Terjerat Cinta Tuan Muda Kejam

Terjerat Cinta Tuan Muda Kejam
59 berdansa


__ADS_3

Alea berjalan melewati beberapa tamu. Kini dia menjadi pusat perhatian karena kecantikannya yang begitu sempurna, gaun putih seksi berbahan sutra yang dikenakannya pun terlihat begitu pas dilekuk tubuh indahnya itu sehingga memanjakan setiap mata laki-laki yang melihatnya.


"Kecantikan yang begitu sempurna!" Gumam salah satu tamu yang ada disana dan enggan untuk memalingkan penglihatannya kearah lain.


"Alea..." Tutur Arthur dalam hatinya. Sama seperti yang lainnya, dia juga sangat terpukau melihat kecantikan Alea saat ini. Karena ini baru pertama kalinya dia melihat penampilan Alea yang terlihat begitu elegan dan mempesona.


"Apa wajahku terlihat aneh? mengapa semua orang menatapku seperti itu?" tanya Alea yang tidak nyaman ditatap seperti itu oleh semua orang yang ada disana, terutama kaum lelaki.


"Wajah nona tidaklah aneh! justru penampilan nona saat ini membuat mereka semua terpesona dengan kecantikan yang nona miliki." Bisik Laura ditelinganya.


Tibalah Alea ditengah-tengah antara keluarga besar Bratajaya, berdiri disamping Calista.


"Tuan Carlos kenapa kau tidak pernah memberi tahu kami, kalau ternyata kau memiliki putri, selain nona Rachel." Ucap salah seorang pria yang tak lain ialah salah satu rekan bisnisnya.


Carlos tersenyum menanggapi ucapan laki-laki yang ada dihadapannya.


"Enak saja! aku adalah satu-satunya putri tunggal dari keluarga Bratajaya." Sahut Rachel yang tidak terima jika pria parubaya itu menyebut Alea sebagai putri ayahnya, yang otomatis dia menganggap Alea itu sebagai sodaranya.


"Kalau dia bukan putrimu, lalu siapa dia?" tanyanya.


"Dia itu-..."


"Cukup Rachel!" Carlos memberikan isyarat dengan mengangkat tangannya berharap Rachel mau menghentikan ucapannya. Seketika diapun langsung diam.


Selain Harry, tidak ada yang tahu kalau Alea itu istri baru Carlos. Karena hanya dia-lah satu-satunya orang yang diperkenalkan Carlos Kepada Alea. Namun kini Harry tidak bisa hadir di-acara tersebut karena sedang berada diluar negeri.

__ADS_1


"Calista selamat ya..." Alea memeluk erat Calista dan menenggelamkan pelukan dilehernya.


"Terima kasih." Sahut Calista menyambut hangat pelukannya. "Ekh, tapi aku belum tukar cincin loh." Lanjutnya.


"Tidak masalah! aku ingin menjadi orang yang pertama men-suport ikatan hubungan kalian ini." Ucap Alea yang semakin memperdalam pelukannya.


Sementara Arthur, sedari tadi terus menatap kagum kecantikan yang dimiliki oleh Alea. Bak peri yang turun dari kayangan, kecantikannya mampu menghipnotis setiap orang.


Walaupun hubungan Chris dan Arthur sedikit renggang akibat pemukulan yang pernah dilakukannya kepada Arthur tempo hari. Namun Chris tetap datang untuk memberikan ucapan selamat kepada kedua sahabatnya.


"Alea memang sangat cantik! wajar saja jika Arthur tergila-gila kepadanya." Batin Chris menatap intens kepadanya.


Penuntun acara pun meminta Calista dan Arthur naik keatas panggung untuk melakukan pertukaran cincin. Arthur memakaikan cincin blue diamond ring ke-jari manis Calista, setelah itu bergantian Calista yang memakaikan cincin pasangannya di jari manis Arthur.


Setelah kedua cincin itu terpasang sempurna dijari manis pemiliknya, para tamu pun bertepuk tangan dan meminta kedua pasangan yang telah terikat itu untuk berciuman.


Calista menatap lekat wajah laki-laki yang baru setengah menjadi miliknya. (Apa atuh ya istilah nya teh🤭✌️) Lalu tersenyum penuh arti. Tak kunjung ada pergerakan dari tubuh Arthur, Calista pun berjingkat menyelaraskan tubuhnya menyeimbangi tubuh Arthur yang tinggi, lalu kemudian menciumnya.


Seketika Alea langsung memutar balik tubuhnya membelakangi kedua insan yang sedang dimabuk asmara. Pikirnya. Dadanya terasa begitu sesak dan sakit, namun dia berusaha untuk tetap kuat dan menahan air matanya. Berkali-kali Alea menelan susah payah saliva nya.


Arthur terdiam tak membalas ciumannya, dia pun menoleh kepada Alea yang sedang membelakanginya dengan Calista. Seketika, perlahan Arthur melepaskan ciuman Calista sehingga membuatnya harus menahan malu karena ternyata Arthur menolak ciumannya.


Calista meminta pelayan untuk segera membawakan topeng yang telah disediakan pihak penyelenggara acara. Saat air matanya hendak menetes, dengan cepat Alea mengambil satu topeng yang sedang dibawa oleh pelayan itu lalu memakainya untuk menutupi kesedihannya.


"Sekarang kita ambil topengnya secara acak! untuk yang sudah memiliki pasangan kita coba, uji tes kepekaan perasaannya apakah dia mampu menemukan cinta sejatinya! buat yang belum mempunyai pasangan boleh mencobanya juga, siapa tahu bisa memiliki kesempatan bertemu jodohnya di-acara ini." Guyonan sang panitia acara yang notabenenya adalah seorang wanita.

__ADS_1


Arthur sempat menolak untuk ikutan acara tersebut, namun saat dia melihat Alea yang pertama kali telah mengenakan topeng tersebut dia pun tersenyum menyeringai dan akhirnya ikut mengambil salah satu topeng tersebut.


Semua laki-laki dan wanita diminta masuk keruangan yang terpisah untuk mengenakan topeng yang masing-masing telah mereka pilih sendiri.


"Ini acara anak muda. Sebaiknya kita masuk mansion untuk membahas perihal pekerjaan untuk kemajuan perusahaan kita." Ajak Carlos kepada beberapa kliennya. Mereka pun mengindahkan keinginan Carlos lalu mengikutinya masuk kedalam mansion Bratajaya.


Melihat beberapa orang yang berlaku pergi meninggalkan acara tersebut, Alea pun melangkahkan kakinya hendak pergi juga. Namun tiba-tiba seseorang muncul dan berdiri tepat dihadapannya dengan mengenakan topeng yang tadi dibawakan oleh pelayan.


Alea terperangah melihat sosok laki-laki berjas hitam yang ada dihadapannya, namun dia tidak dapat mengenali pria itu karena topeng yang kenakannya.


"Permisi tuan, aku mau lewat." Ucap Alea kepada pria itu. Namun pria itu malah sengaja menghalangi langkah kakinya. Alea hendak berjalan ke-kanan dia ikut ke-kanan juga, dan Alea berjalan ke-kiri, dia pun ikut ke-kiri.


"Untuk semua peserta silahkan masuk ketengah-tengah, jika memang sudah menemukan pasangan untuk berdansa." Ucap wanita itu dengan menggunakan mic sehingga dapat terdengar jelas oleh semua orang.


Mendengar ucapan panitia, dengan cepat pria itu pun menarik tangan Alea ketengah-tengah diantara keramaian, lalu mengajaknya untuk berdansa.


"Hey... Apa yang kau lakukan? aku tidak ingin ikut acara ini! sebaiknya lepaskan tanganku dan biarkan aku pergi." Ucap Alea yang mulai meninggikan suaranya. Namun laki-laki itu sedikitpun tak mengeluarkan suara. "Apa laki-laki ini bisu?" Batin Alea karena dari tadi pria yang ada dihadapannya itu tak berbicara.


Bukannya membiarkan Alea untuk pergi, pria itu malah menarik pinggang Alea dan menekannya, hingga tubuh keduanya menyatu sempurna.


Refleks, Alea langsung menyentuh dada pria itu lalu menatapnya. "Matanya?" Batin Alea. Tatapan pria itu terasa tidak asing, ketika keduanya saling kontak mata. "Siapa laki-laki ini?" Batin Alea terus bertanya-tanya.


Tiba-tiba pria itu mengalungkan tangan Alea ke-lehernya yang sontak membuat Alea sangat terkejut. Pria itu juga melingkarkan tangannya di pinggang Alea sehingga membuat nafasnya kembang kempis tak karuan. Saat Alea hendak melepaskan dekapannya dengan cepat pria itu mengiringi Alea untuk berdansa.


"Hey, aku tidak bisa berdansa. Mengapa kau terus memaksa ku." Ucap Alea. Namun apa perduli pria itu, dia tetap berdansa mengikuti alunan musik.

__ADS_1


__ADS_2