
Arthur mencium lembut ranum bibir Alea, namun seketika Alea sadar kalau yang dilakukan Arthur kepadanya itu salah. Dengan cepat Alea mendorong tubuh Arthur agar menjauhinya.
"Tuan Arthur. Tolong jangan seperti ini, walau bagaimanapun aku ini adalah istri dari tuan Carlos. Kesalahan besar jika kau melakukan ini padaku." Ucap Alea, dia pun hendak berdiri dari duduknya, namun tiba-tiba Arthur menarik pinggangnya dan mendudukkan tubuh mungilnya di pangkuan Arthur. Arthur lagi-lagi mendekapnya.
"Aku tidak perduli dengan status pernikahan kalian! karena yang aku tahu, kau tidak pernah menginginkan ayahku untuk menjadi pendamping hidupmu." Ucap Arthur dengan tangan yang melingkar sempurna di perut Alea.
"Lantas memangnya kenapa kalau aku memang tidak menginginkan tuan Carlos untuk menjadi pendamping hidupku?"
"Menikahlah denganku! aku berjanji akan membuat hidupmu bahagia." Ucap Arthur. Seketika Alea langsung melepas paksa tangan Arthur yang melingkar diperutnya.
"Meskipun aku tidak pernah menginginkan tuan Carlos untuk hadir dihidupku! itu bukan berarti aku menginginkan tuan Arthur sebagai penggantinya. Asal tuan tahu, aku tidak pernah mencintai tuan Arthur. Sama sekali tidak pernah mencintaimu." Ucap Alea dengan tegas.
"Untuk saat ini mungkin tidak! tapi lihat saja nanti. Aku akan membuatmu jatuh cinta kepadaku." Batin Arthur menatap dalam wajah Alea dengan penuh kekecewaan.
"Tolong buka pintunya." Ucap Alea yang sudah berdiri didepan pintu kamar Arthur hendak keluar, namun dia sadar kalau Arthur telah mengunci otomatis pintunya. Arthur langsung menekan tombol itu, hingga Alea pun pergi dengan tergesa-gesa.
*
"Arthur, kita makan malam bersama." Ajak Samantha ketika melihat putranya hendak pergi entah kemana.
"Tidak bisa bu. aku sedang terburu-buru."
"Kau mau pergi kemana?"
"Malam ini aku akan menginap di apartemen Chris." Jawab Arthur. Lalu bergegas pergi, tanpa sedikitpun menoleh kepada Alea.
"Sikap tuan Arthur memang sulit ditebak!" batin Alea, menatap kepergiannya.
__ADS_1
Chamela meraih ponsel yang ada didalam sakunya. Dia pun mengirimkan pesan kepada seseorang. " Target keluar dari mansion. Ikuti dia! dan ingat lakukan tugasmu dengan benar. Karena kali ini aku tidak ingin mendengar kata gagal. Paham!" Setelah pesannya dibaca, Chamela tampak menyunggingkan senyumnya. "Tamatlah riwayatmu kali ini Arthur!" Batinnya.
"Ibu mengirimkan pesan kepada siapa? mencurigakan sekali." Batin Rachel menatap tajam kepada ibunya.
Setelah selesai makan, Alea kembali ke kamar. Dia meraih ponselnya lalu memberi tahu Calista kalau Arthur sedang on the way ke apartemen Chris.
*
Sebelum pergi ke apartemen Chris, ternyata Arthur pergi ketempat hiburan malam terlebih dahulu untuk mengobati suasana hatinya yang hancur akibat mendengar penolakan dari Alea.
Aura ketampanan Arthur memang tidak dapat dihindari sehingga banyak wanita yang terpesona dan tergila-gila kepadanya. Terlebih, dia juga seorang anak dari pengusaha ternama dikota itu!
Seperti biasa. Setiap kali Arthur main ke bar dia selalu dikerumuni oleh wanita-wanita cantik serta berpakaian seksi.
"Arthur, kau kemana saja? sudah lama sekali aku tidak melihatmu." Ucap seorang wanita cantik yang mengenakan gaun pendek berwarna merah seraya menuangkan w*ne ke seloki di tangan Arthur.
"Waw, aku yakin tidak lama lagi kau ini akan menjadi seorang pemimpin perusahaan besar, untuk menggantikan posisi ayahmu." Ucap gadis itu lagi, seraya mengelus-elus pipi Arthur untuk menggodanya. Namun seperti biasa, Arthur sepertinya tidak tertarik dengan paras cantik dan tubuh seksi yang dimiliki oleh wanita itu.
"Arthur, lihat aku..." Kali ini wanita yang mengenakan dress hitam transparan yang menggodanya, seraya mengunci pandangan Arthur agar mau menatap wajah cantiknya. "Katakan sekali ini saja, kalau malam ini kau menginginkan ku. Aku rela menjadi milikmu walau hanya sekedar cinta satu malam. Aku berjanji, aku tidak akan mengecewakanmu." Pinta wanita itu terlihat memohon.
Namun Arthur malah menepis tangannya. "Aku tidak bisa! hatiku sudah dimiliki wanita lain." Tolak Arthur.
"Aku tidak keberatan jika kau melakukannya hanya sekedar naf*su semata! karena aku akan membuatmu ketagihan, sehingga kau ingin mencobanya lagi dan lagi, bersamaku." Goda wanita itu berbisik lembut ditelinga Arthur.
"Singkirkan tangan kalian dari Arthur!" Bentak Calista yang baru saja tiba ditempat itu, seraya menepis kasar tangan-tangan wanita nackal yang merangkul pundak Arthur.
"Calista! dari mana kau tahu kalau aku ada disini?" tanya Arthur.
__ADS_1
"Tadi aku ke apartemen Chris, tapi ternyata kau tidak ada disana! akhirnya aku berinisiatif untuk mencarimu ketempat ini. Dan benar saja! ternyata kau memang sedang bersenang-senang dengan beberapa wanita murah*an ini." Ucap Calista seraya menatap sinis kepada wanita yang tadi ketahuan merangkul Arthur.
"Hehk, jaga bicaramu! apa kau pikir kau itu perempuan suci, sehingga bisa seenaknya menilai rendah seseorang." Ucap salah satu dari mereka yang tidak terima dengan perkataan Calista.
"Kalau kalian memang masih punya harga diri, lalu kenapa kalian merayu Arthur seperti itu? bukankah kalian juga sudah tahu, kalau Arthur itu milikku. Dan selamanya akan tetap seperti itu! aku tidak akan membiarkan wanita manapun merebut Arthur dariku." Ucap Calista meninggikan suaranya.
"Sialan! kurang ajar sekali wanita ini." Geram salah satu dari mereka.
"Sudah cukup. Calista, sebaiknya kita pergi dari sini." Ucap Arthur seraya menarik tangannya dan membawanya keparkiran.
"Arthur, apa-apaan sikh kau ini? aku harus memberi dulu mereka pelajaran sebelum pergi, agar mereka semua kapok dan tidak berani untuk menggodamu lagi."
"Kau yang apa-apaan? tiba-tiba datang terus marah-marah gak jelas!"
"Gak jelas kau bilang? bukankah kau juga tahu kalau aku sangat mencintaimu. Sekarang aku ingin bertanya kepadamu. Wanita mana yang tidak akan marah jika laki-laki yang dicintainya sedang dirayu-rayu perempuan lain?"
"Bukankah kau juga tahu kalau aku laki-laki yang tidak mudah tergoda oleh wanita lain? selama ini aku sudah berusaha untuk menjadi yang terbaik untukmu." Ucap Arthur. "Meskipun aku sendiri tidak yakin tentang perasaanku terhadapmu selama ini." Lanjut Arthur dalam hatinya.
"Apa aku tidak boleh cemburu kepadamu?" tanya Calista dengan mata yang berkaca-kaca. Seketika Arthur langsung menarik tangan Calista lalu memeluknya.
"Maafkan aku!" Ucap Arthur seraya membayangkan apa yang mungkin sudah terjadi diantara Alea dengan ayahnya. "Aku paham betul bagaimana rasanya cemburu!" lanjutnya.
"Aku sangat mencintaimu! aku tidak akan pernah membiarkan siapapun merebutmu dariku." Ujar Calista seraya mempererat pelukannya.
"Ini sudah larut, aku akan mengantarkan mu pulang." Ucap Arthur setelah melepas pelukannya.
"Emm, Arthur..."
__ADS_1
Arthur pun menoleh kearah Calista. Calista menjingkakkan kakinya lalu mencium mesra bibir Arthur, Arthur pun membalas ciumannya.