Terkadang Teman Terkadang Musuh

Terkadang Teman Terkadang Musuh
Part 22. Belajar keras dan Mencari Solusi


__ADS_3

Mereka berdua mengajari Betty dengan bersemangat dan tak segan-segan memberinya hukuman setiap kali salah sampai akhirnya kerja keras Betty malam itu tidak sia-sia. Dengan pergulatan hebat, dia akhirnya bisa menyelesaikan satu topik sampai benar-benar mengerti.


Tanpa terasa, malam sudah hampir larut saat Linda melihat ke jam tangannya.


"Kayaknya kami harus pamit nih Bett. Udah malam banget. Nanti ibuku harap-harap cemas karena putri semata wayangnya masih berkeliaran di luar." Tutur Linda.


"Iya benar. Makasih banyak yah karena kalian udah berkorban untukku. Kalian mengorbankan waktu kalian yang berharga untuk mengajariku."  Jawab Betty.


"Sesama teman, kita kan harus saling bantu. Bukankah begitu Linda Casablanka?"


"Apaan sih Casablanka? Namaku bukan Linda Casablanka, tapi Linda Barbara."


"Iya Linda Barbara." Tegas Tuti.


Sebelum mereka berpisah, Tuti memastikan kembali tentang hubungan pertemanan mereka,


"Bett, jadi kita dah bener-bener baikan kan?"


"Iya."


Lalu dengan polosnya Linda mengusik kembali tentang Micky yang dulu diperebutkannya darinya,


"Kalau suatu saat aku bisa jadian sama Micky, kamu marah nggak?"


Betty pun mulai kesal mendengarnya karena dia sangat mencintai Micky dan tak ingin jauh darinya. Maka dia menjawabnya dengan ketus,


"Kamu yah Lin! Aku kan dah jadian sama si Micky. Masa kamu tega sih ngerebut dia dariku!"


"Tapi sebelum janur kuning melingkar, masih ada kesempatan kan?"


Karena reaksi keduanya hampir memanas, Tuti pun berupaya menengahi keduanya.


"Hei! Hei! Bisa nggak sih nggak ngomongin laki-laki? Kita ini masih sekolah. Pikirkan masa depan kalian dulu, mau jadi apa nanti! Dikit-dikit Micky. Ku tampol juga itu nanti si Micky biar tahu rasa!"


"Apa katamu?" Balas Linda dan Betty kompak karena keberatan dengan perkataannya.


"Hei! Hei! Kenapa kalian berdua mau menyerangku gini? Hah?"


"Ya iya lah! Siapapun nggak ada yang bisa nyakitin Micky. Paham!" Balas keduanya bersamaan.

__ADS_1


"Iya...iya... Micky mouse diperebutin dua kucing betina."


"Terserah! Pokoknya Micky nggak boleh sampai disakiti." Ujar Betty tegas.


"Terserahlah. Ya udah, ini uda malam banget. Mendingan sekarang kami pulang aja. Sampai besok yah." Sambung Linda.


"Mmm... hati-hati yah.."


**********


Malamnya Betty tidak bisa terpejam. Ternyata kata-kata Tuti membekas di pikirannya. Malam itu dia sibuk memikirkan masa depannya dan bertanya pada dirinya sendiri, kelak dia mau jadi seperti apa. Dia juga teringat pada kata-kata neneknya yang menginginkan dia jadi orang sukses. Dia juga teringat pada bapak dan ibunya yang bekerja sebagai TKI demi dirinya.


Dia memejamkan matanya seraya berpikir sambil membayangkan dirinya sukses, hingga lama-lama akhirnya dia tertidur.


**********


Ke esokan harinya di sekolah, dia menghampiri Linda dan Tuti dan mengatakan pada kedua sahabatnya tekadnya yang bulat, yang diputuskannya dengan segala pertimbangan yang matang.


"Tut, Lin, tadi malam aku berpikir agar lebih fokus sekolah."


"Maksudnya apa? Maksudnya selama ini kamu main-main dan ga fokus? Begitu? Tanya Linda.


Keduanya tercengang mendengar perkataanya karena tak percaya. Bagaimana bisa orang yang sudah cinta gila bisa memutuskan hubungannya. Pikir keduanya.


"Apa? Putus? Kok bisa? Bukannya kamu cinta banget sama si Mickey?" Tanya Tuti.


"Benar!" Dukung Linda.


"Iya... Sebentar lagi kita ujian. Sebentar lagi kita naik ke kelas 3. Itu waktu yang sangat singkat. Setelah waktu itu, kita tidak bisa main-main lagi seperti yang sering kita lakukan. Aku sangat lemah pada salah satu mata pelajaran pada ujian nasional. Dan aku ga mau gara-gara itu aku tidak lulus."


"Jadi maksudmu gimana? Jangan buat kami bingung dong." Ujar Linda dan Tuti."


"Aku ingin fokus belajar matematika. Aku tidak mau pikiranku terbagi karena pacaran. Jadi aku memilih putus dengan Micky."


"Trus si Micky mau aja gitu?" Tanya Linda dengan ekspresi berlebihan.


"Yah, awalnya dia menolak. Tapi aku mencoba kasih pandangan ke dia. Dan untunglah dia setuju."


"Asyik... jadi ada kesempatan nih untukku mendapatkan si Micky." Tutur Linda.

__ADS_1


Namun saat menuturkan hal itu, mendadak wajah Betty berubah kesal seolah belum siap kehilangan Micky, membuat Linda merasa menyesal.


"Becanda kok. Jangan marah yah. Sebenarnya aku tidak punya perasaan sedikitpun sama Mickey. Selama ini kami hanya iseng aja supaya kamu ga terlalu fokus sama si Mickey dan mengabaikan kami. Dikit-dikit Mickey... sampai bosen dengernya. Kita ini sahabat dari kecil, dan saya ingin kita juga punya profesi yang sama nanti."


"Jadi kalian hanya ngerjai aku aja. Bisa-bisanya yah kalian begitu." Balas Betty kesal.


"Yah maaf." Balas keduanya kompak.


Lalu Tuti melanjutkan, "Saya bermimpi kalau kita bertiga kerja di maskapai yang sama."


"Maksudmu pramugari?" Tanya Linda.


"Itu bagus. Nenekku pernah cerita tentang pramugari sukses yang sudah terbang ke berbagai negara. Dan nenekku mau aku jadi pramugari juga." Ujar Betty.


Namun Linda sedikit keberatan karena baginya pastilah tidak mudah untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Ayahnya adalah orang yang pemalas dan sering membebani ibunya. Dan tidak akan mudah membayar biaya pendidikan jika hanya mengandalkan pendapatan ibunya. Maka dia menjawab keduanya dengan perasaan sedih,


"Maaf, tapi kayaknya aku nggak bisa. Itu pasti mahal. Dan kami nggak akan sanggup membayar biaya pendidikannya nanti. Jangankan itu. Mungkin setelah lulus SMA aku nggak akan kuliah."


"Jangan dong Lin. Kamu pasti bisa kok." Ucap Tuti memberi semangat.


"Bisa gimana?" Balas Linda pesimis.


Tiba-tiba Betty mengutarakan pendapatnya,


"Aku ada ide! Bagaimana kalau sepulang sekolah kita cari kerja sampingan. Dan uangnya kita simpan untuk biaya pendidikan kita nanti."


"Apa? Kamu gila yah? Mana mungkin. Bagaimana kalau bapak dan ibuku tahu. Pasti mereka tidak setuju. Lagipula kita akan kerja apa? Mana ada yang mau terima pekerja anak sekolah." Ujar Tuti.


"Yah jangan sampai tahu dong. Kita bilang aja kalau kita ada les tambahan gitu di sekolah toh mereka kan ga akan selidiki." Balas Betty.


"Tapi... aku takut. Lagi pula kita akan kerja apa?" Tanya Tuti.


"Masalah itu gampang. Nanti aku yang akan cari tahu."


Mereka mengobrol dengan sangat serius seperti esok mereka akan duduk di bangku perkuliahan. Sampai jam istirahat itu berakhir, mereka belum mendapatkan solusi yang tepat.


*********


Lalu pada waktu jam pelajaran berakhir, Linda mengutarakan lagi bahwa dia tidak akan bermimpi kuliah dan jadi pramugari. Lalu dia meninggalkan Betty dan Tuti dengan berjalan cepat dan perasaan sedih.

__ADS_1


Betty dan Tuti terdiam bingung namun tidak mengejarnya. Mereka membiarkannya sampai hatinya tenang.


__ADS_2