Terjerat Cinta Tuan Muda Kejam

Terjerat Cinta Tuan Muda Kejam
38 tertuduh


__ADS_3

Alea menatap dalam wajah Arthur. Dia tidak tahu pasti akan perasaannya terhadap Arthur seperti apa. Tapi tidak bisa dipungkiri bahwa dia sangat merindukan sosok Arthur yang selalu ada ketika dia sedang membutuhkannya. Sosok Arthur yang begitu peduli padanya.


Alea perlahan mundur ketika Arthur maju lebih dekat lagi hingga hidung mancung keduanya pun tampak saling bersentuhan.


Duk.


"Akh..." Refleks Alea memejamkan matanya ketika punggungnya telah menabrak lemari tempat dia menyimpan beberapa buku novel yang sering dia baca sebelum tidur. Dan buku itu terjatuh hendak mengenai kepalanya, namun dengan cepat Arthur mengangkat tangannya menghalangi hingga beberapa buku tebal itu berjatuhan mengenai tangan kekarnya.


Perlahan Alea membuka mata. Ternyata dia sudah berada dikungkungan tubuh gagah Arthur. Alea terpaku melihat ketampanan wajah Arthur, dia baru menyadari ternyata Arthur begitu sangat tampan. Jadi wajar jika Arthur pernah mengatakan bahwa banyak wanita yang menggilainya.


Arthur mengkritingkan tangan dan menyuarakannya, sehingga membuat Alea tersadar dari lamunannya.


Refleks, Alea langsung mendorong tubuh Arthur. Dia menoleh kearah buku-buku novelnya yang sudah berserakan dibawah lantai. Dia pun berjongkok hendak membereskannya namun dengan cepat Arthur menggenggam pergelangan tangannya.


"Urusan kita belum selesai." Tutur Arthur.


Alea menepis tangannya. "Aku harus merapikan buku-buku ini terlebih dahulu."


Arthur menoleh kearah salah satu judul novel tersebut. *Terjerat Cinta Tuan Muda Kejam* πŸ€­βœŒοΈπŸ˜….


"Sepertinya aku membutuhkan buku ini untuk menjerat hatimu." Kata-kata itu spontan keluar dari mulut Arthur, Sehingga membuat Alea terperangah mendengar ucapannya.


Seketika Alea langsung merebut buku itu dari tangan Arthur. "Orang sepertimu tidak akan bisa mengerti, akan arti dari cinta yang sesungguhnya." Ucapan Alea membuat Arthur sedikit tersinggung.


"Apa kau bilang?"


"Bagus, kalau tuan Arthur memang tidak mendengarnya."


Perkataan Alea memancing emosinya, sehingga Arthur pun kini marah lalu menarik tangan Alea dan menempelkannya punggungnya didinding tembok.


"Seharusnya aku tidak perlu berbasa-basi. Kalau tujuanku masuk kesini itu untuk ini." Ucap Arthur seraya ingin mencium paksa leher Alea dengan buasnya.

__ADS_1


"Hentikan! tolong hentikan tuan Arthur." teriak Alea seraya memukuli dadanya, namun Arthur tidak memberikan ampun baginya. Dia menyeret tubuh Alea keatas ranjang lalu menghimpit tubuhnya. Alea terus berusaha untuk berontak, namun dia tidak bisa menyeimbangi kuatnya tenaga Arthur, sehingga Arthur berhasil mencium leher dan menghisapnya.


"Ini sudah yang kedua kalinya, aku mendapatkan perlakuan buruk seperti ini darimu. Dan kalau sampai kau melakukan perbuatan itu lagi! aku tidak akan pernah mamaafkan mu." Ucapan Alea membuat Arthur tiba-tiba menghentikan aksinya.


Arthur memegangi kepalanya yang mulai terasa sakit. "Argh." Seketika samar bayang-bayang itu melekat kembali dipikirannya.


Alea menatap heran kepada Arthur, dia segera bangkit lalu duduk dan menyelimuti seluruh tubuhnya.


Dengan menahan kesakitan nya, Arthur mencengkram kuat bahu Alea. "Katakan padaku? apa hubungan kita sebelumnya?" Bentak Arthur.


"Sudah aku katakan! kita tidak pernah memiliki hubungan apapun."Sentak Alea yang membuat Arthur semakin marah. Diapun kembali menarik tangan Alea hingga tubuhnya jatuh terpental. Dengan cepat dia kembali menindih tubuh mungilnya.


"Kau telah membuat kesabaranku mulai habis." Arthur membuka kaosnya lalu menyambar ranum bibir Alea lalu mengulumnya.


"Emph. Emmph..." Alea sudah tidak bisa mengeluarkan kata-katanya karena mulut Arthur sudah membungkam mulutnya.


Dengan kepala yang teramat sakit, dan seakan isi kepalanya tercabik-cabik. Namun Arthur tak ingin menghentikannya. Dia yakin, dengan melakukan tindakan bejatnya itu dia akan mendapatkan ingatannya kembali. Semakin Alea berontak, maka semakin kasar juga pemaksaan Arthur terhadapnya. Dan semakin jelas juga bayang-bayang Alea dimasa lalunya itu.


Tiba-tiba rasa sakit dikepala Arthur semakin mengganas, menyerang seluruh syarafnya. "Aaargghhh..." Arthur berteriak sangat keras sehingga membuat Samantha berlari untuk memastikan apa yang telah terjadi.


Bruuugh...


Pintu terbuka dengan keras. Samantha terkejut saat melihat Arthur memekik kesakitan sehingga kini membuatnya tak sadarkan diri. "Arthur..." Samantha berlari menghampirinya. "Arthur sayang. Bangun nak." Samantha histeris. Dia pun menoleh kearah Alea yang berdiam diri dengan lampu yang ada ditangannya.


Plaaaakkk.


Samantha berjalan menghampiri Alea dan langsung menamparnya.


"Kenapa nyonya menamparku?" tanya Alea, yang heran kenapa Samantha melakukan itu terhadapnya.


"Apa yang kau lakukan? apa kau ingin membunuh putraku dengan cara memukulnya dengan lampu yang ada ditanganmu itu." Rupanya Samantha telah salah paham terhadapnya.

__ADS_1


Seketika Alea langsung melepas benda itu dari genggamannya. "Tapi aku tidak melakukan apapun. Aku juga tidak tahu mengapa tuan Arthur tiba-tiba kesakitan seperti itu." Jelas Alea, namun Samantha tidak mempercayai. Dia malah meminta anak buah Carlos untuk membawa Alea kekantor polisi.


"Tapi nyonya, aku benar-benar tidak bersalah." Alea berusaha untuk menjelaskan. Namun sesuai dengan perintah Samantha anak buah Carlos segera menyeret paksa Alea dan ingin membawanya kekantor polisi.


"Aku tidak bersalah." Alea menangis. Namun siapa yang akan peduli! semua orang disana tidak ada yang mengasihaninya. Semua mata malah menatap sinis kearahnya.


Dirumah sakit. Samantha terus menangis sesenggukan. Ini untuk yang kedua kalinya dia harus dihadapkan pada situasi seperti ini. Orang yang sangat berarti dan menjadi penyemangat, untuk menjalani kehidupannya terbujur lemah dihadapannya dalam keadaan tidak sadarkan diri. Padahal sudah beberapa jam berlalu tapi Arthur tak sadar juga. Ibu mana yang tidak akan khawatir, takut akan kehilangan putra semata wayangnya.


"Apa yang sebenarnya terjadi?" tanya Carlos yang baru saja datang bersama Stevani, Chamela dan juga Rachel.


"Semua ini gara-gara istri muda kesayanganmu itu."


Carlos tercengang mendengar perkataan Samantha. "Apa maksudmu?" tanyanya. Dia pun menoleh ke seisi ruangan. "Dimana Alea? mengapa dia tidak kemari?"


"Alea sudah mendekam dipenjara, karena aku telah menjebloskannya." Sahut Samantha.


"Apa yang sudah kau lakukan? kenapa kau memenjarakannya?" tanya Carlos sedikit geram.


"Karena dia yang telah membuat Arthur seperti ini. Aku yakin, kalau dia juga yang telah menyuruh orang untuk melakukan penembakan terhadap Arthur beberapa bulan yang lalu." Ucap Samantha.


"Kak Samantha menuduh Alea yang telah menyuruh orang untuk melakukan penembakan itu? bagus! aku bisa mengkambing hitamkan Alea." Batin Chamela tersenyum penuh kemenangan.


"Berarti kecurigaanku selama ini benar!kalau dia lah dalang dibalik semuanya. Buktinya semenjak dia masuk ke-keluarga Bratajaya, satu persatu masalah muncul." Ucap Stevani memperkeruh keadaan.


"Seharusnya ayah usir dia dari dulu." Ucap Rachel.


"Diam!" Bentak Carlos. "Jadi kalian sekarang sudah berani menyalahkan ku." Lanjutnya.


"Kami tidak menyalahkan tuan Carlos, tapi kami sedang menyalahkan Alea." Ujar Stevani.


"Tapi aku yang telah membawa Alea masuk kedalam keluarga Bratajaya." Sentaknya.

__ADS_1


Semua orang pun diam, tak ada lagi yang berani menjawabnya.


__ADS_2