Terpaksa Menikahi Tuan Muda Kejam

Terpaksa Menikahi Tuan Muda Kejam
Bab 32 Kabar Duka


__ADS_3

Kania terbangun mendengar deringan suara HP nya.


Semalaman Kania tertidur di mini bar apartemennya.


Kania memegang kepalanya yang terasa berat.


HP Kania terus berdering.


Kania sedikit sulit menggapai HP karena karena entah bagaimana HP Kania berada di lantai.


Sebuah Chat masuk ke HP Kania.


Dengan perlahan dengan menjaga keseimbangan tubuhnya memegang kepalanya yang terasa berat.


Kania berhasil meraih HP dan membukanya.


20 kali panggilan tak terjawab.


Kania membuka chat yang masuk.


Kania tersentak kaget.


"Ayah!"Seketika tubuh Kania ambruk lemas di lantai.


Kania mencoba mengembalikan kesadaran dan tenaganya.


Informan Kania menghubungi berkali-kali dan mengirim chat mengabarkan bahwa Ayah kandung Kania meninggal dunia semalam.


Chat terakhir adalah foto-foto informan Kania mengenai keadaan Ayahnya.


Kania tak mampu menahan air matanya atas kepergian Ayah kandungnya.


Meski belum pernah sekalipun Kania bertemu namun ikatan batin Kania yang membuat perasaan sedih itu hadir kini.

__ADS_1


Kania melihat foto Ayahnya dimasukan dalam ambulance seperti akan dibawa ke pemakaman.


Sebuah video juga dibuka Kania terlihat situasi pemakaman Ayah Kania.


Kania menangis sejadi-jadinya sambil memeluk HP didadanya.


Mengapa begini, Aku bahkan belum sempat bertemu dengannya. batin Kania menjerit dengan apa yang dialaminya kini.


Kania menangis sejadi-jadinya. Tanpa sadar ia pingsan beberapa jam.


Kania membuka matanya menatap sekeliling ruangan yang bukan apartemen nya.


Kania merasakan tubuhnya lemas dan tidak bertenaga.


Kania paham, ia kini berada dirumah sakit.


Suara pintu terdengar dan seseorang masuk menghampiri Kania.


Kania kembali teringat akan kematian Ayahnya.


Kania hendak bangun dari ranjang RS dan berteriak akan menemui Ayahnya.


Jo melihat reaksi Kania menahan Kania.


Kania berontak sambil menangis membuat Iba orang yang melihatnya.


Jo membawa tubuh Kania yang sedang terguncang saat ini dalam pelukannya.


Kania awalnya berontak melepas pelukan Jo.


Kania memukul dada Jo berkali-kali namun Jo semakin mengeratkan pelukannya.


"Menangislah Kania, tumpahkan segala kesedihanmu, aku disini akan menemanimu."Jo mengatakan dengan lembut sambil mengusap punggung Kania.

__ADS_1


Kania kini memeluk erat Jo menangis sejadi-jadinya dalam pelukan Jo.


Kania meraung menangis membuat hati Jo perih dan terasa sakit.


Jo tetap dalam posisi memeluk Kania.


Kania yang mulai tenang, melepaskan pelukannya dari Jo.


Jo mendudukan Kania mengarahkan Kania agar bersandar pada ranjang agar tubuh Kania lebih nyaman.


Kania diam. Ekspresi wajahnya datar.


Kania menatap Jo dengan airmata terus mengalir di pipinya.


Jo tak mampu melihat kondisi Kania saat itu.


Jo mendekat dan duduk diranjang Kania.


"Katakanlah apa yang mau kamu katakan Nona." Jo kembali dalam mode sadar bahwa Kania adalah anak dari Tuan Besar dan Adik Tuan Muda.


Kania menatap Jo lurus tanpa ekpresi.


"Jo, antarkan aku ke pusara Ayah. Aku ingin berdoa untuknya." Kania dengan nada lemah mengatakan keinginannya pada Jo.


"Tapi Anda saat ini sedang sakit Nona, aku akan mengantar Nona kesana setelah Nona benar-benar sembuh."Jo memberikan pengertian kepada Kania.


"Aku akan lebih sakit dari ini, jika aku semakin lama menemui Ayahku. Karena kini aku hanya bisa melihat pusaranya. Aku mohon Jo, bawa aku kesana." Kania dengan airmatanya yang mengalir dan tatapan yang mengiba membuat Jo tidak tega.


Dengan persetujuan RS dan dokter yang merawat Kania, Jo mendapatkan izin untuk membawa Kania.


Jo menjelaskan mengenai kondisi Kania dan dokterpun mengizinkan memahami situasi pasiennya.


...****************...

__ADS_1


__ADS_2