakan kalau Arthur bukan laki-laki yang tepat untuknya." Batin Vanya. Dia dapat melihat kalau Arthur seperti meragukan putrinya.


"Ada baiknya jika Arthur bertunangan dengan Calista, dan melupakan cinta terlarangnya kepada Alea." Batin Samantha.


"Aku akan memaafkanmu, dengan syarat kau tidak boleh menyakiti putriku." Ucap Giovano.

__ADS_1


"Kalau begitu kita langsungkan acara pertunangannya minggu depan." Seru Carlos tampak bersemangat. Dan langsung disetujui oleh Giovano, meskipun dia sempat marah kepada Arthur karena ucapannya yang seakan ingin mempermainkan putrinya, namun bisa menjadi seorang besan dari pengusaha ternama seperti Carlos adalah impian dari setiap orang. Dan Giovano tidak mungkin menyia-nyiakan kesempatan itu.


"Lagi-lagi ayah mengambil keputusan tanpa persetujuanku terlebih dahulu." Batin Arthur.


"Apa tidak terlalu cepat?" tanya Vanya mulai angkat suara.


"Bukankah hubungan Arthur dan Calista memang sudah terjalin cukup lama? dua tahun sudah cukup untuk keduanya bisa mengenal satu sama lain." Sahut Samantha.


"Istri tuan Giovano sepertinya meragukan Arthur." Batin Carlos. Dia pun mencairkan suasana dengan membahas urusan bisnis.


Pertemuan antar dua keluarga itu sangat berkesan apalagi bagi Giovano, ini akan menguntungkan bagi perusahaannya karena Carlos telah berniat menyuntikkan dana untuk kemajuan perusahaannya yang sama sekali tidak ada apa-apanya dibandingkan Bratajaya Corp.


********************************


Alhamdulillah. Halunya othor lancar sekali, tidak terasa sudah di bab 52 ajaπŸ€­πŸ˜…πŸ₯° biar halunya othor makin, dan semakin lancar lagi yuk semangatiπŸ’ͺ dengan cara:


LikeπŸ‘


Coment✍️


Vote🀳


List favoritπŸ’–


Kirim bunga🌺🌺🌺🌺


Dan kirim hadiah sebanyak-banyaknyaπŸŽπŸŽŠπŸŽ‰πŸŽ‰πŸŽ‰πŸŽ‰πŸŽ‰πŸŽ‰πŸŽ‰πŸŽ‰πŸŽ‰πŸŽ‰πŸŽ‰πŸŽ‰


Terima kasih buat yang udah setia nunggu othor up. Dan baca cerita ini dari awal sampai sekarang...


Sekali lagi othor ingatkan untuk Like Like Like Like Like Like Like Like Like Like Like Like Like Like Like Like Like Like Like Like Like Like Like Like Like Like Like Like Like Like Like Like Like Like Like Like Like Like Like Like Like Like Like Like Like Like Like


Coment Coment Coment Coment Coment Coment Coment Coment Coment Coment Coment Coment Coment Coment Coment Coment Coment Coment Coment Coment Coment Coment Coment Coment Coment Coment Coment Coment Coment Coment

__ADS_1


Vote Vote Vote Vote Vote Vote Vote Vote Vote Vote Vote Vote Vote Vote Vote Vote Vote Vote Vote Vote Vote Vote Vote Vote Vote Vote Vote Vote Vote Vote Vote Vote Vote Vote Vote Vote Vote Vote Vote Vote


Dan kasih hadiah sebanyak-banyaknyaπŸŽ‰πŸŽ‰πŸŽ‰πŸŽ‰πŸŽ‰πŸŽ‰πŸŽ‰πŸŽ‰πŸŽ‰πŸŽ‰πŸŽ‰πŸŽ‰πŸŽ‰πŸŽ‰πŸŽ‰πŸŽ‰πŸŽ‰πŸŽ‰πŸŽ‰πŸŽ‰πŸŽ‰πŸŽ‰πŸŽ‰πŸŽ‰πŸŽ‰πŸŽ‰πŸŽ‰πŸŽ‰πŸŽ‰πŸŽ‰πŸŽ‰


__ADS_2