
1 Bulan yang Lalu
Daddy dan Mommy secara diam-diam melacak keberadaan Keysha.
Bukan hal sulit bagi keduanya mendapatkan informasi seperti itu.
Hanya saja mereka baru melakukannya setelah mengetahui yakin akan perasaan Abimanyu terhadap Keysha.
"Dad bagaimana apa sebaiknya kita temui saja Bule nya Keysha di Solo secara diam-diam tanpa diketahui anak-anak. Mom ingin sekali meminta maaf atas kesalahn yang Abimanyu lakukan pada Keysha." Mommy meminta persetujuan Daddy.
"Daddy rasa Mommy ada benarnya. Kalau begitu kita akan menemui Bule Keysha di Solo." Daddy menyetujui permintaan Mommy.
Daddy dan Mommy ditiba disebuah rumah sederhana namun asri yang begitu khas rumah joglo.
"Assalamualaikum." Mommy mengucapkan salam.
"Waalaikumsalam." seseorang wanita berusia kisaran 50 tahun menghampiri Mommy dan Daddy.
"Permisi apakah benar ini rumah ibu Lastri, pemilik Javenir?" Mommy memastikan agar tidak salah alamat.
"Betul Bu, maaf Ibu dan Bapak siapa dan dari mana?" jawab wanita itu dengan santun.
" Kami datang dari Jakarta, Kami mertua Keysha, orang tua dari suami Kesya Putra kami bernama Abimanyu." Mommy menjelaskan sejelas jelasnya.
"Mari duduk dulu Pak, Bu, Saya akan memanggilkan Ndoro Lastri." Wanita itu pamit ke dalam memanggil Bule Lastri.
Bule Lastri diberitahu bahwa kedatangan tamu dari Jakarta, dan mengatakan bahwa mertua dari Non Keysha.
"Assalamualaikum. Mari silahkan duduk Pak Bu." Bule Lastri kini sudah menemui tamunya dan mempersilahlan Daddy dan Mommy duduk karena keduanya berdiri saat Bule Lastri datang.
"Terima kasih Jeng." Mommy mencipika cipiki Bule Lastri sementara Daddy menyalaminya.
"Maaf sebelumnya, Dengan Bapak dan Ibu?" Bule Lastri menanyakan langsung siapa mereka.
__ADS_1
"Saya Elisa dan ini Suami Saya Satri Nugraha, kami adalah orang tua dari Abimanyu." Mommy menjelaskan siapa mereka.
"Saya Lastri, Bulenya Keysha, Saya adik sepupu almarhumah mendiang ibu Keysa." Bule Lastri meperkenalkan diri.
"Sebelumnya maaf jika kedatangan kami mengganggu waktu istirahat jeng Lastri. Namun kami sengaja datang kesini ingin sekali memohon maaf sebesar-besarnya mengenai Abimanyu dan Keysha." Mommy menjelaskan maksud kedatangannya menemui Bule Lastri.
"Saya sudah mendengar semua dari Keysha. Keysha sudah menceritakan detail kronologisnya." Bule Lastri menjawab.
"Saya dan Daddynya Abimanyu sekali lagi memohon maaf kepada Jeng Lastri sebagai orang tua Keysha atas perbuatan yang dilakukan Abimanyu kepada Keysha yang membuat Jeng Lastri sakit hati." Mommy dengan halus dan lembut penuh kerendahan hati meminta maaf atas nama Abimanyu.
"Sayapun meminta maaf jika Keysha pergi tanpa pamit kepada Bapak, Ibu dan Nak Abimanyu. Maafkan sikap Keysha yang tidak sopan Saya berharap Bapak dan Ibu bisa memakluminya." Bule Lastri juga menyadari bahwa Keysha juga memiliki andil dalam persoalan tersebut.
"Jeng bagaimana kabar Keysha? Sehat?"Mommy mulai menanyakan keadaan menantunya.
"Alhamdulillah Keysha sehat. Namun hari ini Keysha sedang mengurus persiapan pameran untuk ke Jakarta." Bile Lastri menjelaskan.
"Maaf kalau Saya lancang bertanya Jeng, apakah Keysha sudah memiliki.." Mommy dicolek Daddy hingga tak melanjutkan ucapannya.
Bule Lastri paham maksud dari kata-kata mami.
"Alhamdulillah. Saya senang sekali mendengarnya. Jeng Lastri, Sebenarnya kedatangan Saya kesini bersama suami adalah ingin sekali agar Keysha bisa rujuk kembali dengan anak kami Abimanyu." Mommy sudah tidak sabar takut menantunya keburu diambil orang.
"Saya sebagai Bulenya Keysha menyerahkan sepenuhnha keputusan ini kepada Keysha. Karena Keysha tentu yang akan menjalaninya. Selama Keysha bahagia Saya akan merestuinya Jeng Elisa." Bule Lastri dengan bijak menjawab permintaan Mommy.
"Benar Bu Lastri, Kami juga berani datang kesini karena kami sudah menanyakan langsung kepada putra kami Abimanyu mengenai perasaannya terhadap Keysha. Abimanyu sangat mencintai Keysha dan sudah menyadari kesalahannya serta berjanji akan membajagiakan Keysha." Kali ini Daddy angkat bicara.
"Begini saja, Pak Bu, Saya akan coba bicara dengan Keysha dari hati ke hati. Agar Saya juga lebih yakin bagaimana kerasaan dan keinginan Keysha yang sebenarnya. Namun Saya tidak bisa berjanji apakah Keysha akan menerima atau menolaknya." Bule Lastri memberikan jawaban namun memberikan juga kemungkinan yang bisa terjadi.
"Memang seperti itu sebaiknya. Apapun keputusan Keysha kami sebagai mertua dan orang tua dari Abimanyu akan ikhlas menerima." Mommy kali ini menjawabnya.
"Benar Jeng sebagai orang tua kita hanya bisa mendoakan anak-anak kita agar bisa bahagia dan merestui, karena yang menjalaninya adalah mereka." Jawab Bule Lastri.
"Benar Jeng Lastri Sayapun demikian. Jeng bolehkan Saya meminta tolong?" Mommy kini mengajukan permintaan.
__ADS_1
"Dengan senang hati Saya akan membantu jika mampu. Apa yang bisa saya bantu?" Bule menjawab.
"Pertemuan kita hari ini tolong dirahasiakan dulu dari Keysha. Karena Saya dan Daddynya juga tidak memberitahukan Abimanyu akan kedatangan Saya kesini. Bukan bermaksud apapun Saya ingin anak-anak bisa mengalir dan saling menyadari perasannya sebingga mereka bisa jujur satu sama lain.
"Saya setuju dengan Jeng Elis. Keysha bulan depan akan ke Jakarta, kurang lebih seminggu disana. Karena ada Pameran UMKM, alhamdulillah Javenir bisa berpartisipasi dalam pameran tersebut." Bule belum tahu bahwa orang didepannya adalah investor dari pamersn tersebut.
"Kalau begitu kebetulan, mereka bisa berjumpa disana. Untuk teknisnya Saya yang atur. Saya minta tolong sekali dengan Jeng Lastri agar Keysha bisa hadir dipameran tersebut." Mommy memegang tangan Bule Lastri.
"Insya Allah semoga harapan kita bersama bisa membawa kebaikan bagi anak-anak kita ya Jeng Elis." Bule Lastri menyambut tangan Mommy.
"Aamiin." Daddy dan Mommy mengaminkan.
"Sampai lupa silahkan diminum dulu Pak Jeng Elis, maaf seadanya, hanya makanan kampung." Bule menpersilabkan Daddy dan Mommy mencicipi wedang jahe dan cemilan khas solo.
"Daddy nya Abi ini justru senang sekali Jeng dengan masakan jawa tengah, terutama Tengkleng. Waduh ga bisa nolak, Iya kan Dad." Maklum Daddy Blasteran tahu dong seperti apa.
"Oh Bapak pernah coba Tengkleng Toh, Kapan-kapan Bapak harus coba Tengkleng kami di Javenir."Bule Lastri mengundang besannya ke Javenir.
"Tentu Saya sangat ingin Bu Lastri." Daddy menanggapi dengan senang.
"Oh iya Jeng, maaf saya mau merepotkan, kalau boleh kami ingin Jeng Lastri mengantarkan kami kemakam almarhumah Ibunya Keysha. Kami mau sowan sekalian nyekar, itupun jika tidak merepotkan Jeng Lastri." Mommy ingin berziarah kemakam ibu kandung Keysha.
"Tentu boleh Jeng Elis, kalau begitu Saya siap-siap dulu. Mari Jeng silahkan dinikmati, Saya pamit dulu kedalam siap-siap."
"Terima kasib Jeng." Mommy senang karena apa yang ia ingin lakukan dan niatkan berjalan lancar.
Daddy tahu benar saat ini istrinya begitu bahagia.
Daddy menggenggam tangan Mommy.
"Mommy memang luar biasa. I'm proud of you baby." Daddy berbisik ditelinga Mommy.
Mommy hanya tersipu malu takut Jeng Lastri tiba-tiba melihat kebucinan Daddy.
__ADS_1
...****************...