
Kania terdiam menatap pusara ayah kandungnya.
...Surya Pramono bin Pramono...
Kania mengusap batu nisan sang Ayah.
Dirabanya satu persatu huruf yang tertulis di batu nisan mendiang Ayahnya.
Kania membaca nama tersebut dengan penuh kesedihan.
Abimanyu dan Jo menyaksikan pemandangan tersebut dengan sedih.
"Ayah, aku Kania, maaf aku baru mengunjungimu?"Kania dalam tangisnya.
Sebenarnya sesaat Kania tahu keberadaan orang tuanya ia menaruh kebencian dan marah terhadap orang tuanya.
Kania merasa Ayah dan ibunya telah membuang dirinya sehingga ia hidup dipanti asuhan.
Namun ketika Kania mengetahui Ayahnya sakit, hati Kania mulai khawatir dan cemas.
Kania berusaha mencari info mengenai Ayahnya.
Namun keberanian Kania untuk datang tertutupi perasaan takut Ayahnya tidak mau mengakuinya.
Terlebih Ayahnya saat ini memiliki keluarga dan anak.
Kini hanya penyesalan dan doa yang bisa Kania lakukan untuk Ayahnya.
Abimanyu mendekati adiknya dan merangkul dengan kasih sayang.
__ADS_1
"Kita doakan agar Ayah mendapatkan tempat terbaik disurga." Abimanyu mengusap kepala Kania yang masih saja menangis.
"Ka Abi," hanya kata-kata itu yang mampu Kania ucapkan.
"Tuan Muda dan Nona Kania, sebaiknya kita kembali, karena akan turun hujan." Sekretaris Jo memberitahukan kondisi langit yang mulai gelap dan gerimis tipis.
"Ayo Kania mari kita pulang. Kamupun harus istirahat. Ingat dokter berpesan agar kamu harus memperhatikan kesehatan dirimu sendiri."Abimanyu membujuk Kania yang masih berkeras untuk lebih lama dipusara Ayahnya.
Kania kini bangkit mengikuti kakaknya dan menuju mobil kembali ke Jakarta.
"Ayah, Kania pulang dulu ya. Semoga Ayah tenang disana dan berbahagia." Kania pamit dari pusara Ayahnya.
Sekretaris Jo menyetir mobil sambil sesekali melihat kearah Tuan Muda dan Nona Kania.
Abimanyu duduk dibelakang mendampingi Kania karena tubuhnya tampak belum pulih.
"Kania pulanglah kerumah, kakak cemas meninggalkan di apartemen sendirian. Apalagi dalam kondisimu yang sedang sakit." Abimanyu mengkhawatirkan kesehatan Kania.
"Iya Kak Abi." Kania menjawab tampak wajahnya pucat dan lemas.
Sepanjang perjalanan Kania menutup mata dan tertidur.
Abimanyu sendiri kembali teringat persoalannya dengan Keysha.
Entah kemana ia harus mencari Keysha.
Abimanyu juga khawatir jika memang ini merupakan pilihan Keysha untuk menghindar dan pergi dari hidup Abimanyu.
Abimanyu sudah mengabari Daddy dan Mommy tentang Kania.
__ADS_1
Daddy dan Mommy menitipkan Keysha pada Abimanyu.
Daddy dan Mommy masih di Amerika belum bisa pulang karena kondisi Daddy yang sedang menurun.
Abimanyu meminta kalau Daddy dan Mommy tidak perlu khawatir karena akan ada dirinya yang selalu siap menjaga dan melindungi Kania sebagai Kakak.
Abimanyu sendiri belum menceritakan mengenai permasalah pribadinya dengan Keysha kepada Daddy dan Mommy.
Pernikahan mendadak Abimanyu dengan Keysha membuat Daddy dan Mommy kala itu kaget sekaligus kecewa dengan Abimanyu.
Betapa tidak, Mommy merasa seakan Abimanyu tidak menghormatinya dengan menikah tanpa mengabari kedua orang tuanya.
Daddy kala itu membujuk Mommy agar Mommy dapat sabar dan kita harus mendengarkan penjelasan Abimanyu.
Daddy yakin Abimanyu melakukan hal tersebut dengan alasan dan pertimbangan.
Mommy sesungguhnya hanyalah orang tua yang begitu menyayangi putra dan putrinya.
Bagaimanapun caranya dan bersama siapapun pilihan putra putri mereka Daddy dan Mommy akan merestui selama anak-anaknya bahagia.
Jika kini pernikahan yang hanya 100 hari telah usai, Abimanyu masih bingung bagaimana menjelaskan kepada Daddy dan Mommy.
Abimanyu yakin cepat atau lambat Daddy dan Mommy akan meminta penjelasan dirinya.
Abimanyu akan jujur saat ditanya oleh Daddy dan Mommy agar kedua orang tuanya tidak salah paham atas kepergian Keysha.
Karena Abimanyu sangat sadar dan memahami tindakan Keysha akibat perbuatan Abimanyu sendiri.
...****************...
__ADS_1