
"Ada apa ini ribut-ribut?"
Semua mata tertuju pada suara yang mereka kenal.
Semua tertunduk menyikapi CEO mereka Tuan Muda Abimanyu yang datang dengan suaranya yang meninggi.
Petugas keamanan dan Resepsionis menunduk ketakutan akan reaksi CEOnya.
"Lepaskan wanita itu."Abimanyu membentak kepada petugas keamanan.
"Begini etika kalian sebagai cermin perusahaan!"Abimanyu menunjuk pada resepsionis dan petugas perusahaan.
Dengan bergetar resepsionis menjawab "Maaf Tuan Muda, perempuan ini mengaku pegawai perusahaan namun ia tidak bisa menunjukka id cardnya."
"Maaf Tuan Muda kami hanya menjalankan tugas." petugas keamanan dengan menunduk takut menjawab Abimanyu.
"Jo urus segera id card Sekretaris Pribadi Saya!" Abimanyu dengan nada lantang dan bergegas masuk lift khusus CEO.
Semua mendengar termasuk resepsionis dan petugas keamanan.
"Sekretaris Pribadi!" resepsionis itu menatap Keysha dari atas hingga bawah, dengan tatapan tidak mempercayainya.
Keysha berjalan mengikuti Sekretaris Jo.
Kemudian keduanya bertemu di pintu Lift.
"Tuan Muda, Saya akan naik lift pegawai bersama dengan ... Sekretaris Tuan Muda." Sekretaris Jo menjawab tersendat saat akan memanggil Nyonya namun ingat akan pesan Tuan Muda tidak boleh memanggil Keysha dengan sebutan Nyonya.
"Kalian berdua masuk."Abimanyu masuk saat lift khusus terbuka.
__ADS_1
Sekretaris Jo dan Keysha mengikuti Abimanyu.
Kini dalam Lift Sekretaris Jo dan Keysha berada dibelakang Abimanyu diam tanpa suara.
"Belum sehari sudah bikin ribut!"Abimanyu menyindir Keysha.
Keysha memilih untuk tidak menjawab begitupun Sekretaris Jo.
Mereka sampai dilantai ruangan CEO.
Abimanyu segera masuk ke ruangannya dan duduk dikursi kerjanya.
Melihat Sekretaris Jo dan Keysha ikut masuk keruangannya ia pun bertanya.
"Kalian Saya bayar cuma untuk membuntuti Saya!"Abimanyu kesal dengan keduanya.
"Baik Tuan Muda, Saya permisi untuk mengurus id card ..."Sekretaris Jo kembali bingung harus memanggil apa pada Keysha.
"Mari Keysha ikut Saya. Tuan Muda kami permisi." Sekretaris Jo pamit.
"Permisi Tuan Muda."Keysha mengikuti Sekretaris Jo keluar dari ruangan Abimanyu.
"Kenapa aku kesal saat Jo menyebut nama Keysha." Abimanyu uring-uringan dibuatnya.
Sementara Sekretaris Jo menjelaskan apa saja yang harus dilakukan Keysha dalam menjalankan tugas sebagai Sekretaris Pribadi Tuan Muda Abimanyu.
"Ini, e,,, Ke..."Sekretaris Jo masih canggung memanggil Nyonyanya dengan nama.
"Keysha Jo, panggil Saya Keysha."Senyum terhias diwajah Keysha sambil menerima id card yang diberikan Sekretaris Jo.
__ADS_1
"Iya, Keysha."Sekretaris Jo pun tersenyum.
Sepeninggal Sekretaris Jo yang menemani Tuan Muda bertemu Klien diluar kantor.
Keysha melakukan tugas awal dengan menata dokumen-dokumen dan merapikan data.
Keysha mempelajari dengan cermat mengenai laporan dan jadwal Tuan Muda.
Keysha memang cerdas ia mulai memahami alur pekerjaannya dan mulai membuat catatan kecil sebagai remember untuk hal-hal penting.
Keysha menggunakan ipad dan laptop pemberian Abimanyu.
"Padahal di meja ini sudah ada PC."Keysha melihat meja kerjanya lengkap semua peralatan pendukung pekerjaannya.
Keysha kemudian juga melihat klien-klien dan merekap mengenai profil mereka.
Saat mengecek dokumen klien-klien Keysha melihat satu berkas bertanda tangan dengan nama yang tak asing baginya.
Keysha tak terlalu menghiraukannya.
Seseorang mendatangi Keysha dan mengajaknya bicara.
"Sekretaris baru ya?"Seorang wanita dengan tampang jutek.
"Iya."jawab Keysha yang sadar dengan sikap tak ramah dari perempuan tersebut.
Perempuan tadi segera berlalu meninggalkan Keysha dengan kesal karena tak dilayani dan merasa diabaikan.
Keysha melihat kearah perempuan yang telah berlalu, ia hanya menggelengkan kepala.
__ADS_1
"Nenek Sihir!" gumam Keysha.
...****************...