Terjerat Cinta Tuan Muda Kejam

Terjerat Cinta Tuan Muda Kejam
25 aku akan menikahimu


__ADS_3

***


Tok. Tok. Tok...


Arthur langsung membuka pintu ketika kamarnya di ketuk. "Ada apa?"


"Di bawah ada tamu yang ingin bertemu dengan tuan muda." Jawab Laura.


"Tamu? siapa?"


"Maaf tuan, saya tidak tahu. Yang jelas dia seorang wanita." Ucap Laura.


Arthur tertegun sejenak. "Baiklah, sebentar lagi aku akan turun.


Calista duduk di sofa. Semua orang menatap tajam kepadanya sehingga membuatnya merasa sedang terhakimi dengan sorot mata Carlos dan juga istri-istrinya. "Ibu-nya Arthur yang mana ya? apa yang pake baju putih?" Batin Calista. "Akh tidak-tidak! sepertinya dia terlalu muda jika ibu dari Arthur." Pikirnya dalam hati, kepada Stevani. "Sepertinya yang pake baju coklat." Batinnya, menatap kearah Chamela. Karena Samantha memang tidak ada di-sana.


Rachel menatap sinis kepada Calista. Sebenarnya dia cemburu ketika Calista memperkenalkan diri sebagai pacar Arthur dihadapan semua orang. "Jadi ini pacar-nya kak Arthur! seandainya saja kak Arthur itu bukan anak kandung dari ayah, aku sudah pasti merebutnya." Batin Rachel yang sudah sejak lama memendam perasaan terhadap Arthur, kakaknya sendiri.


Carlos melayangkan beberapa pertanyaan kepada Calista, tentang siapa orangtuanya dan apa pekerjaannya. Dan ternyata Calista adalah anak dari seorang pengusaha properti yang memiliki beberapa cabang di-beberapa negara. Dan tentu saja dia adalah orang dari kalangan yang berada. Carlos tersenyum mendengar jawaban dari Calista, dan sepertinya dia menyetujui hubungan keduanya.


"Calista. Sedang apa kau disini?" Arthur yang baru saja turun langsung menghampirinya.


"Maaf karena aku tidak memberi tahu-mu lebih dulu, sebelum aku kemari." Ujar Calista.


"Kalian berpacaran sudah cukup lama! kenapa kau tidak pernah memberi tahu ayah sebelumnya, kalau kau memang sudah memiliki tambatan hati?" tanya Carlos kepada Arthur.


Arthur terdiam diri, tak menjawabnya. Dia merasa ini bukan awal yang baik untuknya.


"Ck." Rachel tampak membelalakkan matanya mendengar ucapan ayahnya.


"Enak sekali gadis ini! dia mencoba untuk masuk ke-keluarga Bratajaya. Aku harus menyingkirkan Arthur sebelum itu terjadi." Batin Chamela. Chamela adalah satu-satunya orang yang mengetahui rahasia Carlos, yang telah memberikan beberapa aset kekayaan-nya kepada Arthur tanpa sepengetahuan istri-istrinya.


Arthur menarik tangan Calista dan membawanya keatas balkon. Calista tampak mengamati raut wajahnya.


"Ada apa? sepertinya kau tidak senang melihatku disini?" tanya Calista.


"Seharusnya kau tidak kemari." Ucap Arthur menatap nanar.


"Ternyata benar! kau memang tidak suka melihatku disini." Lirih Calista menundukkan kepalanya.

__ADS_1


"Bukan seperti itu! aku hanya merasa kalau kau datang disaat waktu yang kurang tepat."


"Semalaman aku gak bisa tidur, karena terus memikirkan ucapanmu." Ujar Calista.


Arthur menatap dalam wajah Calista. Dia tahu apa yang ada didalam pikiran Calista.


"Tolong katakan padaku, kalau waktu itu kau hanya asal bicara saja untuk menyelamatkan Alea?" Tanya Calista saat mengingat kembali ucapan Arthur yang mengatakan kalau dia-lah yang telah menodai Alea.


"Aku minta maaf, karena telah mengecewakanmu."


"Arthur aku ingin mendengar kejujuran dari mulut-mu, tolong jangan berbohong seperti itu?" Calista menatap sekeliling. "Disini tidak ada siapa-siapa, jadi tolong katakan kalau bukan kau yang waktu itu memper*kosa Alea." Kedua bola mata Calista sudah tampak berkaca-kaca.


"Aku sudah berkata jujur! kalau memang aku-lah yang sudah merenggut kesuciannya."


Seketika Calista pun meneteskan air matanya. Alea yang tidak sengaja mendengar percakapan mereka, menghampiri keduanya.


"Calista, kenapa kau menangis?" Alea memegangi bahu Calista, menatap dalam kepadanya.


"Alea, tolong katakan pada Arthur, untuk berhenti mengakui kalau dia-lah yang telah menodai-mu. Aku yakin kalau Arthur tidak mungkin melakukan perbuatan itu." Pinta Calista yang sudah berlinang air mata. Alea pun langsung memeluk Calista untuk menenangkannya. Namun pandangannya mengarah kepada Arthur yang sedang menatapnya.


"Kau memang wanita yang sangat hebat! didepan semua orang kau bisa bersikap seolah dirimu sedang baik-baik saja! padahal aku tahu, beban hidup yang kau jalani jauh lebih berat dari apa yang dirasakan Calista sekarang." Batin Arthur, yang enggan memalingkan penglihatannya.


"Alea..." Bentak Arthur.


"Cukup tuan! jangan bicara omong kosong lagi!" Bentak Alea. "dan aku minta dengan sangat, tolong jangan pernah membahas ini lagi." Ucap Alea lalu membelakangi keduanya untuk menyembunyikan kesedihannya. Seketika air mata Alea pun jatuh membasahi pipinya. Tak ingin Calista melihat itu, dengan cepat Alea meninggalkan keduanya.


"Arthur, aku sangat mencintaimu." Tiba-tiba Calista memeluk erat Arthur dan menenggelamkan wajah di-dada bidangnya.


"Kenapa kau tidak mau mengakuinya?" Batin Arthur, yang terus terpaku melihat kepergiannya.


***


Bluughhh...


Alea terkejut saat mendengar suara keras di kamarnya. Dia yang sedang berada didalam kamar mandi pun segera mengenakan handuk kimono-nya, lalu keluar.


"Tuan Arthur, sedang apa disini?" Alea tampak terkejut melihatnya.


Arthur mengamati lekuk tubuh Alea yang terlihat begitu sangat indah. Dia terlihat seksi dengan mengenakan handuk kimono serta handuk yang menutupi rambut basahnya. Arthur menelan Saliva nya berkali-kali.

__ADS_1


"Tuan jangan macam-macam! sebaiknya tuan cepat pergi." Alea yang sadar akan ditatap seperti itu pun mulai merasa tidak nyaman, takut kalau Arthur akan melakukan perbuatan seperti apa yang sudah pernah dia lakukan sebelumnya kepada dirinya.


"Pakai-lah pakaian-mu dulu didalam kamar mandi. Aku akan menunggumu disini." Ucap Arthur sembari duduk ditepi ranjang.


Tanpa banyak bicara Alea langsung mengambil pakaian ganti dari almari, lalu membawanya kedalam kamar mandi.


Tak lama kemudian Alea keluar dengan mengenakan pakaian tidur, karena ini memang sudah malam. Arthur terpaku melihat Alea yang sudah berdiri didepan matanya.


"Mau mengenakan apapun, kau itu memang terlihat cantik dan seksi di-mataku." Batin Arthur. Tanpa sadar, dia tersenyum menyeringai.


"Sebenarnya tuan mau apa? kenapa malam-malam datang ke kamarku."


"Apa harus siang-siang, jika aku ingin ke kamarmu?"


"Tidak! maksudku bukan seperti itu." Ucap Alea mengusap-usap leher jenjangnya.


"Gadis ini! apa dia sedang mengujiku." Batin Arthur, yang tak kuasa saat melihat Alea bersikap seperti itu.


"Kalau tidak ada yang ingin tuan katakan, sebaiknya tuan pergi dari sini." Ucap Alea.


"To do points saja. Kenapa kau tidak mau mengakui ke-semua orang kalau aku yang telah merenggut kesucian-mu?"


"Itu lagi? aku sudah bilang, kalau aku sudah tidak ingin membahasnya. Biarlah itu menjadi kenangan pahit yang tak akan pernah bisa ku lupakan seumur hidupku."


"Kenangan pahit untukmu. tapi itu adalah kenangan termanis didalam hidupku." Batin Arthur.


"Baik, kali ini aku ingin bicara dari hati-kehati denganmu." Ucap Arthur seraya mendekati Alea lalu menatapnya sangat dalam.


"Bicara dari hati-kehati?" Alea membalas tatapannya.


"Ya! aku ingin mempertanggung jawabkan kesalahanku dimasa lalu."


"Dengan cara apa? tuan tidak mungkin bisa mengembalikan keperawanan-ku." Alea tertunduk seperti menahan malu.


"Aku akan menikahimu."


Deg. Ucapan Arthur membuat Alea sangat terkejut.


...***********...

__ADS_1


Jangan lupa like, coment, vote, list favorit dan kasih hadiah juga ya🙏 biar othor makin semangat untuk melanjutkan ceritanya. Terima kasih sebelumnya😘


__ADS_2