Terkadang Teman Terkadang Musuh

Terkadang Teman Terkadang Musuh
Part 23


__ADS_3

Sepanjang hari sampai malam wajah Linda selalu murung memikirkan cita-cita yang diucapkan kedua temannya. Ada keraguan besar yang mengganggu kedamaian hatinya. Di sisi lain dia ingin mengungkapkan impiannya pada ibunya. Namun di sisi lainnya, dia juga takut kalau ibunya akan semakin terbebani.


Malam itu dia bahkan tidak mau makan. Membuat ibunya cemas. Namun dia tidak mau jujur setiap kali ibunya bertanya dan memilih tidur lebih awal. Tapi sekuat apapun usahanya memejamkan mata, dia sulit terlelap.


*********


Ke esokan harinya di sekolah, Betty dan Tuti tidak menyinggung cita-cita itu lagi pada Linda karena melihat wajahnya yang tidak bersemangat. Namun Betty dan Tuti merahasiakan satu hal dari Linda.


Sepanjang hari di sekolah, Betty dan Tuti bersikap seperti biasanya. Mereka juga mengajak agar mereka bertiga sering belajar bersama supaya bisa lulus.


Ajakan itu langsung disetujui oleh Linda. Namun dia juga mengatakan, "Tapi jangan di rumah Betty aja dong. Kita harus bergiliran. Kan capek ke rumah Betty melulu.


"Itu sih gampang. Belajar di taman juga bisa. Iya kan?" Balas Tuti.


"Jadi nanti malam kita belajar di mana? Tanya Betty.


"Di rumahku aja. Kalau ayahku lihat anaknya rajin belajar, dia pasti akan masakin kita makanan yang enak usai belajar. Percaya deh sama ku. Jadi tenaga kita yang sempat terkuras selama berpikir, akan tergantikan oleh nutrisi dan vitamin dari masakan ayahku." Jawab Tuti.


"Eleh... eleh... kalau bicara, gayamu selalu meyakinkan dan memberi harapan. Tapi jangan harapan palsu yah. Ngomong-ngomong bisa request ga Tut?" Tanya Linda.


"Apa?"


"Ayahmu bisa masak gulai kambing kan?"


"Bisa lah! Mang kenapa?"


"Pengen makan gulai kambing aja. Boleh kan?"


"Mmm... ! Jangankan gulai kambing, gulai kerbau, pun akan aku hidangkan untukmu." Jawabnya ketus.

__ADS_1


"Jangan marah gitu dong bilangnya. Kaya ga ikhlas. Iya kan Bett?"


"Mmm..."


Tak lama setelah mereka bercakap-cakap, bel tanda masuk berbunyi. Mereka segera kembali ke tempat duduk mereka masing-masing dan menunggu sang guru datang.


Sejak hari itu, mereka bertiga belajar dan memperhatikan dengan sungguh-sungguh setiap materi yang sang guru jelaskan, dan mencatat setiap hal yang mereka kurang paham untuk mereka diskusikan bersama nanti.


Guru yang sedang mengajar di kelas itu adalah guru biologi. Waktu itu sang guru sedang menjelaskan tentang sistem reproduksi.


Ketika guru itu sedang berbicara di depan kelas, tiba-tiba imajinasi Betty mengembara. Dia membayangkan hasil keturunannya nanti bersama Mickey, pemuda bule yang sangat dicintainya. Dia menghitung dalam hati hasil kemungkinan persilangan antara gennya dengan gen kekasihnya itu. Dalam hati dia berkata, "Keturunanku pasti akan cantik. Perpaduan antara kulit putih dengan kulit eksotis. Hasilnya, kulitnya pasti akan berwarna coklat cerah, mirip seperti warna kulit Jenifer Lopez, sexy."


Dia membayangkannya lalu tersenyum-senyum.


Belakangan sang guru menyadari bahwa Betty tidak fokus mendengarkan penjelasannya. Meski awalnya wajahnya serius menatap ke depan, namun pikirannya bercabang.


Sang guru pun langsung memanggilnya dan mendadak dia kebingungan dan gugup. Sang guru bertanya,


Sejenak Betty diam. Tapi sang guru terus bertanya padanya dengan pertanyaan yang sama. Akhirnya dia pun menjawab gurunya dengan ragu-ragu. Yang dijawabnya, "Ya pak." Sambil tertunduk.


Setelah itu sang guru bertanya lagi, "Kalau begitu, coba simpulkan apa saja yang kamu simak selama bapak menjelaskan materi pelajarannya."


Tapi dia diam karena tidak tahu apa yang harus diutarakan.


Karena sang guru masih lajang, dia sedikit menjaga nama baiknya di depan para siswanya dengan menghindari gelar 'Guru Killer.' Maka dia tidak memberi hukuman pada Betty tapi hanya menegurnya lembut.


Meski begitu, Betty tetap saja merasa malu dan khawatir kalau kedua temannya pasti akan membullynya lagi.


Maka selama proses belajar itu, dia hanya bisa menatap wajah sang guru dan tak berani melihat muka teman-temannya.

__ADS_1


**********


Seusai jam pelajaran, Betty cepat-cepat memasukkan semua bukunya ke dalam tas agar dia bisa pulang cepat karena ingin menghindari bullyan kedua temannya. Dalam hati dia berkata, "Aku harus pulang cepat. Jangan sampai dua orang itu punya kesempatan membully ku." Tapi sayang usahanya sia-sia. Ketika dia hendak beranjak, Tuti menarik tasnya dan berkata,


"Tunggu! Buru-buru amat. Sesak kencing yah? Atau...?" Dia melirik Betty sambil tersenyum mengejek.


"Apaan sih?' Balasnya ngambek.


"Ntar malam jangan telat yah."


"Iya." Ucapnya lalu pergi.


Selepas dia pergi, Tuti mengajak Linda untuk mengerjai Betty. Namun Linda menolaknya dan mengatakan kalau hubungan pertemanan mereka baru saja membaik dan dia tidak ingin itu rusak lagi.


***********


Sesampainya di rumah, Betty langsung menghempaskan dirinya di kasur sambil mengeluh, "Aduh...kenapa sih dengan otakku ini? bisa-bisanya menghayal pas jam pelajaran berlangsung. Kalau dua tikus itu sampai ngeledek aku lagi gimana?"


Kemudian dia menghembuskan nafas panjang lalu duduk kemudian mengambil ponsel di tasnya lalu melihat foto Mickey. Seraya menatapnya dia berkata," Susah banget sih nyingkirin kamu Mickey dari kepalaku. Apa kita ini sudah ditakdirkan bersama? Sampai-sampai kau tidak bisa lekang dari ingatanku? Hah? Mickey ku sayang, aku memutuskan hubungan kita bukan karena tak cinta lagi sama mu, tapi aku ingin mengejar cita-citaku dulu. Aku janji akan selalu menjaga hatiku untukmu. Tapi kau juga harus begitu."


Kemudian dia meletakkan ponselnya di kasur lalu berkata lagi,


"Aku tidak ingin menyia-nyiakan keringat ayah dan ibuku. Aku ingin sukses supaya bisa membahagiakan mereka, termasuk nenek. Tapi... ketika aku sudah sukses nanti, nenek masih hidup atau tidak yah? Meskipun nenek terlihat masih lincah dan sehat, tapi tubuhnya kurus. Aku khawatir karena nenek seperti kekurangan nutrisi. Belakangan ini nenek bekerja terlalu keras semenjak ayam-ayamnya berkembang biak dengan pesat. Hasil penjualan telurnya tidak mau dia pakai untuk membeli susu untuknya. Tapi malah menyimpannya untuk bekal pendidikanku nanti.


Ah.... nenekku sayang. Meskipun dia sangat cerewet, tapi dia sangat perhatian.


Percayalah nek, kelak aku akan balas semua pengorbanan nenek."


Rupanya neneknya ada di sana sewaktu dia mengungkapkan hal itu. Neneknya berdiri di balik pintu yang sedikit terbuka dan mendengarkan seluruh perkataannya. Neneknya menangis haru melihat cucunya sudah mulai berpikiran dewasa. Dia berkata dalam hati,

__ADS_1


"Tenanglah nak. Nenek akan tetap sehat. Sampai kamu sukses, nenek akan tetap sehat. Nenek pasti akan melihatmu sukses. Dan nenek akan mencicipi separuh dari gajimu. Kamu akan membawa nenek jalan-jalan dan membeli makanan kesukaan nenek."


Setelah itu dia pergi diam-diam dan turun ke dapur. Awalnya dia hendak mengajak Betty menemaninya belanja ke pasar. Tapi karena mendengar dia ingin fokus belajar, si nenek tidak mau mengganggunya. Dan pergi sendiri.


__ADS_2